Contoh Majas Eufimisme

15 Contoh Majas Eufimisme dan Penjelasannya – Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah sering mendengar atau membaca majas, biasanya majas tertera di novel, cerpen, puisi atau bahkan pada lagu.

Contoh Majas Eufimisme
Contoh Majas Eufimisme

Di kehidupan sehari-hari kita bisa ngobrol atau berdialog menggunakan majas, tidak ada salahnya anda mempelajari majas karena itu akan sangat berguna dikehidupan.

Kita dapat memilih ragam bahasa untuk bisa menghasilkan kalimat yang unik, berbeda dan menarik disebut dengan majas.

Majas bertujuan untuk membuat pembaca atau penikmat karya seni merasakan emosi dari suatu karya lewat gaya bahasa yang digunakan oleh seniman atau penulis pada umumnya.

Sudah banyak sekali majas yang sering kita temui, agar memudahkan anda dalam memahami, majas dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu :

  1. Majas Perbandingan

majas perbandingan merupakan majas yang disampaikan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian.

  1. Majas Sindiran

majas sindiran seringkali digunakan untuk memberikan sindiran kepada seseorang atau kondisi tertentu dan memberikan efek penekanan.

  1. Majas Penegasan

majas penegasan adalah jenis gaya bahasa yang berusaha untuk meningkatkan pengaruh pembaca agar menyetujui suatu ungkapan.

  1. Majas Pertentangan

majas pertentangan adalah gaya bahasa yang dengan sengaja menggunakan kata-kata atau kalimat yang bertentangan dari maksud sebenarnya.

Majas ada berbagai macam jenis, akan tetapi berbagai macam jenis itu di kelompokkan menjadi 4.

Pertama majas perbandingan, majas perbandingan adalah gaya bahasa yang disampaikan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian.

Jenis yang kedua ada majas sindiran, majas sindiran ini digunakan untuk memberikan sindiran kepada seseorang atau kondisi tertentu.

Jenis majas yang ketiga adalah majas penegasan, majas penegasan adalah jenis gaya bahasa yang berusaha untuk meningkatkan pengaruh pada pembacanya agar menyetujui suatu ujaran atau kejadian.

Terakhir ada majas pertentangan, majas pertentangan adalah gaya bahasa yang digunakan penulis yang sengaja menggunakan kata-kata yang bertentangan dari maksud yang di inginkan.

Dalam artikel kali ini kami akan membahas mengenai contoh majas eufimisme. Majas eufimisme termasuk kedalam salah satu majas perbandingan.

Baca juga :

Apa itu Majas Eufimisme?

Majas eufimisme merupakan gaya bahasa yang disampaikan dalam bentuk ungkapan halus untuk menggantikan ungkapan-ungkapan yang dianggap kasar.

Majas ini digunakan untuk menghindari ungkapan yang dapat menyinggung perasaan lawan bicara dan di nilai kurang sopan oleh masyarakat umum, dengan majas ini maka proses komunikasi dengan orang lain akan terkesan lebih sopan.

Majas eufimisme berasal dari bahasa Yunani yaitu “euphemizein” yang berarti kata-kata yang baik. Jadi menurut asal katanya, majas eufimisme adalah ungkapan bai yang digunakan untuk menggantikan ungkapan buruk.

Fungsi gaya bahasa ini adalah untuk menghormati lawan bicara dan memperhalus ungkapan.

15 Contoh Majas Eufimisme

Agar memudahkan anda, dalam artikel ini akan kami sajikan 15 contoh majas eufimisme.

  1. Amira sedang buang air besar di toilet umum, kalimat buang air besar memiliki arti berak.
  2. Setelah belajar disekolah Angga harus mengikuti les matematiak, karena ia kurang pintar dalam mata pelajaran itu, kalimat kurang pintar memiliki arti bodoh.
  3. TNI tersebut gugur dalam medan peperangan, kata gugur memiliki arti meninggal.
  4. Ani harus menuliskan apa yang ia maksud, karena ia seoran tuna wicara, kalimat tuna wicara memiliki arti bisu.
  5. Restoran apung di Wonigiri sedang membuka lowongan menjadi pramusaji, kata pramusaji memiliki arti pelayan.
  6. Ayah Rudi diberhentikan dari pekerjaannya karena terbukti melanggar peraturan di kantor. Kata diberhentikan memiliki arti dipecat.
  7. Kakak Soni berjalan menggunakan tongkat karena ia tuna netra, kalimat tuna netra memiliki arti buta.
  8. Mohon maaf, saya mau izin ke kamar kecil, kata kamar kecil memiliki arti toilet/wc.
  9. Ibu-ibu komplek biasa membicarakan kabar burung ketika sedang berkumpul membeli sayur, kata kabar burung memiliki arti kabar yang belumpasti kebenarannya.
  10. Di masa pandemi ini kalangan atas masih sering berlibur saat weekend, kalimat kalangan atas memiliki arti orang kaya.
  11. Para pejabat yang terlibat korupsi pertambangan di Maluku itu menenakan rompi orange saat di gandeng polisi, makna dari rompi orange adalah baju tahanan.
  12. Beberapa kali Nadia mendapat teguran dari guru karena kurang teliti dalam mengerjakan tugas, makna dari kata kurang teliti adalah ceroboh.
  13. Lina memiliki perilaku yang berbeda dari teman sebayanya, makna dari kata berbeda adalah aneh.
  14. Adinda dan keluarganya termasuk yang memiliki konomi kebawah, makna kata ekonomi kebawah adalah miskin.
  15. Orang yang tidak mau bekerja nasibnya akan jadi peminta-minta, makna kata peminta-minta adalah pengemis.

Baca Juga :


Itulah 15 contoh majas eufimisme yang dapat kami sajikan, yang terpenting dari penggunaan gaya bahasa ini adalah menggunakan kata yang baik untuk mengantikan kata yang buruk atau kasar.

Semoga artikel ini berguna bagi anda yang sedang mencari contoh majas eufimisme.

Pengertian, Ciri, dan Contoh Majas Metonimia

19+ Contoh Majas Metonimia; Pengertian, Ciri, dan Penjelasannya – Majas atau gaya bahasa merupakan ragam bahasa untuk memperoleh efek tertentu yang membuat kalimat dalam karya sastra tersebut semakin hidup.

Contoh Majas Metonimia
Pengertian Majas Metonimia, Ciri, Beserta Contohnya

Tujuan dari penggunaan majas adalah membuat pembaca atau penikmat karya seni merasakan emosi dari suatu karya lewat gaya bahasa yang digunakan oleh seniman atau penulis pada umumnya.

Macam-Macam Majas

Majas dikelompokkan ke dalam 4 jenis, yaitu :

  1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang biasanya di ungkapkan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lain.

  1. Majas Sindiran

Majas sindiran ini digunakan untuk mengungkapkan sesuatu kondisi atau mengungkapkan maksud kepada orang lain melalui kata-kata sindiran guna memperjelas pesan yang di ungkapkan.

  1. Majas Penegasan

Majas penegasan merupakan majas yang di ungkapkan untuk mempengaruhi seseorang dengan kata-kata yang tegas agar orang yang mendengar menyetujui suatu ungkapan.

  1. Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang digunakan penulis yang sengaja menggunakan kata-kata yang bertentangan dari maksud yang di inginkan untuk menekankan maksud yang ingin disampaikan.

Dalam artikel kali ini kami akan membahas contoh majas metonimia, majas ini termasuk kedalam salah satu jenis majas perbandingan.

Baca juga :

Apa itu Majas Metonimia?

Majas metonimia secara bahasa berasal dari bahasa Yunani, yaitu meto yang artinya menunjukkan perubahan dan anoma yang artinya nama.

Jadi, secara bahasa majas metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan sebuah merk atau label barang/benda untuk menyatakan suatu hal lain.

Penggunaan majas metonimia sangat sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat awam, selain untuk menyebut nama merk barang sejenis gaya bahasa ini juga digunakan untuk menyebut label atau karakteristik atribut dari barang tersebut.

Ciri Majas Metonimia

Adapun ciri khas yang menujukkan majas metonimia adalah adanya hubungan dari kata yang digunakan untuk mengganti nama suatu benda tersebut seperti merk yang sangat melekat dengan barang tersebut.

20 Contoh Majas Metonimia

Agar memudahkan anda dalam memahami majas metonimia berikut kami sajikan 20 contoh majas metonimia, seperti:

  1. Anita diminta ibunya untuk membeli rinso di warung untuk mencuci baju, (kata rinso yang digunakan dalam contoh majas metonimia ini adalah nama merk yang ditujukan untuk mengganti maksud sabun cuci baju).
  2. Pak rudi lebih senang berangkat kerja menggunakan gojek daripada harus membawa mobil pribadi, (kata gojek yang digunakan adalah label yang ditujukan untuk menggantikan maksud ojek online)
  3. Biasanya ibu akan mengkonsumsi bodrex sebelum tidur untuk meredakan sakit kepala, (kata bodrex yang digunakanadalahmerk yang digunakan untuk mengganti maksud obat sakit kepala).
  4. Ayu membeli cemilan untuk berkemah di indomaret, (kata indomaret yang digunakan adalah label nama yang digunakan untuk mengganti maksud supermarket)
  5. Rania pergi ke BNI untuk menabung keperluaannya di masa depan, (kata BNI yang digunakan adalah label nama yang digunakan untuk menganti maksud Bank)
  6. Saat weekend keluarga pak Subandi biasanya makan malam di KFC, (kata KFC yang digunakan adalah label nama untuk mengganti maksud dari restoran cepat saji).
  7. Aliyah menyuruh adiknya mengambilkan pepsodent untuk menggosok gigi, (kata pepsodent yang digunakan adalah nama merk untuk mengganti maksud dari pasta gigi)
  8. Tiap hari Anton menghabiskan waktunya untuk main among us, (kata among us yang digunakan adalah label nama untuk mengganti maksud dari game online)
  9. Pak Karyo setiap pagi selalu membaca sloops sembari minum kopi, (kata sloops yang digunakan dalam contoh majas metonimia adalah label nama untuk mengganti maksud dari koran).
  10. Sebelum tidur Aida selalu minum boneto, (kata boneto yang digunakan adalah label merk yang digunakan untuk mengganti maksud dari susu).
  11. Pak Sunarto seringkali melihat berita di TV ONE, (kata TV ONE yang digunakan adalah label nama untuk menggantikan kata stasiun televisi).
  12. Nanda sering kali mengerjakan tugas sembari nongkrong di Starbucks, (kata Starbucks yang digunakan adalah label nama untuk menggantikan kata kedai kopi).
  13. Sebagai anak kos Nadia sering kali makan indomie, (kata Indomie yang digunakan adalah label merk untuk menggantikan kata mie instan)
  14. Alea selalu mengunggah foto ke instagram setelah ia liburan, (kata instagram yang digunakan dalam contoh majas metonimia ini adalah label nama untuk menggantikan kata sosial media).
  15. Kak Romeo sering mendengar lagu-lagu Peterpan saat ia galau, (kata peterpan yang digunakan adalah label nama untuk menggantikan kata band indonesia).
  16. Ibu selalu membuat teh poci hangat saat hujan turun, (kata poci yang digunakan adalah label merk untuk menggantikan kata teh).
  17. Rara selalu membeli barang-barang yang sedang viral di shopee, (kata shopee yang digunakan adalah label nama untuk menggantikan kata plattform online shop)
  18. Wawan membeli Aqua di warung pinggir jalan itu, (kata Aqua yang digunakan dalam majas metonimia ini adalah label merk untuk menggantikan kata air mineral).
  19. Setiap lebaran idul fitri bu Santi selalu membeli khong guan untuk disajikan pada tamu yang datang, (kata Khong Guan yang digunakan adalah label merk untuk mengganti kata roti kering).
  20. Lulu membeli sunsilk untuk keramas nanti sore, (kata sunsilk yang digunakan adalah label merk untuk mengganti kata sampo).

Baca juga :


Itulah 20 contoh majas metonimia yang kami sajikan, yang terpenting dari penggunaangaya bahasa ini adalah penggunaan kata label atau merk untuk mengganti nama suatu barang yang serupa.

Semoga artikel ini berguna bagi anda yang sedang mencari contoh majas metonimia.

Pengertian dan Contoh Majas Alusio

33+ Contoh Majas Alusio dan Penjelasannya – Pada artikel kali ini, Kami akan membahas terkait salah satu majas yang umum digunakan yaitu majas alusio.

Pengertian dan Contoh Majas Alusio
Pengertian Majas Alusio dan 33+ Contohnya. | Unsplash.com

Pembahasan lebih lanjutnya Anda akan mempelajari pengertian apa itu majas alusio, termasuk dalam majas apa, isi dan ciri-ciri dalam majas alusio serta contoh majas alusio dalam bentuk kalimat beserta penjelasan singkat dari contoh tersebut.

Pengertian Majas Alusio

Majas alusio adalah gaya bahasa dengan menggunakan kata yang menunjukkan pada suatu peristiwa, perumpamaan, tokoh, atau kejadian penting yang terjadi pada masa lalu dengan menyamakan pada kejadian yang terjadi saat ini.

Kejadian atau peristiwa itu dipilih yang sudah tidak asing dan terkenal bagi pembaca sehingga pembaca dapat mengerti apa yang dimaksud penulis.

Majas alusio masuk dalam kategori majas pertautan. Hal tersebut dikarenakan dalam majas ini terjadi perbandingan antara sesuatu yang terjadi dengan masa lalu dengan masa kini yang dapat dihubungkan karena memiliki kesamaaan kejadian dengan pengarang bicarakan pada masa kini.

Majas ini tidak hanya menggunakan peristiwa masa lalu yang benar-benar terjadi, tapi juga dapat menggunakan cerita legenda ataupun dongeng yang banyak dikenal oleh masyarakat.

Dalam majas alusio ini juga terdapat beberapa kalimat yang menggunakan peribahasa dengan tujuan untuk memperindah dan menarik untuk dibaca serta agar pembaca mengerti apa yang dimaksud pengarang.

Namun, penggunaan peribahasa dalam majas alusio disebut juga dengan majas kilat  karena isi peribahasanya yang tidak lengkap.

Perlu Anda ketahui juga bahwa peribahasa sebenarnya berbeda pengertiannya dengan majas. Jika majas adalah gaya bahasa yang disampaikan oleh pengarang yang terbagi lagi menjadi bermacam-macam jenisnya dengan setiap jenis memiliki ciri khas dan kelompok lainnya.

Sedangkan pengertian peribahasa adalah kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan berperilaku, nasihat, prinsip hidup, perbandingan atau perumpamaan.

Peribahasan ini digunakan untuk menggambarkan maksud tertentu.

Baca juga :

33+ Contoh Majas Alusio Terbaru

Contoh Majas Alusio Terbaru
Contoh-Contoh Majas Alusio Terbaru

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa contoh majas alusio yaitu:

  1. Sepatu yang dia kenakan di pesta dansa sama seperti yang ada dalam kisah Cinderella.
  2. Setiap hari kakak dan adik itu selalu bertengkar sama seperti kartun Tom and Jerry.
  3. Perbuatan ibu tiri dan kakak tiri padanya sangat tidak baik, dia disuruh mengurus pekerjaan rumah, kakak tirinya selalu mencelanya dan tidak dianggap sebagai keluarga sama seperti dongeng bawang merah dan bawang putih.
  4. Aku pikir Pinokio hanya dalam kartun saja, ternyata aku melihat temanku sama seperti pinokio dimana dia tidak bisa berbohong, jika berbohong tubuhnya akan bereaksi dengan bersin-bersin.
  5. Anak durhaka itu disebut sebagai Malin Kundang oleh warga sekitar karena perbuatan buruknya pada ibunya, waktu tinggal bersama orang tuanya dia selalu membentak-bentak ibunya dan waktu sekarang dia kaya dia meninggalkan ibunya sebatang kara.
  6. Sudah keempat kalinya laki-laki paruh baya itu menikahi seorang gadis, dia memang tua-tua keladi.
  7. Bencana di wilayah Sidoarjo saat ini mengingatkanku tentang bencana lumpur lapindo yang terjadi beberapa tahun silam.
  8. Di berita sekarang sangat heboh peristiwa naas tentang kecelakaan pesawat di perairan Karawang yang sama seperti kejadian kecelakaan pesawat Lion Air yang menewaskan banyak korban jiwa.
  9. Suara peserta audisi Got Talent Indonesia saat bernyanyi itu mirip dengan almarhumah Nike Ardilla yaitu merdu dan unik.
  10. Atlet bulu tangkis itu pintar melakukan smash dengan kecepatan tinggi sehingga lawan tidak bisa menangkisnya sama seperti Taufik Hidayat.
  11. Pemain sepakbola U-15 itu sangat gesit dan lincah, cara permainannya ini mengingatkanku pada pemain legendaris Indonesia Gonzales.
  12. Sudah 3 tahun lamanya aku menunggumu dan mengharapkanmu untuk menyukaiku namun, semua ini sama halnya seperti kisah putri duyung yang berakhir dengan aku yang menghilang menjadi buih di lautan dan kau yang bahagia dengan memilih bersama putri yang salah.
  13. Wajah dan cara bicara pria itu mirip sekali dengan pangeran Charles.
  14. Kedua pasangan itu sangat romantis hingga akhir hayatnya sama seperti kisah cinta Habibie dan Ainun yang terkenal.
  15. Menjadi karyawan di perusahaan ini sungguh membuat sengsara tanpa bayaran yang cukup, sama seperti kerja Rodi waktu kolonial Perancis menjajah Indonesia.
  16. Krisis ekonomi jika dibiarkan terus-menerus seperti sekarang ini, maka dapat terjadi pengulangan sejarah seperti krisis moneter yang terjadi tahun 1998 yang mengakibatkan jumlah pengangguran naik drastis dan berdampak pada kemiskinan yang merata.
  17. Orang itu hanya pintar bicara tapi tak pintar berbuat seperti air beriak.
  18. Gaji yang diterima tidak sepadan dengan kinerja yang dilakukan membuat keuangannya lebih besar pasak.
  19. Jangan terlalu merasa puas dan sombong terhadap apa yang di dapat sesungguhnya bumi berputar.
  20. Aku tidak suka sifatnya yang berubah-ubah, minggu kemaren dia janji untuk menemuiku tapi nyatanya diundur minggu depan, benar seperti di daun talas.
  21. Seberapa sulitnya hidup dan keterbatasan yang dimiliki tidak menyurutkan mereka untuk menuntut ilmu ke sekolah walaupun harus berjalan berkilo-kilo meter, ini mengingatkanku pada cerita Laskar Pelangi.
  22. Hari ini adalah hari pernikahan wanita cantik itu, dia tulus mencintai laki-laki apa adanya, sehingga mereka dijuluki pasangan Beauty and The Beast.
  23. Wanita itu mengubah gaya rambutnya agar mirip dengan idolanya yaitu Ratu Elizabeth.
  24. Gunung itu diperkirakan meletus dengan kekuatan yang sama dengan ledakan gunung Krakatau, sehingga warga di sekitar wilayah tersebut diminta untuk segera mengungsi.
  25. Nilai skor bola pingpong antara Amerika dengan Jepang sama dengan nilai skor pada pertandingan Jerman dan Australia dua tahun yang lalu.
  26. Pembunuh berantai itu akhirnya dijatuhi vonis hukuman mati sama seperti pada kasus Tsutomu Miyazaki.
  27. Mahasiswa banyak turun ke jalan untuk melakukan demo ini mengingatkanku dengan kejadian demo mahasiswa tahun 98.
  28. Kebakaran hutan di Kalimantan terulang kembali pada musim kemarau setelah sebelumnya terjadi pada tahun 2019 dengan status kualitas udara memasuki level bahaya.
  29. Film garapan Disney membuat live action dari dongeng Aladdin sukses meraup keuntungan yang besar.
  30. Satu persatu keturunan keluarga Onassis itu meninggal sama yaitu dengan cara tragis.
  31. Suara penyanyi korea itu sangat lembut dan unik, pantas saja dia disebut sebagai The Next Michael Jackson.
  32. Pembulian di sekolah itu viral sama seperti pembulian siswi SMP di Purworejo karena aksi tersebut tersebar melalui video.
  33. Gadis kecil itu saat bangun terlihat lincah kesana-kemari namun, jika tertidur sangat cantik dan lama untuk bangun mirip seperti sleeping beauty.
  34. Ucapanmu itu sama seperti tong kosong.

Penjelasan tentang Contoh Majas Alusio

Contoh majas alusio di atas tampak jelas bahwa majas ini membandingkan kejadian, orang, legenda masa lalu dengan yang ada saat ini, selain itu contoh majas alusio tersebut menggunakan peribahasa yang tidak lengkap.

Contoh majas alusio yang menggunakan peribahasa secara tidak lengkap seperti: air beriak (lengkapnya: air beriak tanda tak dalam), bumi berputar (lengkapnya: bumi berputar zaman beredar), lebih besar pasak (lengkapnya: lebih besar pasak dibandingkan tiang), dan di daun talas (lengkapnya: air di daun talas).

Contoh majas alusio tidak hanya membandingkan katanya dengan peristiwa nyata, tapi juga dapat menggunakan cerita legenda atau dongen yang terkenal.

Contoh majas alusio membandingkan maknanya dengan kejadian dongeng atau legenda seperti penggunaan kata: Beauty and The Beast, Laskar Pelangi, Cinderella, Pinokio, Malin Kundang, dan Tom and Jerry.

Baca juga :


Dengan adanya majas ini pembaca akan lebih fokus dan mengerti apa yang penulis sampaikan karena menggunakan kiasan kata tokoh atau contoh peristiwa yang telah terkenal dan dipahami oleh pembaca.

Kedekatan dalam pemilihan kata yang ada dalam majas alusio ini membuat membaca dapat memahami peristiwa yang terjadi karena bermakna lebih dekat dengan kejadian masa lalu.

Namun, hal yang penting dan harus diingat pembuatan majas ini harusnya menggunakan ungkapan atau peribahasa yang digunakan secara umum. Jika hanya diketahui pengarang, pembaca akan kesulitan untuk mengerti.

Demikian penjelasan dari pengertian dan beberapa contoh majas alusio di atas, semoga bermanfaat.

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan – Gaya bahasa atau yang lebih dikenal dengan majas adalah cara menggunakan bahasa dalam konteks tertentu, oleh orang tertentu, dan untuk tujuan tertentu.

Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya
Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya | Unsplash.com

Pemakaian gaya bahasa yang tepat dapat menarik perhatian dan memberikan kesan kepada pembaca. Sebaliknya, bila penggunaannya tidak tepat, maka penggunaan gaya bahasa akan terdengar aneh dan tidak dipahami oleh pembaca ataupun pendengar.

Pemakaian majas berfungsi untuk menghidupkan apa yang dikemukakan dalam teks, karena majas dapat menyampaikan gagasan yang penuh makna dengan kata yang relatif singkat dan padat.

Oleh sebab itu, majas dapat dijadikan sebagai cara mengungkapkan pikiran penulis melalui bahasa yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian (style) penulis dengan pilihan kata, frasa, klausa, ataupun kalimat.

Secara umum, majas terbagi menjadi empat jenis yang masing-masing jenis majas tersebut, didalamnya juga memiliki sub jenis majas lainnya. Keempat majas tersebut yaitu:

  • Majas Perbandingan
  • Majas Penegasan
  • Majas Sindiran
  • Majas Pertentangan

Dari keempat majas tersebut, salah satu jenis majas yang akan dibahas oleh artikel ini  yaitu majas pertentangan.

Pengertian Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang mengekspresikan sesuatu menggunakan kata yang bertentangan atau berkebalikan dengan makna sebenarnya.

Dengan adanya majas ini, akan memberikan efek penekanan terhadap pembaca atau pendengar. Majas pertentangan terbagi lagi menjadi beberapa jenis.

Baca juga :

Jenis dan Contoh Majas Pertentangan

Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai jenis majas pertentangan dan contoh-contoh majas pertentangan.

  1. Majas Antitesis

Majas antitesis adalah gaya bahasa yang menunjukkan pertentangan antara dua kata yaitu dengan membandingkan dua kata yang berlawanan dalam suatu pernyataan.

Contoh majas antitesis adalah sebagai berikut.

  • Peningkatan ekonomi ditandai oleh naiknya proses jual beli yang ada pada masyarakat.
  • Susah senang bukan menjadi penghambat untuk beriman kepada Allah.
  • Baik dan buruknya seseorang tidak dinilai dari fisik maupun hartanya.
  • Cepat atau lambat aku akan berhasil mengalahkanmu dalam pertandingan sepak bola. Lihat saja nanti.
  1. Majas Pertentangan Litotes

Majas litotes adalah gaya bahasa yang berisi pernyataan kata yang berlawanan artinya dengan kata sebenarnya dengan maksud untuk merendahkan diri.

Majas litotes biasanya digunakan untuk bertindak sopan kepada orang lain agar tidak berlaku sombong atau angkuh.

Contoh majas litotes adalah sebagai berikut.

  • Maaf jika seadanya, silahkan masuk di gubukku yang kecil
  • Saya yang pemula ini, jika Anda berkenan akan mencoba membantu menjawab pertanyaan saudara.
  • Saya hanya ingin memberikan baju yang sangat sederhana ini untuk anak-anak, kiranya saya berharap mohon diterima.
  • Aku yang lemah ini ingin berusaha lebih keras untuk bisa menyenangkan orang tua.
  1. Majas Hiperbola

Jenis majas pertentangan selanjutnya adalah majas hiperbola. Majas hiperbola sudah sangat sering dijelaskan dan dipakai pada sebuah karya sastra.

Dari asal katanya “hiper” dimaknai sebagai sesuatu yang berlebihan. Oleh sebab itu majas hiperbola adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan berlebihan.

Berlebihan yang dimaksud dapat dari segi sifat, bentuk, ataupun ukurannya. Penggunaan majas ini umumnya dipakai untuk mengekpresikan kekaguman, ketertarikan, maupun sesuatu perasaan yang negatif.

Contoh majas pertentangan pada majas hiperbola adalah sebagai berikut.

  • Hari ini aku capek sekali, seharian bekerja ditambah jam lembur rasanya ingin meninggal.
  • Kau pasti adalah malaikat yang turun ke bumi untuk menebar kebaikan, kau sangat baik.
  • Cantikmu seperti cahaya yang menerangi saat kegelapan, Bulan saja merasa malu
  • Aku tak bisa berpaling darimu kemanapun aku pergi, aku pikir wajahmu mengalihkan duniaku.
  1. Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas pertentangan yang menggambarkan sesuatu yang seolah-olah bertentangan padahal sebenarnya tidak.

Dari bahasanya, kata paradoks berasal dari kata “para”, yaitu kontradiktif dan “doxa”, artimya pemikiran.

Jadi, majas paradoks merupakan dua hal yang kontradiktif tapi keduanya adalah sebuah kebenaran.

Contoh majas pertentangan paradoks adalah sebagai berikut.

  • Semarah-marahnya ibu terhadap anaknya. Ibu akan selalu menyanyangi anaknya.
  • Orang yang tidak mengenalnya pasti menganggap dia adalah orang yang cuek tapi di dalam hatinya sebenarnya dia perhatian terhadap orang lain.
  • Saat sedang berbicara dengan temannya dia bermulut manis, namun jika dibelakang menjadi bermulut pahit
  • Doni bersikap seolah-olah dia bodoh, padahal ketika menjawab soal dia adalah anak yang pintar.
  1. Majas Okupasi

Majas okupasi adalah majas pertentangan yang memiliki tujuan untuk melakukan bantahan. Bantahan tersebut kemudian diberi penjelasan atau kesimpulan sebagai penutup kalimat.

Contoh majas pertentangan jenis majas okupasi adalah sebagai berikut.

  • Olahraga itu menyehatkan, tapi banyak orang malas bangun pagi untuk melakukannya. Tidur lebih diminati dibandingkan berolahraga.
  • Jujur merupakan perbuatan mulia yang harus ditanamkan sejak dini, tapi jika jujur untuk mengatakan keburukan orang lain itu kurang sopan. Kejujuran perlu dilakukan secara bijak tanpa melukai hati seseorang.
  • Penggunaan majas dalam karya satra perlu diaplikasikan, tapi penggunaan majas tersebut harus memperhatikan kebahasaan dan kesesuaian dengan kalimatnya. Oleh sebab itu, penggunaannya perlu memperhatikan struktur katanya dan fungsi pada setiap jenis majas.
  • Aku bukannya tidak menyukai, tapi perilakumu padaku sungguh tidak menyenangkan. Jadi aku berusaha untuk tidak terlibat denganmu dalam hal apapun.
  1. Majas Pertentangan Kontradiksi Interminus

Majas kontradiksi interminus adalah majas yang menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan penjelasan sebelumnya.

Fungsi dari majas kontradiksi interminus yaitu untuk menunjukkan pengecualian atau penolakan.

Contoh majas pertentangan pada majas kontradiksi interminus adalah sebagai berikut.

  • Semua murid berbaris untuk melaksanakan upacara bendera, kecuali Ani tidak ikut karena sedang sakit sehingga perlu beristirahat di UKS.
  • Dini melihat pintu dapur restoran yang bertuliskan bahwa semua orang dilarang masuk, kecuali karyawan.
  • Setiap pengendara mobil dilarang parkir di samping kantor tersebut, kecuali direktur, kepala bagian departemen, serta klien kantor.
  • Kakak dihukum tidak boleh keluar dari rumah, kecuali pergi ke sekolah.
  1. Majas Pertentangan Oksimoron

Majas oksimoron adalah majas pertentangan yang mirip dengan majas paradoks. Hal tersebut karena majas oksimoron ini adalah majas lanjutan atau perpanjangan dari majas paradoks.

Perbedaan yang mendasar dari majas paradoks dengan majas ini adalah pada majas oksimoron terdapat penggunaan kata yang bertentangan dalam satu kalimat yang sama.

Menurut Tarigan (1986), majas oksimoron adalah majas yang mengandung penegakan atau pendirian suatu hubungan sintaksis antara dua kata yang berlawanan.

Sintaksis adalah ilmu terkait prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami.

Contoh majas pertentangan oksimoron adalah sebagai berikut.

  • Di setiap perjalanan hidup percayalah selalu ada kemudahan pada setiap kesulitan.
  • Hidup atau matiku ku serahkan pada-Mu semata.
  • Tak peduli senang atau duka, aku ingin selalu bersamamu.
  • Isak tangis bahagia kurasakan setelah aku melihat kepulanganmu.
  1. Majas Pertentangan Anakronisme

Majas anakronisme adalah majas pertentangan yang berkaitan dengan waktu. Majas ini menggambarkan sesuatu yang bertentangan dengan waktu penyataan yang bersangkutan.

Berdasarkan asal katanya, anakronisme terbagi menjadi “ana” yang berarti mundur, dan “chronos” yang artinya waktu.

Jadi majas ini menceritakan bentuk lampau dengan menambahkan hal yang tidak ada pada masa lalu (ada masa kini). Oleh sebab itu, majas anakronisme mengandung unsur ketidaktepatan antara peristiwa/benda dengan waktunya.

Contoh majas pertentangan jenis anakronisme adalah sebagai berikut.

  • Ande-ande lumut sedang berlayar mengelilingi samudra dengan membawa peta digitalnya.
  • Malin kundang datang menemui ibunya dengan membawa oleh-oleh berupa roti kukus.
  • Dinosaurus itu datang dan menghancurkan bangunan apartemen mewah itu.
  • Sudah hampir 2 jam Putri Deokhye menunggu taksinya tiba, namun sampai saat ini belum datang.

Baca juga :


Demikian adalah contoh-contoh majas pertentangan yang memiliki berbagai macam sub-jenis di dalamnya.

Garis besarnya dari majas pertentangan ini dapat Anda ketahui, yaitu merupakan kalimat yang memiliki unsur pertentangan atau antonim (lawan kata).

Berkenaan dengan hal itu, diharapkan artikel ini dapat memberikan konsep keilmuan, wawasan dan pengetahuan berkenaan tentang majas pertentangan sehingga dapat diaplikasikan dalam berbagai karya sastra.

Semoga bermanfaat.

Contoh Majas Tautologi; Pengertian dan Penjelasannya

Melanjutkan permbahasan mengenai majas, kali ini kami akan jelaskan tentang majas tautologi.

contoh majas tautologi
Pengertian Majas Tautologi; Fungsi, Contoh, dan Penjelasannya

Pengertian Majas Tautologi

Majas tautologi termasuk dalam majas penegasan. Hal ini desebabkan terdapat frasa yang diulang-ulang dalam satu kalimat dengan maksud untuk menegaskan kata.

Majas tautologi mirip dengan majas repetisi.

Perbedaannya adalah pada majas tautologi pengulangan katanya lebih berlebihan dan tidak terlalu memiliki makna yang berarti dibandingkan dengan majas repetisi.

Selain itu, pada majas tautologi pengulangan katanya dapat menggunakan persamaan atau sinonim pada kata sebelumnya. Untuk lebih memahaminya lihatlah contoh majas repetisi dibawah ini.

Contoh majas repetisi:

  • Tidur, tidur, dan tidur hanya itu yang bisa kamu lakukan seharian ini.
  • Kau yang kuharapkan untuk menamani hari-hariku, kau yang kuharapkan saat aku merasa kesapian, kau yang kuharapkan yang selalu ku tunggu.
  • Selamat tinggal kenangan, selamat tinggal luka, selamat tinggal.
  • Untukmu yang selalu membantuku saat aku sedang kesulitan, untukmu yang telah menamani hari-hariku, untukmu yang membuatku tersenyum di setiap kerikil yang menghadang.
  • Sudah kukatakan berulang kali padamu pergi, pergi dan pergilah dari sini, jangan pernah menampakkan wajahmu lagi padaku.

Berikut adalah contoh majas repetisi yang berupa pengulangan kata yang dianggap penting yang bertujuan untuk menegaskan, sedangkan untuk contoh majas tautologi dapat dilihat pada poin selanjutnya.

Jika dilihat dari struktur kalimatnya, majas tautologi cocok digunakan dalam karya sastra seperti cerpen, novel, dongeng, ataupun puisi.

Dengan pengaplikasian majas tautologi pada karya sastra tersebut akan membuat bahasa semakin menarik dan unik sehingga membuat pembaca atau penikmat sastra lebih tertarik untuk membaca karena dapat merasakan efek emosional dari gaya bahasa penulis.

Fungsi Majas Tautologi

Secara umum, fungsi majas tautologi antara lain :

  • untuk memberikan kesan kepada pembaca,
  • membuat pembaca mengerti maksud yang disampaikan pembaca,
  • membuat pembaca berimajinasi dengan dalamnya makna karena tatanan bahasa yang digunakan pada majas tautologi,
  • serta membuat kalimat menjadi lebih fleksibel dan tidak terlalu kaku.

42+ Contoh Majas Tautologi dalam Kalimat

Contoh majas tautologi dalam bentuk kalimat dapat dilihat sebagai berikut.

  • Hancur dan lebur sudah hatiku melihatmu berkencan dengan orang lain.
  • Hidupku penuh duka, hidupku penuh nestapa.
  • Malam ini begitu sunyi dan senyap tidak ada orang di rumah sehingga aku memutuskan untuk menginap di rumah temanku.
  • Hatiku remuk redam saat kau mengkhianatiku di belakang selama setahun, aku sangat bodoh tidak mengetahuinya.
  • Kau memang gagah, kau memang kuat, kau memang hebat.
  • Tidak ada maksud dan tujuanku untuk mengganggumu, yang kuinginkan adalah ingin bersamamu.
  • Sudah berkali-kali dan berulang-ulang ku katakan untuk mengembalikan buku yang pernah kau pinjam.
  • Dalam perjalanan yang jauh, di bukit berpasir ini kurasakan haus dan dahaga yang amat sangat.
  • Tidak perlu cemas dan gelisah, jika kau sudah belajar kau harus percaya diri dan pasrahkan semua pada-Nya.
  • Aku kagum dengan wanita ini dari wajah, hati dan tutur katanya sangat cantik, indah dan mempesona.
  • Sepanda-pandai dan selihai-lihainya kau berbohong, cepat atau lambat akan ketahuan juga.
  • Kenapa seharian ini tampangmu letih dan lunglai begitu? Apa kau sedang sakit?
  • Karena aku marah dan murka terhadapnya aku tidak mau mendekatinya walau hanya sekedar bicara atau berpapasan dengannya.
  • Aku sangat berharap ingin kau hadir dan datang hanya untuk menemuiku.
  • Sopan santun harus tertanam dalam diri dan diajarkan sejak dini, supaya saat menginjak dewasa tidak menjadi orang yang seenaknya.
  • Sebelum melakukan sesuatu, berdoalah terlebih dahulu agar supaya urusanmu tidak mendapatkan kesulitan.
  • Ani dapat mengerjakan semua soal ujian matematika yang diberikan gurunya. Menurutnya, soal ujian matematika tersebut mudah dan gampang.
  • Kedua petarung tinju tersebut saling beradu dan bertarung karena ingin memperebutkan juara 1 dan bertahan.
  • Toilet yang ada di kantor ini harus dipisahkan antara perempuan dan laki-laki, jangan sampai dicampur baur.
  • Keluarga itu baru saja ditinggal oleh ayahnya, sehingga dalam beberapa bulan ini duka lara masih dirasakan oleh keluarga itu.
  • Aku kangen saat kita kerja kelompok bersama, aku rindu saat kita tertawa bersama.
  • Tumben sekali dia berangkat pagi-pagi buta, biasanya bangun tidak pernah dini hari seperti ini.
  • Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku kesepian.
  • Banyak buku yang telah aku telaah dan pelajari, namun hasilnya tetap saja, rangkingku kalah dengannya.
  • Ku coba cermati, ku coba pahami agar aku tidak salah dalam melangkah.
  • Ini adalah baru dan pertama kali dalam hidupku melihat lukisan yang indah ini.
  • Hutan itu ditumbuhi pepohonan yang sangat lebat dan rimbun.
  • Film horor ini lebih menakutkan dan mengerikan dibandingkan yang aku pikirkan selama ini.
  • Tak masalah jika nilaimu tidak masuk dalam rangking 10 besar, yang terpenting dan utama kamu mengerjakannya dengan memegang prinsip kejujuran.
  • Buah ini baru aku beli dari supermarket, coba saja rasanya masih segar dan fresh.
  • Hatiku sakit dan terluka melihatmu pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.
  • Maaf atas kesalahanku yang tidak sengaja, ini terjadi begitu saja tanpa kusadari.
  • Kau tidak perlu khawatir, tenang dan santai saja lihatlah aku pasti menang.
  • Permainan ini sangat menegangkan dan membuat aku tertekan, aku tidak mau lagi bermain.
  • Sakit gigi ini akan berakhir dan selesai jika kamu pergi ke dokter jauh-jauh hari sebelumnya.
  • Aku mengerjakan soal dan membacanya sepelan dan selambat mungkin, supaya tidak ada satupun yang terlewat.
  • Kebaikan seseorang adalah harga yang tertinggi, harga yang termahal yang harus kita syukuri.
  • Nasi goreng yang ada di prasmanan pernikahan sudah habis tidak bersisa.
  • Aku bosan melihat pertandingan di babak ini, karena pertandingan kali ini yaitu sesama orang lemah dan tidak berdaya.
  • Tidak ada untungnya aku meladenimu, yang ada hanya kerugian yang akan aku terima.
  • Selalu saja kau menuduhku melakukan perbuatan tidak baik itu, selalu saja kau menudingku.
  • Sudah ku lakukan semua yang ku bisa dan ku mampu, tapi selalu saja kau tidak menghargainya.
  • Aku ingin tinggal dan menetap disini berdua bersamamu.

Baca juga :

Penjelasan Majas Tautologi Lebih Mendalam

Contoh majas tautologi di atas, dapat Anda ketahui dengan jelas perbedaan antara majas repetisi dengan majas ini.

Jika majas repetisi menggunakan kata yang sama berulang-ulang, maka pada contoh majas tautologi disini menunjukkan makna yang berulang dengan mengganti katanya menjadi sinonimnya.

Seperti pada contoh, yaitu hancur dan lebur, cemas dan gelisah, tidak sengaja dengan tanpa kusadari, tidak ada untungnya dengan kerugian, menuduhku dengan menudingku, ku bisa dan ku mampu, berakhir dan selesai, tenang dan santai, dsb.

Dari contoh-contoh majas tautologi tersebut kata yang berdampingan dalam satu kalimat menunjukkan kata sinonimnya.

Dalam majas tautologi memberikan kesan penegasan yang berasal dari pengulangan kata sehingga dapat dikatakan bahwa majas ini termasuk kalimat yang tidak efektif.

Hal tersebut disebabkan karena memuat unsur makna yang berulang dalam satu kalimat sehingga kehematan sebagai ciri khas kalimat efektif tidak terpenuhi.

Oleh sebab itu, contoh majas tautologi ini tidak cocok digunakan untuk karya tulis ilmiah karena menggunakan kalimat yang tidak efektif, sedangkan pada karya tulis ilmiah harus menggunakan kalimat efektif.

Karya tulis ilmiah contohnya seperti jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi memerlukan kalimat efektif untuk memberikan informasi secara tepat sehingga gagasan dan ide yang dipikirkan pengarang sama tepatnya dengan apa yang di dalam pikiran pembaca.

Ciri-ciri kalimat efektif menurut Widjono (2007), yaitu keutuhan, kesatuan, kelogisan atau kesepadanan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, dan kevariasian kata dan struktur.

Sedangkan majas pada umumnya seperti contoh majas tautologi di atas, pembaca tidak harus berpikiran sama dengan pengarang, karena majas dapat menggunakan daya khayal pada tiap pembaca maupun pengarang sehingga dapat menginterpretasi kalimat sesuai dengan pikirannya masing-masing.

Jadi, seperti yang dikatakan sebelumnya, majas ini bersifat fleksibel dan tidak terlalu kaku.


Semoga bermanfaat.