Contoh Teks Deskripsi; Pengertian, Cara Membuat, dan Penjelasannya

Contoh Teks Deskripsi; Pengertian, Cara Membuat, dan Penjelasannya – Dalam dunia kepenulisan terdapat berbagai macam jenis teks. Salah satunya adalah teks deskripsi.

Contoh Teks Deskripsi; Pengertian, Cara Membuat, dan Penjelasannya
Contoh Teks Deskripsi; Pengertian, Cara Membuat, dan Penjelasannya

Apakah Anda pernah membaca contoh teks deskripsi? Jika sudah, di manakah Anda sering menemukan contoh teks deskripsi?

Kalau belum, tenang saja. Pertanyaan seputar pengertian dan contoh teks deskripsi akan terjawab di tulisan singkat ini.

Simak dan pahami baik-baik ya teman, agar Anda bisa mengerti apa itu pengertian dan contoh teks deskripsi.

Pengertian Teks Deskripsi

Teks deskripsi ditulis dengan tujuan supaya pembaca seakan-akan merasakan sesuatu yang digambarkan pada teks tersebut.

Penggambaran dalam teks deskripsi lebih detail dan terperinci agar pembaca mampu merasakan kondisi yang digambarkan.

Contoh teks deskripsi banyak sekali ditemukan di dalam bacaan novel dan cerpen.

Contoh teks deskripsi yang ditulis oleh pengarang cerita biasanya dimaksudkan agar pembaca dapat terbawa arus suasana yang diilustrasikan dalam cerita tersebut.

Apakah Anda masih bingung seputar pengertian dan contoh teks deskripsi?

Supaya tidak bingung lagi, kami akan melanjutkan pembahasan tentang cara mudah membuat contoh teks deskripsi disertai struktur dan kaidah penulisan teks deskripsi.

Baca juga :

Struktur Teks Deskripsi

Sebelum melanjutkan tentang contoh teks deskripsi, terlebih dahulu harus dipahami apa itu struktur teks deskripsi.

Struktur teks deskripsi adalah susunan teks yang memudahkan untuk membuat contoh teks deskripsi. Struktur tersebut terdiri dari ;

  1. Identifikasi, bagian ini menjelaskan tentang gambaran umum atau identitas dari objek yang akan dibahas.
  2. Klasifikasi dan Deskripsi Bagian, klasifikasi bertujuan untuk mengelompokan tulisan berdasarkan aturan kepenulisan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, baru diuraikan ke dalam deskripsi bagian. Bagian-bagian atau ciri-ciri objek digambarkan secara detail dan terperinci.
  3. Penutup, berisi kesan atau simpulan dari penulis terhadap objek yang digambarkan.

Kaidah dalam Pembuatan Teks Deskripsi

Setelah memahami struktur teks deskripsi, selanjutnya kita akan belajar tentang kaidah dalam pembuatan contoh teks deskripsi.

Kaidah yang diperlukan dalam membuat contoh teks deskripsi antara lain ;

  1. Pada teks deskripsi memakai kata benda sesuai dengan objek yang dibahas. Kata benda diperlukan supaya ilustrasi yang digambarkan lebih jelas. Contohnya seperti rumah, sekolah, tas, sepatu, kelas. Contoh di dalam kalimat ; Siswa kelas 10 hendak memasuki kelas.
  2. Pada teks deskripsi memakai frasa yang mengandung kata benda. Contoh di dalam kalimat ; Ahmad akan berpindah ke rumah baru.
  3. Kaidah selanjutnya yakni memakai kata kerja transitif. Kata kerja yang berfungsi menjelaskan suatu objek. Contoh di dalam kalimat ; Pak Lurah memperbesar volume radio.
  4. Lalu, pada teks deskripsi memakai kata sifat. Contoh di dalam kalimat ; Amir terlihat semangat dalam bersepeda santai.
  5. Terakhir, pada teks deskripsi mengandung kata keterangan. Fungsi kata keterangan untuk menambahkan informasi pada objek agar kalimat lebih jelas. Beberapa kata keterangan yang sering digunakan pada contoh teks deskripsi antara lain kata keterangan cara, keterangan alat, keterangan sebab, keterangan tempat, keterangan waktu, dan keterangan tujuan. Selain itu, di dalam teks deskripsi juga menggunakan bahasa kiasan.

Dengan memahami struktur dan kaidah teks deskripsi, langkah berikutnya yaitu membuat contoh teks deskripsi.

Cara Membuat Teks Deskripsi dari Awal

Supaya mudah dalam membuat contoh teks deskripsi, maka perlu diperhatikan cara-cara membuat teks deskripsi. Cara tersebut antara lain ;

  1. Memilih dan menentukan objek yang akan dibahas
  2. Menentukan maksud dan tujuan dalam penulisan teks deskripsi
  3. Mengumpulkan sumber data dan informasi yang dapat membantu menggambarkan objek secara terperinci.
  4. Menyusun kerangka karangan dari data dan informasi yang sudah diperoleh.
  5. Mengembangkan kerangka karangan menjadi sebuah teks deskripsi.
  6. Menentukan judul karangan.
  7. Contoh Teks Deskripsi

Kurang lengkap rasanya apabila kita tidak memberikan contoh teks deskripsi kepada pembaca sekalian.

Melalui contoh teks deskripsi yang kami berikan, mudah-mudahan semakin menambah wawasan dan kepahaman tentang teks deskripsi.

Contoh Teks Deskripsi Berbagai Tema

Kami akan menyajikan contoh teks deskripsi singkat, contoh teks deskripsi beserta strukturnya, contoh teks deskripsi sekolah, contoh teks deskripsi alam, contoh teks deskripsi hewan, dan contoh teks deskripsi tempat wisata di Bandung.

#1. Contoh Teks Deskripsi Singkat

Di bawah ini contoh teks deskripsi singkat yang bisa Anda jadikan referensi.

Aku memiliki kamar dengan dinding tembok berwarna biru. Lantai kamarku berkeramik putih. Kamarku terletak di lantai dua rumahku. Luas kamarku sangat kecil, ukurannya hanya 2 x 3 meter persegi. Di dalam kamarku terdapat kasur, almari, meja, kursi, dan kipas angin.

Posisi kasur terletak di pojok dekat dengan jendela kayu, sedangkan letak meja dan kursi berada di sebelahnya, menghadap ke kasur. Aku biasa menggunakan meja dan kursi untuk belajar dan mengerjakan tugas dari sekolah. Di atasnya, terdapat kipas angin dengan tinggi sekitar 1,5 meter dari lantai kamar. Lokasi almari berada di samping pintu masuk. Almariku terlihat menarik dengan cat berwarna coklat, berbahan kayu jati dan berukiran unik.

Setiap pagi, aku selalu membersihkan kamarku. Karena kamarku ini merupakan tempat ternyaman bagiku tatkala belajar dan mengerjakan tugas. Maka, kebersihan dan kerapian harus selalu dijaga setiap waktu.

#2. Contoh Teks Deskripsi Beserta Strukturnya

Selanjutnya, ada contoh teks deskripsi beserta strukturnya yang kami sediakan untuk Anda.

Identifikasi ;

Tugu Gading merupakan ikon kota Sragen. Tugu ini, tentu tidak asing bagi teman-teman yang sering melewati jalan Solo-Sragen karena lokasinya berada di perbatasan antara dua kabupaten, yakni Karanganyar dan Sragen. Konon, awal mula pembangunan Tugu ini dilatarbelakangi oleh penemuan fosil gading gajah purba di daerah Sangiran, Sragen.

Klasifikasi dan Deskripsi Bagian ;

Tugu Gading berada di kanan dan kiri jalan yang seolah-olah seperti gapura pintu masuk. Di sebelah tugu ini, terlihat patung seorang perempuan yang sedang membatik sembari duduk di atas dingklik. Di sebelah utara tugu, ada sungai kecil yang mengalir dari barat ke timur. Di atas sungai tersebut, terdapat jembatan penyebrangan. Karena posisinya yang berada di samping Tugu Gading, maka jembatan ini sering disebut Jembatan Gading. Apabila berjalan dari arah Karanganyar, kita akan melewati Tugu terlebih dahulu, baru melewati jembatan. Jembatan di samping Tugu Gading ini sedikit menanjak, jadi perlu berhati-hati saat melewatinya agar tidak terjadi kecelakaan.

Penutup ;

Keberadaan Tugu Gading memiliki pesona tersendiri bagi warga Sragen. Karena tempat ini menjadi pengingat bahwa penemuan penting dalam perkembangan sejarah Indonesia ada di daerah mereka.  Selain itu, kita juga dapat mendokumentasikan momen bersama keluarga dengan berlatarkan tugu ini.

#3. Contoh Teks Deskripsi Sekolah

Yang ketiga, contoh teks deskripsi tentang sekolah.

Aku bersekolah di SMP Mutiara Ilmu. Salah satu sekolah swasta terbaik di Kota Solo. Sekolah yang memadukan antara pelajaran umum dan pelajaran agama. Sekolah ini tidak pernah absen dalam perlombaan di tingkat kota maupun provinsi. Hampir setiap tahun, selalu ada penghargaan baru disandangnya.

Murid-murid yang mengenyam pendidikan di sekolahku ini berasal dari berbagai daerah di tanah air. Mulai yang paling dekat dari kota Solo, karesidenan Surakarta, bahkan ada juga dari luar pulau jawa. Untuk yang berasal dari daerah dengan maksimal 10 km dari sekolah, diharuskan tinggal di asrama.

SMP Mutiara Ilmu memiliki dua asrama, yakni asrama puta dan putri. Lokasi asrama, tidak jauh dari gedung sekolah sehingga dapat ditempuh dengan jalan kaki. Tetapi, ada pula siswa yang memilih untuk bersepeda.

Tembok sekolahku mayoritas berwarna hijau sehingga memancarkan suasana yang sejuk. Ditambah dengan bangunan tiga lantai, membuat sekolahku terlihat megah dibandingkan bangunan di sekitarnya. Di sisi halamannya, ditanami beberapa tanaman hias dan pohon besar. Perpaduan warna gedung dan tanaman ini menambah suasana rindang di sekolahku.

Aku tidak pernah menyesal sekolah di sini. Guruku mengatakan bahwa aku akan mendapat tiga hal setelah lulus. Ilmu dunia, masa depan, dan akhirat. Orang tuaku juga mengatakan bahwa aku semakin mandiri semenjak sekolah di sini.

Baca juga :

#4. Contoh Teks Deskripsi Alam

Selanjutnya adalah contoh teks deskripsi alam yang bisa dijadikan bahan belajar.

Salah satu gunung tidak aktif di Indonesia yang terletak di dua provinsi adalah Gunung Lawu. Gunung ini berada di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketinggian Gunung Lawu mencapai 3265 meter di atas permukaan laut. Gunung Lawu memiliki pesona alam yang luar biasa. Sehingga banyak pendaki dari luar daerah yang rela berbondong-bondong untuk mendaki hingga ke puncaknya.

Ada tiga puncak di atas gunung lawu yakni hargo dalem, hargo dumiling dan hargo dumilah. Puncak yang tertinggi adalah hargo dumilah. Di sini, kita bisa melihat awan putih yang begitu indah. Ada empat jalur pendakian yang biasa dilewati oleh pendaki untuk mencapai puncak Gunung Lawu. Jalur tersebut antara lain Cemoro Kandang, Candi Cetho, Cemoro Sewu, dan Singolangu.

Jalur Cemoro Sewu menjadi jalur favorit pendaki pemula. Selain medan yang mudah, di sepanjang jalur ini sudah tertata batu-batu berjajar sebagai jalan untuk mencapai puncak. Sehingga pendaki akan cepat sampai ke puncak lawu.

Sedangkan, jalur yang baru saja dibuka untuk umum yakni jalur Candi Cetho. Di jalur ini pemandangan sabana yang begitu luas sangat menyejukan mata. Namun, untuk melewati jalur ini harus didampingi oleh pendaki yang berpengalaman. Karena medan yang dilalui di jalur ini lebih berbahaya. Di sekitarnya masih banyak jurang yang tidak terlihat, hutan yang rimbun dan binatang buas.

Ketika sudah sampai di puncak gunung lawu, perasaan puas dan bahagia akan timbul. Rasa lelah akan terbayarkan dengan pemandangan awan di atas gunung. Rumah-rumah yang berada di bawah akan terlihat kecil. Maka, banyak pendaki yang mengabadikan momen bersama teman dengan berfoto di atas gunung lawu.

#5. Contoh Teks Deskrispsi Hewan

Kelima, contoh teks deskripsi hewan singkat terbaru.

Adikku memelihara lima ekor ayam. Ayam tersebut terdiri dari dua ekor ayam jantan dan tiga ekor ayam betina. Kelima ayam itu ditempatkan di dalam tiga kandang yang berbeda. Penempatan ayam di setiap kandang ditentukan berdasarkan ukuran dan jenis ayam.

Pada kandang yang pertama dan kedua diisi oleh masing-masing satu ekor ayam jantan dan satu ekor ayam betina. Sebaliknya, di kandang yang ketiga hanya diisi oleh seekor ayam betina. Jenis ayam yang berada di kandang pertama dan kedua merupakan jenis ayam pedaging. Ukuran ayam yang berada di kandang pertama lebih besar dari pada di kandang kedua. Sehingga, porsi makanan yang diberikan juga berbeda. Sedangkan, di kandang ketiga hanya terdapat jenis ayam petelur.

Setiap tiga kali sehari, Adikku selalu memberi makanan untuk ayamnya. Makanan yang biasa diberikan bervariasi. Ada beras, katul, potongan sayuran, dan terkadang sisa makanan yang masih bisa dimakan oleh Ayam. Selain itu, tiga hari sekali ayam yang berada di kandang dilepaskan ke kebun. Ketika sudah menjelang sore, ayam tersebut akan mendekat ke kandang. Selanjutnya, ayam tersebut akan ditangkap dan dimasukkan kembali kandang oleh Adikku.

Adikku sangat senang memelihara ayamnya. Meskipun jumlah ayam yang dimiliki hanya sedikit, tetapi ayam tersebut dirawat dengan baik. Ia bercita-cita menjadi seorang peternak ayam yang sukses dan berharap suatu hari nanti bisa memiliki peternakan ayam yang besar.

#6. Contoh Teks Deskrispsi Tempat Wisata di Bandung

Terakhir, kami sediakan contoh teks deskripsi tempat wisata di bandung.

Bandung memiliki bermacam-macam destinasi wisata. Salah satunya adalah Farm House. Tempat wisata ini bertempat di daerah Lembang, Bandung. Jaraknya dengan pusat kota Bandung sekitar 13 kilometer. Dengan biaya tiket masuk sebesar tiga puluh ribu rupiah, kita sudah bisa menikmati berbagai wahana.

Tempat wisata ini memang didesain untuk berfoto-foto. Banyak lokasi menarik yang bisa dijadikan background untuk mengabadikan gambar. Salah satunya bangunan rumah yang didesain khas Eropa. Desain rumah, taman, dan jalan dibuat mirip dengan aslinya sehingga wisatawan seolah-olah sedang berada di benua Eropa. Ditambah lagi, kita bisa menyewa kostum bergaya Eropa yang disukai.

Bagi yang menginginkan interaksi dengan hewan seperti kelinci dan domba, Anda bisa menyambangi lokasi Mini Zoo. Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah hobbit.

Bagi Anda yang membawa pasangan, kurang lengkap rasanya kalau tidak berjalan di jembatan cinta. Sisi samping jembatan terpasang gembok cinta. Gembok ini didesain khusus dan dapat diberi tulisan sesuai keinginan.

Farm House terletak di dataran tinggi, jadi cuaca sangat sejuk. Meskipun berkunjung di siang hari, namun hawa panas yang didapatkan tidak seberapa. Di samping itu, jika Anda hendak berwisata ke sini, pastikan berangkat pagi karena akan menghindari macet saat pemberangkatan.


Demikian beberapa contoh teks deskripsi.

Semoga dengan membaca dan memahami contoh teks deskripsi di atas, kami berharap Anda sudah bisa menulis contoh teks deskripsi singkat, contoh teks deskripsi beserta strukturnya, contoh teks deskripsi sekolah, contoh teks deskripsi alam, contoh teks deskripsi hewan, dan contoh teks deskripsi tempat wisata di Bandung.

Semoga bermanfaat.

Contoh Majas Antonomasia; Pengertian, Fungsi, dan Penjelasannya

Contoh Majas Antonomasia; Pengertian, Fungsi, dan Penjelasannya – Dalam penulisan karya sastra, penggunaan majas sangat diperlukan. Majas atau gaya bahasa memiliki maksud dan jenis yang berbeda-beda bergantung pada ciri khas pengarangnya.

Contoh Majas Antonomasia; Pengertian, Fungsi, dan Penjelasannya
Pengertian Majas Antonomasia, Fungsi, Contoh, dan Penjelasannya

Majas memiliki cara menguraikan cerita melalui bentuk pilihan kata kiasan sehingga menjadi kalimat yang lebih menarik.

Majas ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis yang setiap jenisnya memiliki pilihan kata dan makna yang berbeda.

Majas biasanya dapat digunakan untuk kebahasaan teks hikayat. Teks hikayat adalah adalah bentuk karya sastra berjenis prosa yang berisi kisah-kisah, cerita maupun dongeng.

Majas yang sering muncul dalam teks hikayat yaitu majas metafora, hiperbola, perbandingan, dan antonomasia. Pengertian beserta contoh majas antonomasia akan dijabarkan lebih lanjut pada artikel ini.

Pengertian Majas Antonomasia

Majas antonomasia adalah salah satu jenis majas perbandingan. Hal tersebut karena kata sifat yang digunakan sebagai kata perbandingan dari suatu benda atau makhluk hidup.

Majas antonomasia berdasarkan asal katanya berasal dari Yunani yaitu dari kata “antonomazein” yang berarti “menamai berbeda”.

Majas antonomasia secara istilah adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyebutkan seseorang atau benda dengan kata sifat atau ciri khas yang melekat pada seseorang/benda tersebut.

Berdasarkan asal bahasa dan istilah, maka majas antonomasia ini bertujuan untuk mengganti nama seseorang atau benda dengan sebutan/julukan yang menjadi ciri khasnya masing-masing.

Fungsi Majas Antonomasia

Setelah mengetahui pengertian majas antonomasia, maka penting bagi Anda untuk mengetahui fungsi dari majas ini agar dapat diaplikasikan secara tepat pada karya sastra.

Adapun fungsi majas antonomasia adalah sebagai berikut.

  • Untuk mengurangi kesan monoton pada kalimat dan membosankan dibaca oleh penikmat sastra. Misalnya menyebut nama orang berkali-kali dalam satu paragraf. Hal tersebut tentu saja terlihat tidak efektif. Oleh sebab itu, penggunaan majas ini banyak diaplikasikan pada sebuah cerita seperti dongeng, novel, dan juga surat kabar.
  • Memberikan alternatif kata kedudukan atau posisi baik benda mati ataupun makhluk hidup.
  • Menunjukkan ekspresi pujian maupun penghinaan terhadap suatu benda atau makhluk hidup.

Contoh majas antonomasia untuk menunjukkan pujian, yaitu si cantik, si manis, tampan, dll.

Contoh majas antonomasia untuk menunjukkan penghinaan, yaitu si buruk rupa, si pemalas, si bodoh, dll.

Baca juga :

Contoh Majas Antonomasia pada Kalimat

Contoh Majas Antonomasia pada Kalimat
Contoh Majas Antonomasia pada Kalimat

Contoh majas antonomasia pada kalimat adalah sebagai berikut.

  • Tubuh mungil itu menghampiri lalu memelukku sambil memanggilku “ayah”.
  • Pada malam hari si kekar berotot itu menghampiri rumah di sebelahku untuk menagih hutang.
  • Si jangkung itu duduk di depanku sehingga aku tidak bisa melihat tulisan yang ada di papan tulis.
  • Pada musim gugur daun kering itu mulai berjatuhan menumpuk di jalanan.
  • Orang tidak menyukai si rambut keriting karena perilakunya yang suka jahil pada teman-temannya.
  • Aku merasa iba melihat pengemis kurus kering itu tidur depan emperan toko.
  • Si hidung pesek itu adalah sahabatku. Dia adalah orang yang sangat periang.
  • Aku selalu kalah dari kontes kecantikan gara-gara hidung mancung
  • Mata sipit itu menjuarai olimpiade internasional matematika.
  • Wanita gigi kelinci itu sangat manis dan menggemaskan jika tersenyum.
  • Aku melihat si cantik jelita sedang berjalan melewatiku di koridor kampus.
  • Hewan bertaring itu menerkam mangsanya hanya dengan satu loncatan, rusa yang malang itu pun tidak bisa menghindar.
  • Adik menangis seharian di kebun binatang karena tidak bisa bertemu si belalai panjang akibat waktu kunjungan sudah habis.
  • Si bongsor adalah yang paling manja dan dimanjakan oleh ibuku, apapun yang dia minta selalu ibu turuti.
  • Si miskin dan si kaya itu akhirnya saling tolong menolong dan saling menguatkan ketika sama-sama tertimpa musibah banjir.
  • Ibu guru memarahi pemalas itu karena tidak mengerjakan PR dan tidur saja selama kegiatan belajar mengajar.
  • Benar apa kata orang dia selalu datang terlambat tak heran dia dijuluki si lamban oleh teman sekelasnya.
  • Pendingin makanan itu sudah rusak karena makanan tidak cepat beku sehingga perlu diperbaiki.
  • Si bahu lebar itu pintar bermain basket, aku pun selalu kalah ketika bermain dengannya.
  • Aku dan temanku menonton bioskop dengan judul film perempuan berkalung sorban yang sedang trend saat ini.
  • Perempuan berkepang itu meninggalkan dompetnya di meja restoran karena terburu-buru pulang.
  • Aku tidak tega melihat anak pucat itu yang mondar-mandir ke rumah-rumah untuk meminta makan.
  • Youtuber pecinta pedas itu selalu memesan makanan dengan menambahkan cabe 2 kg.
  • Aku jarang melihat si pipi tembem bermain di taman bermain lagi semenjak ibunya sakit.
  • Toko kue ubi ungu itu sekarang mengeluarkan produk makanan baru yaitu es krim rasa ubi.
  • Aku mendengar si cempreng tertawa nyaring seantero kelas. Guru sebelah datang ke kelas kami dan menegurnya.
  • Si perut gendut itu mengajakku untuk ke kantin saat jam istirahat dan memesan makanan hingga 2 porsi.
  • Anak itu mulai lagi, kali ini si cerewet bergosip tentang temannya yang suka sekali menyontek padanya.
  • Dari dulu aku sudah tau bahwa si pembohong itu pasti mendapatkan ganjarannya.
  • Si celana robek itu terus saja mengganggu dan meminta uang pada ssetiap orang yang lewat di tongkrongannya.
  • Ani sangat ketakutan saat Sarah menceritakan kisah horor si manis jembatan Ancol.
  • Baik sekali perbuatan yang dilakukan si alis tebal, aku melihatnya membantu seorang nenek yang menyeberang jalan.
  • Adik melihat hewan pemakan rumput itu sedang dimandikan oleh pemiliknya.
  • Setelah menjemur pakaian, Siti menyetrika baju sambil menggunakan pengharum pakaian sehingga harum pada baju menjadi tahan lama.
  • Orang tua itu sudah lelah menasehati si pembangkang yang selalu saja melawan saat dinasehati oleh orang tuanya.
  • Akhirnya setelah 2 minggu tak ada berita, penipu itu diringkus di kediamannya.
  • Anak yang bermata merah karena kemasukan debu itu pergi ke ruang UKS untuk meminta obat tetes mata.
  • Si pirang mencoba berbicara denganku menggunakan Bahasa Indonesia setelah mendapatkan pelatihan dan kursus dari gurunya.
  • Gadis manis ini tidak saja hebat dalam bermain piano, namun juga dahsyat memainkan biola.
  • Nunung adalah si pelamar kerja yang giat untuk belajar dan pantang menyarah dalam mencari kerja.
  • Dengan berlutut dan memegang sebuah kotak cincin, pangeran buruk rupa itu melamar sang putri dengan tulus.
  • Mantan pemain sepak bola itu sekarang beralih profesi menjadi bintang iklan sampo terkenal.
  • Aku tidak suka berteman dengan tukang usil seperti dia karena itu membuatku jengkel.
  • Selama aku diajari oleh seorang guru, baru pertama kali ini bertemu dengan guru kikuk.
  • Bapak berkopiah putih selalu memberikan ceramah setalah solat berjama’ah.
  • Bocah si petualang pergi ke desa terpencil untuk menambah teman dan belajar adat istiadat di sana.
  • Si bajak laut mengejar peterpan menggunakan kapal terbangnya dengan bantuan bubuk peri ajaib.
  • Si pintar sedang unjuk gigi lagi dengan menjawab semua pertanyaan matematika dari bu guru di papan tulis.

Berdasarkan contoh-contoh majas antonomasia di atas, dapat Anda ketahui bahwa penggunaan majas ini sering kita lihat dan kita dengar di sekeliling kita. Kata majas antonomasia dapat mengganti nama asli seseorang, hewan, ataupun benda mati.

Seperti pada contoh majas antonomasia di atas, sebutan kata ganti untuk seseorang bisa dengan kata: si cantik, si pembangkang, si pipi tembem, hidung mancung, mata sipit, dll.

Untuk mengganti nama hewan pada contoh majas antonomasia di atas, yaitu seperti: hewan bertaring (yang dimaksud adalah harimau), dan belalai panjang (yang dimaksud adalah gajah).

Penyebutan nama lain dari benda yang dapat dijumpai pada contoh majas antonomasia di atas, adalah pendingin makanan dan pengharum pakaian.

Kata-kata penyebutan nama yang tidak langsung pada majas antonomasia inilah yang merupakan siasat penulis untuk menarik perhatian pembaca dan lebih berkesan terhadap apa yang ingin pengarang sampaikan.

Contoh Majas Sinisme; Pengertian, Perbedaan, dan Maknanya

25+ Contoh Majas Sinisme; Pengertian, Perbedaan, dan Maknanya – Kesulitan menulis seringkali menjadi masalah bagi setiap orang. Keterampilan menulis sangat penting bagi semua elemen pendidikan, seperti pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen sebagai alat komunikasi dalam bentuk tulisan.

Contoh Majas Sinisme
Majas Sinisme Contoh, Pengertian, dan Maknanya

Oleh karena itu, keterampilan menulis menjadi kepentingan setiap orang yang memiliki jalinan kerja sama dalam semua bidang.

Manusia memiliki berbagai cara untuk menuangkan ide, gagasan, dan pikiran secara profesional. Dengan demikian, keterampilan menulis menjadi kebutuhan semua siswa, mahasiswa, guru, dan dosen dalam bidangnya masing-masing salah satunya keterampilan menggunakan tulisan karya sastra.

Gaya bahasa atau majas dipakai supaya bahasa yang digunakan tidak kaku dan lebih santai.

Gaya bahasa dimanfaatkan untuk mendapatkan efek tertentu dan memberikan nilai keindahan karya sastra serta kemudahan partner komunikasi memahami bahasa yang diujarkan menjadi semakin hidup.

Majas yang akan dibahas dalam artikel ini yaitu pengertian dan beberapa contoh majas sinisme.

Pengertian Majas Sinisme

Dalam menulis sebuah karya seperti cerpen dan puisi, seorang penulis dalam rangka menuangkan idenya dengan teknik pengungkapan bahasa menggunakan wawasan kepenulisan mencerminkan bahasa yang sarat makna sehingga pernyataan kalimat majas dapat secara jelas disampaikan secara lugas dan harfiah maupun tidak secara langsung mengutarakan arti yang sebenarnya namun tersirat.

Apalagi jika tulisan tersebut bermakna sindiran, maka dapat menggunakan majas yang dinamakan majas sinisme.

Majas sinisme adalah gaya bahasa sindiran terhadap suatu hal atau seseorang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap seseorang/suatu hal.

Majas ini menggunakan gaya bahasa yang terang-terangan. Majas ini masuk dalam kategori majas sindiran. Majas sindiran ini bertujuan untuk membuat kata tersebut berkesan terhadap seseorang yang membaca atau mendengar.

Majas sindiran dikelompokan menjadi 5 yaitu :

  • majas ironi,
  • majas sinisme,
  • majas sarkasme,
  • majas satire, dan
  • majas innuendo.

Perbedaan Majas Sinisme dengan Majas Ironi

Majas sinisme memiliki persamaan dengan majas ironi. Persamaannya adalah kedua majas ini, yaitu majas sinisme dan majas ironi sama-sama termasuk gaya bahasa yang berupa sindiran ataupun ejekan terhadap tindakan atau orang lain.

Sedangkan perbedaan antara majas ironi dan sinisme yaitu jika majas ironi adalah majas yang mengatakan sesuatu dengan makna yang berlainan dari apa yang dimaksud dalam kata.

Berdasarkan hal tersebut, sindiran pada majas ironi lebih memiliki maksud tersirat dan lebih halus dibandingkan dengan majas sinisme dengan pernyataan yang secara terang-terangan.

Untuk lebih memahami perbedaan antara kedua majas tersebut, berikut adalah contoh majas ironi.

Contoh :

Wah kamu orang yang tersopan, kebaikanmu terpancar dari cara jalanmu yang mendahului  dan menyenggol orang tua itu. (1)

Cepat sekali kamu datang, baru juga jam 10. (2)

Pantas saja kue yang kamu berikan rasanya enak sekali, ternyata sudah kadaluarsa. (3)

Kau memang setia kawan, aku menunggumu seharian untuk bermain bola tapi kau malah melupakan janji itu. (4)

Berdasarkan contoh tersebut dapat Anda lihat bahwa majas ironi membiaskan maksud yang sebenarnya dengan mengatakan kata yang berkebalikan dari maksud yang diberikan sehingga menyembunyikan dan menutup-nutupi suatu hal yang dimaksud.

Majas ironi bertujuan untuk mengungkapkan sindiran halus seperti pada contoh poin (1) kata sopan dan kebaikan yang dimaksud disini yaitu berlawanan dengan kata yang sebenarnya karena pada kalimat selanjutnya dikatakan untuk menyindir seseorang yang berjalan cepat dan mendahului orang yang lebih tua.

Jika dilihat dari beberapa kebudayaan Indonesia yang sangat menghormati orang tua, perilaku tersebut dianggap tidak sopan. Oleh sebab itu, kata sindiran tersebut bisa dimaknai untuk memberikan atensi terhadap kesalahan orang.

Baca juga :

25+ Contoh Majas Sinisme Terbaru 2020

Contoh Majas Sinisme Terbaru
Contoh Majas Sinisme Terbaru

Setelah mengetahui beberapa contoh dan penjelasan singkat majas ironi di atas, mari bandingkan dengan beberapa contoh majas sinisme berikut agar lebih memahami perbedaaannya.

  1. Lebih baik berkacalah sebelum mengomentari orang.
  2. Aku tidak tau apa kau ini polos atau bodoh, bisa-bisanya termakan omongan penipu seperti dia.
  3. Perbuatanmu itu sudah di luar batas, bahkan orang tuamu tidak bisa sabar menghadapimu.
  4. Kalau aku bisa kembali ke masa lalu aku akan mengingatkanmu untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.
  5. Sudah habis kesabaranku menghadapi orang yang tidak tau apa arti kesetiaan dan ketulusan.
  6. Akan lebih baik kalau kau diam dibandingkan berbicara dengan kata-kata kasar seperti itu.
  7. Langsung saja bicara padaku jika ada hal yang dibicarakan jangan berlagak manis di depan, tapi di belakang berani bergosip.
  8. Untuk apa harta yang melimpah ruah kalau untuk memberi sesuap nasi ke Ibumu saja tidak bisa.
  9. Jangan terlalu membangga-banggakan diri jika ucapanmu saja tidak sesuai dengan fakta.
  10. Beraninya hanya main tangan dengan wanita, coba berhadapan dengan laki-laki, pasti takut.
  11. Setiap hari menasehati orang untuk bersedekah, tapi kenapa kau sendiri sulit untuk bersedekah?.
  12. Bagaimana aku mempercayai kata-katamu jika sudah berkali-kali kau berbohong?.
  13. Untuk apa aku menunggu terlalu lama jika kau sudah melupakanku.
  14. Berhentilah menyalahkanku terus, yang bekerja tidak hanya aku, coba kau intropeksi dirimu sendiri.
  15. Kau yakin dirimu sehat? Bagaimana kau bisa mengatakan hal sekejam itu dengan mudah?.
  16. Memangnya kau belum sadar juga bahwa kau tidak akan bisa berperang di garis depan? Badanmu terlalu kurus.
  17. Kau mungkin belum tau, bagaimana sulitnya ayah mencari kerja dan yang bisa kamu lakukan hanyalah bermalas-malasan.
  18. Bagaimana bisa kamu mengatakannya seolah itu semudah membalik telapak tangan?.
  19. Apa kamu lupa, bagaimana kau hampir gagal dalam ujian gara-gara sistem kebut semalam.
  20. Apakah benar kalau anda adalah CEO di perusahaan ini? selama saya disini saya tak pernah melihat anda mengurus perusahaan.
  21. Perbaiki tutur katamu, atau kau bisa membuat hati seseorang terluka.
  22. Seingatku kau sendiri yang bilang tidak memerlukan bantuanku, kenapa sekarang malah menyalahkanku atas kesalahanmu?
  23. Beribu-ribu kata manis yang kau lontarkan tidak akan mengubah keputusan hatiku untuk pergi darimu.
  24. Kamu adalah manusia berhati dingin, teganya kau menelantarkan anak kandungmu sendiri hanya karena takut tidak punya uang.
  25. Sudah kuingatkan berulang kali, untuk membawa buku paket tapi selalu saja tidak dihiraukan, sekarang saat pemeriksaan buku kau sendiri yang tanggung akibatnya.
  26. Coba kau perhatikan, berapa kali aku sudah menolongmu, kenapa selama ini tidak tau berterimakasih?.

Berdasarkan contoh majas sinisme di atas, dapat disimpulkan bahwa majas sinisme wajar disebut juga dengan sindiran kasar dibandingkan dengan majas ironi yang lebih sopan dan tidak terang-terangan menyatakan maksudnya.

Pada contoh diuraikan bahwa majas sinisme biasa digunakan untuk mengkritik sesuatu hal baik ide/perbuatan/tingkah laku/fisik seseorang.

Contoh majas sinisme ini sebenarnya dapat digunakan untuk mempertegas ketidaksukaan terhadap seseorang ataupun dapat berupa kritik membangun kepada sasaran objek yang dikenai untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

Berdasarkan penjelasan tersebut salah satu contoh majas sinismenya dapat dilihat pada huruf x.

Kamu adalah manusia berhati dingin, teganya kau menelantarkan anak kandungmu sendiri hanya karena takut tidak punya uang.

Kalimat pada contoh majas sinisme tersebut mengandung kritik terhadap suatu tindakan yang yang bertentangan dengan norma karena sudah menelantarkan anaknya sendiri.

Kata yang menekankan sindiran yaitu pada kata “berhati dingin” dengan diikuti kalimat selanjutnya yang menyatakan alasan menyebutkan hal tersebut.

Dari sini Anda lihat bahwa makna majas sinisme pada poin ke-24 berfungsi untuk memberikan penegasan dengan jelas bahwa perbuatan tersebut tidak baik sehingga diharapkan pendengar atau pembacanya “tertampar” dan mengena di hati sehingga menyadari perbuatannya.


Contoh majas sinisme memberikan gambaran bahwa yang dimaksud majas ini tidak hanya memberikan ejekan dan sindiran tanpa fungsi tertentu, seperti kata-kata kasar, memaki-maki tidak jelas dengan perasaan marah, melainkan juga untuk memberikan nilai positif bagi para pembaca dan pendengarnya.

Adapun pemilihan jenis majas sindiran seperti contoh majas sinisme ataupun ironi tergantung oleh Anda sebagai penulis atau pembicara.

Hal yang perlu diingat adalah sesuaikan dengan objek bicaranya atau pembacanya, jika orang tersebut adalah orang yang dihormati atau lebih tua sebaiknya menggunakan majas ironi dengan sindiran yang lebih elegan.

Contoh Majas Pleonasme; Pengertian, Penggunaan, dan Penjelasannya

Contoh Majas Pleonasme; Pengertian, Penggunaan, dan Penjelasannya – Dalam tata tulis bahasa, diperlukan penguasaan pada setiap tatanan kata, kalimat, klausa dan paragraf.

Contoh Majas Pleonasme
Contoh Majas Pleonasme; Pengertian dan Penjelasannya

Hal tersebut penting sebagai upaya awal untuk merealisasikan penulisan karya tulis yang baik dan benar berdasarkan kaidah bahasa terbaru yaitu PUEBI.

Penggunaan tata penulisan ini tidak jarang kita temui dengan adanya majas pada penulisan. Majas memiliki berbagai macam jenis, dan setiap jenisnya dipadukan yang biasanya digunakan untuk memperindah puisi atau membuat sebuah lagu.

Salah satu penggunaan majas yang secara umum dapat dijumpai yaitu majas pleonasme. Majas diartikan sebagai gaya bahasa yang dapat digunakan sebagai nilai estetik pada karya sastra.

Apa itu Majas Pleonasme

Sedangkan menurut KBBI, pleonasme adalah pemakaian kata-kata yang berlebih daripada apa yang diperlukan.

Secara umum, majas pleonasme merupakan pemubaziran kata sehingga kata tersebut tidak ekonomis atau disebut juga dengan pemborosan kalimat.

Di dalam majas pleonasme terdapat kata keterangan yang sebenarnya dapat dihilangkan karena keberadaan salah satu katanya tidak terlalu dibutuhkan dan dapat bermakna sama.

Kalimat Tidak Efektif

Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa contoh majas pleonasme merupakan salah satu kalimat yang tidak efektif.

Ketidakefektifan kalimat dikelompokkan menjadi :

  • (1) unsur kalimat tidak lengkap;
  • (2) kalimat dipengaruhi bahasa Inggris;
  • (3) kalimat mengandung makna ganda;
  • (4) kalimat bermakna tidak logis;
  • (5) kalimat dengan struktur rancu;
  • (6) dan yang terakhir, kalimat yang mengandung kata pleonasme.

Kalimat dikatakan efektif jika kalimat tersebut dapat menyampaikan gagasan penulis secara tepat dan mudah dipahami oleh pendengar.

Namun sebaliknya, pada majas pleonasme terdapat kata-kata yang sebenarnya tidak perlu digunakan, sehingga hal tersebut dapat mengurangi pemahaman pembaca dan kehematan kata.

Kehematan kata dalam kalimat efektif disini maksudnya adalah hemat dalam menggunakan kata yang tidak perlu, tetapi sesuai dengan kaidah tata bahasa.

Biasanya dalam penulisan karya tulis ilmiah ataupun dalam berbicara kita sering terjebak ke dalam fenomena kata pleonasme ini.

Berdasarkan hal tersebut, majas pleonasme ini tidak cocok digunakan untuk karya tulis ilmiah karena dapat mangaburkan maksud kalimat dengan adanya penggunaan kata yang berlebih.

Oleh sebab itu, kalimat pleonasme ini digunakan untuk karya sastra saja.

Fungsi Majas Pleonasme

Majas pleonasme sebenarnya memiliki fungsi.

Fungsi keberadaan kata-kata majas pleonasme jika ditinjau sebagai bentuk yang bermakna positif dijadikan sebagai penegasan kata yang membuatnya menjadi lebih jelas dalam suatu kalimat.

Majas pleonasme ini muncul disebabkan karena dua kata atau lebih yang bentuk katanya mengandung makna yang sama, kata kedua sebenarnya tidak diperlukan lagi karena maknanya sudah terkandung pada kata pertama.

Contoh Majas Pleonasme yang Salah dan Penjelasannya

Contoh majas pleonasme yang mengindikasikan kata yang tidak perlu digunakan pada karya tulis adalah sebagai berikut.

  1. Para hadirin yang berbahagia, marilah kita panjatkan syukur kepada Allah SWT…” (kata “hadirin” merupakan kata jamak atau yang menyatakan lebih dari satu atau banyak sehingga tidak perlu kata “para”)
  2. Banyak korban-korban tsunami yang tidak mendapatkan tempat tidur yang layak” (kata “korban-korban” sudah termasuk kata jamak)
  3. Di sekitar rumah Andi banyak rawa-rawa yang mulai ditumbuhi teratai. (pada kalimat tersebut, kata “rawa” tidak perlu diulang karena kata jamak sudah dinyatakan dengan menggunakan kata “banyak”. Hal tersebut berlaku sebaliknya, kata “banyak” dapat juga dihilangkan. Kalimat yang benar seharusnya “Di sekitar rumah Andi banyak rawa yang mulai ditumbuhi teratai” atau “Di sekitar rumah Andi banyak rawa-rawa yang mulai ditumbuhi teratai”)
  4. Persatuan kampung RT 02 RW 03 terlihat dari sikap saling tolong-menolong antar warga miskin dan kaya (kata “tolong-menolong” termasuk kata ulang yang bermakna saling sehingga tidak perlu kata ”saling” lagi)
  5. Rajinlah berolahraga agar supaya badan menjadi sehat (kata “agar” dan “supaya” memiliki makna sama, cukup menggunakan salah satu kata saja. Jadi kalimatnya menjadi “Rajinlah berolahraga agar badan menjadi sehat” atau “Rajinlah berolahraga supaya badan menjadi sehat”)
  6. Gunung meletus disebabkan karena gempa tektonik yang terjadi di sekitar wilayah tersebut (Kata dasar “sebab” merupakan sinonim dari kata”karena”, jadi pilih salah satu)
  7. Adik jatuh ke bawah saat belajar sepeda (kata “ke bawah” sebenarnya tidak dibutuhkan lagi karena kata ”jatuh” otomatis pasti menunjukkan arah “ke bawah”)
  8. Bunga yang bermekaran di taman sangat indah sekali (pada kalimat tersebut kata “sekali” menunjukkan makna sama dengan kata “sangat” sehingga sudah cukup dengan sangat indah atau indah sekali)
  9. Andi pergi ke bank BRI (contoh majas pleonasme tersebut menggunakan kata double disebutkan dua kali dan memiliki arti yang sama, kata “bank” tidak perlu digunakan karena BRI sendiri merupakan akronim atau singkatan dari Bank Rakyat Indonesia)
  10. “Pak Rudi menjadi guru sekolah SMA” (kalimat tersebut merupakan contoh majas pleonasme yang bermakna sama (double), karena didalamnya terdapat pengulangan keterangan sekolah dua kali, kata SMA sendiri merupakan kepanjangan dari Sekolah Menengah Atas jadi kalimat yang benar seharusnya “Pak Rudi menjadi guru SMA”)
  11. “Perusakan daripada rumah itu diakibatkan penggusuran rumah di sekitar proyek” (kata “daripada” tidak perlu digunakan karena antara unsur frasa pemilikan tidak perlu preposisi, maka kalimat yang benar seharusnya “Perusakan rumah itu diakibatkan penggusuran rumah di sekitar proyek”)
  12. Kakak memelihara berbagai jenis ikan seperti ikan nila, ikan lohan, ikan mas, dan ikan lele (kalimat tersebut terlalu boros karena berulang kali menggunakan kata “ikan” sehingga termasuk dalam majas pleonasme, kata tersebut termasuk dalam kata hiponim yaitu jenis frasa atau kata khusus yang termasuk dalam frasa lain yang umum, dalam hal ini yaitu “ikan”)
  13. Bel sekolah berbunyi menunjukkan istirahat sekolah telah selesai, siswa masuk ke dalam kelas (masuk ke dalam merupakan contoh majas pleonasme memiliki arti yang sama sehingga kalimat tersebut tidak efektif)

Majas pleonasme disebut juga dengan majas perulangan.

Hal tersebut disebabkan terdapat pengulangan keterangan yang terdapat dalam suatu kalimat seperti yang dapat dilihat pada contoh majas pleonasme diatas.

Namun, sejatinya, majas pleonasme dalam suatu karya bukan hanya sebagai bentuk negatif seperti kalimat yang tidak efektif dan harus diubah, melainkan juga sebagai bentuk penegasan dan dapat dijadikan bermakna positif (estetik) dalam karya sastra, seperti yang telah dijelaskan fungsi majas pleonasme di atas.

Contoh Majas Pleonasme dalam Karya Sastra

Contoh Majas Pleonasme dalam Karya Sastra
Contoh Majas Pleonasme dalam Karya Sastra

Contoh majas pleonasme dalam karya sastra seperti berikut.

  • Saya melihat pencuri itu dengan mata kepala sendiri.

Dari kalimat tersebut, yang memiliki majas pleonasme yaitu mata kepala sendiri. Jika kita mencerna kalimatnya, kata “melihat” disini tentu saja menggunakan mata kepala sendiri, bukan mata kepala orang lain.

Kata frasa mata kepala sendiri dapat ditemukan di sebuah karya sastra seperti puisi dan cerpen. Kata tersebut termasuk majas pleonasme yang dibutuhkan untuk menegaskan bahwa kita benar-benar melihat hal tersebut.

Berdasarkan pernyataan tersebut, kata mata kepala sendiri merupakan salah satu fungsi majas pleonasme dalam bentuk penegasan.

  • Beribu-ribu macam kata telah ku ungkapkan tuk menunjukkan hatiku.

Kalimat tersebut termasuk contoh majas pleonasme dalam puisi. Kata beribu-ribu macam menunjukkan kalimat yang berlebihan, sebenarnya cukup menggunakan kata beribu-ribu saja.

Namun, dalam konteks kalimat tersebut yaitu layaknya kalimat puisi, sehingga kata beribu-ribu macam dapat digunakan dan menunjukkan penegasan sehingga kalimat di atas dapat juga diinterpretasikan “sangat banyak usaha dan penjelasan untuk mengungkapkan kejujurannya”.

Cobtoh majas pleonasme lainnya :

  • Ah, Si Kucing Merah memang gemar naik ke atas meja.
  • Demi untuk pujaan hatinya, Ia rela melakukan apapun.
  • Anak-anak mendongak ke atas melihat helikopter yang melintasi sekolah mereka.
  • Bangunan pencakar langit baru itu menjulang tinggi ke angkasa.
  • Adik riang gembira mengetahui ayah pulang dari kantor lebih cepat.
  • Pekatnya kopi hitam itu tak sekelam masa laluku.

Contoh majas pleonasme itu, memberikan pengaruh kepada pembacanya untuk menyetujui sebuah ujaran yang penulis buat.

Kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai contoh majas pleonasme diatas adalah dalam penulisan tata bahasa yang baik dalam karya tulis ilmiah haruslah mengimplementasikan kata yang efektif dan seefisien mungkin.

Hal ini sebagai upaya mewujudkan keterampilan menulis kalimat efektif. Adapun penggunaan majas pleonasme digunakan sesuai peruntukannya dalam karya sastra dengan memperhatikan kesesuaian dengan tujuan membuat kalimat yaitu sebagai penegasan sehingga menjadi kata yang indah dan padu.

Untuk membiasakan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar, Anda perlu berlatih terus-menerus dan terus mencoba menulis sehingga menumbuhkan keterampilan menulis dan menggunakan kata yang sesuai sehingga majas pleonasme dapat dihilangkan atau digunakan pada jenis karya tulis serta kalimat yang tepat.

Semoga bermanfaat.

Contoh Majas Paralelisme; Pengertian dan Penjelasannya

Contoh Majas Paralelisme; Pengertian dan Penjelasannya – Karya sastra dan kehidupan ini tidak dapat dipisahkan. Satra selalu menghadirkan kehidupan dalam masyarakat.

Contoh Majas Paralelisme; Pengertian dan Penjelasannya
Contoh Majas Paralelisme; Pengertian dan Penjelasannya

Sastra dapat menceritakan pengalaman-pengalaman kehidupan, imajinasi, serta bentuk komunikasi yang memiliki nilai keindahan dalam berbahasa.

Berdasarkan pendapat Sugiharti (2002), karya sastra adalah khasanah intelektual dengan caranya merekam dan menyuarakan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

Dalam berbagai bentuk karya sastra yaitu cerpen, puisi, atau novel didalamnya memiliki unsur-unsur yang mendukung karya sastra seperti salah satunya yaitu majas atau gaya bahasa.

Salah satu majas yang akan dibahas disini, yaitu majas paralelisme.

Pengertian Majas Paralelisme

Majas paralelisme adalah gaya bahasa yang bersifat pengulangan terhadap suatu kata yang sejajar. Hal tersebut dapat dilihat dari asal katanya yaitu paralel, yang menurut KBBI artinya sejajar.

Majas paralelisme masuk dalam kategori majas pengulangan karena dalam penyusunan kalimatnya terdapat kata sama yang diulang.

Contoh majas paralelisme akan dijelaskan lebih lanjut pada artikel ini. Majas paralelisme sangat mirip dengan majas repetisi.

Majas repetisi pengulangannya ada di awal dengan maksud agar makna yang ingin disampaikan dapat ditangkap dengan baik.

Majas repetisi dan paralelisme memiliki fungsi yang sama diataranya:

  • Untuk mengulangi kata-kata tunggal atau frasa pendek.
  • Memberikan informasi yang berulang-ulang sehingga dapat mempengaruhi pikiran orang.
  • Memberikan penekanan kata untuk meng-higlight poin penting terhadap yang ingin pengarang sampaikan.
  • Membuat kata lebih dramatis dalam puitis sehingga pengulangan tersebut dapat bernilai estetik dari segi nada, ritme, maupun gaya kepenulisan yang bersifat persuasif.

Majas paralelisme memiliki persamaan dengan majas repetisi yang memiliki pola berulang dalam sebuah kalimat.

Perbedaan Majas Paralelisme dengan Majas Repetisi

Perbedaannya pada majas paralelisme dilakukan kata perulangan dengan kata satu dengan yang lain memiliki kesejajaran, tidak harus berupa persamaan kata seperti pada repetisi.

Pada majas repetisi dalam pengulangannya terdapat perbedaan tekanan yaitu pada kalimat yang berbeda.

Selain itu, majas paralelisme dengan majas repetisi memiliki perbedaan mendasar yaitu jika majas paralelisme memiliki pengulangan dengan susunan baris yang berbeda.

Contoh majas paralelisme dan majas repetisi yaitu sebagai berikut.

Contoh majas repetisi:

  • Terlalu pedih hatiku mengingat perlakuan burukmu. Terlalu pedih luka yang kau goreskan ini. Terlalu pedih.

Contoh majas paralelisme:

Kau datang

Kau campakkan lalu,

Kau hilang

Majas Paralelisme Anafora dan Epifora

Majas paralelisme dapat terbagi lagi menjadi 2 jenis majas, yaitu: majas anafora dan epifora.

#1. Anafora

Majas Paralelisme Anafora adalah majas yang memiliki kata pengulangan di depan baris puisi.

Contoh majas paralelisme anafora yaitu:

Sakit, sudah berulang kali kau sakiti

Sakit, Hatiku kau injak-injak

Sakit, cukup ini yang terakhir

#2. Epifora

Majas paralelisme epifora adalah majas yang pengulangannya ada di akhir.

Berikut contoh majas paralelisme epifora:

Tangismu adalah pengorbanan

Hidupmu adalah pengorbanan

Hartamu adalah pengorbanan

Hanya ini yang bisa kuucapkan

Terimakasih Pahlawanku

Baca juga :

Contoh Majas Paralelisme Terbaru

Secara umum beberapa contoh paralelisme pada sebuah kalimat adalah sebagai berikut.

  • Rasa suka dan duka telah kulalui sehingga saat ini aku bisa bertahan menjalani hidup.
  • Bulan dan bintang terlihat bersinar di kegelapan malam.
  • Perasaan suka dan duka itu adalah hal yang wajar dalam hidup manusia.
  • Tubuh membutuhkan asupan makanan. Oleh sebab itu, saat perut akan bereaksi kelaparan dengan bunyi keroncongan, saat sudah terisi, kita akan merasa kenyang.
  • Coklat itu baik dimakan dalam keadaan dipanaskan maupun didinginkan.
  • Siang dan malamku dihabiskan dengan membaca novel sampai tamat.
  • Jika seseorang rajin belajar, maka ia akan pandai, jika malas belajar, maka ia akan bodoh.
  • Orang kaya maupun miskin harus saling membantu tanpa pandang bulu.
  • Baik dan buruknya hati seseorang, dapat dilihat dari ucapan dan tingkah lakunya.
  • Nenek itu selama sebulan ini, bolak-balik rumah sakit. Seminggu yang lalu sembuh, kemudian seminggu selanjutnya kembali sakit.
  • Postur tubuh tinggi ataupun rendah sangat diperhatikan dalam syarat sekolah di jurusan model.
  • Ukuran donat yang dibuat oleh Tita tidak beraturan, ada yang kecil dan ada juga yang besar.
  • Kuat lemahnya iman tergantung pada ibadah yang sudah dijalankan dan kebaikan yang telah dilakukan.
  • Seorang anak kecil yang jatuh itu menangis, kemudian tiba-tiba tertawa saat ibunya membelikannya mainan.
  • Pemeriksaan kuku bagi anak sekolah dasar dilakukan secara mendadak baik siap ataupun tidak siap.
  • Jika kuku yang panjang akan rentan dengan sarang penyakit karena kuman-kuman dapat menempel pada kuku, Sebab itu kuku yang pendek dan telah dipotong lebih baik.
  • Seseorang yang buruk tabiatnya, di masa depan juga akan mendapatkan perilaku yang buruk.
  • Aku tidak peduli baik kamu dari kalangan orang miskin atau kaya, yang aku peduli adalah hatimu.
  • Apapun perbuatan yang telah kamu lakukan,kebaikanmu akan kukenang, keburukanmu akan kulupakan.
  • Semenjak aku mengenal dirimu,banyak sekali pahit dan manis yang telah aku lalui.
  • Senyummu adalah senyumku,dukamu adalah dukaku.
  • Jangan mempermainkanku lagi, selalu berharap kau datang namun nyatanya kau pergi.
  • Cepat atau lambat pelanggaran yang dilakukan oleh pemain sepak bola akhirnya ketahuan juga sehingga mendapatkan kartu kuning.
  • Sabar dan marahnya emosiku tergantung dari fatalnya kesalahan yang telah kau buat.
  • Aku merasa kau dekat dalam hati meskipun kenyataannya ragamu jauh.
  • Panjang dan pendeknya rambut model itu biasanya dipengaruhi bentuk wajah, sehingga terlihat cocok.
  • Sebelum menyeberang jalan, hal yang perlu dilakukan adalah waspada melihat kepadatan lalu lintas dengan menoleh ke kanan dan ke kiri terlebih dahulu.
  • Jika berusaha dengan sungguh-sungguh, maka dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.
  • Nilai rapor matematika anak itu selalu tidak stabil naik dan turun tiap semesternya.
  • Baik pria maupun wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menjadi warga Negara Indonesia.

Contoh Majas Paralelisme dalam Puisi

Majas paralelisme memang biasa digunakan dalam puisi untuk memberikan kesan kuat. Contoh majas paralelisme dalam puisi dapat dilihat di bawah ini:

Contoh Majas Paralelisme dalam Puisi (1):


Teringat Ibu

Rembulan mekar dan sang mentari layu

Mataku terpejam akan ingatan lantunan syahdu suaramu

Telungkup tangan kananmu di dahiku

Membelai lembut ubun-ubunku

 

Melodimu hanya untukku

Doa malammu hanya untukku

Bak hujan jatuh saat pelangi muncul

Walau ia memudar hujan tetap membasahi tanamannya

 

Hati ini terasa ringan, saat kau menyenandungkan sebait ucap kerinduan

Hati ini terasa berat, kembangnya senyummu kala hatimu tersayat

 

Biarkan aku menjadi bukti kebaikanmu

Sebagai saksi di hadapan Sang Raja Masa

Beribu penderitaanmu tuk membayar senyumku

 

Wahai Pemilik Cinta! Kukabarkan padaMu penglihatan rasaku

Wahai Pemilik Cinta! Cintanya tak bertepi meski tak berbalas

Ibu, Bidadariku tak mau kuhapus kasihmu

Ibu, Bidadariku walau nanti hadir pangeran lain


Contoh Majas Paralelisme dalam Puisi (2):

Kemarin

Kemarin..

Lembayung hati bertepi

Aku tidak bisa berkata-kata

Aku berdiri di persimpangan

Aku layaknya embun pagi

Ini bukan saatnya menyerah karena pernah gagal

 

Kemarin…

Ketika aku ingin sendiri

Ketika semua tidak berjalan semestinya

Tetesan keinginan mengalir dari diriku

Perasaanku yang ingin kulindungi

Aku mempelajari tentang kesendirian

Aku percaya pada suatu hari nanti

Sebuah masa depan menungguku


Contoh Majas Paralelisme dalam Puisi (3):

Guruku

Guruku…

Di mataku kau adalah pahlawan

Di mataku kau adalah cahaya di kegelapan

Guruku…

Beribu kebaikan yang telah kau tuangkan

Beribu ilmu yang telah kau tabur

Guruku…

Kau yang selalu sabar terhadapku

Kau yang selalu menasehatiku

Jasamu kan ku kenang selalu

tuk mengejar masa depanku


Berdasarkan contoh-contoh majas paralelisme di atas, penggunaan majas ini akan membuat karya sastra akan bernilai estetik dilakukan dengan setiap katanya berulang-ulang membuat pembaca lebih menghayati makna di balik karya sastra tersebut, sehingga yang tersentuh tidak hanya pikirannya saja, melainkan juga perasaan dan imajinasinya.

Puisi yang menggunakan majas paralelisme memaksimalkan kesan dan perasaan yang ingin diungkapkan lewat puisi seperti sedih, haru, senang dll.

Contoh majas paralelisme membuat puisi tersebut juga dapat memiliki rima yaitu terdapat persamaan bunyi yang sama karena kata-katanya dilakukan secara perulangan.

Semoga bermanfaat.