Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan – Gaya bahasa atau yang lebih dikenal dengan majas adalah cara menggunakan bahasa dalam konteks tertentu, oleh orang tertentu, dan untuk tujuan tertentu.

Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya
Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya | Unsplash.com

Pemakaian gaya bahasa yang tepat dapat menarik perhatian dan memberikan kesan kepada pembaca. Sebaliknya, bila penggunaannya tidak tepat, maka penggunaan gaya bahasa akan terdengar aneh dan tidak dipahami oleh pembaca ataupun pendengar.

Pemakaian majas berfungsi untuk menghidupkan apa yang dikemukakan dalam teks, karena majas dapat menyampaikan gagasan yang penuh makna dengan kata yang relatif singkat dan padat.

Oleh sebab itu, majas dapat dijadikan sebagai cara mengungkapkan pikiran penulis melalui bahasa yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian (style) penulis dengan pilihan kata, frasa, klausa, ataupun kalimat.

Secara umum, majas terbagi menjadi empat jenis yang masing-masing jenis majas tersebut, didalamnya juga memiliki sub jenis majas lainnya. Keempat majas tersebut yaitu:

  • Majas Perbandingan
  • Majas Penegasan
  • Majas Sindiran
  • Majas Pertentangan

Dari keempat majas tersebut, salah satu jenis majas yang akan dibahas oleh artikel ini  yaitu majas pertentangan.

Pengertian Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang mengekspresikan sesuatu menggunakan kata yang bertentangan atau berkebalikan dengan makna sebenarnya.

Dengan adanya majas ini, akan memberikan efek penekanan terhadap pembaca atau pendengar. Majas pertentangan terbagi lagi menjadi beberapa jenis.

Baca juga :

Jenis dan Contoh Majas Pertentangan

Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai jenis majas pertentangan dan contoh-contoh majas pertentangan.

  1. Majas Antitesis

Majas antitesis adalah gaya bahasa yang menunjukkan pertentangan antara dua kata yaitu dengan membandingkan dua kata yang berlawanan dalam suatu pernyataan.

Contoh majas antitesis adalah sebagai berikut.

  • Peningkatan ekonomi ditandai oleh naiknya proses jual beli yang ada pada masyarakat.
  • Susah senang bukan menjadi penghambat untuk beriman kepada Allah.
  • Baik dan buruknya seseorang tidak dinilai dari fisik maupun hartanya.
  • Cepat atau lambat aku akan berhasil mengalahkanmu dalam pertandingan sepak bola. Lihat saja nanti.
  1. Majas Pertentangan Litotes

Majas litotes adalah gaya bahasa yang berisi pernyataan kata yang berlawanan artinya dengan kata sebenarnya dengan maksud untuk merendahkan diri.

Majas litotes biasanya digunakan untuk bertindak sopan kepada orang lain agar tidak berlaku sombong atau angkuh.

Contoh majas litotes adalah sebagai berikut.

  • Maaf jika seadanya, silahkan masuk di gubukku yang kecil
  • Saya yang pemula ini, jika Anda berkenan akan mencoba membantu menjawab pertanyaan saudara.
  • Saya hanya ingin memberikan baju yang sangat sederhana ini untuk anak-anak, kiranya saya berharap mohon diterima.
  • Aku yang lemah ini ingin berusaha lebih keras untuk bisa menyenangkan orang tua.
  1. Majas Hiperbola

Jenis majas pertentangan selanjutnya adalah majas hiperbola. Majas hiperbola sudah sangat sering dijelaskan dan dipakai pada sebuah karya sastra.

Dari asal katanya “hiper” dimaknai sebagai sesuatu yang berlebihan. Oleh sebab itu majas hiperbola adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan berlebihan.

Berlebihan yang dimaksud dapat dari segi sifat, bentuk, ataupun ukurannya. Penggunaan majas ini umumnya dipakai untuk mengekpresikan kekaguman, ketertarikan, maupun sesuatu perasaan yang negatif.

Contoh majas pertentangan pada majas hiperbola adalah sebagai berikut.

  • Hari ini aku capek sekali, seharian bekerja ditambah jam lembur rasanya ingin meninggal.
  • Kau pasti adalah malaikat yang turun ke bumi untuk menebar kebaikan, kau sangat baik.
  • Cantikmu seperti cahaya yang menerangi saat kegelapan, Bulan saja merasa malu
  • Aku tak bisa berpaling darimu kemanapun aku pergi, aku pikir wajahmu mengalihkan duniaku.
  1. Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas pertentangan yang menggambarkan sesuatu yang seolah-olah bertentangan padahal sebenarnya tidak.

Dari bahasanya, kata paradoks berasal dari kata “para”, yaitu kontradiktif dan “doxa”, artimya pemikiran.

Jadi, majas paradoks merupakan dua hal yang kontradiktif tapi keduanya adalah sebuah kebenaran.

Contoh majas pertentangan paradoks adalah sebagai berikut.

  • Semarah-marahnya ibu terhadap anaknya. Ibu akan selalu menyanyangi anaknya.
  • Orang yang tidak mengenalnya pasti menganggap dia adalah orang yang cuek tapi di dalam hatinya sebenarnya dia perhatian terhadap orang lain.
  • Saat sedang berbicara dengan temannya dia bermulut manis, namun jika dibelakang menjadi bermulut pahit
  • Doni bersikap seolah-olah dia bodoh, padahal ketika menjawab soal dia adalah anak yang pintar.
  1. Majas Okupasi

Majas okupasi adalah majas pertentangan yang memiliki tujuan untuk melakukan bantahan. Bantahan tersebut kemudian diberi penjelasan atau kesimpulan sebagai penutup kalimat.

Contoh majas pertentangan jenis majas okupasi adalah sebagai berikut.

  • Olahraga itu menyehatkan, tapi banyak orang malas bangun pagi untuk melakukannya. Tidur lebih diminati dibandingkan berolahraga.
  • Jujur merupakan perbuatan mulia yang harus ditanamkan sejak dini, tapi jika jujur untuk mengatakan keburukan orang lain itu kurang sopan. Kejujuran perlu dilakukan secara bijak tanpa melukai hati seseorang.
  • Penggunaan majas dalam karya satra perlu diaplikasikan, tapi penggunaan majas tersebut harus memperhatikan kebahasaan dan kesesuaian dengan kalimatnya. Oleh sebab itu, penggunaannya perlu memperhatikan struktur katanya dan fungsi pada setiap jenis majas.
  • Aku bukannya tidak menyukai, tapi perilakumu padaku sungguh tidak menyenangkan. Jadi aku berusaha untuk tidak terlibat denganmu dalam hal apapun.
  1. Majas Pertentangan Kontradiksi Interminus

Majas kontradiksi interminus adalah majas yang menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan penjelasan sebelumnya.

Fungsi dari majas kontradiksi interminus yaitu untuk menunjukkan pengecualian atau penolakan.

Contoh majas pertentangan pada majas kontradiksi interminus adalah sebagai berikut.

  • Semua murid berbaris untuk melaksanakan upacara bendera, kecuali Ani tidak ikut karena sedang sakit sehingga perlu beristirahat di UKS.
  • Dini melihat pintu dapur restoran yang bertuliskan bahwa semua orang dilarang masuk, kecuali karyawan.
  • Setiap pengendara mobil dilarang parkir di samping kantor tersebut, kecuali direktur, kepala bagian departemen, serta klien kantor.
  • Kakak dihukum tidak boleh keluar dari rumah, kecuali pergi ke sekolah.
  1. Majas Pertentangan Oksimoron

Majas oksimoron adalah majas pertentangan yang mirip dengan majas paradoks. Hal tersebut karena majas oksimoron ini adalah majas lanjutan atau perpanjangan dari majas paradoks.

Perbedaan yang mendasar dari majas paradoks dengan majas ini adalah pada majas oksimoron terdapat penggunaan kata yang bertentangan dalam satu kalimat yang sama.

Menurut Tarigan (1986), majas oksimoron adalah majas yang mengandung penegakan atau pendirian suatu hubungan sintaksis antara dua kata yang berlawanan.

Sintaksis adalah ilmu terkait prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami.

Contoh majas pertentangan oksimoron adalah sebagai berikut.

  • Di setiap perjalanan hidup percayalah selalu ada kemudahan pada setiap kesulitan.
  • Hidup atau matiku ku serahkan pada-Mu semata.
  • Tak peduli senang atau duka, aku ingin selalu bersamamu.
  • Isak tangis bahagia kurasakan setelah aku melihat kepulanganmu.
  1. Majas Pertentangan Anakronisme

Majas anakronisme adalah majas pertentangan yang berkaitan dengan waktu. Majas ini menggambarkan sesuatu yang bertentangan dengan waktu penyataan yang bersangkutan.

Berdasarkan asal katanya, anakronisme terbagi menjadi “ana” yang berarti mundur, dan “chronos” yang artinya waktu.

Jadi majas ini menceritakan bentuk lampau dengan menambahkan hal yang tidak ada pada masa lalu (ada masa kini). Oleh sebab itu, majas anakronisme mengandung unsur ketidaktepatan antara peristiwa/benda dengan waktunya.

Contoh majas pertentangan jenis anakronisme adalah sebagai berikut.

  • Ande-ande lumut sedang berlayar mengelilingi samudra dengan membawa peta digitalnya.
  • Malin kundang datang menemui ibunya dengan membawa oleh-oleh berupa roti kukus.
  • Dinosaurus itu datang dan menghancurkan bangunan apartemen mewah itu.
  • Sudah hampir 2 jam Putri Deokhye menunggu taksinya tiba, namun sampai saat ini belum datang.

Baca juga :


Demikian adalah contoh-contoh majas pertentangan yang memiliki berbagai macam sub-jenis di dalamnya.

Garis besarnya dari majas pertentangan ini dapat Anda ketahui, yaitu merupakan kalimat yang memiliki unsur pertentangan atau antonim (lawan kata).

Berkenaan dengan hal itu, diharapkan artikel ini dapat memberikan konsep keilmuan, wawasan dan pengetahuan berkenaan tentang majas pertentangan sehingga dapat diaplikasikan dalam berbagai karya sastra.

Semoga bermanfaat.

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya – Bahasa adalah alat berkomunikasi dalam kehidupan manusia. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri oleh siapapun yang hidup di dunia ini.

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya
Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya

Oleh sebab itu, keberadaan bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk bahasa kita yaitu bahasa Indonesia.

Kedudukan bahasa Indonesia sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari karena pada dasarnya bahasa Indonesia adalah identitas diri bangsa dalam berbagai konteks, yang perlu kita lestarikan dan kembangkan.

Bahasa ini dalam konteksnya dapat disalurkan melalui lisan, isyarat, dan tulisan.

Dalam tata penulisan, harus menguasai ilmu terkait kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana.

Hal tersebut penting terutama dalam ilmu pengetahuan, tak jarang pengunaan bahasa dalam tulisan ini membentuk suatu karya tulis ilmiah yang bermanfaat untuk dunia pendidikan kedepannya.

Penulisan karya tulis ilmiah maupun sastra diperlukan keterampilan dan keberanian untuk mencoba berlatih menulis.

Hal ini dapat diwujudkan dengan melalui karya sastra seperti novel, dongeng, cerpen ataupun dalam karya tulis ilmiah seperti makalah, jurnal ilmiah, skripsi, disertasi dan tesis.

Keterampilan menulis ini perlu dikembangkan dengan terampil menulis paragraf. Penulisan paragraf ini sejatinya berasal dari kumpulan kalimat, sehingga keterampilan menulis kalimat juga perlu.

Oleh sebab itu, penulisan paragraf perlu diketahui pengertian dan jenis-jenisnya sehingga dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks, baik dalam karya tulis ilmiah maupun nonilmiah (karya sastra).

Pada artikel ini akan dibahas terkait salah satu jenis paragraf yaitu paragraf deduktif.

Pengertian Paragraf Deduktif

Sebelum Anda mempelajari apa itu paragraf deduktif, sebaiknya perlu anda ketahui pengertian paragraf sebagai dasarnya.

Apa itu paragraf?

Paragraf menurut Akhadiah, dkk (1999) adalah inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

Sebuah paragraf mengandung buah pikiran yang didukung oleh kalimat dalam paragraf, mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat penjelas, hingga kalimat penutup.

Sekumpulan kalimat ini saling berhubungan membentuk sebuah ide atau gagasan. Paragraf seringkali disebut juga sebagai alenia.

Apa saja ciri-ciri paragraf?

Ciri-ciri yang mudah diketahui dari paragraf yaitu setiap awal kalimatnya biasanya terlihat menjorok ke dalam.

Namun, terkadang untuk karangan lain, kalimat pertama tidak menjorok ke dalam tapi tetap bisa dilihat perbedaannya dari adanya jarak dibandingkan jarak antarbaris lainnya.

Apa fungsi paragraf?

Adapun fungsi paragraf menurut Widjono (2007) yaitu:

  • untuk mengekspresikan gagasan tertulis dengan member bentuk satuan pikiran dalam dalam serangkaian kalimat dalam satu kesatuan,
  • menandai peralihan gagasan baru jika terdiri dari beberapa paragraf,
  • memudahkan pengorganisasian bagi penulis dan memudahkan pemahaman bagi pembaca,
  • memudahkan pengembangan topik, dan
  • pengendalian variabel.

Paragraf terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan peruntukannya. Ada jenis paragraf berdasarkan tempat dan fungsinya dalam karangan, ada jenis paragraf berdasarkan isi, dan ada paragraf yang berdasarkan letak kalimat utama.

Paragraf deduktif inilah yang termasuk dalam jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama.

Lalu, apa itu paragraf deduktif?

Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya atau gagasan utamanya berada di awal paragraf, sedangkan kalimat selanjutnya merupakan kalimat penjelas yang menerangkan atau bagian dari kalimat utama.

Dengan adanya kalimat utama pada paragraf pertama akan membuat pembaca lebih fokus dan memberikan penegasan dengan baik.

Paragraf deduktif pada konteksnya sama halnya dengan pengertian cara berpikir deduktif yaitu dimulai dari umum kemudian ke khusus.

Kalimat utama ada dalam setiap paragraf. Kalimat utama ini disebut juga sebagai pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimat topik.

Baca juga :

Contoh-Contoh Paragraf Deduktif dan Penjelasannya

Untuk lebih memahami paragraf deduktif, berikut beberapa contoh paragraf deduktif singkat yaitu sebagai berikut.

Contoh #1: Contoh paragraf deduktif tentang pendidikan

Pendidikan adalah sarana ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi perkembangan generasi muda. Pada dasarnya generasi muda akan dituntut untuk menangkap informasi secara ilmiah sehingga akan melahirkan kemampuan nalar dan peningkatan kapasitas berpikir. Ilmu pengetahuan yang dipelajari di bangku sekolah juga akan mampu melahirkan softskill yaitu cara berpikir kritis. Dengan berpikir kritis, kemampuan berpikir dan analitis akan semakin berkembang.

Penjelasan Mengenai Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Berdasarkan contoh paragraf deduktif tersebut, yang merupakan kalimat utama yaitu paragraf pertama “pendidikan adalah sarana ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi generasi muda” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat penjelas.

Hal tersebut dapat dilihat bahwa pada kalimat kedua menjabarkan makna pentingnya ilmu pengetahuan bagi generasi muda dalam meningkatkan kemampuan nalar.

Kemudian, dijelaskan lebih detail pada kalimat ketiga dan keempat yang menyatakan bahwa pendidikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Contoh #2: Contoh paragraf deduktif generasi muda

Generasi muda merupakan generasi penerus kepemimpinan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, secara langsung mereka dituntut untuk dapat bersikap baik di masyarakat. Hal itu karena, pada saat waktunya mereka dewasa mereka akan mengganti dan menempati posisi penting. Jika generasi muda tidak dididik dengan benar dan pandai berbohong, maka ketika dia sudah bekerja mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan tindakan kriminal seperti korupsi, nepotisme, dsb. Selain itu, terjadinya peristiwa perkelahian yang berupa tawuran antar pelajar adalah perbuatan negatif yang dapat merusak moral dan menjadikan generasi muda tersebut memiliki watak yang keras kedepannya. Hal tersebut mengharuskan generasi muda perlu diajarkan moral sejak dini dengan tujuan agar masyarakat dapat memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada generasi muda.

Penjelasan Mengenai Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Berdasarkan contoh paragraf deduktif tersebut, yang merupakan kalimat utama yaitu paragraf pertama “generasi muda merupakan generasi penerus kepemimpinan di masa yang akan datang” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat penjelas.

Dapat dilihat pada kalimat selanjutnya yang menceritakan pentingnya generasi muda jika menempati posisi tinggi di masa datang, dampaknya di masa depan jika generasi muda tersebut memiliki sifat tidak baik, serta penjelasan pentingnya moral untuk mempersiapkan generasi muda untuk masa depan.

Paragraf deduktif sebenarnya tidak hanya ditemukan dalam esai, makalah, atau karya tulis ilmiah lainnya, tapi juga dapat ditemukan dalam karya sastra seperti cerita novel, cerpen, dan dongeng. Contohnya yaitu dapat dilihat pada paragraf di bawah ini.

Baca juga :

Contoh #3: Contoh paragraf deduktif pada cerita cerpen

Kata-katanya membuat Dina terdiam. Waktu seoalah-olah berhenti, beralih, dan dengan lambat berputar ke belakang. Dina mereka-reka kesalahan apa yang pernah dia lakukan sehingga pantas menerima kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya. Daun yang berguguranpun seolah bergerak perlahan. Pandangannya kosong, hampa. Suara mobil yang bersahutan menjadi meredam di telinganya.

Penjelasan Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Contoh paragraf deduktif pada cerpen tersebut, dapat dilihat secara jelas bahwa kalimat utamanya yaitu paragraf pertama “Kata-katanya membuat Dina terdiam” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat yang menjelaskan bahwa Dina terdiam akibat kata-kata yang menyakitkan hati.

Contoh 4: Contoh paragraf deduktif pada cerita dongeng

Cinderella adalah gadis yang cantik dan baik hati. Rambutnya pirang sebahu dengan wajahnya yang seperti bulan. Bibirnya yang merah dan pipinya yang merona, membuat laki-laki yang berpapasan dengannya akan menoleh padanya hingga Cinderella tak terlihat lagi. Cinderella selalu tersenyum dan menyapa para pedagang yang dia temui di pasar. Selain itu, ketika dia melihat nenek tua kesusahan membawa barang, dia akan selalu sigap dan menawarkan bantuan terlebih dahulu.

Penjelasan Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Kalimat utama pada contoh paragraf deduktif dongeng yaitu “Cinderella adalah gadis yang cantik dan baik hati” sedangkan kalimat selanjutnya berfungsi sebagai kalimat penjelas.

Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya penambahan hal-hal yang penting untuk merinci apa yang ada dalam kalimat utama.

Dari kalimat utama tersebut, diuraikan dan memberikan penjelasan yang spesifik terkait wajah Cinderella yang dikatan cantik, dan contoh detail perilaku Cinderella yang baik hati seperti halnya ramah dan selalu membantu nenek yang membawa barang.

Berdasarkan penjelasan dan contoh-contoh paragraf deduktif di atas, dapat disimpulkan bahwa paragraf deduktif adalah dimana kalimat utamanya atau pokok pikirannya ada di awal kalimat akan membuat pembaca lebih mudah memusatkan pikiran pada satu gagasan dalam paragraf karena di tempatkan dalam posisi yang jelas dan mencolok yaitu di kalimat pertama.

Kalimat pertama ini sebagai kalimat topik yang bersifat luas atau umum agar nantinya dapat dikembangkan dalam kalimat berikutnya yang merupakan detail dari kalimat utamanya.


Demikian penjelasan dari paragraf deduktif mulai dari pengertian sampai contoh singkat dan pembahasannya. Semoga bermanfaat.

Contoh Majas Tautologi; Pengertian dan Penjelasannya

Melanjutkan permbahasan mengenai majas, kali ini kami akan jelaskan tentang majas tautologi.

contoh majas tautologi
Pengertian Majas Tautologi; Fungsi, Contoh, dan Penjelasannya

Pengertian Majas Tautologi

Majas tautologi termasuk dalam majas penegasan. Hal ini desebabkan terdapat frasa yang diulang-ulang dalam satu kalimat dengan maksud untuk menegaskan kata.

Majas tautologi mirip dengan majas repetisi.

Perbedaannya adalah pada majas tautologi pengulangan katanya lebih berlebihan dan tidak terlalu memiliki makna yang berarti dibandingkan dengan majas repetisi.

Selain itu, pada majas tautologi pengulangan katanya dapat menggunakan persamaan atau sinonim pada kata sebelumnya. Untuk lebih memahaminya lihatlah contoh majas repetisi dibawah ini.

Contoh majas repetisi:

  • Tidur, tidur, dan tidur hanya itu yang bisa kamu lakukan seharian ini.
  • Kau yang kuharapkan untuk menamani hari-hariku, kau yang kuharapkan saat aku merasa kesapian, kau yang kuharapkan yang selalu ku tunggu.
  • Selamat tinggal kenangan, selamat tinggal luka, selamat tinggal.
  • Untukmu yang selalu membantuku saat aku sedang kesulitan, untukmu yang telah menamani hari-hariku, untukmu yang membuatku tersenyum di setiap kerikil yang menghadang.
  • Sudah kukatakan berulang kali padamu pergi, pergi dan pergilah dari sini, jangan pernah menampakkan wajahmu lagi padaku.

Berikut adalah contoh majas repetisi yang berupa pengulangan kata yang dianggap penting yang bertujuan untuk menegaskan, sedangkan untuk contoh majas tautologi dapat dilihat pada poin selanjutnya.

Jika dilihat dari struktur kalimatnya, majas tautologi cocok digunakan dalam karya sastra seperti cerpen, novel, dongeng, ataupun puisi.

Dengan pengaplikasian majas tautologi pada karya sastra tersebut akan membuat bahasa semakin menarik dan unik sehingga membuat pembaca atau penikmat sastra lebih tertarik untuk membaca karena dapat merasakan efek emosional dari gaya bahasa penulis.

Fungsi Majas Tautologi

Secara umum, fungsi majas tautologi antara lain :

  • untuk memberikan kesan kepada pembaca,
  • membuat pembaca mengerti maksud yang disampaikan pembaca,
  • membuat pembaca berimajinasi dengan dalamnya makna karena tatanan bahasa yang digunakan pada majas tautologi,
  • serta membuat kalimat menjadi lebih fleksibel dan tidak terlalu kaku.

42+ Contoh Majas Tautologi dalam Kalimat

Contoh majas tautologi dalam bentuk kalimat dapat dilihat sebagai berikut.

  • Hancur dan lebur sudah hatiku melihatmu berkencan dengan orang lain.
  • Hidupku penuh duka, hidupku penuh nestapa.
  • Malam ini begitu sunyi dan senyap tidak ada orang di rumah sehingga aku memutuskan untuk menginap di rumah temanku.
  • Hatiku remuk redam saat kau mengkhianatiku di belakang selama setahun, aku sangat bodoh tidak mengetahuinya.
  • Kau memang gagah, kau memang kuat, kau memang hebat.
  • Tidak ada maksud dan tujuanku untuk mengganggumu, yang kuinginkan adalah ingin bersamamu.
  • Sudah berkali-kali dan berulang-ulang ku katakan untuk mengembalikan buku yang pernah kau pinjam.
  • Dalam perjalanan yang jauh, di bukit berpasir ini kurasakan haus dan dahaga yang amat sangat.
  • Tidak perlu cemas dan gelisah, jika kau sudah belajar kau harus percaya diri dan pasrahkan semua pada-Nya.
  • Aku kagum dengan wanita ini dari wajah, hati dan tutur katanya sangat cantik, indah dan mempesona.
  • Sepanda-pandai dan selihai-lihainya kau berbohong, cepat atau lambat akan ketahuan juga.
  • Kenapa seharian ini tampangmu letih dan lunglai begitu? Apa kau sedang sakit?
  • Karena aku marah dan murka terhadapnya aku tidak mau mendekatinya walau hanya sekedar bicara atau berpapasan dengannya.
  • Aku sangat berharap ingin kau hadir dan datang hanya untuk menemuiku.
  • Sopan santun harus tertanam dalam diri dan diajarkan sejak dini, supaya saat menginjak dewasa tidak menjadi orang yang seenaknya.
  • Sebelum melakukan sesuatu, berdoalah terlebih dahulu agar supaya urusanmu tidak mendapatkan kesulitan.
  • Ani dapat mengerjakan semua soal ujian matematika yang diberikan gurunya. Menurutnya, soal ujian matematika tersebut mudah dan gampang.
  • Kedua petarung tinju tersebut saling beradu dan bertarung karena ingin memperebutkan juara 1 dan bertahan.
  • Toilet yang ada di kantor ini harus dipisahkan antara perempuan dan laki-laki, jangan sampai dicampur baur.
  • Keluarga itu baru saja ditinggal oleh ayahnya, sehingga dalam beberapa bulan ini duka lara masih dirasakan oleh keluarga itu.
  • Aku kangen saat kita kerja kelompok bersama, aku rindu saat kita tertawa bersama.
  • Tumben sekali dia berangkat pagi-pagi buta, biasanya bangun tidak pernah dini hari seperti ini.
  • Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku kesepian.
  • Banyak buku yang telah aku telaah dan pelajari, namun hasilnya tetap saja, rangkingku kalah dengannya.
  • Ku coba cermati, ku coba pahami agar aku tidak salah dalam melangkah.
  • Ini adalah baru dan pertama kali dalam hidupku melihat lukisan yang indah ini.
  • Hutan itu ditumbuhi pepohonan yang sangat lebat dan rimbun.
  • Film horor ini lebih menakutkan dan mengerikan dibandingkan yang aku pikirkan selama ini.
  • Tak masalah jika nilaimu tidak masuk dalam rangking 10 besar, yang terpenting dan utama kamu mengerjakannya dengan memegang prinsip kejujuran.
  • Buah ini baru aku beli dari supermarket, coba saja rasanya masih segar dan fresh.
  • Hatiku sakit dan terluka melihatmu pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.
  • Maaf atas kesalahanku yang tidak sengaja, ini terjadi begitu saja tanpa kusadari.
  • Kau tidak perlu khawatir, tenang dan santai saja lihatlah aku pasti menang.
  • Permainan ini sangat menegangkan dan membuat aku tertekan, aku tidak mau lagi bermain.
  • Sakit gigi ini akan berakhir dan selesai jika kamu pergi ke dokter jauh-jauh hari sebelumnya.
  • Aku mengerjakan soal dan membacanya sepelan dan selambat mungkin, supaya tidak ada satupun yang terlewat.
  • Kebaikan seseorang adalah harga yang tertinggi, harga yang termahal yang harus kita syukuri.
  • Nasi goreng yang ada di prasmanan pernikahan sudah habis tidak bersisa.
  • Aku bosan melihat pertandingan di babak ini, karena pertandingan kali ini yaitu sesama orang lemah dan tidak berdaya.
  • Tidak ada untungnya aku meladenimu, yang ada hanya kerugian yang akan aku terima.
  • Selalu saja kau menuduhku melakukan perbuatan tidak baik itu, selalu saja kau menudingku.
  • Sudah ku lakukan semua yang ku bisa dan ku mampu, tapi selalu saja kau tidak menghargainya.
  • Aku ingin tinggal dan menetap disini berdua bersamamu.

Baca juga :

Penjelasan Majas Tautologi Lebih Mendalam

Contoh majas tautologi di atas, dapat Anda ketahui dengan jelas perbedaan antara majas repetisi dengan majas ini.

Jika majas repetisi menggunakan kata yang sama berulang-ulang, maka pada contoh majas tautologi disini menunjukkan makna yang berulang dengan mengganti katanya menjadi sinonimnya.

Seperti pada contoh, yaitu hancur dan lebur, cemas dan gelisah, tidak sengaja dengan tanpa kusadari, tidak ada untungnya dengan kerugian, menuduhku dengan menudingku, ku bisa dan ku mampu, berakhir dan selesai, tenang dan santai, dsb.

Dari contoh-contoh majas tautologi tersebut kata yang berdampingan dalam satu kalimat menunjukkan kata sinonimnya.

Dalam majas tautologi memberikan kesan penegasan yang berasal dari pengulangan kata sehingga dapat dikatakan bahwa majas ini termasuk kalimat yang tidak efektif.

Hal tersebut disebabkan karena memuat unsur makna yang berulang dalam satu kalimat sehingga kehematan sebagai ciri khas kalimat efektif tidak terpenuhi.

Oleh sebab itu, contoh majas tautologi ini tidak cocok digunakan untuk karya tulis ilmiah karena menggunakan kalimat yang tidak efektif, sedangkan pada karya tulis ilmiah harus menggunakan kalimat efektif.

Karya tulis ilmiah contohnya seperti jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi memerlukan kalimat efektif untuk memberikan informasi secara tepat sehingga gagasan dan ide yang dipikirkan pengarang sama tepatnya dengan apa yang di dalam pikiran pembaca.

Ciri-ciri kalimat efektif menurut Widjono (2007), yaitu keutuhan, kesatuan, kelogisan atau kesepadanan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, dan kevariasian kata dan struktur.

Sedangkan majas pada umumnya seperti contoh majas tautologi di atas, pembaca tidak harus berpikiran sama dengan pengarang, karena majas dapat menggunakan daya khayal pada tiap pembaca maupun pengarang sehingga dapat menginterpretasi kalimat sesuai dengan pikirannya masing-masing.

Jadi, seperti yang dikatakan sebelumnya, majas ini bersifat fleksibel dan tidak terlalu kaku.


Semoga bermanfaat.

Contoh Majas Antiklimaks; Pengertian, Penjelasan, dan Perbedaannya

33+ Contoh Majas Antiklimaks; Pengertian, Penjelasan, dan Perbedaannya – Pada artikel sebelumnya telah kita pelajari berbagai jenis majas mulai dari majas klimaks, majas perbandingan, pertautan, majas penegasan, majas pertentangan, dan lain sebagainya.

Contoh Majas Antiklimaks; Pengertian, Penjelasan, dan Perbedaannya
Pengertian Majas Antiklimaks; Contoh, Penjelasan, dan Perbedaannya

Semua jenis itu terbagi lagi menjadi beberapa bagian sub majas yang memiliki ciri khas dan keunikan kebahasaan tersendiri.

Ciri khas tersebut didasarkan pada pola dan struktur kalimatnya yang memiliki makna dan tujuan tersendiri.

Sebenarnya semua jenis majas yang ada memiliki tujuan umum yaitu untuk menyampaikan ide, gagasan, pokok pikiran pengarang atau penulis ke dalam sebuah tulisan yang berbentuk majas atau gaya bahasa dengan tujuan untuk membuat pembaca atau penikmat sastra memahami makna yang ingin disampaikan pengarang.

Seorang penulis sastra terkadang terkenal dengan tulisan-tulisan majas dalam karyanya. Hal tersebut karena setiap penulis sastra dalam menyampaikan pikiran dan perasan, baik secara lisan dan tertulis menggunakan gaya bahasa yang khas sesuai pikiran.

Kali ini akan dibahas terkait salah satu sub bagian majas yaitu majas antiklimaks. Pembahasan mengenai majas antiklimaks pada artikel ini yaitu mengenai pengertian dan contoh majas antiklimaks beserta penjelasan singkatnya.

Pengertian Majas Antiklimaks

Majas antiklimaks adalah gaya bahasa yang termasuk dalam sub jenis majas penegasan. Hal tersebut dikarenakan majas antiklimaks bertujuan untuk menyatakan kalimat secara jelas dan tegas untuk membuat kesan bagi pembaca.

Majas antiklimaks merupakan suatu gaya bahasa yang menunjukkan kalimat urutan dari tertinggi ke terendah. Sebelumnya, telah dijelaskan bahwa terdapat pula majas klimaks yang berkebalikan dengan majas antiklimaks.

Berdasarkan asal katanya, dapat anda ketahui jika klimaks adalah majas yang kalimatnya terdapat urutan terendah hingga tertinggi (mencapai klimaks=puncak).

Perbedaan Majas Klimaks dengan Antiklimaks

Konsep mudah memahami majas klimaks dan antiklimaks yaitu, jika contoh majas klimaks adalah pertama, kedua, dan ketiga sedangkan contoh majas antiklimaksnya adalah ketiga, kedua, kesatu.

Berikut beberapa contoh majas klimaks dalam kalimat.

  • Seribu, dua ribu, dan tiga ribu orang berkumpul memenuhi ruangan gedung itu hanya dalam 2 jam.
  • Pemerintah mencetuskan sekolah bertaraf Internasional mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
  • Aku sudah menunggumu sedari tadi mulai dari jam 1 siang hingga jam 3 sore di rumahmu, namun kau belum pulang juga.
  • Siklus hidup kupu-kupu dimulai dari telur, ulat, kepompong, sampai menjadi kupu-kupu yang cantik.

Puluhan contoh majas klimaks lain bisa Anda baca di sini.

Baca juga :

33+ Contoh Majas Antiklimaks

Setelah Anda mengetahui perbedaaan pengertian majas klimaks dan antiklimaks beserta contoh majas klimaks, maka Anda perlu mengetahui lebih lanjut tentang contoh majas antiklimaks.

Untuk lebih memahami dan mengerti seperti yang akan disajikan pada kalimat dibawah ini.

  • Dalam menjalankan kebersihan lingkungan harus dijalankan tidak pandang bulu, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga rakyat harus turut andil menjaga lingkungan untuk masa depan cucu nanti.
  • Car free Day hari ini cukup padat, banyak pesepeda sampai pejalan kaki berada di CFD untuk berolahraga dan senam pagi.
  • Warung makan itu sangat terjangkau dan enak untuk kalangan siapa saja, mulai dari pekerja kantor, mahasiswa, pelajar, hingga anak-anak banyak berdatangan ke warung itu.
  • Sinergi dan komunikasi antara Raja, panglima, dan prajurit harus sejalan, satu tujuan supaya misi yang dijalankan untuk mengalahkan musuh berhasil.
  • Pelayanan pesawat itu bergantung terhadap tiket kelasnya mulai dari eksekutif, bisnis, dan ekonomi memiliki fasilitas yang berbeda-beda.
  • Kepala sekolah, guru, dan murid melaksanakan upacara bendera setiap hari senin sebagai bentuk rasa syukur dan nasionalisme terhadap pahlawan yang sudah berjuang untuk memperebutkan kemerdekaan Indonesia.
  • Pelaksanaan kerja bakti dilaksanakan oleh semua kalangan, baik ketua RT, ketua RW, dan warga bersama-sama bergotong-royong untuk kebersihan kampung.
  • Wahana baru di Disney land disiapkan aman digunakan untuk semua kalangan baik dewasa, remaja, maupun anak-anak boleh menaikinya.
  • Pertandingan karate kali secara besar-besaran yang terdiri dari semua tingkatan mulai dari antar sabuk hitam sampai sabuk putih.
  • Lomba Sains Nasional terdiri dari tingkatan SMA, SMP, sampai SD yang akan digelar di wilayah masing-masing.
  • Makanan ringan itu dapat di beli mulai dari per kg sampai hanya beli beberapa ons saja.
  • Game sangat diminati oleh anak muda generasi saat ini, mulai dari professional sampai amatir senang memainkannya.
  • Makanan manis banyak digemari dari kalangan tua sampai muda.
  • Dalam penilaian identifikasi resiko dari suatu keputusan sistem dapat dikategorikan dari tingkat atas, menengah, dan bawah.
  • Berat badan Ani turun dari 45 kg menjadi 42 kg karena sakit tipes hingga dirawat di rumah sakit selama 3 hari berturut-turut.
  • Bunga yang ada di taman itu dari sebelumnya mekar berubah menjadi layu karena tidak disiram.
  • Dari pilot hingga pramugari Garuda berpenampilan rapi serta berwajah tampan dan cantik.
  • Konser boyband k-pop tersebut tiketnya ludes terjual mulai dari kursi VVIP, VIP, maupun biasa habis tidak bersisa.
  • Diskon besar-besaran di toko X pada tahun baru dapat dilihat pada produk pakaian, banyak pengunjung membelinya karena yang semula harga 2 juta menjadi 500 ribu.
  • Pada saat ujian diharapkan datang 1 jam sampai 30 menit sebelumnya agar tidak terburu-buru dan mempersiapkan mental dengan tenang.
  • Semua yang ada di rumah itu melakukan tes kesehatan mulai dari majikan hingga pembantu untuk mengetahui apakah reaktif positif Covid-19 atau tidak.
  • Rektor, wakil rektor, sampai dekan fakultas setuju untuk membuat kebijakan baru terkait wisuda online selama masa pandemi berlangsung.
  • Restoran ini berubah semenjak pemiliknya mengurangi porsi makanan, dari yang semula pengunjungnya ramai berubah menjadi sepi.
  • Donasi buku yang terkumpul saat ini banyak sekali, mulai dari buku baru hingga buku bekas berasal dari donatur.
  • Supermarket itu menyediakan berbagai macam buah baik yang berasal dari luar negeri sampai dalam negeri memiliki kualitas yang bagus.
  • Ani turun jabatan dalam organisasi dari sekretaris menjadi sie dokumentasi karena sekretaris tidak sesuai dengan kemampuannya.
  • Setahun, sebulan, dan sehari lagi aku dapat berjumpa denganmu, sungguh membuatku tidak sabar untuk pulang.
  • Aku berdiri disini menunggumu dari terik matahari, mendung, dan hujan hingga menggelapkan langit siang.
  • Adik membeli susu dan lupa meminumnya sehingga dari yang awalnya susu segar menjadi basi dan tidak bisa diminum.
  • Presiden, menteri, DPR, sampai rakyat dalam setiap tindaknnya harus berpegang teguh pada agama, pancasila, dan norma yang ada di Indonesia.
  • Polisi berhasil menangkap tersangka ketua geng yakuza sampai anggotanya di gedung tua yang terbengkalai.
  • Toko itu menjual sepatu mulai dari ukuran dewasa maksimal 43 cm hingga ukuran anak kecil yaitu 35 cm.

Pada contoh majas antiklimaks di atas, sudah cukup jelas bahwa dalam kalimatnya terdapat kata yang menunjukkan tingkatan dari tertinggi ke terendah baik dalam bentuk jabatan, kedudukan, status, ukuran, besaran, hingga menunjukkan suatu kualitas yang terendah.

Contoh Majas Antiklimaks dengan Tingkatan Kualitas

Contoh majas antiklimaks dengan tingkatan kualitas seperti:

  • “Adik membeli susu dan lupa meminumnya sehingga dari yang awalnya susu segar menjadi basi  dan tidak bisa diminum.”

Penjelasan :

Berdasarkan contoh majas antiklimaks tersebut dapat dilihat kualitas tertingginya ada di depan yaitu “susu segar” kemudian diikuti terjadinya pengurutan kata mencapai kualitas terendahnya yaitu pada kata “basi”.

Baca juga :

Contoh majas antiklimaks yang bersifat ukuran/besaran

Contoh majas antiklimaks yang bersifat ukuran/besaran seperti:

  • “Berat badan Ani turun dari 45 kg menjadi 42 kg karena sakit tipes hingga dirawat di rumah sakit.”

Berdasarkan pada contoh tersebut, besaran tertinggi dapat dilihat dari angka 45 menjadi 42 yang menandakan adanya penurunan.

Penjelasan :

Oleh sebab itu penggunaan majas ini dapat secara jelas dipahami pembaca karena menggunakan kata yang sesungguhnya tanpa menggunakan makna implisit.


Penggunaan majas antiklimaks berfungsi untuk membuat kalimat menjadi lebih kaya sehingga terdapat keragaman tingkatan untuk mengurutkan dari tingkat tinggi ke tingkat rendah untuk menegaskan maksud tertentu.

Berkenaan dengan hal itu, dengan diketahuinya contoh majas antiklimaks dalam kalimat tersebut, dapat Anda implementasikan kedalam kegiatan sastra (membuat cerpen, puisi, dll) dan dalam kegiatan berbahasa yang lain.

Semoga bermanfaat.

Contoh Cerita Fiksi; Pengertian, Ciri-ciri, dan Jenisnya

Apakah Anda penikmat novel atau cerpen? Jika “ya”, tahukah Anda bahwa novel dan cerpen yang kerap Anda baca tersebut merupakan jenis dari cerita fiksi?

Contoh Cerita Fiksi; Pengertian, Ciri-ciri dan Jenisnya
Contoh Cerita Fiksi; Pengertian, Ciri-ciri dan Jenisnya

Bagi Anda yang suka membaca novel dan cerpen, sebaiknya tidak hanya menjadi penikmat semata, tapi juga bisa menghasilkan karya fiksi yang bagus.

Nah, untuk dapat membuat contoh cerita fiksi, pelajari dulu tentang pengertian, ciri dan jenisnya dalam ulasan kami berikut ini.

Pengertian Cerita Fiksi

Cerita fiksi adalah sebuah karya sastra yang berdasarkan pengalaman, wawasan, pandangan, penilaian atau tarfiran seseorang yang dituliskan dalam bentuk cerita rekaan dengan bumbu imajinasi.

Kita dapat mengatakan bahwa cerita fiksi adalah sebuah karya sastra yang imajiner atau tidak nyata meskipun ide yang mendasarinya merupakan pengalaman pribadi pengarangnya.

Ciri-ciri Cerita Fiksi

Setelah memahami pengertiannya, sekarang kita belajar mengenai ciri-ciri cerita fiksi. Terdapat tiga ciri khas cerita fiksi, yaitu:

  1. Bersifat imajinatif atau khayalan
  2. Ide yang ditungkan dalam cerita bisa berasal dari kisah nyata atau murni khayalan belaka. Bila cerita tersebut hanya khayalan belaka, maka disebut dengan istilah fiksi fantasi.
  3. Terdapat sudut pandang dari pengarangnya. Sudut pandang tersebut biasanya berasal dari tokoh utama yang diangkat. Jadi, ciri-ciri cerita fiksi adalah bersifat subjektif, yaitu tergantung pada tafsiran pengarangnya.

Unsur Cerita Fiksi

Cerita fiksi adalah cerita rekaan yang memiliki dua unsur, yaitu unsur intriksik dan ekstrinsik.

Unsur Intrinsik Cerita Fiksi

Unsur intrinsik cerita fiksi adalah sebagai berikut:

  • Tema, gagasan utama dalam sebuah karya sastra. Tema tersirat dalam contoh cerita fiksi secara keseluruhan.
  • Tokoh, pelaku yang diceritakan oleh pengarang. Terdapat dua macam tokoh dalam contoh cerita fiksi, yaitu tokoh utama dan sampingan.
  • Alur, urutan kejadian dari sebuah contoh cerita fiksi.
  • Latar, tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan. Latar juga bisa berupa waktu dan lingkungan yang digambarkan dalam contoh cerita fiksi.
  • Amanat, pesan pengarang yang terkandung dalam contoh cerita fiksi atau hikmah yang ingin disampaikan.
  • Sudut Pandang, cara pandang pengarang pada saat menguraikan cerita fiksi. Sudut pandang ini biasanya berkaitan erat dengan tokoh utama.
  • Konflik, konflik merupakan masalah yang diangkat dalam sebuah contoh cerita fiksi.
  • Gaya bahasa, cara pengarang menuturkan cerita fiksi. Gaya bahasa bisa beranekaragam, misalnya gaya bahasa gaul pada cerita cinta anak muda, gaya bahasa resmi pada cerita bergenre sejarah, dan sebagainya.

Unsur Ekstrinsik Cerita Fiksi

Sedangkan unsur ekstrinsik dalam contoh cerita fiksi adalah sebagai berikut:

  • Latar belakang penulis

Latar belakang penulis bisa berupa riwayat Pendidikan, riwayat hidup, karakter, dan aliran sastra yang diikutinya. Latar belakang penulis dapat menjadi ciri-ciri cerita fiksi yang khas dari seorang pengarang.

  • Nilai-nilai

Nilai yang terkandung di dalam cerita fiksi bisa menjadi unsur ekstriksik. Misalnya saja nilai budaya yang diangkat, nilai sosial, agama dan moralitas.

Baca juga :

Jenis-jenis Cerita Fiksi

Ada lima jenis-jenis cerita fiksi, yaitu cerpen, cerbung, novel, roman, dan dongeng. Kami akan mengulas satu-persatu jenis-jenis cerita fiksi tersebut:

  1. Cerpen

Cerpen adalah salah satu jenis-jenis cerita fiksi yang pendek, hanya memaparkan satu masalah utama. Paparan latar, baik tempat, waktu, suasana, ataupun lingkungan biasanya tidak mendetail. Kebanyakan cerpen fokus pada detail konflik.

Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Anda bisa menikmati cerpen dari para pengarang ternama di berbagai surat kabar atau buku antalogi.

  1. Cerbung

Hampir sama dengan cerpen, cerbung merupakan cerita pendek yang disambung hingga beberapa episode sehingga membuat sebuah cerita yang lebih panjang.

Meskipun tidak sepanjang novel, namun konflik dan latar yang disajikan dalam cerita bersambung ini lebih kompleks.

  1. Novel

Berbeda dengan cerpen yang pendek, novel merupakan contoh cerita fiksi yang panjang karena mengangkat beragam konflik yang saling berkaitan. Tokoh-tokoh dalam novel juga lebih banyak.

Contoh cerita fiksi berbentuk novel ini bisa menceritakan sebagian besar peristiwa hidup yang dialami tokoh utama. Namun, bisa juga menceritakan sebuah konflik yang dipandang dengan berbagai sudut pandang dari tokoh-tokoh di dalamnya.

  1. Roman

Roman adalah karya sastra yang mirip dengan novel. Bedanya, roman menceritakan seluruh kisah hidup tokoh utama dari lahir sampai mati dan kebanyakan bertema percintaan dan kepahlawanan.

Dewasa ini, para pengarang lebih suka menulis novel dibandingkan roman. Selain terlalu panjang, pembaca milenial juga lebih antusias pada konflik yang diangkat dibandingkan mengetahui sisi kehidupan manusia secara utuh.

  1. Dongeng

Jenis-jenis cerita fiksi yang terakhir adalah dongeng. Ciri utama dongeng adalah mengangkat ide yang benar-benar khayalan ataun hanya fantasi belaka.

Dongeng ini ada berbagai bentuk, yaitu fable, hikayat, legenda, mitos, dan sage. Dongeng adalah karya sastra yang seringkali diperdengarkan kepada anak-anak dengan muatan nilai moral untuk pembelajaran mereka.

Contoh Cerita Fiksi

Untuk mengetahui lebih dalam tentang cerita fiksi, Anda dapat membaca contoh cerita fiksi  pendek yang kami berikan berikut ini. Contoh cerita fiksi pendek berikut ini bertema pendidikan dan persahabatan.

#1. Contoh cerita fiksi Pendidikan

Contoh cerita fiksi Pendidikan
Contoh Cerita Fiksi tentang Pendidikan

Contoh cerita fiksi pendidikan berikut ini memiliki latar tempat di sebuah kelas pada siang hari, tokoh utamanya adalah ibu guru dan alurnya adalah alur mundur.


Seorang wanita yang mengenakan rok dibawah lutut, hem panjang, dan rambut disanggul memasuki kelas dengan tergopoh-gopoh. Ditatapnya satu-persatu murid-murid yang menghuni kelas 3D di sebuah sekolah SMA kenamaan di Kota X itu. Wajah-wajah penuh tanda tanya nyaris ditunjukkan oleh semua siswa, bertanya dalam diam, “Ada apa?”

Sampai sekian menit, guru wanita yang juga wali kelas itu tak mengeluarkan satu kata pun, membuat suasana kelas semakin hening. Hingga akhirnya, beliau berdiri tegak, mengambil secarik kertas di dalam amplop. Membaca isinya sekali lagi, lalu meletakkannya di bangku ketua kelas dengan sedikit melempar.

“Baca keras-keras, biar semua temanmu mendengar!”, Perintahnya dengan nada tegas.

Dengan tangan gemetar, Aldo, Sang Ketua kelas melakukan perintah gurunya.

“Pemerintah Kabupaten X. Bersama dengan surat ini, kami, selaku Bupati Kabupaten X menyatakan: BANGGA KEPADA ANAK-ANAK SMA NEGERI 3 X, terkhusus untuk kelas 3D yang telah melaksanakan ujian nasional dengan jujur dan meraih prestasi sangat membanggakan.”

Sontak, seluruh siswa di ruangan tersebut berteriak riuh, berpelukan satu dengan yang lain. Ibu guru yang sejak tadi memasang wajah tegang ikut tersenyum bangga pada murid-muridnya.

Benak ibu guru kembali mengenang perjuangan mereka selama enam bula belakangan. Betapa murid-muridnya telah bertekad untuk memberikan hasil terbaik. Mereka bersedia dibimbing hingga pukul lima sore, tidak mengeluhkan banyaknya latihan soal yang harus dikerjakan di rumah, dan keteguhan mereka untuk tidak saling mencontek. Anak-anak itu telah bertekad untuk membuktikan bahwa generasi mereka bukan generasi cemen yang mendapatkan predikat juara dari hasil bermain curang. Oleh karena itu, mereka sendiri yang merekomendasikan untuk dipasang CCTV sebagai bukti konkrit tidak adanya praktik contekan atau bentuk kecurangan lain yang dilakukan selama ujian.

Bukan hanya soal kejujuran yang mereka kedepankan, tapi juga prestasi. Anak-anak brilian itu ingin membuktikan bahwa dengan kejujuran dan kerja keras, maka prestasi akan bisa diraih. Tentu bukan prestasi sampah karena curang, tapi prestasi sejati.

Ibu guru itu terhenyak, ketika seorang muridnya berkata, “Ibu Guru! Kita harus merayakannya malam ini sebagai bentuk kemenangan bersama. Kami tidak akan mampu meraih prestasi membanggakan ini bila tidak ada motivasi berlimpah dari Bu Guru.”

Dengan tersenyum, Ibu Guru itu mengangguk dan menimpali, “Tentu saja. Kita semua akan berpesta malam ini dalam sujud syukur bersama-sama di sepertiga malam. Kita tidak akan mampu meraih prestasi membanggakan ini bila tidak ada kemudahan dan kemurahan dari Tuhan Yang Maha Esa.”

Sejenak, anak-anak itu terdiam bengong hingga ibu guru mereka meninggalkan ruangan dengan tertawa lebar.

“Itukah pesta dalam benak guru mereka?”


Nah, itulah contoh cerita fiksi Pendidikan yang bisa Anda pakai untuk referensi. Berikut ini kami sajikan contoh cerita fiksi pendek bertema persahabatan.


#2. Contoh Cerita Fiksi Pendek Tentang Persahabatan

Riana sampai di toko bunga sepuluh menit yang lalu. Hingga saat ini, dia masih memandangi saja bunga-bunga indah yang dijajar di toko tersebut. Melihat sikap Riana yang terlihat bingung, penjaga toko bunga itu menghampiri.

“Selamat pagi, Madam. Ada yang bisa saya bantu?”

“Tentu. Saya mencari bunga untuk hadiah ulang tahun sahabatku,” jawab Riana ramah.

“Oh, begitu. Laki-laki atau perempuan?”

“Perempuan.”

“Usianya berapa?”

“Sebaya dengan saya, tiga puluh tahunan,” jawab Riana singkat dengan tetap menyunggingkan senyum.

“Baiklah. Bagaimana kalau bunga tulip orange itu, Madam? Menurut saya cocok untuk perayaan ulang tahun wanita berusia tiga puluh tahun,” tawar penjaga toko itu dengan percaya diri.

“Tidak. Orange tidak sesuai dengan sifatnya yang pemurung,” tolak Riana.

“Kalau begitu, bagaimana dengan mawar biru?” Tawar penjaga toko kembali.

“Masih terlalu cerah. Dia tak pernah lagi tersenyum sejak ditinggal pergi kekasihnya setahun yang lalu. Aku ingin bunga yang melambangkan kesedihannya agar dia mengerti bahwa aku pun ikut sedih melihatnya menangis setiap malam,” papar Riana.

“Kalau begitu, bagaimana dengan gradiola yang di pojok sana?”

Riana berpikir sejenak. Benar, gradiola melambangkan hati yang patah. Tapi, bukankah sekarang ini rasa sakit itu telah usai? Bukankah sekarang sahabatnya lebih tepat jika dibilang kesepian dibanding patah hati?

“Aku ingin bunga yang melambangkan patah hati sekaligus kesepian,” bisik Riana tanpa memandang penjaga toko yang semakin kebingungan.

“Aku ingin mawar hitam yang Anda taruh di dalam kaca itu,” pinta Riana menunjuk bunga yang dimaksud.

Penjaga toko itu membelalakkan mata. Benaknya bertanya, “Mawar hitam? Bukankah itu lambang kematian?”

Seolah tahu keheranan penjaga toko yang masih membeku di tempat, Riana kemudian berseloroh kembali.

“Temanku itu sekarang sudah lebih damai, tertidur beberapa hari di ranjangnya. Aku rasa, keadaannya lebih baik daripada menangis sepanjang malam meratapi kekasihnya yang pergi dengan perempuan lain,” senyum Riana pada penjaga toko yang masih tak mengerti secara penuh maksudnya.

“Hari ini adalah ulang tahunnya. Aku ingin memberikannya seikat bunga yang mewakili semua kekalutan hati dan kesepian yang menderanya. Mawar hitam itu menurutku yang paling tepat,” jelas Riana panjang-lebar membuat penjaga toko semakin mengerti bahwa tamunya ini bukan orang biasa.

Penjaga toko yang sedikit merasa ngeri bergegas membawakan seikat mawar hitam yang diinginkan Riana.

“Ini bunga yang Anda inginkan, Madam. Harganya satu juta rupiah karena kami telah memberikan zat khusus agar tidak layu dalam waktu lama”, terang penjaga toko.

“Baiklah. Terimakasih.”

Riana memberikan uang pas kepada penjaga toko itu. Namun, belum sempat Riana melangkah, penjaga toko itu kembali bertanya, “Kenapa sahabatmu memilih untuk tertidur pulas selamanya daripada bangkit dari keterpurukan? Sebagai sahabat, tidakkah engkau memberinya motivasi?”

“Bukan dia yang memilih, tapi aku yang memilihkan jalan itu untuknya”, jawab Riana santai dan tersenyum pada penjaga toko yang tercengang.

“Kenapa?” Kalimat itu meluncur begitu saja tanpa penjaga toko itu sadari. Kalimat yang kemudian membuatnya semakin bergetar oleh tatapan tajam Riana.

“Sudah kubilang, aku lebih suka dia tertidur pulas daripada meratap sepanjang malam. Ratapannya itu membuatku semakin merasa bersalah karena pernah pergi dengan Delan, kekasihnya. Seandainya dia lebih memilih untuk berkekasih denganku, maka semua itu tidak akan terjadi. Namun, dia lebih memilih Delan daripada aku. Jangan salahkan aku, Nona, karena kepergianku dengan Delan hanya untuk menyadarkannya bahwa pria tak pernah setia. Sayangnya, bukan sadar tapi sahabatku itu justru menangis pilu sepanjang malam. Itu membuat hatiku perih dan benci. Aku mencintainya dan tak tega bila dia terus demikian. Maka, aku memilihkan jalan yang lebih tenang untuknya.”

“Aku rasa cukup, Nona. Selamat sore.”

Riana membungkukkan badan pada penjaga toko yang masih mematung. Hingga sosok Riana hilang di jalanan, barulah penjaga toko itu limbung.

Baca juga :


Itulah contoh cerita fiksi pendek pendidikan dan persahabatan.

Perbedaan Cerita Fiksi dan Nonfiksi

Perbedaan Cerita Fiksi dan Nonfiksi
Perbedaan antara Cerita Fiksi dan Nonfiksi

Kemudian, kita akan membahas tentang perbedaan cerita fiksi dan non fiksi.

  • Perbedaan cerita fiksi dan non fiksi yang paling mendasar adalah cerita fiksi bersifat imajinatif dan cerita non fiksi bersifat nyata tanpa dibumbui angan-angan.
  • Contoh cerita fiksi tidak perlu data, sedangkan cerita non fiksi memerlukan data sebagai bukti penguatan.
  • Perbedaan cerita fiksi dan non fiksi yang terakhir adalah dari bentuk karyanya. Contoh cerita fiksi dapat berupa cerpen, novel, dan roman. Sedangkan contoh cerita non fiksi berupa autobiografi, biografi, dan catatan perjalanan.

Sekarang, apakah Anda sudah paham tentang perbedaan cerita fiksi dan non fiksi? Kalau begitu, cobalah membuat contoh cerita fiksi.

Untuk menjadi seorang pengarang yang hebat, diperlukan banyak membaca contoh cerita fiksi dan berlatih membuat contoh cerita fiksi berulangkali.

Selamat mencoba membuat contoh cerita fiksi. Semoga bermanfaat.