Sketsa Adalah; Pengertian, Unsur Utama, Jenis, dan Alatnya

Pengertian sketsa adalah bagian dari teknik menggambar dasar yang menjadi teori penting dalam seni rupa. Terdapat unsur utama pada gambar sketsa yang dibuat menggunakan alat dan teknik khusus. Untuk mengetahui lebih jauh soal sketsa, mari simak materi ukulele berikut ini.

Pengertian Sketsa Adalah?

Ada beberapa pengertian sketsa yang dibuat oleh para ahli di bidangnya;

  • Menurut Ekoprawoto, sketsa ialah sebuah desain awal atau sketsa atau planning ketika menciptakan sebuah lukisan, yang berarti sketsanya dapat mengarah ke gambar sementara yang garang baik di atas kertas maupun di atas kanvas. Sehingga suatu hari nanti sanggup menjadi ‘lukisan asli’ yang aktual.
  • Menurut KBBI, Sketsa yaitu:
  • Lukisan yang cepat (hanya garis-garis besarnya).
  • Gambar sebuah rancangan, rengrengan, denah, bagan.
  • Pelukisan dengan kata-kata yang terkait sesuatu hal yang berupa sebuah garis besar, tulisan singkat, dan ikhtisar ringkas.

Berdasarkan dua pengertian sketsa di atas, kita sudah dapat menarik kesimpulan sederhana mengenai apa itu sketsa. Pengertian sketsa adalah sebuah goresan awal yang sifatnya sederhana, tanpa warna, dan ringan.

Berbeda dengan lukisan yang sempurna, sketsa tidak begitu menerapkan detail gambar. Teknik dasar yang dipakai biasanya hanya arsiran saja. Adapun alat untuk membuat sketsa adalah pensil.

Pengertian Sketsa Adalah? Unsur Utama, Jenis, dan Alat Sketsa
Pengertian Sketsa Adalah? Unsur Utama, Jenis, dan Alat Sketsa

Baca juga:

Unsur Utama Pada Gambar Sketsa Adalah?

Pengertian sketsa adalah sebuah rancangan awal yang memenuhi lima unsur utama, yaitu garis, bidang, bentuk, efek pencahayaan, dan warna. Penjelasan lengkap mengenai unsur utama pada gambar sketsa adalah berikut ini:

Unsur Utama Pada Gambar Sketsa Adalah
Unsur Utama Pada Gambar Sketsa Adalah
  1. Garis

Unsur utama pada gambar sketsa adalah garis. Garis yang digunakan bisa garis vertical, horizontal dan melengkung. Dalam membentuk sebuah gambar, unsur garis ini sangat penting.

  1. Bidang

Bidang merupakan sebuah bentuk yang berasal dari penyatuan garis-garis. Bidang adalah bentuk kecil dari gambar. Bidang sketsa yaitu berbentuk melengkung atau kota-kotak.

  1. Bentuk

Bentuk sketsa adalah penyatuan dari beberapa bidang dan garis yang telah melahirkan sebuah makna gambar. Bila garis dan bidang belum memiliki arti, maka bentuk telah punya arti tersendiri.

Sketsa bisa terdiri atas bentuk saja karena gabungan dari beberapa bentuk akan melahirkan satu kesatuan gambar.

  1. Warna

Kombinasi warna sketsa yaitu hitam dan putih saja. Terkadang, kedua warna tersebut juga menyebabkan warna keabuan.

  1. Efek Pencahayaan

Untuk memperjelas gambar sketsa dibutuhkan efek pencahayaan. Efek pencahayaan dalam sketsa sangat penting karena akan menghidupkan sebuah gambar.

Fungsi Sketsa

Gambar sketsa tentu memiliki fungsi tersendiri dalam berbagai bidang berikut ini:

Seni Murni

Dalam seni murni, fungsi sketsa adalah salah satu media belajar membentuk gambar dasar sebelum akhirnya disempurnakan. Sketsa juga bisa dipakai sebagai cara mengekspresikan sebuah ide atau gagasan seseorang.

Sketsa merupakan dasar untuk membentuk sebuah karya pahatan atau patung. Mula-mula, pemahat menorehkan gagasannya melalui bentuk sketsa sebelum mulai menggoreskan pisau pada media pahat.

Seni Terapan

Dalam seni terapan, fungsi sketsa adalah sebagai rancangan dasar sebelum diaplikasi menjadi sebuah karya yang sempurna. Karya dalam seni pahatan ini memiliki bentuk tiga dimensi.

Dalam seni terapan, alat untuk menggambar sketsa adalah pensil runcing. Biasanya, sketsa untuk rancangan tidak banyak dibubuhi dengan efek pencahayaan karena fungsinya hanya sekadar bahan untuk menorehkan ide.

Sketsa pada seni terapan juga merupakan media komunikasi, dimana orang lain dapat melanjutkan pekerjaan kita melalui sketsa tersebut. Dengan begitu, orang bisa menerima gagasan kita dengan lebih mudah dibanding hanya penjelasan berbentuk tertulis saja.

Seni Kriya

Dalam dunia seni kriya, sketsa yaitu hal yang sangat penting karena menjadi rancangan awal lahirnya sebuah gaun. Alat untuk menggambar sketsa adalah pensil.

Adapun fungsi sketsa pada seni kriya adalah sebagai sarana komunikasi antara perancang busana dengan pemesannya. Jadi, pemesan dapat memiliki gambaran pakaian yang diinginkannya sebelum pakaian itu benar-benar berwujud.

Sketsa pada seni kriya didominasi oleh garis yang membentuk elemen. Garis-garis tegas pada gambar menjadi dasar untuk membuat pola pada kain.

Arsitek

Fungsi sketsa pada dunia arsitektur juga sebagai rancangan dasar sebelum membangun sebuah rumah atau gedung. Rancangan ini menjadi ilustrasi bentuk jadi yang dapat dilihat oleh semua orang, terutama yang akan memiliki rumah atau gedung tersebut.

Ilmu Pengetahuan dan Sains

Fungsi sketsa pada bidang sains adalah sebagai alat bantu pengajaran atau presentasi. Sketsa dipakai untuk melukiskan hasil pengamatan di mikroskop sehingga orang lain dapat melihat ilustrasi dari hal yang sedang diteliti.

Dalam dunia kesehatan, sketsa bisa sangat bermanfaat sebagai alat komunikasi antar tenaga medis. Misalnya, saat seorang dokter ingin melakukan operasi, maka ia dapat memberikan sketsa mengenai bagian tubuh yang akan dioperasi kepada timnya.

Alat untuk Menggambar  Sketsa Adalah

Alat untuk Menggambar  Sketsa Adalah
Alat untuk Menggambar  Sketsa Adalah

Pengertian sketsa adalah sebuah bentuk yang dituangkan pada media berwarna putih. Adapun ukuran kertas yang banyak digunakan saat menggambar sketsa adalah seri A3. Dari ukuran kertas tersebut ditarik garis tepi sekitar 5 cm keliling.

Selain kertas, untuk membuat sebuah gambar sketsa juga diperlukan alat pensil. Ukuran pensil ini sangat beragam. Adapun jenis ketebalan pensil untuk membuat sketsa poster adalah tipis.

Biasanya, orang yang menggambar sketsa memilih pensil tipis supaya mudah dalam membuat garis. hasil goresan dari pensil yang tipis ini juga lebih mudah untuk dibubuhi efek pencahayaan.

Alat ketiga yang diperlukan untuk menggambar sketsa adalah penghapus. Meski sudah handal dalam melukis sekalipun, seseorang bisa saja melakukan kesalahan atau tidak puas dengan hasil goresannya sehingga ingin melakukan perbaikan.

Tujuan Sketsa

Pengertian sketsa adalah sebuah gambar sederhana berwarna hitam dan putih yang memiliki beberapa tujuan pembuatan berikut ini:

  • Mendokumentasikan sebuah peristiwa melalui bentuk sederhana.
  • Membuat rancangan dasar sebagai sarana untuk melahirkan karya seni nyata.
  • Menyalurkan ide dan gagasan supaya lebih mudah diterima oleh orang lain.
  • Sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mentransfer wawasan dan pengetahuan.
  • Bahan dasar untuk membuat gambar ilustrasi dalam cerita bergambar.

Teknik Membuat Sketsa

Terdapat tiga teknik yang digunakan dalam membuat sebuah gambar sketsa, yaitu teknik arsir, dussel, dan pointilis.

  1. Arsir

Teknik arsir ini hanya mengandalkan goresan-goresan garis saja untuk memperjelas sebuah gambar atau membuatnya menjadi semakin nyata. Adapun ukuran kertas yang yang biasanya dipakai sebagai media menggambar sketsa adalah A3, baik untuk teknik arsir, dussel, maupun pointilis.

  1. Dussel

Dussel adalah teknik arsir dimana garisnya dibuat lebih halus.

  1. Pointilis

Sesuai dengan namanya, pointilis sketsa adalah sebuah teknik yang menerapkan titik-titik hingga membentuk sebuah bidang. Dari bidang ini terjadilah sebuah gambar dengan makna sempurna.

Baca juga:


Dari materi yang kita bahas di atas, dapat diketahui bahwa pengertian sketsa adalah salah satu bentuk seni rupa yang memiliki banyak manfaat. Adapun unsur utama pada gambar sketsa adalah garis yang kemudian membentuk sebuah gambar nyata dengan makna tertentu.

Contoh Kata Depan; Apa itu Preposisi, Fungsi, Frasa Preposisi, dan Jenisnya

Contoh Kata Depan; Apa itu Preposisi, Fungsi, Frasa Preposisi, dan Jenisnya – Pada kesempatan kali ini, ukulele akan membahas mengenai apa itu preposisi, fungsi dan contoh frasa preposisi, jenis, beserta contoh kata depan atau yang lebih dikenal dengan contoh preposisi. Berikut adalah uraian penjelasannya.

Contoh Kata Depan - Apa itu Preposisi, Fungsi, Frasa Preposisi, dan Jenisnya
Contoh Kata Depan – Apa itu Preposisi, Fungsi, Frasa Preposisi, dan Jenisnya

Kata adalah suatu bentuk sarana untuk menyampaikan ungkapan berupa informasi atau maksud yang ada dalam pikiran dari seseorang ke lawan bicaranya. Setiap kata memiliki makna tertentu yang dapat dipahami oleh lawan bicaranya secara luas karena kata berfungsi untuk menciptakan hubungan satu sama lain.

Untuk menciptakan hubugan yang baik, diperlukan penguasaan bahasa yang baik pula. Oleh sebab itu, kata adalah wujud ekspresif seseorang untuk berkomunikasi.

Penguasaan bahasa diperlukan keterampilan agar kata dalam menghasilkan tulisan sesuai dengan EYD. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki yaitu pemahaman, penggunaan, dan penulisan kata depan secara tepat.

Baca juga:

Apa Itu Preposisi? Kata Depan Adalah Bentuk Penempatan Kata Sebelum Kata

Kata depan atau yang disebut juga dengan preposisi yang berdasarkan asal katanya berasal dari bahasa Latin dari “prae” yang berarti “sebelum” dan “ponere” yang berarti “menempatkan” sehingga dapat diartikan kata depan adalah suatu bentuk yang ditempatkan sebelum kata.

Pengertian kata depan atau preposisi menurut ahli Kridalaksana (2007) adalah kata-kata yang digunakan untuk merangkaikan nomina dengan verba di dalam suatu klausa.

Fungsi dan Contoh Frasa Preposisi

Berdasarkan fungsinya preposisi dibagi menjadi sembilan, contoh frasa preposisi sesuai dengan fungsinya adalah sebagai berikut:

  • Menyatakan tempat: di, pada, dalam, atas, dan antara
  • Arah asal: dari
  • Arah tujuan: ke, kepada, akan, terhadap
  • Pelaku: oleh
  • Alat: dengan dan berkat
  • Perbandingan: daripada
  • Hal atau masalah: tentang dan mengenai
  • Akibat: hingga dan sampai
  • Tujuan: untuk, buat, guna, demi, dan bagi

 Jenis Preposisi

Preposisi berdasarkan bentuknya dibagi menjadi dua, yaitu kata depan tunggal dan kata depan majemuk.

Kata Depan Tunggal

Kata depan tunggal adalah kata depan yang hanya terdiri dari satu (tunggal) kata. Kata depan dibagi lagi menjadi dua, yaitu kata depan yang berupa kata dasar dan kata depan yang berupa kata imbuhan atau berafiks.

Maksud dari kata depan yang berupa kata dasar yaitu kata yang tidak memiliki imbuhan baik awalan, akhiran, atau sisipan sehingga katanya murni dari kata asli. Contoh kata depan yang berasal dari kata dasar yaitu: bagi, buat, dari, dengan, di, ke, akan, antara, hingga, sampai, untuk, sejak, oleh, pada, seperti, tanpa, dsb.

Kata depan (di, ke) harus dipisah jika diikuti oleh keterangan tempat, waktu, dan benda. Hal tersebut karena (di, ke) pada kata depan berbeda dengan kata imbuhan biasa. Jika pada kata imbuhan (di, ke) menjadi satu dengan kata yang mengikutinya. Contoh kata imbuhan:

  1. Dimana dia pergi, pasti ada HP.
  2. Kedua kalinya dia tidak hadir dalam rapat.

Perhatikan contoh kata depan pada kalimat berikut:

  1. Aku membaca buku di ruang
  2. Aku membaca buku diruang

Berdasarkan contoh di atas, penggunaan kata depan yang tepat terdapat dalam kalimat nomer 1 karena diikuti keterangan tempat.

Adapun jenis kata depan tunggal yang mengandung imbuhan dibentuk dengan menambahkan awalan, akhiran, atau gabungan dari kelas kata verba, adjektiva, atau nomina. Contoh kata depan tunggal yang mengandung imbuhan yaitu: selama, sepanjang, seluruh, terhadap, menurut, bersama, sekitar, menuju, sekelilingnya, dsb.

Kata Depan Majemuk

Kata depan majemuk atau gabungan adalah kata depan yang terdiri dari dua kata depan tunggal. Jenis kata depan majemuk juga dibagi menjadi dua yaitu kata depan berdampingan dan berkorelasi.

Kata depan berdampingan adalah dua kata depan yang diletakkan secara berurutan. Contoh kata depan berdampingan yaitu: oleh karena, sampai ke, selain dari, kepada, sampai dengan. Sedangkan kata depan berkorelasi adalah dua kata depan yang saling berpasangan dan terpisah dengan frasa lain. Contoh kata depan berkorelasi seperti:

dari …. hingga…

sejak …. sampai…

antara …dan….

Baca juga:

Selanjutnya, akan kita berikan beberapa contoh kata depan (preposisi) dan penggunaan kata depan yang tepat terdapat pada kalimat agar Anda lebih paham.

Contoh Kata Depan (Preposisi) dalam Kalimat

Ada banyak sekali contoh kalimat preposisi yang bisa kita buat, akan tetapi terkadang kita salah atau kurang tepat dalam membuatnya. Contoh penggunaan kata depan yang tepat terdapat pada kalimat berikut:

  1. Di atas langit masih ada langit.
  2. Tahun ini aku berlibur ke
  3. Bagi dia aku bukan apa-apa.
  4. Jarak dari rumah hingga sekolah sekitar 200 meter.
  5. Di dalam mobil itu ada bayi.
  6. Unuk memahaminya, maka harus belajar.
  7. Di sini adalah tempat makam Fir’aun.
  8. Seluruh murid mengikuti upacara bendera.
  9. Dari arah timur terdengar lantunan gemelan.
  10. Aku menunggu sejak matahari cerah sampai
  11. Belajar dimulai sejak
  12. Aku senang tinggal di sini.
  13. Desaku terletak di kaki Gunung Semeru.
  14. Aku suka makan di kafe
  15. Adik berangkat ke sekolah dengan riang.
  16. Aku bingung memilih antara baju merah dan
  17. Menurut ahli olahraga penting bagi kesehatan.
  18. Sepanjang perjalanan angin berdesir.
  19. Aku tinggal di desa selama 5 tahun.
  20. Belajar bagi nusa dan bangsa.
  21. Kakak melihatku dengan
  22. Aliran sungai itu menuju ke selatan.
  23. Berkat rahmat Allah aku sembuh.
  24. Aku diberikan hadiah oleh
  25. Perlu diteliti pengaruh suhu terhadap
  26. Rapat kali ini mengenai evaluasi panitia.
  27. Pesta ulang tahun di rumah sangat meriah.
  28. Aku masih ingat tentang kenangan rekreasi.
  29. Bansos itu diberikan untuk korban banjir.
  30. Harga toko sebelah lebih murah daripada di luar
  31. Tambahlah ilmu dengan bacaan yang berkualitas.
  32. Toleransi penting demi menjaga perdamaian.
  33. Kami menilai rasa suka mereka terhadap
  34. Andi menemukan uang di dalam saku celananya.
  35. Mobil itu melaju kencang di tikungan
  36. Nenek dibawa ke rumah sakit.
  37. Binatang di hutan terdiri dari berbagai macam spesies.
  38. Ayah bekerja demi anak dan istri.
  39. Selama hidupnya selalu beribadah.
  40. Adik menyembunyikan permen di bawah
  41. Di samping rumah ada restoran baru dibuka.
  42. Kakak bekerja guna mendapatkan penghasilan.
  43. Buku itu menceritakan sepanjang sejarah peradaban manusia.
  44. Anjing penjaga menyusuri sekitar
  45. Pada pagi hari ibu memasak.
  46. Dia satu-satunya dokter di wilayah
  47. Dia pandai mengaji pada usia muda.
  48. Belajar buat masa depan.
  49. Seperti buih di lautan.
  50. Dia mencaci tanpa belas kasihan.

Baca juga:


Demikian uraian penjelasan mengenai Contoh Kata Depan – Apa itu Preposisi, Fungsi, Frasa Preposisi, dan Jenis. Hal yang perlu diingat adalah penulisan kata depan yang tepat pada contoh preposisi di atas penting agar tidak terjadi kekeliruan makna dan salah EYD-nya. Selamat belajar, semoga sukses!

Evaporasi Adalah; Pengertian, Proses, dan Faktor yang Mempengaruhi

Apa itu Evaporasi? Pengertian Evaporasi Adalah; Proses dan Faktor yang Mempengaruhi – Ada banyak fenomena alam yang menakjubkan di kehidupan ini, salah satunya adalah evaporasi. Apa itu evaporasi? apa yang dimaksud dengan evaporasi?

Mari kita simak artikel ukulele ini agar paham.

Apa itu Evaporasi? Pengertian Evaporasi Adalah, Proses dan Faktor yang Mempengaruhi
Apa itu Evaporasi? Pengertian Evaporasi Adalah, Proses dan Faktor yang Mempengaruhi

Evaporasi adalah salah satu dari fenomena alam tersebut. Bukan hanya menakjubkan, proses evaporasi ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.

Baca juga :

Nah, kali ini kita akan membahas tentang pengertian evaporasi, proses terjadinya, faktor yang mempengaruhi, dan contoh evaporasi dalam kehidupan.

Pengertian Evaporasi Adalah

Apa itu evaporasi? Menurut Wikipedia, evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi.

Umumnya, penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.

Evaporasi juga dikenal dengan istilah penguapan. Semua benda yang mengandung cairan, baik berwujud zat cair ataupun gas dapat mengalami evaporasi. Hal itu dapat terjadi karena adanya pemanasan sehingga cairan berubah wujud menjadi gas.

Prinsip-prinsip Evaporasi

Setelah mengetahui apa itu evaporasi, sekarang kita akan belajar tentang prinsip apa saja yang dapat menyebabkan suatu benda cair berubah wujud menjadi gas.

  1. Evaporasi adalah fenomena yang terjadi pada benda dengan permukaan besar. Contohnya laut, danau, sungai, rawa, atau bejana besar.
  2. Sesuai dengan pengertian evaporasi bahwa hal itu juga bisa terjadi pada benda atau lahan yang mengandung air.
  3. Pada proses penguapan, sisa panas dapat membentuk gelembung-gelembung air.
  4. Volume dan berat benda yang mengalami penguapan akan berkurang.
  5. Apabila penguapan terjadi di suatu lahan, maka dapat menyebabkan kekeringan.
  6. Evaporasi adalah suatu kejadian yang dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan pangan seperti garam dan kerupuk.
  7. Evaporasi dapat terjadi karena pemanasan alam ataupun buatan.

Prinsip-prinsip di atas membuat Anda lebih mengerti tentang apa yang dimaksud dengan evaporasi. Namun, alangkah baiknya jika pengertian evaporasi itu diperdalam dengan mengenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Proses Terjadinya Evaporasi

Pengertian evaporasi adalah-Proses Terjadinya Evaporasi
Pengertian evaporasi adalah – Proses Terjadinya Evaporasi

Sumber : https://pendidikan.co.id/pengertian-evaporasi/

Evaporasi adalah suatu keadaan yang terjadi karena cairan pada sebuah molekul mendapatkan energi panas yang cukup dari lingkungan. Kemudian, molekul zat cair akan berubah menjadi uap (gas).

Apa yang dimaksud dengan evaporasi terjadi ketika tekanan uap lebih rendah dibandingkan dengan tekanan atmosfir. Apabila kondisinya berbalik, maka uap tersebut akan kembali ke bentuk cair. Proses tersebut dinamakan kondensasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Evaporasi

Evaporasi adalah perubahan wujud zat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ada faktor yang mempengaruhi secara langsung dan ada pula yang tak langsung.

Faktor-faktor yang mempengaruhi evaporasi secara langsung adalah berikut ini:

  • Suhu atau temperatur. Semakin tinggi suhu, maka semakin besar proses penguapan yang terjadi. Contohnya, semakin tinggi suhu lingkungan yang disebabkan oleh matahari, maka semakin cepat proses penguapan air tanah sehingga lahan menjadi kering dan retak. Contoh lain Evaporasi adalah ketika kita merebus air, maka semakin besar api akan mempercepat air mendidih dan kemudian mengalami penguapan.
  • Tekanan Uap. Penguapan akan semakin besar sejurus dengan tekanan uap yang meningkat.
  • Kecepatan angin. Evaporasi adalah kejadian yang juga dipengaruhi oleh angin. Semakin cepat angin berhembus, maka molekul udara juga cepat bergerak.
  • Kelembaban udara. Apabila udara semakin lembab, maka akan menurunkan suhu sekitar sehingga penguapan terjadi lebih lambat.
  • Sinar matahari. Lamanya penyinaran matahari dan intensitas radiasi matahari sangat mempengaruhi proses evaporasi. Hal ini dikarenakan matahari merupakan sumber cahaya dan panas bumi yang utama.

Selain faktor-faktor di atas, evaporasi adalah proses perubahan wujud zat yang dipengaruhi oleh faktor tak langsung berikut ini:

– Ketinggian Tempat. Semakin tinggi tempat, maka semakin rendah suhunya sehingga proses terjadinya evaporasi lebih lambat.

– Letak Lintang. Letak lintang menentukan intensitas radiasi matahari sehingga berdampak pada proses evaporasi secara tak langsung.

Jenis-jenis Evaporasi Adalah

Evaporasi adalah perubahan dari zat cair ke zat gas yang memiliki tiga jenis berdasarkan proses terjadinya. Berikut pemaparan lengkapnya:

1. Submerged Combustion Evaporator

Teknik pemanasan pada jenis evaporasi ini adalah dengan memberikan nyala api di bawah permukaan cairan. Gas yang panas itu kemudian bergelembung dan melewati cairan.

2. Diret Fired Evaporator

Sesuai dengan namanya, jenis evaporasi ini dipanaskan secara langsung. Api dan pembakaran gas kemudian dipisahkan oleh sebuah permukaan dinding besi dari cairan yang mendidih.

3. Steam Heated Evaporator

Jenis ini menggunakan pemanasan stero, yang mana pada satu sisi permukaan dikondensasi menjadi sumber panas, kemudian dialihkan melalui pembatas menuju cairan yang mendidih.

Rumus Evaporasi

Evaporasi adalah penguapan yang dapat dihitung dari rumus berikut ini:

ET – P – (R+S)

Keterangan:

ET: Evapotranspirasi

P: Presipitasi atau hujan

R: Lari

S: Simpanan Lengas Tanah

Contoh Evaporasi

Contoh-contoh evaporasi adalah sebagai berikut:

1. Berkeringat merupakan salah satu contoh evaporasi yang paling mudah dirasakan. Pada saat kita melakukan aktivitas berat, maka akan mengeluarkan cairan keringat di permukaan tubuh. Penguapan cairan keringat disebabkan kelebihan energi panas dari dalam tubuh.

2. Hujan juga merupakan contoh evaporasi yang lain. Pertama, air dari permukaan bumi akan berubah menjadi uap karena adanya energi panas matahari. Uap air tersebut disimpan oleh awan. Apabila kapasitas awan telah penuh, maka uap air akan diturunkan kembali dalam bentuk hujan (cairan). Proses turunnya hujan ini disebut kondensasi.

3. Menjemur pakaian. Pakaian yang mengandung zat cair dipanaskan di bawah terik matahari. Energi panas matahari akan mengubah zat cair di pakaian menjadi gas. Akibatnya, pakaian menjadi kering dan beratnya berkurang.

4. Merebus air. Semula air bersuhu dingin, kemudian suhunya meningkat karena adanya panas dari api. Setelah mencapai titik didihnya, air tersebut akan berubah menjadi uap air secara perlahan. Apabila Anda tidak mematikan api setelah air mendidih, maka air tersebut akan habis berubah menjadi uap.

5. Pembentukan garam dapur juga merupakan contoh evaporasi. Kristal garam didapat dari air laut terkena panas matahari dan angin.
Kelebihan dan Kekurangan Evaporasi

Pengertian evaporasi adalah-Pembentukan garam dapur
Pengertian evaporasi adalah – Pembentukan garam dapur

Evaporasi adalah sebuah proses yang punya kelebihan dan kekurangan. Berikut ini kami paparkan kelebihan dari proses evaporasi:

1. Evaporasi dimanfaatkan untuk membuat lemari pendingin.

2. Mengurangi kadar air dalam makanan sehingga lebih awet.

3. Dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis makanan. Contohnya kerupuk yang mengalami proses evaporasi saat penjemuran dan kue yang mengalami proses evaporasi dalam oven.

4. Evaporasi adalah proses yang dapat mengurangi berat suatu barang. Hal ini dapat bermanfaat untuk proses pengiriman.

5. Mengurangi demam pada orang yang sakit. Cairan pada kain kompret menguap karena pengaruh suhu tinggi.

6. Mengeringkan hasil pertanian sehingga bisa dilakukan proses berikutnya. Contoh: padi dijemur hingga kering lalu digiling.

Evaporasi adalah proses yang juga memiliki kekurangan berikut ini:

1. Menghilangkan sebagian atau seluruh zat gizi yang terkandung di dalam makanan.

2. Merusak bahan kain tertentu. Biasanya kualitas warna dan serat kain jadi menurun.

3. Memerlukan biaya dalam prosesnya (untuk evaporasi buatan).

4. Meningkatkan resiko korosif.

Baca juga :


Demikian pembahasan mengenai apa itu evaporasi, prinsip, faktor yang mempengaruhi, jenis-jenis, rumus, kelebihan, hingga contoh evaporasi. Dari uraian di atas, kami harap Anda bisa memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan evaporasi karena evaporasi adalah sebuah proses yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia.

 

Penjelasan Lengkap Lama Permainan Sepak Bola, Injury Time, Ekstra Time, & Adu Penalti

Selamat datang kembali di Ukulele.co.nz.

Lama permainan sepak bola adalah waktu yang ditentukan untuk menyelesaikan satu permainan sesuai dengan standart internasional. Menurut aturan normal, lama waktu permainan sepak bola adalah 2 x 45 menit.

Selain membahas lama permainan sepakbola berdasarkan aturan waktu normal, artikel ukulele ini juga akan mengulas tentang lama waktu istirahat, injury time, ekstra time, dan adu pinalti.

Baca juga:

Pengertian Sepak Bola

Sepakbola adalah salah satu permainan bola besar yang mempertemukan dua tim kesebelasan dengan upaya mencetak gol (bola masuk gawang lawan) sebanyak-banyaknya. Tim yang berhasil mencetak gol terbanyak keluar sebagai pemenang.

Lama Permainan Sepak Bola Adalah?

Lama permainan sepak bola adalah menggunakan aturan waktu yang ditetapkan oleh IFAB (International Football Asociation Board). Jadi, semua negara yang menyelenggarakan pertandingan sepak bola wajib menggunakan aturan waktu yang sama.

Lama Permainan Sepak Bola Adalah
Lama Permainan Sepak Bola Adalah? Durasi, Injury Time, Ekstra Time, dan Adu Penalti

Bila dalam pertandingan tidak diharuskan mendapatkan pemenang, maka lama permainan sepak bola adalah 2 x 45 menit. Durasi tersebut merupakan aturan normal tanpa ada perpanjangan.

Apabila dalam sebuah pertandingan sepak bola diwajibkan ada pemenang, misalnya saat pertandingan final, maka durasi waktu akan ditambah.

Waktu Istirahat pada Permainan Sepak Bola

Pertandingan tentu tidak berlangsung selama 90 menit tanpa jeda. Lama permainan sepak bola adalah dibagi menjadi dua babak, yaitu babak pertama dan kedua. Pada babak pertama, kedua tim beradu selama 45 menit.

Setelah babak pertama selesai, wasit akan meniup peluit panjang yang artinya kedua tim wajib menghentikan permainan sementara. Nah, masa inilah yang disebut dengan waktu istirahat.

Waktu Istirahat pada Permainan Sepak Bola
Lama permainan sepak bola adalah? Waktu istirahat pada permainan sepak Bola

Waktu istirahat setelah babak pertama usai ini disebut dengan istilah half-time. Lama waktu istirahat pada permainan sepak bola adalah 15 menit. Setelah itu, kedua tim akan kembali bertanding dengan durasi 45 menit.

Setelah pertandingan babak kedua usia, maka wasit akan kembali meniup peluit panjang yang artinya pertandingan selesai dan kedua tim wajib menghentikan permainannya.

Akhir pertandingan babak kedua ini disebut dengan istilah full time. Nah, setelah full time, pertandingan bisa benar-benar berakhir atau hanya istirahat sebentar untuk perpanjangan.

Keputusan perpanjangan lama permainan sepak bola adalah tergantung pada tujuan permainan. Apakah permainan tersebut mencari pemenang atau skor?

Apabila permainan dimaksudkan untuk mencari skor saja, misalnya pada tahap penyisihan grup, maka pertandingan bisa langsung dihentikan setelah full time.

Namun, bila tujuan pertandingan adalah mendapatkan juara atau pemenang yang akan melaju ke babak berikutnya, maka wasit harus memberikan tambahan waktu. Untuk masalah tambahan waktu pada permainan sepak bola ini akan kami bahas berikut ini.

Perpanjangan Waktu atau Ekstra Time dalam Sepak Bola

Perpanjangan waktu dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, kedua tim akan diberikan durasi tambahan selama 15 menit.

Dulu, apabila salah satu tim berhasil mencetak gol pada saat perpanjangan waktu, maka ia akan keluar sebagai pemenang. Jadi, masa perpanjangan waktu ini tidak harus dihabiskan. Tujuan dari perpanjangan waktu adalah untuk mendapatkan tim yang paling cepat mencetak gol.

Namun, aturan di atas sudah tidak digunakan lagi sekarang. Aturan baru menerangkan bahwa kedua tim harus menghabiskan perpanjangan waktu selama 2 x 15 menit.

Ekstra time atau perpanjangan waktu permainan sepak bola diberikan setelah kedua tim beristirahat selama 15 menit.

Setelah 15 menit pertama usai, maka akan ditambah dengan 15 menit kedua. Siapa yang paling banyak mencetak goal setelah selesai perpanjangan waktu ini dinobatkan sebagai pemenang.

Waktu Tambahan atau Injury Time

Pertandingan sepak bola tidak selalu berjalan mulus. Ada hambatan-hambatan yang mengulur waktu seperti bola sering keluar, terdapat pemain yang cidera, atau karena adanya pergantian pemain.

Hambatan-hambatan di atas menyebabkan lama waktu permainan sepak bola adalah berkurang. Untuk itu, Wasit berhak memberikan tambahan waktu sebagai gantinya.

Tambahan waktu di akhir babak pada permainan sepakbola dikenal dengan istilah injury time, additional time, atau stoppage time. Ketiga kata tersebut memiliki pengertian yang sama.

Adapun tambahan waktu pada lama permainan sepak bola adalah 1-5 menit. Namun, pada kondisi tertentu yang menyebabkan permainan terhenti lama, maka penambahan waktu ini bisa lebih dari 5 menit.

Golden Goal

Golden goal adalah aturan lama yang dipakai pada era 90 dan 2000. Pada saat itu, lama permainan sepak bola adalah 90 menit, kemudian ditambah 15 menit untuk menentukan siapa pemenangnya.

Tim yang berhasil mencetak goal lebih dulu dianggap sebagai pemenang. Jadi, masa perpanjangan waktu selama 15 menit ini tidak perlu dilangsungkan sampai selesai.

Namun, aturan golden goal ini rupanya sudah ditinggalkan. Sekarang kedua tim harus menyelesaikan lama waktu permainan sepak bola adalah 2 x 15 menit untuk perpanjangan.

Silver Goal

Silver goal atau kerap disebut goal perak adalah aturan yang menetapkan tim yang unggul di ekstra time pertama sebagai pemenangnya. Jadi, ekstra time pada babak pertama wajib diselesaikan untuk mendapatkan tim pencetak gol terbanyak.

Apabila kenyataannya kedua tim masih imbang setelah menyelesaikan babak pertama, maka akan dilanjutkan babak kedua. Tapi bila pada babak pertama sudah ada tim yang menang, maka babak kedua perpanjangan waktu tidak perlu dilakukan.

Adu Penalti

Adu Penalti
Lama Permainan Sepak Bola Adalah? Adu Penalti

Lama permainan sepak bola adalah 2 x 15 menit untuk perpanjangan waktu. Namun, durasi tersebut tidak selalu dapat dimanfaatkan oleh kedua tim untuk mencetak gol.

Bila setelah perpanjangan waktu 2 x 15 menit usai dan belum ada tim yang lebih unggul, maka wasit akan melakukan langkah selanjutnya, yaitu adu penalti.

Pada adu pinalti, setiap tim diberikan kesempatan menendang bola sebanyak lima kali yang dilakukan oleh lima orang berbeda. Siapa yang berhasil memasukkan bola paling banyak, maka ia akan memenangkan pertandingan tersebut.

Adu penalti ini merupakan jalan terakhir bila harus mencari pemenang. Tapi, kadang adu penalti dirasa kurang adil bila dibandingkan kemenangan tim yang diperoleh dari permainan normal.

Pasalnya, pada permainan sepak bola ini tidak hanya soal berhasil memasukkan bola ke arah lawah begitu saja, tapi juga terkait dengan strategi permainan.

Adapun stategi permainan sepak bola sendiri sangat kompleks, mulai dari strategi penyerangan, pertahanan, teknik menggiring, hingga kehandalan kiper dalam menyelamatkan gawangnya.

Total lama permainan sepak bola adalah ketika permainan dimulai hingga didapatkan pemenang atau full time pada pertandingan skor. Bila pertandingan harus berakhir dengan adu penalti, maka lama permainan sepak bola adalah hingga kedua tim menyelesaikan tendangan terakhir.

Baca juga:


Demikian pembahasan tentang permainan sepak bola. Adapun lama permainan sepak bola adalah tergantung dari kondisi pertandingan yang sedang berlangsung. Lama waktu permainan sepak bola adalah 90 menit bila normal, namun bisa hingga 150 menit bila terjadi banyak kendala.

Induk Organisasi Pencak Silat di Indonesia dan Sejarahnya

Induk Organisasi Pencak Silat di Indonesia; Sejarah Pencak Silat – Indonesia memiliki berbagai macam budaya bangsa dan aset tradisional yang khas yang perlu kita lestarikan. Salah satunya adalah pencak silat.

Pencak silat merupakan olahraga atau seni bela diri yang memerlukan konsentrasi. Pencak silat merupakan khas dari budaya Melayu dan terkenal di Indonesia.

Induk Organisasi Pencak Silat di Indonesia Adalah?
Induk Organisasi Pencak Silat di Indonesia Adalah?

Pencak silat saat ini berkembang pesat dan banyak digandrungi oleh semua kalangan dari pelajar hingga dewasa. Hal tersebut ditandai dengan pencak silat dilombakan di ajang ASEAN GAMES dengan pesertanya adalah seorang atlit professional pencak silat dari perwakilan setiap negara.

Pencak silat berkembang seiring dengan adanya induk organisasi pencak silat di Indonesia. Lalu bagaimana sejarah pencak silat dan induk organisasi pencak silat di Indonesia?. Semua akan diuraikan dalam artikel ukulele ini.

Baca juga:

Pencak Silat

Nama pencak sendiri diambil dari kebiasaan masyarakat Pulau Jawa, Bali, dan Madura sedangkan nama silat berasal dari Indonesia dan negara asia lainnya yaitu Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Pencak secara bahasa adalah gerak dasar bela diri yang terikat peraturan, sedangkan silat adalah gerak bela diri yang sempurna, bersumber dari kerohanian yang suci, guna keselamatan dan menghindari bahaya.

Sejarah Pencak Silat

Pencak silat adalah seni bela diri yang terkenal di Nusantara. Oleh sebab itu, dalam pencak silat mengandung unsur budaya Cina, Hindu, Buddha, dan Islam. Setiap daerah memiliki aliran pencak silat yang khas. Contohnya daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, daerah Jawa Timur terkenal dengan aliran Perisai Putih dsb.

Asal usul pencak silat dimulai dari nenek moyang Indonesia telah memiliki cara pembelaan diri yang digunakan untuk mempertahankan diri dan kelompoknya dari berbagai ancaman lingkungan alam sekitar.

Mereka melakukan pembelaan diri dengan menirukan gerakan binatang. Contohnya yaitu gerakan harimau, kera, ular, atau burung elang. Gerakan binatang yang ditiru merupakan gerakan binatang yang kuat dan pintar dalam beradaptasi di lingkungan alam.

Selain dari gerakan meniru gerakan binatang, keterampilan bela diri juga berkembang dari suku-suku asli di Indonesia yang dahulu berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak.

Pada masa kerajaan di Indonesia juga diperkiran telah menggunakan bela diri ini untuk mempertahankan wilayah. Contohya pada kerajaan besar seperti Majapahit dan Sriwijaya disebutkan memiliki pendekar yang menguasai ilmu bela diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit.

Dugaan dari bukti adanya pencak silat bisa dilihat dari artefak yang ditemukan pada masa Hindu-Buddha dan di candi yang menggambarkan kuda-kuda. Oleh sebab itu, konsep pencak silat tidak didasarkan olah tubuh semata, tetapi juga hubungan spiritual yang terkait erat dengan budaya Indonesia.

Kemudian seni bela diri ini terus mengalami perkembangan. Dari yang semula bela diri dari ancaman binatang dan manusia, menjadi bela negara untuk menghadapi penjajah. Hal tersebut dapat dilihat dari sejarah perjuangan melawan Belanda, seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Dipenogoro, Imam Bonjol, dan masih banyak lainnya.

Dimulai dari perkembangan pencak silat masa penjajahan Belanda, dalam upaya untuk mempersatukan pencak silat di Indonesia, maka dibuatlah Perhimpunan Pencak Silat Indonesia di daerah sebelum adanya induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI.

Perhimpunan tersebut merupakan gabungan dari aliran pencak Jawa Barat yang tersebar di Nusantara. Kemudian, setiap daerah juga membuat perhimpunan dengan jumlah 16 perguruan pencak silat, yang nantinya menjadi pengurus pusat dari induk organisasi pencak silat adalah IPSI.

Induk Organisasi Pencak Silat di Indonesia Adalah

Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI. IPSI ini adalah pelopor terbentuknya nama majemuk “pencak silat”. Tanggal berdirinya induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah 18 Mei 1948 di Surakarta. Pada saat itu, Ketua IPSI pertama yaitu Wongsonegoro.

Induk Organisasi Pencak Silat di Indonesia Adalah IPSI
Induk Organisasi Pencak Silat di Indonesia Adalah IPSI | Indonesia.go.id

Penamaan kata pencak silat berlandaskan pada makna kata yang sama, serta keinginan untuk menyatukan perguruan pencak dan perguruan silat.

Sejak pengesahan istilah resmi dari induk organisasi pencak silat (IPSI) tersebut, negara lain kemudian ikut mengesahkan penamaan seni bela diri tersebut dengan nama “Pencak Silat” dalam Organisasi Federatif Internasional yang diberi nama Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (PERSILAT).

Tujuan dibentuknya IPSI sebagai induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat di Indonesia dan mempersatukan berbagai aliran dari pencak silat di Indonesia.

Baca juga:


Pencak silat adalah warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan karena memiliki sejarah panjang dalam mempertahankan dan membela Indonesia.

Selain itu, banyak manfaat yang diperoleh dalam mempelajari pencak silat, seperti: meningkatkan perkembangan berpikir, moral (saling menghargai dan melindungi), dan kekuatan jasmani. Demikian penjelasan artikel ini, semoga bermanfaat!

15+ Contoh Kerjasama di Sekolah dan Cara Menumbuhkan Semangat Kerjasama di Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah bisa menumbuhkan rasa pengertian dan saling membantu satu sama lain. Interaksi yang terjadi antar teman di sekolah bisa menumbuhkan rasa kerjasama dalam berbagai kegiatan.

Lalu bagaimana cara menumbuhkan semangat kerjasama di lingkungan sekolah serta apa saja contoh kerjasama di sekolah yang bisa dilakukan bersama? Simak pembahasan artikel ukulele berikut.

Contoh Kerjasama di Sekolah serta Bagaimana Cara Menumbuhkan Semangat Kerjasama di Lingkungan Sekolah
Berbagai Contoh Kerjasama di Lingkungan Sekolah

Kerjasama di Lingkungan Sekolah

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kerjasama adalah suatu usaha yang melibatkan dua orang atau lebih dalam melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.

Contoh kerjasama di lingkungan sekolah dapat melibatkan berbagai pihak seperti, para siswa, guru, dan warga sekolah lainnya. Bentuk dan contoh kerjasama di lingkungan sekolah juga beragam.

Baca juga:

Cara Menumbuhkan Semangat Kejasama Di Lingkungan Sekolah

Setelah mengetahui pengertian kerjasama di sekolah. Pembahasan selanjutnya kami akan membahas mengenai bagaimana cara menumbuhkan semangat kerjasama di lingkungan sekolah?

Sekolah tentunya sebagai lingkungan yang sangat mendukung kerjasama antar sesama. Interaksi antara guru dan siswa bisa menumbuhkan semangat kerjasama yang cukup efektif.

Guru dapat memberikan pengajaran yang berkaitan dengan kerjasama, menjaga etika serta kedisiplinan kepada para siswa. Berbagai contoh kerjasama di lingkungan sekolah bisa dilakukan siswa dan guru dengan berbagai aktivitas belajar mengajar.

Contoh Kerjasama di Sekolah

Berbagai contoh kerjasama di sekolah bisa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, antara lain :

  1. Tugas Berkelompok
Tugas Berkelompok
Contoh kerjasama di sekolah: Tugas Berkelompok

Contoh kerjasama di sekolah yang pertama adalah tugas kelompok. Guru dapat memberikan tugas kepada siswa tidak hanya untuk individu saja, melainkan bisa dengan tugas kelompok.

Para siswa bisa belajar kerjasama dengan mengerjakan tugas kelompok. Saat mengerjakan atau belajar tugas kelompok siswa bisa membagi tugas besar dari kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok masing-masing.

Dengan begitu setiap anggota siswa bisa berperan untuk menyelesaikan tugas secara bersama-sama.

  1. Tugas Piket Kelas
Tugas Piket Kelas
Contoh kerjasama di lingkungan sekolah: Tugas Piket Kelas

Contoh kerjasama di sekolah berikutnya adalah tugas piket kelas. Pada suatu kelas pastinya terdapat kewajiban bagi para siswa untuk menjaga kebersihan dan kerapian kelas tersebut.

Pembagian tugas piket pada masing-masing siswa bisa meningkatkan rasa kerjasama di lingkungan sekolah.

Hal ini akan terlihat ketika setiap regu piket bisa mengerjakan tugas piket dengan disiplin dan teratur. Selain itu masing-masing siswa bisa mengingatkan satu sama lain terkait jadwal piket.

  1. Kegiatan Pramuka Antar Sekolah

Pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari pramuka. Biasanya pramuka masuk pada kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka merupakan salah satu contoh kerjasama di sekolah yang tersebar merata hampir setiap sekolah di Indonesia.

Kegiatan ini dapat meningkatkan kerjasama siswa di sekolah dan luar sekolah, karena pramuka biasanya diadakan dengan berkelompok dengan siswa lain antar sekolah.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan kerjasama siswa dalam kegiatan adalah; berkemah bersama, baris-berbaris, kegiatan api unggun, dll.

  1. Berolahraga Bersama

Mata pelajaran olahraga dapat mengajarkan siswa untuk memperkuat fisik dan menjaga kerjasama antar siswa. Contoh kerjasama di sekolah ini sangat dinanti-nanti oleh siswa. Berbagai jenis olahraga yang dilaksanakan pada mata pelajaran ini akan melatih siswa untuk gaya hidup sehat dan menjaga kekompakan.

Beberapa contoh olahraga yang bisa meningkatkan kerjasama antara lain, sepak bola, basket, bola kasti, lari estafet, bola voli, dll.

  1. Upacara Bendera

Kegiatan upacara bendera diadakan serentak dan memerlukan latihan, sehingga bisa kita kategorikan dalam salah satu contoh kerjasama di sekolah. Biasanya siswa yang ditunjuk sebagai petugas upacara akan mempersiapkan terlebih dahulu dengan latihan.

Persiapan yang dilakukan biasanya menyesuaikan peran dari masing-masing petugas upacara.

Hal yang dapat meningkatkan kerjasama dalam kegiatan upacara bendera adalah menjaga urutan dalam melaksanakan peran saat upacara dimulai, mengatur baris seluruh peserta upacara, dll.

  1. Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler
Contoh kerjasama di lingkungan sekolah: Kegiatan Ekstrakurikuler

Banyaknya pilihan kegiatan ekstrakurikuler bisa melatih kerjasama di sekolah. Antara lain ekstrakurikuler kelompok ilmiah, majalah sekolah, memasak, bahasa, dll.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu contoh kerjasama di sekolah yang sangat digemari oleh siswa-siswa karena mereka dapat menyalurkan hobi dan ketertarikan mereka, atau sekedar melepaskan penat karena setiap hari belajar di dalam kelas

  1. Acara Pentas Seni
Acara Pentas Seni
Contoh kerjasama di lingkungan sekolah: Acara Pentas Seni

Pentas seni biasanya dilaksanakan untuk memperingati perayaan tahunan atau acara perpisahan angkatan. Terdapat panitia yang mengurus pentas seni dan biasanya dipilih dari siswa yang akan menyelenggarakan acara tersebut.

Dari situlah contoh kerjasama di lingkungan sekolah juga dapat dilatih untuk membuat acara pentas seni berjalan dengan baik dan lancar.

Baca juga:

  1. Kegiatan Organisasi
Kegiatan Organisasi
Contoh kerjasama di lingkungan sekolah: Kegiatan Organisasi

Banyak sekali kegiatan organisasi yang ada di lingkungan sekolah. Seperti yang biasa dikenal yaitu OSIS. Selain OSIS juga terdapat organisasi intra sekolah lain seperti PMR, Rohis, dll.

Pengurus organisasi tersebut biasanya mengadakan kegiatan yang dapat meningkatkan sikap kerjasama antar siswa, seperti persiapan ujian sekolah dengan menata bangku bersama, kegiatan donor darah di sekolah, dan kegiatan mentoring.

  1. Lomba Antar Kelas
Lomba Antar Kelas
Contoh kerjasama di lingkungan sekolah: Lomba Antar Kelas

Pada waktu tertentu biasanya sekolah mengadakan lomba antar kelas. Seperti saat memperingati HUT RI 17 Agustus, setelah melaksanakan ujian sekolah dan acara tertentu lainnya.

Lomba antar kelas ini sangat efektif dalam meningkatkan sikap kerjasama siswa dan guru di lingkungan sekolah. Setiap siswa dilatih untuk menjaga kekompakan pada saat mengikuti lomba. Contoh kerjasama di sekolah ini biasanya lebih seru karena siswa berlomba untuk menjadi pemenang, dan salah satu faktor utamanya adalah dengan kerjasama yang baik.

Beberapa lomba antar kelas yang bisa meningkatkan kerjasama siswa di sekolah antara lain; pecah air, balap papan, olahraga, dll.

  1. Kompetisi Antar Sekolah

Kompetisi antar sekolah dilakukan dengan melibatkan 2 sekolah atau lebih dalam 1 perlombaan atau kompetisi.

Kompetisi antar sekolah ini bisa meningkatkan sikap kerjasama antar siswa. Contoh kompetisi tersebut antara lain, lomba cerdas cermat, lomba baris berbaris, dll.

  1. Ibadah Berjamaah di Sekolah

Pelaksanaan ibadah berjamaah di sekolah biasanya dilakukan pada waktu dzuhur. Hal ini biasanya dilakukan pada sekolah yang mengadakan durasi waktu pelajaran dari pagi hingga siang atau sore hari.

Contoh kerjasama di sekolah saat ibadah berjamaah ini, siswa dilatih untuk bekerjasama dalam menaati peraturan saat ibadah.

Ada imam sebagai pemimpin sholat berjamaah, dan makmum diharuskan mengikuti imam.

  1. Iuran Uang Kas Kelas

Aktivitas siswa di kelas selain belajar mengajar juga dibentuk pengurus kelas. Salah satu pengurus kelas yang bertanggung jawab mengelola keuangan kelas adalah bendahara.

Siswa biasnya mengumpulkan uang iuran kelas kepada bendahara. Uang tersebut digunakan untuk keperluan kelas seperti menjenguk teman kelas yang sakit, beli alat dan perlengkapan kelas, dll.

Sikap kerjasama yang dibentuk dari pengumpulan uang iuran kelas adalah saling membantu dalam memenuhi keperluan dan kepentingan kelas secara bersama-sama.

  1. Makan Bersama Di Sekolah

Pada saat sekolah biasanya siswa melakukan makan bersama, baik itu membawa bekal makan, makan di kantin atau lainnya,

Hal yang dapat meningkatkan sikap kerjasama siswa saat makan bersama yaitu, sikap disiplin saat antri mengambil makanan, menjaga kesopanan saat makan, makan mulai bersama dan selesai bersama.

  1. Kegiatan Baris Berbaris

Saat awal mulai sekolah biasanya guru mengatur siswa untuk baris terlebih dahulu sebelum masuk kelas.

Melalui kegiatan bari tersebu siswa banyak dilatih untuk menjaga sikap kerjasama. Antara lain; menjaga ketertiban saat baris, disiplin mengikuti baris berbaris, dll.

  1. Piknik Sekolah

Contoh kerjasama di sekolah yang terakhir adalah Piknik atau study tour sekolah. Hal ini adalah salah satu cara yang dapat meningkatkan sikap kerjasama siswa.

Antara lain; menjaga kebersihan, sikap kesopanan di tempat wisata, taat peraturan saat berada di tempat wisata, dll.

Baca juga:


Contoh kerjasama di sekolah ternyata amatlah beragam. Ulasan mengenai cara menumbuhkan semangat kerjasama dan contoh kerjasama di lingkungan sekolah diatas, semoga dapat bermanfaat bagi Anda sekalian.