Contoh Majas Paralelisme; Pengertian dan Penjelasannya

Contoh Majas Paralelisme; Pengertian dan Penjelasannya – Karya sastra dan kehidupan ini tidak dapat dipisahkan. Satra selalu menghadirkan kehidupan dalam masyarakat.

Contoh Majas Paralelisme; Pengertian dan Penjelasannya
Contoh Majas Paralelisme; Pengertian dan Penjelasannya

Sastra dapat menceritakan pengalaman-pengalaman kehidupan, imajinasi, serta bentuk komunikasi yang memiliki nilai keindahan dalam berbahasa.

Berdasarkan pendapat Sugiharti (2002), karya sastra adalah khasanah intelektual dengan caranya merekam dan menyuarakan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

Dalam berbagai bentuk karya sastra yaitu cerpen, puisi, atau novel didalamnya memiliki unsur-unsur yang mendukung karya sastra seperti salah satunya yaitu majas atau gaya bahasa.

Salah satu majas yang akan dibahas disini, yaitu majas paralelisme.

Pengertian Majas Paralelisme

Majas paralelisme adalah gaya bahasa yang bersifat pengulangan terhadap suatu kata yang sejajar. Hal tersebut dapat dilihat dari asal katanya yaitu paralel, yang menurut KBBI artinya sejajar.

Majas paralelisme masuk dalam kategori majas pengulangan karena dalam penyusunan kalimatnya terdapat kata sama yang diulang.

Contoh majas paralelisme akan dijelaskan lebih lanjut pada artikel ini. Majas paralelisme sangat mirip dengan majas repetisi.

Majas repetisi pengulangannya ada di awal dengan maksud agar makna yang ingin disampaikan dapat ditangkap dengan baik.

Majas repetisi dan paralelisme memiliki fungsi yang sama diataranya:

  • Untuk mengulangi kata-kata tunggal atau frasa pendek.
  • Memberikan informasi yang berulang-ulang sehingga dapat mempengaruhi pikiran orang.
  • Memberikan penekanan kata untuk meng-higlight poin penting terhadap yang ingin pengarang sampaikan.
  • Membuat kata lebih dramatis dalam puitis sehingga pengulangan tersebut dapat bernilai estetik dari segi nada, ritme, maupun gaya kepenulisan yang bersifat persuasif.

Majas paralelisme memiliki persamaan dengan majas repetisi yang memiliki pola berulang dalam sebuah kalimat.

Perbedaan Majas Paralelisme dengan Majas Repetisi

Perbedaannya pada majas paralelisme dilakukan kata perulangan dengan kata satu dengan yang lain memiliki kesejajaran, tidak harus berupa persamaan kata seperti pada repetisi.

Pada majas repetisi dalam pengulangannya terdapat perbedaan tekanan yaitu pada kalimat yang berbeda.

Selain itu, majas paralelisme dengan majas repetisi memiliki perbedaan mendasar yaitu jika majas paralelisme memiliki pengulangan dengan susunan baris yang berbeda.

Contoh majas paralelisme dan majas repetisi yaitu sebagai berikut.

Contoh majas repetisi:

  • Terlalu pedih hatiku mengingat perlakuan burukmu. Terlalu pedih luka yang kau goreskan ini. Terlalu pedih.

Contoh majas paralelisme:

Kau datang

Kau campakkan lalu,

Kau hilang

Majas Paralelisme Anafora dan Epifora

Majas paralelisme dapat terbagi lagi menjadi 2 jenis majas, yaitu: majas anafora dan epifora.

#1. Anafora

Majas Paralelisme Anafora adalah majas yang memiliki kata pengulangan di depan baris puisi.

Contoh majas paralelisme anafora yaitu:

Sakit, sudah berulang kali kau sakiti

Sakit, Hatiku kau injak-injak

Sakit, cukup ini yang terakhir

#2. Epifora

Majas paralelisme epifora adalah majas yang pengulangannya ada di akhir.

Berikut contoh majas paralelisme epifora:

Tangismu adalah pengorbanan

Hidupmu adalah pengorbanan

Hartamu adalah pengorbanan

Hanya ini yang bisa kuucapkan

Terimakasih Pahlawanku

Baca juga :

Contoh Majas Paralelisme Terbaru

Secara umum beberapa contoh paralelisme pada sebuah kalimat adalah sebagai berikut.

  • Rasa suka dan duka telah kulalui sehingga saat ini aku bisa bertahan menjalani hidup.
  • Bulan dan bintang terlihat bersinar di kegelapan malam.
  • Perasaan suka dan duka itu adalah hal yang wajar dalam hidup manusia.
  • Tubuh membutuhkan asupan makanan. Oleh sebab itu, saat perut akan bereaksi kelaparan dengan bunyi keroncongan, saat sudah terisi, kita akan merasa kenyang.
  • Coklat itu baik dimakan dalam keadaan dipanaskan maupun didinginkan.
  • Siang dan malamku dihabiskan dengan membaca novel sampai tamat.
  • Jika seseorang rajin belajar, maka ia akan pandai, jika malas belajar, maka ia akan bodoh.
  • Orang kaya maupun miskin harus saling membantu tanpa pandang bulu.
  • Baik dan buruknya hati seseorang, dapat dilihat dari ucapan dan tingkah lakunya.
  • Nenek itu selama sebulan ini, bolak-balik rumah sakit. Seminggu yang lalu sembuh, kemudian seminggu selanjutnya kembali sakit.
  • Postur tubuh tinggi ataupun rendah sangat diperhatikan dalam syarat sekolah di jurusan model.
  • Ukuran donat yang dibuat oleh Tita tidak beraturan, ada yang kecil dan ada juga yang besar.
  • Kuat lemahnya iman tergantung pada ibadah yang sudah dijalankan dan kebaikan yang telah dilakukan.
  • Seorang anak kecil yang jatuh itu menangis, kemudian tiba-tiba tertawa saat ibunya membelikannya mainan.
  • Pemeriksaan kuku bagi anak sekolah dasar dilakukan secara mendadak baik siap ataupun tidak siap.
  • Jika kuku yang panjang akan rentan dengan sarang penyakit karena kuman-kuman dapat menempel pada kuku, Sebab itu kuku yang pendek dan telah dipotong lebih baik.
  • Seseorang yang buruk tabiatnya, di masa depan juga akan mendapatkan perilaku yang buruk.
  • Aku tidak peduli baik kamu dari kalangan orang miskin atau kaya, yang aku peduli adalah hatimu.
  • Apapun perbuatan yang telah kamu lakukan,kebaikanmu akan kukenang, keburukanmu akan kulupakan.
  • Semenjak aku mengenal dirimu,banyak sekali pahit dan manis yang telah aku lalui.
  • Senyummu adalah senyumku,dukamu adalah dukaku.
  • Jangan mempermainkanku lagi, selalu berharap kau datang namun nyatanya kau pergi.
  • Cepat atau lambat pelanggaran yang dilakukan oleh pemain sepak bola akhirnya ketahuan juga sehingga mendapatkan kartu kuning.
  • Sabar dan marahnya emosiku tergantung dari fatalnya kesalahan yang telah kau buat.
  • Aku merasa kau dekat dalam hati meskipun kenyataannya ragamu jauh.
  • Panjang dan pendeknya rambut model itu biasanya dipengaruhi bentuk wajah, sehingga terlihat cocok.
  • Sebelum menyeberang jalan, hal yang perlu dilakukan adalah waspada melihat kepadatan lalu lintas dengan menoleh ke kanan dan ke kiri terlebih dahulu.
  • Jika berusaha dengan sungguh-sungguh, maka dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.
  • Nilai rapor matematika anak itu selalu tidak stabil naik dan turun tiap semesternya.
  • Baik pria maupun wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menjadi warga Negara Indonesia.

Contoh Majas Paralelisme dalam Puisi

Majas paralelisme memang biasa digunakan dalam puisi untuk memberikan kesan kuat. Contoh majas paralelisme dalam puisi dapat dilihat di bawah ini:

Contoh Majas Paralelisme dalam Puisi (1):


Teringat Ibu

Rembulan mekar dan sang mentari layu

Mataku terpejam akan ingatan lantunan syahdu suaramu

Telungkup tangan kananmu di dahiku

Membelai lembut ubun-ubunku

 

Melodimu hanya untukku

Doa malammu hanya untukku

Bak hujan jatuh saat pelangi muncul

Walau ia memudar hujan tetap membasahi tanamannya

 

Hati ini terasa ringan, saat kau menyenandungkan sebait ucap kerinduan

Hati ini terasa berat, kembangnya senyummu kala hatimu tersayat

 

Biarkan aku menjadi bukti kebaikanmu

Sebagai saksi di hadapan Sang Raja Masa

Beribu penderitaanmu tuk membayar senyumku

 

Wahai Pemilik Cinta! Kukabarkan padaMu penglihatan rasaku

Wahai Pemilik Cinta! Cintanya tak bertepi meski tak berbalas

Ibu, Bidadariku tak mau kuhapus kasihmu

Ibu, Bidadariku walau nanti hadir pangeran lain


Contoh Majas Paralelisme dalam Puisi (2):

Kemarin

Kemarin..

Lembayung hati bertepi

Aku tidak bisa berkata-kata

Aku berdiri di persimpangan

Aku layaknya embun pagi

Ini bukan saatnya menyerah karena pernah gagal

 

Kemarin…

Ketika aku ingin sendiri

Ketika semua tidak berjalan semestinya

Tetesan keinginan mengalir dari diriku

Perasaanku yang ingin kulindungi

Aku mempelajari tentang kesendirian

Aku percaya pada suatu hari nanti

Sebuah masa depan menungguku


Contoh Majas Paralelisme dalam Puisi (3):

Guruku

Guruku…

Di mataku kau adalah pahlawan

Di mataku kau adalah cahaya di kegelapan

Guruku…

Beribu kebaikan yang telah kau tuangkan

Beribu ilmu yang telah kau tabur

Guruku…

Kau yang selalu sabar terhadapku

Kau yang selalu menasehatiku

Jasamu kan ku kenang selalu

tuk mengejar masa depanku


Berdasarkan contoh-contoh majas paralelisme di atas, penggunaan majas ini akan membuat karya sastra akan bernilai estetik dilakukan dengan setiap katanya berulang-ulang membuat pembaca lebih menghayati makna di balik karya sastra tersebut, sehingga yang tersentuh tidak hanya pikirannya saja, melainkan juga perasaan dan imajinasinya.

Puisi yang menggunakan majas paralelisme memaksimalkan kesan dan perasaan yang ingin diungkapkan lewat puisi seperti sedih, haru, senang dll.

Contoh majas paralelisme membuat puisi tersebut juga dapat memiliki rima yaitu terdapat persamaan bunyi yang sama karena kata-katanya dilakukan secara perulangan.

Semoga bermanfaat.

Contoh Majas Sarkasme; Pengertian dan Penjelasannya

30+ Contoh Majas Sarkasme dan Penjelasannya – Saat Anda melihat seseorang dengan tindakan yang tidak menyenangkan atau tidak Anda sukai, tentu Anda akan mengkritiknya apalagi kritik sebenarnya sangat penting sebagai “pecut” agar lebih baik lagi.

Contoh Majas Sarkasme
30Contoh Majas Sarkasme

Namun, apabila pernyataan kritikan itu lebih menjurus pada mengejek atau menghina maka pernyataan tersebut memiliki emosi yang mendalam.

Sindirian dan kritikan dengan kata-kata yang terlalu pedas tersebut tertuang dalam majas sarkasme.

Majas sarkasme termasuk dalam kelompok majas sindiran, seperti pada artikel sebelumnya yaitu satu golongan dengan majas sinisme, ironi, innuendo, dan satire.

Majas ironi merupakan sindiran halus dengan maksud tersembunyi, sedangkan majas sinisme pernyataan yang bernilai kritik.

Kedua majas ini dibandingkan dengan majas sarkasme sebenarnya hampir sama. Namun, yang membedakan yaitu jika majas sarkasme berisi pernyataan sindiran dengan tingkatan yang lebih kasar dibandingkan sinisme sehingga emosi yang terlihat lebih berdampak dan mengena pada pembaca atau pendengarnya.

Majas sarkasme memiliki dampak negatif yang lebih besar dibandingkan dengan majas sindiran ironi dan sinisme yang bisa memberikan dampak positif sebagai kritikan yang membangun.

Baca : Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema

Pengertian Majas Sarkasme

Majas sarkasme ini biasanya diikuti dengan kata-kata negatif atau menjatuhkan seseorang karena dalam karya sastra biasanya terdapat ekspresi ketidaksukaan, rasa kesal atau kemarahan yang ingin ditunjukkan oleh penulis dengan sindiran yang tajam.

Oleh sebab itu, penggunaan majas ini dapat melukai perasaan seseorang. Penggunaan majas sarkasme ini tingkar sindirannya adalah yang paling tertinggi dibandingkan dengan majas sindiran lainnya.

Kebanyakan orang saat ini salah kaprah terhadap majas ini. Banyak orang beranggapan bahwa sarkasme adalah sindiran yang tersirat dan tidak terang-terangan, seperti pada komentar netizen di media sosial pada umumnya.

Nyatanya, pemahaman tersebut sangatlah keliru karena majas sarkasme menggunakan pemilihan kata yang lebih menusuk dengan berbicara secara frontal.

Perbedaan Majas Sarkasme dengan Majas Satire

Majas yang seringkali disalahpahami sama dengan majas sarkasme yaitu majas satire. Berikut merupakan perbandingan contoh majas sarkasme dengan majas satire.

Contoh majas sarkasme :

  • Dasar bodoh.. pengetahuan dasar seperti ini saja tidak tau.

Contoh majas satire :

  • Apakah bajumu kekurangan bahan? Karena bajumu ketat sekali dan hampir saja perutmu terlihat.
  • Apakah tadi hujan? bajumu terlihat basah.  

Beberapa orang beranggapan bahwa majas satire ini sama dengan majas sarkasme padahal dari contoh majas sarkasme dan satire memiliki sifat yang berbeda.

Jika pada majas sarkasme menggunakan bahasa yang blak-blakan mengejek seseorang, pada contoh majas sarkasme di atas dikatakan bodoh secara jelas kepada seseorang.

Sedangkan pada majas satire cenderung menggunakan bentuk kata yang berupa sindiran.

Contoh pertama majas satire mengisyaratkan bahwa baju yang ia kenakan kekecilan dan tidak pantas untuknya sehingga dilakukan sindiran dengan mengatakan bajunya kekurangan kain.

Sedangkan contoh kedua, mengandung sindiran lucu atau lelucon kepada temannya karena bajunya basah yang dimungkinkan karena keringat.

Agar lebih memahami tentang beda majas sarkasme dengan satire, silakan simak video dari Hipwee di bawah ini.

Contoh Majas Sarkasme

Setelah Anda mengetahui pengertian majas sarkasme, beserta perbedaan antara majas sarkasme dan sinisme, penting juga untuk Anda mengetahui beberapa contoh majas sarkasme seperti yang ada pada contoh dibawah ini yaitu sebagai berikut:

  • Dasar bodoh! Melakukan hal yang semudah ini saja tidak bisa.
  • Seharian ini kerjaanmu hanya berkutat di kasur saja, dasar pemalas!
  • Tutup mulutmu yang bau itu.
  • Aku tidak sudi berteman denganmu lagi.
  • Dasar pengkhianat! Kerjaanmu hanya bisa menyakiti orang.
  • Aku tidak peduli dengan hidupmu lagi, itu bukan urusanku.
  • Jangan hanya tidur saja. Lihat, perutmu seperti gentong.
  • Jangan menampakkan wajahmu dihadapanku, aku sudah muak melihat wajahmu.
  • Hatimu sama saja dengan daging busuk.
  • Memangnya ini rumahmu, seenaknya saja mengotori rumah orang.
  • Sudah kubilang bahwa kau salah, dasar sok pintar.
  • Rakus sekali kau, berbagi sedikit saja tidak mau.
  • Kemana-mana ku lihat kau selalu sendirian, dasar jomblo.
  • Badanmu pendek sekali, aku sampai tidak bisa melihatmu.
  • Dasar kau jorok sekali, apa kau tidak pernah membersihkan kamarmu?, banyak kutemukan sisa makanan dan kaos kaki kotor berserakan.
  • Jadi orang jangan sok baik, aku tak butuh pencitraanmu
  • Dasar pengganggu, kau hanya bisa merusak saja.
  • Kelakuanmu benar-benar tidak punya otak, seharusnya kau pikir dulu sebelum bertindak.
  • Jangan melarangku untuk melakukan apa yang kusuka, kau pikir siapa?, kau tidak pantas melakukannya.
  • Kamu membosankan, kamu tidak asyik diajak bermain.
  • Dasar lamban! Tugas begini saja tidak selesai-selesai.
  • Manja benar sifatmu, pantas saja kamu dicap sebagai anak mama.
  • Lebih baik kau kembali saja, ganti bajumu yang lusuh itu sebelum bertemu dengan pimpinan.
  • Belagu sekali kau, padahal kau belum ada apa-apanya dibandingkan denganku.
  • Jangan pelit-pelit jadi orang, nanti kuburanmu sempit.
  • Outfit mu tidak sesuai, coba saja lihat warnanya dari atas sampai bawah, kampungan sekali.
  • Cempreng sekali suaramu, telingaku sampai sakit.
  • Dasar tidak tau malu, bisa-bisanya melakukan perbuatan sekeji itu.
  • Jangan menjadi cengeng, masalah sepele saja sudah menangis.
  • Aku tidak menyangka kau berteriak hanya karena melihat boneka sera mini, dasar penakut!.
  • Jangan mencampuri urusan orang lain sampai kau bisa membereskan urusanmu sendiri dahulu.
  • Dasar payah… kau tidak becus mengerjakan pekerjaanmu, satupun tidak ada yang benar.

Dampak Negatif Penggunaan Majas Sarkasme di Kehidupan Sehari-hari

Beberapa contoh majas sarkasme di atas menunjukkan bahwa majas tersebut dapat memberikan efek atau mengintimidasi terhadap pembaca atau pendengarnya.

Sarkasme ini merupakan perbuatan yang tidak baik karena dapat berisi body shaming, rumor negatif yang disebarkan atau juga bisa dengan mempermalukan orang lain.

Kerap kali Anda jumpai kata-kata majas tersebut dapat dikatakan bullying terhadap orang lain karena adanya cemoohan, ejekan yang dapat berdampak pada psikologis seseorang dan dapat merusak mental.

Jika dibiarkan berlarut-larut perkataan sarkasme ini akan memberikan efek antara lain:

  1. Menjadi rendah diri

Penggunaan majas sarkasme pada lawan bicaranya dapat membuatnya akan merasa minder, kurang percaya diri sehingga akan menjadi rendah diri.

Hal tersebut disebabkan karena konsep diri yang negatif timbul dari kurangnya kepercayaan kepada kemampuan mereka sendiri.

Orang yang tidak menyenangi dirinya sendiri merasa bahwa dirinya tidak akan mampu mengatasi persoalan. Orang yang rendah diri akan membuat jarak dan sebisa mungkin menghindari orang lain.

  1. Gangguan cemas

Rasa cemas merupakan emosional negatif yang ditandai dengan adanya kekhawatiran terhadap sesuatu hal. Kecemasan ini dapat terjadi karena tekanan dari kehidupan sehari-hari.

Jika seseorang mendapatkan ejekan seperti pada contoh majas sarkasme di atas. Hal tersebut akan membuat rasa tidak nyaman pada seseorang sehingga orang tersebut memiliki rasa ketakutan, tegang, dan tidak berdaya.

  1. Sulit tidur

Perkataan dengan menggunakan sarkasme juga dapat berdampak pada kesehatan fisik. Kesulitan tidur dapat dialami seseorang setelah terjadi rasa kecemasan yang berlarut-larut sehingga mengakibatkan stress berat dan berkahir dengan insomnia.

Berdasarkan penelitian dari Oakland University, Amerika Serikat mengatakan bahwa perilaku kasar di tempat kerja memicu insomnia pada para pekerjanya.

Hal tersebut disebabkan kata sarkasme akan membuat para pekerja merasa terbebani pikirannya selanjutnya akan mempengaruhi kerja otak sehingga kondisi fisik dapat menurun.

  1. Depresi atau menyakiti diri sendiri

Hal yang paling ekstrim dalam dampak penggunaan majas sarkasme pada objek yang menerima yaitu bisa mengakibatkan depresi.

Hal tersebut merupakan penyakit mental yang berbahaya karena korbannya akan merasa insecure.

Bahkan jika pikiran negatif terhadap ejekan seseorang dipikirkan dalam jangka waktu yang lama, maka dapat merusak mental dan menganggap diri sendiri tidak berharga.

Sehingga hal yang tidak diinginkan dapat terjadi seperti menyakiti diri sendiri.


Berdasarkan paparan tersebut, penggunaan majas sarkasme di dunia nyata lebih baik dihindari karena kata-kata tidak hanya menjadi alat komunikasi yang baik, tetapi juga dapat menjadi sebilah pisau yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental.

Untuk itu, penggunaan beberapa contoh majas sarkasme ini, cukup hanya diimplementasikan dalam karya sastra saja. Demikian penjelasan singkat ini terkait majas sarkasme.

Pesan kami, bijaklah menggunakan bahasa.

Semoga bermanfaat.

Majas Sinekdoke Pars Pro Toto & Totem Pro Parte; Pengertian dan Contohnya

Kali ini kami akan membahas majas sinekdoke pars pro toto & totem pro parte, mulai dari pengertian, contoh, hingga penjelasannya.

Berdasarkan Aminuddin (1995), gaya bahasa merupakan teknik serta bentuk gaya bahasa seseorang dalam memaparkan gagasan sesuai ide dan norma yang digunakan sebagaimana ciri khas pengarang itu sendiri.

Majas Sinekdoke Pars Pro Toto & Totem Pro Parte; Pengertian dan Contohnya
Majas Sinekdoke Pars Pro Toto & Totem Pro Parte; Pengertian dan Contohnya

Jadi, gaya bahasa ini dipandang sebagai perhiasan oleh tradisi Jawa sehingga gaya bahasa tersebut dapat terlihat indah.

Namun, dalam perkembangan zaman saat ini, majas tidak hanya dinilai sebagai sesuatu yang indah, tetapi juga memberikan kesadaran bahawa hal yang menarik dari penggunaaan bahasa dalam komunikasi yaitu aspek bentuk kebahasaan yang saat ini lebih diperlukan.

Pengertian Majas Sinekdoke

Salah satu majas yang akan dibahas pada artikel ini adalah majas sinekdoke. Majas sinekdoke termasuk dalam majas pertautan. Majas pertautan adalah majas yang menjelaskan suatu keadaan dengan mengaitkan objek lain yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama.

Macam Majas Sinekdoke

Majas sinekdoke terbagi menjadi dua macam atau jenis, yaitu majas sinekdoke pars pro toto dan totem pro parte.

Majas sinekdoke adalah gaya bahasa atau kiasan yang menjelaskan atau menyebutkan sesuatu sebagian sebagai perwakilan untuk menyatakan keseluruhan atau dikenal sebagai pars pro toto. Majas sinekdoke yang menjelaskan secara kesuluruhan objek untuk menyatakan yang sebagian (padahal yang dimaksud hanya sebagian) itu disebut sebagai totem pro parte.

Singkatnya begini :

Majas Sinekdoke Pars Pro Toto –> Menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.

Majas Sinekdoke Totem Pro Parte –> Menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian.

Kata pars pro toto dengan totem pro parte yaitu istilah yang diambil dari bahasa latin. Berdasarkan kata bahasanya totem pro parte memiliki arti keseluruhan untuk sebagian, sedangkan pars pro toto secara bahasa berkebalikan dengan totem pro parte yaitu artinya suatu bagian yang menggambarkan keseluruhan.

Untuk lebih jelasnya perbedaan contoh majas sinekdoke yaitu totem pro parte dan pars pro toto akan dijelaskan di bawah ini.

#1. Contoh Majas Sinekdoke Totem Pro Parte

Contoh majas sinekdoke totem pro parte di dalam sebuah kalimat adalah sebagai berikut.

  1. Saat lomba basket antar sekolah, SMAN 3 kalah dengan SMAN 1 dengan selisih skor 3 angka.
  2. SDN 1 Ngrambe memenangkan lomba mewarnai perode 2019/2020.
  3. Indonesia memenangkan pertandingan bulu tangkis Thomas cup melawan China.
  4. Madura termasuk penghasil tambak garam terbanyak.
  5. RT 02 RW 03 memiliki solidaritas tinggi dengan memenangkan lomba 17 agustus.
  6. Murid melaksanakan kerja bakti tiap hari Jum’at.
  7. Lomba ice skating untuk kategori solo man tersebut dimenangkan oleh Jepang.
  8. Para dosen melakukan menyambut mahasiswa baru pada masa orientasi kampus.
  9. Gunung di Indonesia memiliki panorama yang indah dengan ditumbuhi pohon yang lebat dan rindang seperti pohon pinus yang berderet-deret.
  10. Setiap orang tua pasti melakukan yang terbaik untuk anaknya.
  11. Saat memasuki usia senja rentan terkena osteoporosis.
  12. Cara membuat bayi tertidur dapat kita lakukan dengan menyalakan musik dengan mengusap punggung bayi.
  13. Lomba ketangkasan motorik dapat menjadi terapi bagi anak berkebutuhan khusus.
  14. Temanku memberikan ucapan selamat saat aku menjuarai OSN Sains.
  15. Temanku baik sekali, dia membagi bekalnya saat aku lupa membawa bekal.
  16. Persahabatan antar manusia mungkin sudah biasa, tapi ternyata ada juga ditemukan cerita persahabatan manusia dengan cheetah.
  17. Di usia balita atau anak-anak, makanan yang manis-manis lebih disukai seperti permen. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan usia muda juga dapat mengalami diabetes.
  18. Saya menyukai bunga karena baunya yang harum dan indah.
  19. Saling-tolong menolong sesama teman akan menghindari permusuhan.
  20. Para petani pada musim panen bergembira karena memiliki panen yang berlimpah.
  21. Mahasiswa kampus jurusan sosial terpandang orang kaya dan biasa mengendarai mobil.
  22. Kampus sebelah terkenal dengan mahasiswinya yang cantik-cantik dan pintar.
  23. Warga Negara Indonesia menjunjung tinggi norma dan adat istiadat.
  24. Penduduk Amerika melakukan demonstrasi untuk menolak tindakan rasisme antara kulit putih dan kulit hitam.
  25. Latar belakang keluarganya berprofesi sebagai dokter.
  26. Seorang pelukis memiliki sensitifitas terhadap perasaan seseorang yang dapat dilihat dari raut mukanya.
  27. Peserta lomba memancing banyak dan cepat sekali mendapatkan ikan hasil pancingannya.
  28. Adik sakit gigi sehingga tidak bisa makan seharian.

Penjelasan Mengenai Contoh Majas Sinekdoke Totem Pro Parte

Berdasarkan contoh majas sinekdote totem pro parte menunjukkan bahwa setiap kalimatnya menggeneralisasi katanya sehingga menjadi umum. Padahal yang dimaksud hanyalah sebagian.

Contohnya, seperti saya menyukai bunga karena baunya yang harum dan indah. Pada umumnya bunga memiliki bau yang harum dengan warna yang indah, namun sebenarnya itu hanyalah sebagian saja, karena ada juga bunga yang memiliki bau yang tidak sedap yaitu bunga bangkai.

Contoh lainnya, yaitu cara membuat bayi tertidur dapat kita lakukan dengan menyalakan musik dengan mengusap punggung bayi. Kalimat tersebut menggeneralisir bahwa bayi akan tertidur jika melakukan hal tersebut.

Kata “bayi” yang dimaksud adalah sebagiannya saja efektif untuk membuat bayi tidur, sedangkan perlakuan tersebut pada bayi sebagian lainnya tidak efektif. Sebab itu, dari penjelasan tersebut menunjukkan majas totem pro parte.

#2. Contoh Majas Sinekdoke Pars Pro Toto

Contoh majas sinekdoke pars pro toto di dalam sebuah kalimat adalah sebagai berikut.

  1. Aku tidak pernah melihat batang hidungnya semenjak bertengkar dengan temanku.
  2. Dalam setiap hembusan nafasku aku berdoa kepada Ilahi.
  3. Awan hitam yang menutupi langit adalah pertanda hujan.
  4. Aku ingin bersamamu, mengenggam tanganmu hingga akhir nanti.
  5. Sapi itu dijual per kepala dengan harga yang mahal akibat masa pandemic.
  6. Anak yang durhaka itu angkat kaki dari rumah ibunya dan pergi dengan membawa uang pensiunan.
  7. Keluargaku mempunyai tradisi setiap pagi hari dengan meminum seteguk teh hangat.
  8. Ayah banting tulang mencari nafkah untuk sesuap nasi untuk istri dan anaknya.
  9. Saatnya pangeran menduduki singgasana untuk menggantikan raja yang sudah meninggal.
  10. Jutaan mata tertarik untuk menghadiri konser k-pop.
  11. Aku tidak bisa berpaling darimu, karena kau adalah pemilik hatiku.
  12. Aku tidak rela kau menginjakkan kaki di rumah ini lagi.
  13. Setiap hari berolahraga utnuk mengurangi perut buncit.
  14. Kata-katamu yang kasar telah mematahkan jantungku.
  15. Piano klasik adalah salah satu alat musik yang masih didengar hingga saat ini.
  16. Emma Watson artis cantik dan berbakat di Amerika.
  17. Seberkas cahaya yang melewati jendela di pagi hari membuat mataku terbangun.
  18. Seekor rusa temtembak oleh pemburu di kepalanya.
  19. Seorang panglima kerajaan sudah berhasil memikat raja menjadi tangan kanannya.
  20. Secarik kertas mengenai bukti surat bunuh diri akhirnya ditemukan.
  21. Ruangan guru ada di lantai dua sehingga perlu menaiki anak tangga untuk sampai kesana.
  22. Aku terkejut menemukan sepucuk surat di loker kelasku.
  23. Dari pintu ke pintu ibu menjajakan dagangan kuenya.
  24. Para hadirin silahkan menuju ke ruang selanjutnya karena piring dan sendok telah disediakan.
  25. Mungkin ini sudah garis tanganku untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan lika-liku.
  26. Setangkai bunga mawar dijual sebesar Rp. 10.000.
  27. Sehelai pakaian dibagikan untuk korban bencana banjir di Surabaya.
  28. Suara klasik dari instrumen musik piano memanjakan telingaku sebelum tidur.

Penjelasan Mengenai Contoh Majas Sinekdoke Pars Pro Toto

Contoh majas sinekdoke pars pro toto berdasarkan contoh di atas terlihat bahwa menyebutkan sebagian unsur untuk menampilkan keseluruhan sebuah benda. Contoh penjelasannya, yaitu seekor rusa temtembak oleh pemburu di kepalanya.

Kata “seekor” merupakan bagian dari tubuh hewan, padahal yang dimaksud adalah keseluruhan hewan itu secara utuh. Oleh sebab itu, kata “seekor” tersebut merupakan majas pars pro toto.

Contoh majas sinekdoke pars pro toto lain, yaitu ayah banting tulang mencari nafkah untuk sesuap nasi untuk istri dan anaknya. Kata “sesuap nasi” yang dimaksud bukan benar-benar sesuap nasi, melainkan kata yang mewakili dari “makanan untuk kelangsungan hidup” secara keseluruhan.

Baca juga :


Setelah mempelajari contoh majas sinekdoke, dapat Anda ketahui majas ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu totem pro parte dan pars pro toto. Keduanya memiliki pengertian yang berkebalikan terkait kata yang sebagian dalam keseluruhan atau keseluruhan dalam sebagian.

Penggunaan majas sinekdoke secara umum sebagai meningkatkan efek dengan mengenalkan serta membandingkan benda atau tertentu dengan hal lainnya. Dengan kata lain, dapat menimbulkan nilai rasa ketertarikan atau konotasi tertentu bagi pembaca atau penikmat sastra.

Semoga bermanfaat!

Contoh Majas Antitesis; Pengertian dan Penggunaannya

37+ Contoh Majas Antitesis; Pengertian dan Penggunaannya – Ketika masih duduk di bangku sekolah, Anda pasti sudah pernah mendapatkan pelajaran tentang karya sastra seperti puisi dan cerpen.

Contoh Majas Antitesis
37+ Contoh Majas Antitesis dan Penjelasannya

Di dalam puisi tersebut terkadang Anda tidak menyadari bahwa puisi yang dilihat dengan kata-kata yang indah dan menyentuh hati memiliki berbagai jenis majas.

Oleh sebab itu, penting untuk kita mengetahui apa itu majas, jenis-jenis majas serta contohnya untuk bisa diimplementasikan dalam sebuah karya sastra yang akan dibuat.

Penggunaan majas dalam karya sastra memiliki berbagai fungsi yaitu sebagai:

  • Memberikan nilai keindahan pada bahasa yang mempercantik susunan kalimat,
  • Menambah kejelasan dan makna yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca, dan
  • Membuat pembaca berimajinasi dari puisi yang dibuat.

Pengertian majas menurut KBBI adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain.

Maksudnya adalah dalam menjelaskan apa yang disampaikan penulis dengan menggunakan gaya bahasa baik tulisan maupun lisan dengan perumpaan, menggunakan kata lain atau kiasan sehingga menimbulkan kesan bagi pembaca.

Majas secara umum, dapat dikelompokkan menjadi 5 yaitu:

  • majas sindiran,
  • majas penegasan,
  • majas pertautan,
  • majas pertentangan, dan
  • majas perbandingan

Masing-masing kelompok tersebut jika dijabarkan lagi memiliki beberapa jenis majas didalamnya.

Jika pada kesempatan lain kami pernah membahas tentang majas personifikasi, metafora, dan sarkasme, kali ini kita akan membahas salah satu bagian dari kelompok majas pertentangan yaitu majas antitesis.

Pengertian Majas Antitesis

Pengertian majas antitesis dapat dilihat berdasarkan kata dasarnya yaitu “anti”.

Kata tersebut sering Anda jumpai melekat pada sebuah kata lainnya, contohnya saja antisosial, anti aging, anti mainstream dsb.

Kata “anti” memiliki pengertian berlawanan, sedangkan “tesis” adalah sebuah pernyataan dengan didukung argumen dalam suatu karya, sehingga dari sini kita dapat mengetahui arti majas antitesis.

Majas antitesis adalah majas yang menggunakan paduan kata dengan membandingkan dua kata yang berlawanan dalam suatu pernyataan.

Majas ini masuk dalam kategori majas pertentangan. Jenis majas pertentangan selain dari majas antitesis yaitu majas paradoks, litotes, oksimoron, kontradiksi, dan anakronisme.

Perbedaan Majas Antitesis dengan Majas Paradoks

Majas antitesis sering disalahartikan dengan majas paradoks karena memiliki bentuk contoh kalimatnya yang hampir sama, namun sebenarnya jauh berbeda.

Perbedaan mendasar dari majas antitesis dengan majas pertentangan yang dalam hal ini yaitu majas paradoks adalah jika majas antitesis merupakan lawan kata atau pertentangan dari objek yang sama, sedangkan pada majas paradoks seolah-olah mengandung pertentangan tapi kenyataannya tidak karena objeknya berbeda.

Contoh majas antitesis dan paradoks yaitu:

  1. Kuat lemahnya fisik seseorang, bergantung juga pada kesehatan mental”
  2. “Jangan menjadi orang yang kaya harta, tapi miskin ilmu”

Dari contoh majas paradoks di atas, dapat Anda lihat perbedaan dengan majas antitesis.

Pada contoh (2) merupakan contoh majas paradoks dimana terdapat dua objek, objek pertama yaitu “harta” sedangkan objek kedua yaitu “ilmu” meskipun bertentangan kata (kaya harta tapi miskin ilmu) namun tetap berbeda objek, sehingga bukan majas antitesis.

Ciri lain perbedaan majas ini dengan majas antitesis lainnya yaitu majas paradoks bertentangan dengan fakta yang ada.

Pada contoh di atas terjadi pertentangan dengan fakta karena orang yang kaya pada umumnya memiliki ilmu tetapi malah berkebalikan (miskin ilmu).

Contoh majas antitesis yaitu pada contoh (1), majas ini bertentangan atau berkebalikan dengan kata sebelummya yaitu “kuat”.

37+ Contoh Majas Antitesis Terbaru

Untuk lebih memahami majas antitesis dan perbedaannya dengan majas paradoks tadi, berikut adalah contoh majas antitesis lain yang dapat ditemukan dalam karya tulis.

  • Selalu ibu nasehati hidup dan mati mu di tangan Tuhan
  • Belajar tidak memandang usia tua muda dapat melakukannya
  • Di akhirat nanti miskin kaya tidak ada beda, yang membedakan adalah amal perbuatan
  • Kepada bapak ibu yang kami hormati dimohon untuk menempati bangku yang telah disediakan
  • Seorang ayah banting tulang dari pagi hingga sore untuk menghidupi anak istri
  • Jatuh bangun aku belajar untuk ujian sekolah
  • Mahasiswa itu naik turun tangga karena kelasnya berada di lantai atas
  • Baik buruknya manusia bukan dilihat dari perawakannya
  • Istri pak Andi sangat setia, susah senang ia selalu jalani bersama tanpa mengeluh
  • Benar salah perbuatannya, tidak dia gubris untuk mewujudkan keinginan
  • Besar kecilnya kesalahan yang diperbuat, kita wajib meminta maaf
  • Banyak suka duka ia kisahkan saat berada di perantauan
  • Pepatah lama mengatakan, bersih kotornya rumah dapat dilihat dari kebersihan kamar mandinya
  • Kuat lemahnya iman dapat dilihat dari akhlak seseorang
  • Rendah tingginya pangkat seseorang tidak membenarkan untuk berbuat sewenang-wenang
  • Dalam menjalankan bisnis, perlu adanya perhitungan untung rugi untuk menganalisis resiko
  • Hitam putih kehidupan telah kulalui hingga mencapai kesuksesan
  • Banyak sedikitnya hasil yang kita peroleh berasal dari usaha yang dilakukan selama ini
  • Tajam tumpulnya mental seseorang dilihat dari keterampilan softskill dan cara berpikir seseorang menghadapi permasalahan yang ada
  • Saat belajar bernyanyi diharuskan untuk mengetahui panjang pendeknya nada
  • Lapang sempitnya hati dapat terlihat dari sifatnya dalam menghadapi cobaan
  • Sepintar-pintarnya menyembunyikan rahasia, cepat lambat akan ketahuan juga
  • Kualitas pendidikan seseorang tidak dilihat dari tebal tipisnya karya tulis ilmiah yang dia kerjakan
  • Kecantikan tidak dinilai dari kurus gemuknya badan, tapi dari hatinya
  • Kini, Ani menjadi orang sukses setelah mengalami pahit manisnya kehidupan
  • Siang malam adik belajar untuk menghadapi ujian akhir sekolah minggu depan
  • Ani buru-buru pulang pergi dari Surabaya ke Malang hanya untuk memenuhi ujian wawancara pekerjaan
  • Suami istri itu sangat harmonis hingga memasuki usia senja
  • Dini selalu memberikan lotion di pagi hari karena memperhatikan halus kasarnya kulit
  • Santi tidak peduli mahal murahnya harga tas yang dia beli karena ia lebih mementingkan kualitas dibandingkan harga
  • Setiap tanggapan yang diberikan murid, guru tidak memandang salah benarnya namun keberaniannya mengutarakan pendapat.
  • Transaksi jual beli saat ini tidak hanya ada di pasar dan toko-toko tetapi juga dapat ditemukan melalui online shop
  • Sehat tidaknya tubuh kita tergantung dari asupan makanan dan olahraga yang teratur
  • Kecantikan harus dinilai luar dalam tidak hanya dari parasnya tetapi juga hatinya
  • Jika berteman seharusnya tidak mementingkan pintar bodohnya seseorang
  • Teknologi sekarang sudang amat canggih, jujur bohongnya seseorang dapat diketahui melalui lie detector
  • Kakek nenek yang tinggal di sebelah rumahku pindah ke lingkungan pedesaan

Contoh Majas Antitesis Dalam Puisi

Contoh Majas Antitesis Dalam Puisi
Begini Contoh Majas Antitesis Dalam Puisi

Selain contoh-contoh majas antitesis yang disandingkan dalam kalimat, terdapat pula penggunaan majas yang tentu lumrah ditemukan dalam puisi.

Baca : Kumpulan Puisi Pendek

Seorang penulis biasanya menggunakan banyak jenis majas untuk membuat puisi tersebut menjadi lebih berkesan dan hidup.

Majas antitesis adalah salah satu majas yang dapat diimplementasikan dalam puisi. Berikut adalah contoh majas antitesis dalam puisi berjudul Buah Perjuangan.

Majas antitesis dapat dilihat pada tulisan yang bercetak miring.

Buah Perjuangan

Langkah kakiku selalu tertahan di tempat yang sama

Siang malam terbayang tuk menerka masa depanku

Lembaran hitam putih selalu menghantuiku

Mengais ilmu sepanjang langkahku walau penuh suka duka

 

Oh ilmu…

Selalu kupinta dirimu pada Yang Sejati Pemilik Ilmu

Keluarkanlah tangan perkasaMu

Lalu naikkan aku ke permukaanMu

 

Agar jatuh bangunku tak sia-sia

Agar aku tidak tenggelam dalam kegelapan

Tak terhanyut oleh ombak kebodohan

Kini ku teguhkan dalam jiwa

Tidak ada yang tidak mungkin untuk setiap asa

Implementasi contoh majas antitesis dapat ditunjukan dalam klausa maupun dalam bentuk puisi seperti pada contoh majas antithesis diatas.

Majas antitesis dalam puisi tersebut bertujuan untuk mewakili perasaan penulis yang telah berusaha untuk mencapai cita-cita dengan mencari ilmu setinggi-tingginya.

Hal tersebut dapat dilihat dari kata “jatuh bangun”, “suka duka” yang menunjukkan suatu makna perjuangan. Berdasarkan hal tersebut, selain untuk mewakili perasaaan, Anda perlu mengetahui dan memahami betul makna majas itu sendiri.

Oleh karena itu, Anda perlu memahami jenis majas yang sesuai sebelum menggunakannya ke dalam gaya bahasa baik ke dalam karya sastra, puisi, cerpen, ataupun pantun.

Semoga bermanfaat.

Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema

20+ Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema – Pengelompokan karya sastra dibagi ke dalam tiga jenis, yakni puisi, prosa, dan drama. Puisi merupakan karya sastra yang berusia sangat tua.

Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema
20+ Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema (Ibu, Pahlawan, Guru, Anak SD, dll)

Namun, keberadaan puisi hingga saat ini masih tetap eksis, terus diwariskan dan dilestarikan. Bahkan generasi muda juga turut meramaikan dengan tetap menjaga eksistensi puisi.

Penyajian puisi terus mengalami perkembangan, Apalagi di masa percepatan dan serba canggih dengan pemanfaatan sosial media yang sungguh luar biasa.

Puisi juga menjadi bagian dari karya yang banyak mengalami penyesuaian dengan keadaan. Buktinya, terlihat dari berbagai akun sosial media atau pun web yang mengekspresikan diri melalui karya sastra berupa puisi.

Pengertian Puisi

Puisi banyak ditafsirkan oleh para ahli. Beberapa ahli tersebut mendefinisikan puisi sesuai dengan sudut pandang yang berbeda.

Namun, secara garis besar pengertian puisi dapat dikerucutkan sebagai sebuah karya sastra yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan, pengalaman manusia dan disusun dengan bahasa yang indah.

Pendapat pertama datang dari Herman J. Waluyo (2002: 1) yang memaparkan puisi adalah karya sastra yang bahasanya disampaikan dengan padat, singkat, disertai dengan rima bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).

Definisi yang lebih sederhana diungkapkan oleh Suroto (1989: 40). Menurutnya puisi adalah karangan yang singkat, padat, dan pekat.

Ada pun pendapat yang lebih lengkap dipaparkan oleh Pradopo (1995), ia menjelaskan bahwa puisi adalah rekaman dan interpretasi dari berbagai pengalaman manusia yang penting, digubah dalam bentuk atau wujud yang paling berkesan.

Sementara itu, pengertian lain diungkapkan oleh Herbert Spencer, puisi yaitu salah satu bentuk pengungkapan gagasan yang memiliki karakter emosional dengan menggunakan pertimbangan aspek keindahan dan efek estetis lainnya.

Puisi selalu identik dengan bahasa kias, kata-kata indah, singkat, dan padat. Kata-kata indah dan bahasa kias dalam puisi bisa juga disebut sebagai makna kedua.

Penyebutan ini disebabkan cara untuk memaknai bahasa dalam puisi tidaklah menggunakan sudut pandang makna denotatif atau makna asli.


Contoh Puisi Pendek berbagai Tema

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang puisi, simak dulu beberapa contoh puisi pendek dengan berbagai tema di bawah ini.

Terdapat beberapa contoh puisi singkat yang ditulis oleh sastrawan terkenal Indonesia. Salah satunya adalah Joko Pinurbo dalam sebuah puisisnya yang berjudul “Suwung”.

Puisi Singkat Karya Joko Pinurbo (Jokpin)

Contoh puisi singkat yang ditulis oleh Jokpin, sapaan akbranya hanya terdiri dari dua baris saja. Berikut ini contoh puisi pendek Joko Pinurbo:

Contoh Puisi Singkat Judul “Suwung”

Kepalaku rumah sakit jiwa yang kesepian

ditinggal penghuninya mudik liburan

(2014)

Selain puisi berjudul “Suwung” tersebut, masih ada lagi contoh puisi singkat yang ditulis oleh Jokpin. Dua contoh puisi singkat milik Jokpin, yakni puisi dengan judul “Misal” dan “Pisau.

Contoh Puisi Pendek Judul “Misal”

Misal Aku datang ke rumahmu

Dan kau sedang khusyuk berdoa,

Akankah kau keluar dari doamu

Dan membukakan pintu untukKu?

(2016)

Berbeda dengan contoh puisi singkat berjudul “Suwung” yang hanya terdiri dari dua baris. Contoh puisi singkat Jokpin dengan judul “Misal” hanya terdiri dari empat baris.

Contoh Puisi Singkat Judul “Pisau”

Ia membungkus pisau dengan namaMu.

Ia ingin melukai Kau dengan melukaiku.

(2016)

Contoh puisi singkat Jokpin dengan judul “Pisau” memiliki jumlah baris yang sama dengan contoh puisi berjudul “Suwung” yang hanya terdiri dari dua baris.

Tiga contoh puisi singkat karya Joko Pinurbo tersebut dihimpun dalam karya antologi dengan judul “Buku Latihan Tidur”.

Contoh Puisi Pendek tentang Ibu

Seorang ibu merupakan sosok yang sangat sering diekspresikan dalam berbagai contoh puisi. Tak lain dan tak bukan, peran seorang ibu dalam kehidupan anak-anaknya tidak bisa disepelekan. Berikut ini beberapa contoh puisi ibu:

Contoh puisi singkat tentang ibu 1 “Mengulang Kesediaanmu”

Pagi buta kau terbangun

Mengawali hari menyusuri sepi

Di kala anak-anakmu masih terlelap dalam sunyi

 

Kaunyalakan kepul asap dapur

Demi hidupi kami dengan asupan nutrisi

Demi memastikan kami agar terisi

Hari per hari kau ulang rutinitas

 

Kesediaan, kerelaan, keihklasan

Dan segenap pengorbananmu

Tandai cinta terbesarmu untuk buah hati

Mak, Buk, Mama, Bunda

Kau hadirkan diri untuk kami

 

Pengorbananmu tak akan pernah luntur dan terlupa

Doakan anak-anakmu sesuai dengan harapmu

Contoh Puisi Pendek tentang Ibu 2 “Wanita Hebatku”

Di tengah nyala bahagiaku

Tersirat ekspresi sendumu

 

Ma, aku tahu…

Persoalan apa yang sedang padat berlalu lintas dalam benakmu

Di hariku, hari bahagiaku ini

Kau antarkan aku melangkah pada lembaran baru kehidupan

 

Antara berat hati sekaligus rasa pilu

Aliran basah mengalir dari dua titik wajahmu

Terlihat nyata dalam figur rentamu

 

Terima kasih Ma

Telah antarkan anakmu menuju lembaran baru

Aku tetap putrimu, sama seperti dulu

Dan akan selamanya begitu

Contoh Puisi Pendek tentang Ibu 3

Suatu hari seorang wanita bertanya

“Kakak yakin?”

Sebuah pertanyaan yang sama untuk ke sekian kalinya

Entah sudah berapa banyak

“Betul sudah yakin?” lagi-lagi hampir sama

 

Jawaban yang sama untuk pertanyaan yang sama

Kunyatakan, “Iya. Kakak yakin,” bulat dan yakin

 

Hingga pada sepertiga malam, aku terbangun

Kulihat wanita itu menyebut namaku dalam rintih lirih

Kau berkata, “Jika inilah yang terbaik, mudahkanlah.”

 

Di balik pertanyaan berulang

Kaumohonkan kebaikan atas setiap keputusan

Ridhamu menjadi jalan keberkahanku

Contoh Puisi Singkat tentang Pendidikan

Puisi dengan tema pendidikan tak luput dari tema-tema puisi yang sering ditulis. Pendidikan merupakan aspek penting dalam pencerdasan anak bangsa. Puisi dengan tema pendidikan menjadi tema yang umum.

Contoh Puisi tentang Pendidikan 1 “Abdimu Abadi”

Setiap pagi kausambut kami

Tersenyum menyapa langkah kecil siswamu

Semangatmu tularkan hangat rasa nyaman

Menimba ilmu denganmu menjadi hal menyenangkan

 

Setiap hari kau masuki pintu demi pintu

Meluaskan satu per satu ilmu

Seiring dengan aliran pahalamu

Semoga Allah ridhai sebagai amal jariyah

Sunggu bapak guru, sungguh ibu guru

Abdimu abadi

Contoh Puisi pendek tentang Pendidikan 2 “Lentera Ilmu”

Tutur kata, gerak perilaku

Selalu menjawab rasa ingin tahu

Dari yang sebelumnya bernilai nol

Lalu beranjak pada nol koma hingga bulat di angka selanjutnya

 

Kehadirannya bagaikan lentera

Cahayanya tak menyilaukan

Cahayanya pun tak begitu redup

Cahayanya mampu memberi hidup

 

Untuk kami yang masih terletak pada ruang ‘tanpa tahu’

Hingga kemudian kautuntut kami menjadi ‘serba tahu’

Hadirmu bagaikan lentera ilmu

Contoh Puisi pendek Pendidikan 3 “Gedung Sekolah Itu”

Dahulu di gedung sekolah itu

Terkisah, kisah resah

Terkisah, kisah marah

 

Pun

Tersiar, cerita tawa

Tersiar cerita bahagia

 

Dan sepanjang jalannya

Memberi kenangan dan hadirkan ketenangan

Inilah dulu bagaimana kami bergandeng tangan

 

Menuju gedung sekolah itu

Mendekatkan diri pada ilmu

Menapaki jalan agar menjadi manusia yang tahu

Contoh Puisi Pendek Anak SD

Puisi yang mengangkat tema anak tentu tidak akan jaug dari dunia anak yang berkaitan dengan keceriaan, tawa, bermain bersama, riang gembira.

Jenis puisi satu ini didominasi suasana menyenangkan karena masa anak-anak memang masa yang menyenangkan. Ayo simak beberapa contoh puisi anak!

Contoh puisi anak 1 “Juara Pertama”

Terasa hati berdebar sekali

Menantikan pengumuman di tengah siang ini

Meskipun disengat oleh terik matahari

Aku masih siap menanti

 

Hingga akhirnya…

Ya aku juaranya!

Bahagia hati bukan main

Juara pertama untuk kali pertama

Pengalaman luar biasa

Contoh puisi pendek anak SD 2 “Tamasya Bersama”

Libur semester di depan mata

Alangkah bahagia hati kurasa

Setelah sekian lama, akhirnya datang juga

 

Ayah ibu telah berjanji

Liburan di desa paman pilihanku

Selamat datang liburan

 

Hai, desa paman

Tunggu aku bersama ayah dan ibu

Contoh puisi pendek anak SD 3 “Mengaji Sore”

Jam di ruang tengah

Menunjuk pukul lima belas

Kakak sudah mewanti dari tadi

Jangan sampai lupa jadwal mengaji

 

Alangkah berseri-seri wajah ibu ayah

Melihat kami sigap rapi berangkat mengaji

Selalu demikian pula pesan keduanya

Menyaksikan putra-putrinya semangat belajar agama

Contoh puisi pendek tentang anak SD 4 “Gelak Tawa Anak”

Bermain bola di tanah lapang

Berebut bola ke sana ke mari

Namun, justru itulah yang kucari

Gelak tawa bersama teman memang tak pernah terganti

 

Kelak kuyakin pasti

Masa inilah yang kurindu

Ketika aku dewasa

 

Ketika diri tak lagi bisa hanya bermain setiap waktu

Ketika diri tak akan leluasa tertawa saban hari

Contoh puisi anak 5 “Setinggi Langit”

Menatap langit, terhampar luas

Begitu jauh di atas sana

 

Jauhnya langit masih misteri

Begitu juga dengan mimpiku ini

Masih tak menentu entah apa yang akan terjadi

 

Namun, guruku selalu berpesan

Bermimpilah setinggi langit!

Dan aku penasaran

Setinggi apakah langit yang setiap hari memayungiku?

 

Lantas aku memutuskan…

Untuk bermimpi setinggi angan

Contoh Puisi Pendek tentang Alam

Alam merupakan salah satu objek yang mewarnai kehidupan manusia. Tak heran jika kemudian banyak orang yang menulis puisi dengan tema alam.

Contoh puisi singkat tentang alam 1: “Pantai dan Sore”

Ombak meliuk,menabrak karang

Burung-burung kembali ke peraduan

 

Pantai dan sore di hadapan saat ini juga

Memandang alam sungguh indahnya

 

Contoh puisi pendek tentang alam 2: Lanskap Alam

Elok benar ciptaan Sang Kuasa

Hamparan biru mewarnai laut luas

Latar hijau memenuhi lanskap hutan

 

Pandangan mata seakan tak pernah selesai mengagumi

Begitu luas dan sempurna ciptaan Sang Maha

Memperlihatkan betapa alam semesta berdiri atas kehendak-Nya

 

Sedangkan manusia terus saja berdecak kagum

Sembari terus merawat, menjaga, melestarikan dengan segenap cinta

 

Namun, apakah benar selalu demikian?

Semoga saja dalam semogaku yang luar biasa

Demikian benar adanya

Contoh puisi tentang alam 3: “Dua Puluh Empat Per Satu”

Embun selaksa memeriksa pangkal pagi

Menetes berterusan seiring muncul matahari

Yah, matahari melucuti sunyi, matahari menampakkan diri

 

“Halo Bumi!”

Katanya menyapa

“Selamat pagi, aku kembali,” susulnya

Di sebuah belahan yang satu

Ini sedang pagi

Sedangkan di bagian lain, gelap menyelimuti

 

Tok, tok, tok

Dan dua puluh empat per satu

Berlalu begitu saja, utuh dalam rasa kecepatan bagi yang merasa bahagia

Dan sebaliknya, utuh dalam rasa lamban dan bosan bagi yang merasa berduka

 

Namun, alam tetap pada tempatnya

Lantas manusia yang mengisi cerita

Contoh puisi pendek tentang alam 4: Dinamika Alam

Hijau tetaplah hijau

Biru tetaplah biru

Putih tetaplah putih

Dan beragam warna lain

 

Tetaplah ‘tetap’ tanpa ubah

Percocokan antara ujud dan kesemestian

Tak akan ada perbedaan

Ketika tak ada perubahan

Tidak tidak

Lebih tepatnya ketika tak ada yang mengubahnya

 

Alam tetaplah berlaku sama

Ketika tak ada pula yang mengubahnya

Kecantikan alam yang sempurna

Refleksikan kesempurnaan Sang Pencipta

Contoh puisi alam 5: “Syukur Tanpa Sungkur”

Aku berkaca pada ciptaan Sang Kuasa

Alam semesta dengan segala isinya

Termasuk aku yang disebut sebagai manusia

Alangkah indah hingga decak kagum peristiwa membuncah

Meluap menjadi rasa syukur tanpa sungkur

Contoh Puisi Pendek tentang Cinta

Membicarakan perkara cinta merupakan titik temu dalam penulisan puisi. Jika membicarakan tentang penulisan puisi, maka tema-tema yang sering terpikirkan adalah tema cinta.

Puisi dan lirik lagu percintaan, jangan lagi ditanya, banyak sekali jumlahnya. Melalui puisi cinta seseorang dapat mengekspresikan perasaan.

Entah indah dan bahagianya jatuh cinta, entah sakit dan perihnya patah cinta, keduanya sama-sama diekspresikan dalam puisi.

Contoh puisi  cinta 1: Aku Behenti

Kaubilang ‘jangan pergi’

Namun, entah mengapa

Lakumu berbeda dengan katamu

Garis waktu kita belum jua bertemu di satu lini masa

 

Lagi: kau bilang ‘jangan pergi’

Namun, tak pernah lagi ada usaha

Tak pernah juga ada sapa

Jadi siapa yang sebenernya mengingkan untuk pergi

Melebihi dari kata-kata ‘jangan pergi’?

 

Aku masih terdiam di sini

Sedangkan, kau sudah terlampau jauh mengukir kata pergi

Kau meninggalkanku dalam klise kata untuk tidak pernah pergi

Aku berhenti

Contoh puisi pendek tentang cinta 2: Pandang Perdana

Tatapan pertama terampunkan

Selanjutnya, tahan tahan tahan

Begitulah kurang lebih dikata

 

Maka pada tatapan perdana

Segera aku mengonfirmasi hati

“Yah, aku menemukannya.”

Seseorang yang mampu membuatku berkata

“Yah aku merasakannya: cinta.”

 

Cinta tak pernah selesai hanya dalam satu pandangan

Namun, cinta dimulai dari satu pandangan

Singkat dan padat seperti sekelibat kebahagiaan

Contoh puisi tentang cinta 3: “Mengikuti Benci”

Cinta bermula dari terbiasa

Lantas, apa kabar dengan benci?

Apakah juga bermula dari terbiasa?

Bisa jadi, iya

Seperti kisah kita

 

Semakin aku mengenalmu

Semakin aku berjumpa dengan kesebalikan rasa

yang semestinya ada di antara kita

Maaf hingga kini aku tak mampu menemukan

Atas alasan apa aku menghadirkan diri

Untuk kemarin yang bernama ‘cinta’

 

Maka sekarang aku memilih mundur dan menyatakan

‘Cukup sampai di sini. Aku akan melangkah pergi mengikuti rasa benci.’

Contoh puisi cinta 4: Menjadi Satu

Hai, hari ini aku datang lagi

Dengan rasa dan harap yang sama

 

Hai, esok hari aku akan kembali

Dengan tawa dan duka bersamaan

 

Hai, masa depan aku tak akan kembali datang lagi

Karena kita telah menjadi satu

Sehingga tak akan lagi aku bepergian untuk menemumu

Karena tujuanku sudah pasti, adalah kamu

yang saat ini sudah menjadi satu denganku,

Aamin-

Contoh puisi cinta 5: “Jika dan Maka”

Jika hari Senin pukul tiga belas

Kita tak berjumpa di sudut kota

Maka…

 

Jika kecepatanmu untuk hadir lebih cepat atau kurang cepat

Sehingga tidak tepat

Maka…

 

Jika langkah kakiku lebih lebar setengah meter saja atau kurang lebar

Atau terlalu cepat atau justru melambat

Maka…

 

Jika kita tak berjumpa di titik, waktu, dan kondisi A

Maka bisa jadi A.b, A.c, A.d atau B yang akan terjadi

Contoh Puisi Tema Pahlawan

Pahlawan dan kehidupan heroik sering kali disampaikan dalam puisi dan sajak-sajak lainnya. Apalagi ketika berkaitan dengan momentum, yakni momentum hari pahlawan atau pun kemerdekaan.

Keduanya saling berkaitan karena nyatanya kemerdekaan tak akan terwujud tanpa adanya sumbangsih dari para pahlawan.

Contoh puisi pahlawan 1: “Catatan Kakung”

Kakung, begitulah aku menyapanya

Seorang renta yang telah semakin melemah

Namun, pancaran tulus dari wajahnya tiada pernah sirna

Beliau dengan segenap kisah usang

Tentang berperang berjuang dalam kemerdekaan

 

Kakung yang sinar senjanya mulai menyapa

Pahlawan yang hari ini agaknya mulai terlupakan

“Nduk, teruslah berjuang dan jaga kemerdekaan.”

Pesan kakung di titik senja yang semakin menua dan renta

Contoh puisi pendek tentang pahlawan 2: “Pahlawan Akan Tetap Abadi”

Aku mengerti atas usaha siapa

Indonesia hari ini

 

Aku memahami atas juang siapa

Merdeka digelarkan untuk negeri

Pahlawan, merekalah sering disebut begitu

Serupa juang dan segenap rasa tanggung jawab

Membawa Indonesia pada pintu gerbang kemerdekaan

Demikanlah dikata dalam pembukaan

Pahlawan-pahlawan tersebut telah mati

 

Namun, yakinilah ruh mereka masih ada seusia Indonesia

Dan hari ini mari menilik

Apakah kita masih mengantre di depan gerbang pintu kemerdekaan?

Baca juga :


Itu dia, beberapa contoh puisi dengan berbagai tema, mulai dari tentang ibu, alam, guru, hingga pahlawan. Sejatinya puisi merupakan media untuk menyampaikan perasaan.

Selain itu, contoh puisi lainnya digunakan juga sebagai harapan dari keadaan yang ideal. Puisi dinilai sebagai penggambaran kehidupan yang ideal.

Semoga bermanfaat!