14+ Contoh Majas Paradoks dan Artinya

14+ Contoh Majas Paradoks; Pengetian dan Artinya – Seringkali kita mendengar ungkapan-ungkapan yang didalamnya mengandung makna   tersirat, biasanya ungkapan tersebut mengandung majas didalamnya.

14+ Contoh Majas Paradoks dan Artinya
14+ Contoh Majas Paradoks dan Artinya

Majas atau gaya bahasa memberi bumbu pada tulisan atau ungkapan agar lebih menarik dan makna yang disampaikan tersampaikan dengan jelas.

Ada berbagai macam ragam bahasa yang dapat kita gunakan untuk menjadikan sebuah kalimat menjadi unik dan menarik.

Tujuan dari penggunaan majas adalah membuat pembaca merasakan emosi dari suatu karya lewat gaya bahasa yang digunakan oleh penulis pada umumnya dan mengungkapkan pesan melalui cara yang berbeda.

Berbagai macam ungkapan yang mengandung majas atau gaya bahasa seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari, untuk mempermudah dalam penggunaannya majas di kelompokkan menjadi 4 macam jenis, yaitu :

  1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang sering digunakan untuk membandingkan satu objek dengan objek lain, dengan tujuan agar pesan yang diungkapkan mudah diingat dan semakin kuat maknanya.

  1. Majas Sindiran

Majas sindiran adalah majas yang disampaikan melalui ungkapan sindiran yang ditujukan kepada orang lain attau suatu kondisi tertentu untuk menekankan makna yang ingin disampaikan.

  1. Majas Penegasan

Majas penegasan merupakan jenis gaya bahasa yang mengungkapkan pesan secara tegas untuk memengaruhi pembaca agar menyetujui yang ungkapan tersebut.

  1. Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah majas yang menggunakan kalimat yang bertentengan dari maksud yang sebenarnya ingin disampaikkan.

Dalam artikel kali ini kami akan membahas mengenai contoh majas paradoks.

Apa itu Majas Paradoks?

Majas paradoks termasuk kedalam salah satu majas pertentangan.

Majas paradoks berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu “paradox” yang memiliki arti pernyataan yang berrtentangan, sehingga secara bahasa majas paradoks memiliki pengertian sebuah pernyataan yang bertentangan dengan pendapat umum, akan tetapi mengandung kebenaran di dalamnya.

Jadi, secara umum majas paradoks adalah gaya bahasa yang menyatakan 2 hal berbeda atau perlawanan namun tetap mengandung arti yang benar.

Majas paradoks digunakan untuk mengungkapkan opini terhadap suatu yang tidak disukai, majas paradoks digunakan untuk menegur lawan bicara tanpa memberikan kesan lancang, dan majas ini juga digunakan untuk mengungkapkan suatu argumen.

Baca juga :

14+ Contoh Majas Paradoks dan Artinya

Majas Paradoks dan Contoh Kalimatnya
Majas Paradoks dan Contoh Kalimatnya

Untuk memudahkan anda, dalam artikel ini kami akan sajikan 15 contoh majas paradoks.

  1. Hatiku terasa sepi di tengah ramainya kota Solo.

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal yang berlawanan, “sepi dan ramai”)

  1. Lia menepati janjinya pada Ali namun ia ingkar pada

(dalam kalimat tersebut mengungkapkan 2 hal yang berlawanan, “menepati janji dan ingkar”)

  1. Kejujuran Alina membuatnya kerap dibohongi teman-teman.

(dalam kalimat di atas mengungkapkan 2 hal yang berlawanan, tapi suatu hal benar “akibat kejujurannya ia sering dibohongi”)

  1. Aji sangat malas berangkat sekolah tetapi ia rajin berangkat ke masjid.

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal yang berlawanan, “malas dan rajin”)

  1. Pak andi orang miskin yang kaya hati.

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal berlawanan, “miskin dan kaya”)

  1. Aku sering merasa sendirian, padahal aku berada di tengah

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal berlawanan, “sendiri dan kerumunan”)

  1. Dino adalah pria yang tangguh tapi hatinya rapuh ketika putus

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal berlawanan, “tangguh dan rapuh”)

  1. Cuaca Jakarta sangat panas, tapi hati tetap harus

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal berlawanan, “panas dan dingin”)

  1. Wajahnya yang cerah selalu meredupkan hati para lelaki.

(dalamkalimat diatas mengungkapkan 2 hal yang berlawanan, “cerah dan redup”)

  1. Meskipun kakek sudah tua, tapi semangatnya masih berjiwa

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal berlawanan “tua dan muda”)

  1. Ari berani tampil di depan umum, tapi ia malu ketika harus berbicara dihadapan wanita yang dikaguminya.

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal yang berlawanan “berani dan malu”)

  1. Meskipun badannya sehat tapi pikirannya sakit memikirkan hutang-hutangnya.

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal berlawanan,”sehat dan sakit”)

  1. Di perumahan mewah tersebut ada rumah kumuh yang tak

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal berlawanan, “mewah dan kumuh”)

  1. Kecelakaan malang yang dialami Dimas merupakan awal dari keberuntungannya mendapatkan pendamping

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal berlawanan, “malang dan keberuntungan”)

  1. Jangan lihat usianya yang tua karena semangatnya tidak kalah dengan yang masih

(dalam kalimat diatas mengungkapkan 2 hal berlawanan, “tua dan muda”)

Baca juga :


Itulah 15 contoh majas paradoks yang dapat kami sajikan, yang terpenting dari penggunaan gaya bahasa ini adalah menyatakan 2 hal berbeda atau perlawanan namun tetap mengandung arti yang benar.

Terimakasih sudah menyempatkan waktu membaca artikel ini.

Semoga artikel ini berguna bagi anda yang sedang mencari contoh majas paradoks.

20 Contoh Majas Asosiasi Beserta Artinya

20 Contoh Majas Asosiasi Beserta Artinya Terbaru – Majas dapat disebut juga dengan gaya bahasa, majas digunakan untuk menyampaikan pesan secara imajinatif dan kias.

14+ Contoh Majas Asosiasi Beserta Artinya Terbaru
20 Contoh Majas Asosiasi Beserta Artinya Terbaru

Majas biasanya digunakan dalam karya sastra, lagu maupun dalam kehidupan sehari-hari. Majas atau gaya bahasa merupakan ragam bahasa untuk memperoleh efek tertentu yang membuat kalimat dalam karya sastra tersebut semakin hidup.

Majas memiliki tujuan untuk membuat pembaca atau penikmat karya seni merasakan emosi dari suatu karya lewat gaya bahasa yang digunakan oleh seniman atau penulis pada umumnya.

Macam-Macam Majas

Majas dikelompokkan menjadi 4 macam jenis, yaitu :

  1. Majas Perbandingan

majas perbandingan adalah gaya bahasa yang disampaikan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian.

  1. Majas Sindiran

majas sindiran ini digunakan untuk memberikan sindiran kepada seseorang atau kondisi tertentu.

  1. Majas Penegasan

majas penegasan adalah jenis gaya bahasa yang berusaha untuk meningkatkan pengaruh pada pembacanya agar menyetujui suatu ujaran atau kejadian.

  1. Majas Pertentangan

majas pertentangan adalah gaya bahasa yang digunakan penulis yang sengaja menggunakan kata-kata yang bertentangan dari maksud yang di inginkan.

Pengertian Majas Asosiasi

Pada kesempatan ini kami akan membahas beberapa contoh majas asosiasi, majas asosiasi termasuk kedalam salah satu majas perbandingan.

Majas asosiasi biasanya menggunakan kata bagaikan, bagai, seperti, seumpama, laksana, dan lainnya. Majas ini mirip dengan majas simile, perbedaannya ada dalam penjelasan makna dalam sebuah kalimat.

Majas asosiasi dijelaskan secara implisit sehingga penafsiran satu orang dan orang lain bisa berbeda, sedangkan majas eksplisit dijelaskan secara eksplisit.

20 Contoh Majas Asosiasi Beserta Artinya

Agar mempermudah anda dalam memahami majas asosiasi, berikut akan kami sajikan 15 contoh majas asosiasi :

  1. Meskipun adik kakak, Anita dan Anton memiliki sifat yang jauh berbeda bagaikan langit dan bumi. (maksud dari ungkapan tersebut adalah membandingkan antara saudara kandung yang memiliki sifat sangat berbeda diumpamakan dengan langit dan bumi yang jaraknya sangat jauh)
  2. Menuntut ilmu di usia tua bagaikan mengukir diatas air.(maksud dari perumpaan tersebut adalah sulit atau bahkan tidak bisa mengukir diatas air)
  3. Telingaku sakit sekali, mendengar suaranya seperti kaset kusut.(maksud dari perumpamaan tersebut adalah suara yang jelek sekali)
  4. Guru fisika itu seperti singa yang sedang mengamuk dihutan.(maksud dari perumpamaan tersebut adalah singa yang sangat galak)
  5. Suaramu bagaikan petir yang menyambar dimalam hari.(maksud dari perumpamaan tersebut adalah suaranya sangat keras)
  6. Wajahmu bak purnama dimalam hari. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah cantik atau indah saat dipandang)
  7. Pegawai itu bekerja seperti kerbau yang membajak sawah. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah tidak kenal lelah dalam bekerja)
  8. Alila dan Aluna bagaikan air dan minyak. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah bertolak belakang dan tidak dapat disatukan)
  9. Rambutmu kaku seperti sapu ijuk. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah rambutnya kasar dan rusak)
  10. Wanita itu ibarat kaca yang berdebu. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah wanita mudah remuk hatinya seperti kaca yang berdebu saat membersihkan harus hati-hati)
  11. Bersanding denganmu bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah hampir tidak mungkin)
  12. Koruptor itu bagai tikus yang menggerogoti lemari sampai reyot.(maksud dari perumpamaan tersebut adalah membabat habis uang rakyat)
  13. Semenjak dewasa tubuhmu bagaikan tiang listrik dipinggir jalan. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah menjulang tinggi dan kurus)
  14. Menunggummu melamarku bagaikan menanti hujan di tengah musim kemarau. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah sebuah peluang yang sangat kecil)
  15. Paras Rudi bagaikan pangeran di negri dongeng. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah wajah yang sangat ganteng)
  16. Tubuh Nino bak miniatur. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah tubuh Nino kecil)
  17. Aku terbenam dalam senyumanmu yang bagaikan mawar yang mekar dipagi hari. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah senyumannya indah sekali)
  18. Caramu mencintaiku bagaikan jarum jam. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah tidak henti bagaikan jarum jam)
  19. Aryo mengikuti lomba lari antar kecamatan, ia berlari bagaikan kancil. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah Aryo berlari sangat kencang).
  20. Sintia mengerjakan pekerjaan rumah seperti kura-kura. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah sintia lelet dalam mengerjakan pekerjaan rumah).

Baca juga :


Demikianlah 20 contoh majas asosiasi yang dapat kami sajikan, hal penting yang perlu diperhatikan dalam majas asosiasi adalah penjelasan implisit dalam kalimat perumpamaan atau perbandingan yang ada.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan bermanfaat bagi anda yang sedang mencari contoh majas asosiasi.

Semangat belajar!

Contoh Majas Eufimisme

15 Contoh Majas Eufimisme dan Penjelasannya – Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah sering mendengar atau membaca majas, biasanya majas tertera di novel, cerpen, puisi atau bahkan pada lagu.

Contoh Majas Eufimisme
Contoh Majas Eufimisme

Di kehidupan sehari-hari kita bisa ngobrol atau berdialog menggunakan majas, tidak ada salahnya anda mempelajari majas karena itu akan sangat berguna dikehidupan.

Kita dapat memilih ragam bahasa untuk bisa menghasilkan kalimat yang unik, berbeda dan menarik disebut dengan majas.

Majas bertujuan untuk membuat pembaca atau penikmat karya seni merasakan emosi dari suatu karya lewat gaya bahasa yang digunakan oleh seniman atau penulis pada umumnya.

Sudah banyak sekali majas yang sering kita temui, agar memudahkan anda dalam memahami, majas dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu :

  1. Majas Perbandingan

majas perbandingan merupakan majas yang disampaikan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian.

  1. Majas Sindiran

majas sindiran seringkali digunakan untuk memberikan sindiran kepada seseorang atau kondisi tertentu dan memberikan efek penekanan.

  1. Majas Penegasan

majas penegasan adalah jenis gaya bahasa yang berusaha untuk meningkatkan pengaruh pembaca agar menyetujui suatu ungkapan.

  1. Majas Pertentangan

majas pertentangan adalah gaya bahasa yang dengan sengaja menggunakan kata-kata atau kalimat yang bertentangan dari maksud sebenarnya.

Majas ada berbagai macam jenis, akan tetapi berbagai macam jenis itu di kelompokkan menjadi 4.

Pertama majas perbandingan, majas perbandingan adalah gaya bahasa yang disampaikan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian.

Jenis yang kedua ada majas sindiran, majas sindiran ini digunakan untuk memberikan sindiran kepada seseorang atau kondisi tertentu.

Jenis majas yang ketiga adalah majas penegasan, majas penegasan adalah jenis gaya bahasa yang berusaha untuk meningkatkan pengaruh pada pembacanya agar menyetujui suatu ujaran atau kejadian.

Terakhir ada majas pertentangan, majas pertentangan adalah gaya bahasa yang digunakan penulis yang sengaja menggunakan kata-kata yang bertentangan dari maksud yang di inginkan.

Dalam artikel kali ini kami akan membahas mengenai contoh majas eufimisme. Majas eufimisme termasuk kedalam salah satu majas perbandingan.

Baca juga :

Apa itu Majas Eufimisme?

Majas eufimisme merupakan gaya bahasa yang disampaikan dalam bentuk ungkapan halus untuk menggantikan ungkapan-ungkapan yang dianggap kasar.

Majas ini digunakan untuk menghindari ungkapan yang dapat menyinggung perasaan lawan bicara dan di nilai kurang sopan oleh masyarakat umum, dengan majas ini maka proses komunikasi dengan orang lain akan terkesan lebih sopan.

Majas eufimisme berasal dari bahasa Yunani yaitu “euphemizein” yang berarti kata-kata yang baik. Jadi menurut asal katanya, majas eufimisme adalah ungkapan bai yang digunakan untuk menggantikan ungkapan buruk.

Fungsi gaya bahasa ini adalah untuk menghormati lawan bicara dan memperhalus ungkapan.

15 Contoh Majas Eufimisme

Agar memudahkan anda, dalam artikel ini akan kami sajikan 15 contoh majas eufimisme.

  1. Amira sedang buang air besar di toilet umum, kalimat buang air besar memiliki arti berak.
  2. Setelah belajar disekolah Angga harus mengikuti les matematiak, karena ia kurang pintar dalam mata pelajaran itu, kalimat kurang pintar memiliki arti bodoh.
  3. TNI tersebut gugur dalam medan peperangan, kata gugur memiliki arti meninggal.
  4. Ani harus menuliskan apa yang ia maksud, karena ia seoran tuna wicara, kalimat tuna wicara memiliki arti bisu.
  5. Restoran apung di Wonigiri sedang membuka lowongan menjadi pramusaji, kata pramusaji memiliki arti pelayan.
  6. Ayah Rudi diberhentikan dari pekerjaannya karena terbukti melanggar peraturan di kantor. Kata diberhentikan memiliki arti dipecat.
  7. Kakak Soni berjalan menggunakan tongkat karena ia tuna netra, kalimat tuna netra memiliki arti buta.
  8. Mohon maaf, saya mau izin ke kamar kecil, kata kamar kecil memiliki arti toilet/wc.
  9. Ibu-ibu komplek biasa membicarakan kabar burung ketika sedang berkumpul membeli sayur, kata kabar burung memiliki arti kabar yang belumpasti kebenarannya.
  10. Di masa pandemi ini kalangan atas masih sering berlibur saat weekend, kalimat kalangan atas memiliki arti orang kaya.
  11. Para pejabat yang terlibat korupsi pertambangan di Maluku itu menenakan rompi orange saat di gandeng polisi, makna dari rompi orange adalah baju tahanan.
  12. Beberapa kali Nadia mendapat teguran dari guru karena kurang teliti dalam mengerjakan tugas, makna dari kata kurang teliti adalah ceroboh.
  13. Lina memiliki perilaku yang berbeda dari teman sebayanya, makna dari kata berbeda adalah aneh.
  14. Adinda dan keluarganya termasuk yang memiliki konomi kebawah, makna kata ekonomi kebawah adalah miskin.
  15. Orang yang tidak mau bekerja nasibnya akan jadi peminta-minta, makna kata peminta-minta adalah pengemis.

Baca Juga :


Itulah 15 contoh majas eufimisme yang dapat kami sajikan, yang terpenting dari penggunaan gaya bahasa ini adalah menggunakan kata yang baik untuk mengantikan kata yang buruk atau kasar.

Semoga artikel ini berguna bagi anda yang sedang mencari contoh majas eufimisme.

Pengertian, Jenis, dan Contoh Rumusan Masalah Berbagai Karya Ilmiah

Contoh Rumusah Masalah Makalah, Penelitian, Laporan Praktikum, dll. – Menulis adalah sebuah keterampilan yang memerlukan latihan terus-menerus. Keterampilan menulis ini sangat penting bagi civitas pendidikan.

contoh rumusan masalah penelitian
Contoh Rumusah Masalah Penelitian, Biologi, Makalah, Laporan Praktikum, dll.

Contohnya saja penulisan jenis karya ilmiah skripsi, jurnal ilmiah, dan disertasi sudah sewajarnya menggunakan metode ilmiah yang baik dan benar.

Metode ilmiah dalam perkembangannya berjalan secara terus-menerus seiring dengan kemajuan zaman. Hal tersebut disebabkan perkembangan zaman mempengaruhi pola pikir manusia sehingga manusia dituntut  untuk melakukan berbagai eksperimen atau penelitian yang bersifat ilmiah.

Dengan adanya metode ilmiah akan memberikan pemahaman dan dapat dibuktikan secara empiris. Metode ilmiah dalam penulisan pada hakikatnya dilakukan dengan menentukan rumusan masalah.

Pada artikel ini akan dijelaskan terkait pengertian rumusan masalah, jenis rumusan masalah, dan contoh-contoh rumusan masalah makalah, penelitian, karya ilmiah, biologi, dan laporan praktikum.

Pengertian Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk menjawab suatu permasalahan pokok dengan singkat, padat, dan jelas.

Rumusan masalah dijadikan sebagai pokok ide gagasan yang nantinya dituangkan dalam tulisan untuk dicari solusinya berdasarkan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan dapat juga dengan melakukan hipotesis.

Prediksi yang dibuat kemudian diuji dengan melakukan eksperimen yang sebelumnya telah ditetapkan pedoman masalahnya. Berdasarkan pedoman dari beberapa ahli, perumusan masalah ini bertujuan untuk menetapkan topik untuk dipecahkan.

Ciri-Ciri Rumusan Masalah

Ciri penting yang mendasar dalam rumusan masalah yaitu ditulis dengan jelas dalam bentuk kalimat tanya. Kalimat tanya tersebut dapat menggunakan metode yang umum yaitu 5W+1H (What (apa), why (kenapa), who (siapa), when (kapan), where (dimana), dan how (bagaimana).

Setiap pertanyaan tersebut memuat makna yang berbeda-beda.

Berikut adalah maksud dibalik 5W+1H.

  • What: digunakan untuk mengetahui inti/pokok dari permasalahan yang sedang diteliti.
  • Why: digunakan untuk menjelaskan penyebab dari suatu masalah.
  • Who: digunakan untuk mengatahui nama/objek tertentu yang perlu diketahui.
  • When: digunakan untuk menanyakan waktu kejadian.
  • Where: digunakan untuk menjawab tempat kejadian/peristiwa dalam permasalahan.
  • How: digunakan untuk menyatakan proses terkait suatu peristiwa atau penelitian dan mengungkapkan maksud dibalik hasil yang telah di peroleh.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dari beberapa pertanyaan , yang sering dipakai dalam rumusan masalah adalah what (apa), why (kenapa), dan how (bagaimana) karena ketiganya dapat membahas secara lebih detail terhadap suatu masalah yang ingin diteliti berdasarkan pemahaman logika dan analisis.

Oleh sebab itu, dalam membuat rumusan masalah, hal tersebut tidak luput dari softskill berpikir kritis dan analitis dari para penulis.

Penulis diharuskan melakukan penalaran untuk memiliki cara berpikir yang deduktif dengan mengumpulkan dan mencari suatu hal untuk menentukan ide/masalah penelitian sehingga dapat mengidentifikasi masalah terhadap suatu fenomena.

Langkah selanjutnya, penulis perlu mengeksplor berbagai literatur untuk dapat mengumpulkan data dan menemukan solusi dari rumusan masalah.

Selain itu, pertanyaan-pertanyaan yang muncul berkaitan dengan rumusan masalah misalnya:

  • “Apa permasalahan utama sehingga perlu dilakukan penelitian?”
  • “Apakah tujuan dilaksanakan penelitian?”
  • “Apakah peneliti mampu menjawab masalah?”
  • “Apakah data dapat diperoleh?”

Pertanyaan tersebut dapat dijadikan sumber acuan apakah rumusan masalah yang telah dibuat dapat dilanjutkan atau tidak.

Baca juga :

Jenis Rumusan Masalah

Rumusan masalah dapat kita jumpai pada permulaan bab yaitu pendahuluan. Pada bab tersebut terdapat latar belakang yang merupakan dasar dari uraian rumusan masalah. Rumusan masalah hendaknya juga disusun dengan memperhatikan jenis penelitian.

Adapun jenis rumusan masalah terbagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Rumusan masalah deskriptif
  2. Rumusan masalah komparatif
  3. Rumusan maslaah asosiatif

Berikut adalah penjelasan beserta contoh rumusan tiap jenisnya.

#1. Rumusan masalah deskriptif

Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah terkait pertanyaan tentang suatu fenomena yang perlu dijelaskan dan dijabarkan.

Penjelasan contoh rumusan masalah deskriptif dalam hal ini yaitu variabel hanya berdiri sendiri dan tidak berhubungan dengan variabel lainnya. Contoh rumusan masalah deskriptif yaitu:

  • Berapa nilai konsentrasi TSS dan kekeruhan pada limbah industri tempe?
  • Bagaimana persebaran virus Covid-19 di Surabaya?
  • Bagaimana cara menghilangkan lemak dalam tubuh?
  • Apa makna dari gizi seimbang?

#2. Rumusah Masalah Komparatif

Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang mempertanyakan perbandingan variabel satu dengan yang lainnya. Contoh rumusan masalah komparatif yaitu:

  • Adakah perbedaan pertumbuhan toge yang disinari matahari dengan yang tidak terkena matahari?
  • Adakah perbedaan kadar kekeruhan dengan penambahan dosis koagulan a, b, dan c?
  • Apakah ada beda perkembangan anak ketika disekolahkan dengan anak yang tidak bersekolah?
  • Adakah perbedaaan antara metamorfosis katak dengan kupu-kupu?

#3. Rumusan Masalah Asosiatif

Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah dengan pertanyaan yang menyatakan hubungan antar variabel. Contoh rumusan masalah asosiatif yaitu:

  • Apakah ada hubungan antara lama waktu dan dosis koagulan terhadap penurunan konsentrasi COD?
  • Adakah pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan pohon jati?
  • Adakah pengaruh makanan bergizi bagi kekuatan fisik masa anak-anak?
  • Apakah pertumbuhan kecambah memiliki hubungan dengan intensitas cahaya matahari?

Contoh Rumusan Masalah Berbagai Keperluan

Selain contoh rumusan masalah berdasarkan jenisnya, berikut akan dijelaskan secara lebih lanjut contoh rumusan masalah berdasarkan karangannya seperti dalam makalah, penelitian, karya ilmiah, biologi, deskriptif, dan laporan praktikum.

#1. Contoh Rumusan Masalah Makalah

Contoh Rumusan Masalah Makalah
Contoh Rumusan Masalah Makalah

Makalah adalah salah satu jenis karya ilmiah yang membahas permasalahan secara objektif sehingga didasarkan dengan pemahaman empiris bukan dari pendapat pribadi atau subjektif.

Biasanya dalam pembuatan makalah ini, dilakukan secara individu maupun tim. Makalah memiliki pembahasan yang lebih singkat karena merupakan kajian literatur dari permasalahan yang diangkat dan seringkali dijadikan bahan tugas dalam bangku sekolah ataupun perkuliahan. Makalah dibuat menggunakan bahasa formal atau baku.

Hal yang mendasar dan terpenting dalam makalah yaitu terletak pada bab 1 pendahuluan yang umumnya di dalamnya berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, teori, dan sistematika penulisan. Contoh rumusan masalah makalah dapat dilihat di bawah ini:

  • Bagaimana makna pancasila dalam kehidupan berbangsa di Indonesia?
  • Apa saja upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh pelajar untuk mengimplementasikan nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa makna yang terkandung dalam lambang negara Indonesia?
  • Bagaimana cara mengoptimalkan peran orang tua dalam pembentukan kepribadian anak sejak dini?
  • Siapa saja tokoh islam yang berperan dalam dunia pendidikan?
  • Bagaimana cara yang efektif untuk menerapkan pola hidup dengan gizi yang seimbang?
  • Apa hal yang harus diperhatikan dalam membuat karya sastra cerpen?

#2. Contoh Rumusan Masalah Penelitian

Contoh Rumusan Masalah Penelitian
Contoh Rumusan Masalah Penelitian

Menurut Creswell (2012), penelitian adalah adanya suatu proses berpikir yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk memahami suatu masalah.

Dalam membuat adanya suatu penelitian, maka perlu adanya metode yang dilakasanakan untuk mendapatkan dan menginterpretasi sebuah data yang dinamakan metode penelitian. Metode penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Metode kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk menjelaskan penelitian secara deskriptif, sedangkan metode kuantitatif menjelaskan secara numberik. Oleh sebab itu, penyesuaian rumusan masalah penting dilakukan bedasarkan metode penelitian yang telah ditentukan oleh seorang peneliti.

Rumusan masalah dalam penelitian merupakan tahapan proses yang utama dan pertama kali dilakukan oleh seorang peneliti, sebelum melakukan proses meninjau literatur, menentukan tujuan penelitian, mengumpulkan data, menganalisa dan menafsirkan data, serta membuat laporan dan mengevaluasi penelitian.

Adapun contoh rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut.

  • Bagaimana moral siswa SMA 1 Yogyakarta dalam berperilaku terhadap guru di lingkungan sekolah?
  • Apa saja bakteri yang terkandung dalam tanah gambut di depan fakultas sains dan teknologi UNAIR?
  • Apa saja faktor yang mempengaruhi proses pembusukan pada buah mangga?
  • Bagaimana cara yang efektif dalam pembuatan tape singkong menggunakan fermipan ragi?
  • Berapa lama waktu kontak media bioball dalam mengurangi kadar kekeruhan pada limbah cair?
  • Apa saja sistem pencernaan dan sistem pernafasan pada katak?
  • Bagaimana cara guru menanamkan sikap sopan dan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah pada siswa?

Berdasarkan beberapa rumusan masalah penelitian tersebut, Anda dapat mengidentifikasi jenis rumusan masalah yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Contoh rumusan masalah yang bersifat kuantitaitf karena menjawab dengan suatu numberik salah satunya adalah “berapa lama waktu kontak media bioball dalam mengurangi kadar kekeruhan pada limbah cair?

Untuk rumusan masalah yang bersifat kualitatif yaitu seperti “Apa saja sistem pencernaan dan sistem pernafasan pada katak?.” Hal tersebut disebabkan pertanyaan tersebut dapat berisi jawaban yang menyatakan suatu proses yang bersifat deskriptif.

#3. Contoh Rumusan Masalah Karya Ilmiah

Contoh Rumusan Masalah Karya Ilmiah
Contoh Rumusan Masalah Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah karya tulis yang penulisannya didasarkan pada fakta dan objektif. Karya ilmiah berbeda dengan karya sastra yang umumnya memakai bahasa yang indah dan bersifat subjektif sedangkan karya ilmiah meemiliki ciri-ciri pennyusunannya secara sistematis, konseptual, dan procedural.

Bahasa yang digunakan dalam pembuatan karya ilmiah yaitu menggunakan landasan bahasa yang jelas serta tidak bersifat pendapat pribadi.

Jenis karya ilmiah banyak sekali macamnya, berdasarkan publikasinya, karya ilmiah dibagi menjadi dua, yaitu karya tulis ilmiah yang dipublikasi dengan karya tulis ilmiah yang belum dipublikasi.

Karya tulis ilmiah yang dipublikasi contohnya yaitu, jurnal dan buku, sedangkan karya tulis ilmiah yang belum dipublikasi dan biasanya dijadikan tugas akhir yaitu, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, dsb.

Dalam penulisan karya ilmiah perlu diperhatikan adanya etika penulisan. Hal tersebut berupa karya yang dibuat harus bersifat orisinil, bukan plagiat, serta memiliki pertanggung jawaban karena data dan pembahasan yang diperoleh harus berdasarkan teori yang jelas dan tidak memanipulasi data. Oleh sebab itu, karya tulis ilmiah harus ditulis secara cermat dengan memperhatikan rumusan masalah yang dibuat berdasarkan fakta.

Contoh rumusan masalah karya ilmiah adalah sebagai berikut.

  • Apakah ada beda antara konsentrasi BOD dan COD dengan penambahan aerasi pada limbah cair?
  • Berapa volume timbulan sampah di TPA Angsana Surabaya?
  • Bagaimana pengolahan limbah B3 pada industri PT. X?
  • Bagaimana perkembangan diabetes mellitus di Madura?
  • Bagaimana pola persebaran penyakit HIV di dunia?
  • Apa saja dampak penggunaan gadget yang terlalu lama bagi kesehatan?
  • Bagaimana sejarah perkembangan islam di Indonesia?

#4. Contoh Rumusan Masalah Biologi

Dalam membuat laporan atau makalah tentang biologi, maka pada laporan tersebut selalu menjelaskan atau membahas terkait makhluk hidup yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.

Tujuan laporan tersebut sebagai sarana pembelajaran bagi siswa serta memberikan pemahaman pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Karya ilmiah terkait biologi ini biasanya membahas tentang morfologi, sistem, jaringan, siklus hidup, bahkan sampai dibagi lagi cabangnya biologi seperti mikrobiologi yang mempelajari tentang mikroorganisme.

Oleh sebab itu dalam membuat karya ilmiah biologi rumusan masalah yang dibuat juga harus sejalan dengan ilmunya. Contoh rumusan masalah biologi adalah sebagai berikut.

  • Apa saja peranan morfologi pada tumbuhan?
  • Bagaimana sejarah perkembangan evolusi pada hewan?
  • Apa saja manfaat bakteri selulosa dalam industri makanan?
  • Bagaimana siklus rantai makanan di lingkungan hutan?
  • Bagaimana sistem klasifikasi 5 kingdom yang dikembangkan oleh Whittaker?
  • Apa perbedaan antara sistem darah tertutup dan terbuka?
  • Bagaimana proses sistem pencernaan pada sapi?

Baca juga :

#5. Contoh Rumusan Masalah Laporan Praktikum

Contoh Rumusan Masalah Laporan Praktikum
Contoh Rumusan Masalah Laporan Praktikum

Pelaksanaan praktikum biasa diterapkan mulai dari siswa hingga mahasiswa. Praktikum ini berfungsi meningkatkan keterampilan dalam bentuk praktek yang kemudian dilaporkan dalam bentuk karya tulis.

Laporan praktikum adalah pembahasan dan penjelasan secara lengkap berdasarkan dari percobaan yang telah dibuat.

Laporan ini betujuan untuk memberikan penjelasan secara objektif berdasarkan data yang diperoleh dari percobaan. Data yang tertuang di laporan ini haruslah apa adanya dan tidak boleh mengubah data walaupun terjadi ketidaksesuaian.

Penjelasan pada laporan harus berdasarkan literatur yang digunakan untuk membuat laporan.

Jika data tidak sesuai dengan literatur dan hipotesis yang diinginkan, maka hak tersebut tidak perlu diubah, cukup cantumkan alasan dan bahas kenapa tidak sesuai, faktor apa saja yang menyebabkan data error, bahkan apabila ada faktor human error juga perlu ditulis pada laporan praktikum.

Hal tersebut karena sebagai seorang peneliti, harus memiliki sifat jujur dan bersifat ilmiah. Oleh sebab itu, laporan praktikum ini ditulis secara lengkap dan sistematis.

Rumusan masalah dalam laporan praktikum perlu memperhatikan topik praktikum yang telah diuji. Berikut adalah contoh rumusan masalah laporan praktikum.

  • Apa saja pengatuh pengenceran terhadap pH larutan buffer?
  • Apa pengaruh konsentrasi buffer terhadap kapasitas buffer?
  • Bagaimana reaksi uji sifat kimia dengan uji Molisch pada senyawa golongan karbohidrat?
  • Bagaimana gambar morfologi dan sistem pernafasan pada katak?
  • Berapa suhu yang optimum untuk pertumbuhan mikroba selulolitik?
  • Apa saja parameter fisik yang mendukung pertumbuhan alga?
  • Apa perbedaan sifat ion Fe3+, Mn2+, Cr3+, dan Al3+?

Contoh rumusan masalah laporan praktikum tersebut memuat beberapa topik praktikum, yang pertanyaannya dapat dijawab setelah melaksanakan percobaan.

Pada pertanyaan pertama dan kedua memiliki topik yang sama yaitu larutan buffer sehingga rumusan masalahnya yaitu dapat berupa faktor yang mempengaruhi larutan (pertanyaan poin 1) atau dapat berupa hasil dari suatu percobaan (pertanyaan poin 2).


Setelah Anda sudah memahami penjelasan terkait rumusan masalah di atas, kemudian rumusan masalah yang telah dibuat perlu dilakukan sinkronisasi dengan tujuan dan kesimpulan.

Tujuan inilah yang berfungsi sebagai pedoman dalam penelitian yang berasal dari pertanyaan rumusan masalah. Sedangkan kesimpulan dari karya ilmiah tersebut haruslah berasal dari jawaban rumusan masalah.

Oleh sebab itu, rumusan masalah merupakan hal yang paling penting ibarat pondasi bagi pembuatan karya ilmiah.

Semoga bermanfaat.

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan – Gaya bahasa atau yang lebih dikenal dengan majas adalah cara menggunakan bahasa dalam konteks tertentu, oleh orang tertentu, dan untuk tujuan tertentu.

Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya
Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya | Unsplash.com

Pemakaian gaya bahasa yang tepat dapat menarik perhatian dan memberikan kesan kepada pembaca. Sebaliknya, bila penggunaannya tidak tepat, maka penggunaan gaya bahasa akan terdengar aneh dan tidak dipahami oleh pembaca ataupun pendengar.

Pemakaian majas berfungsi untuk menghidupkan apa yang dikemukakan dalam teks, karena majas dapat menyampaikan gagasan yang penuh makna dengan kata yang relatif singkat dan padat.

Oleh sebab itu, majas dapat dijadikan sebagai cara mengungkapkan pikiran penulis melalui bahasa yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian (style) penulis dengan pilihan kata, frasa, klausa, ataupun kalimat.

Secara umum, majas terbagi menjadi empat jenis yang masing-masing jenis majas tersebut, didalamnya juga memiliki sub jenis majas lainnya. Keempat majas tersebut yaitu:

  • Majas Perbandingan
  • Majas Penegasan
  • Majas Sindiran
  • Majas Pertentangan

Dari keempat majas tersebut, salah satu jenis majas yang akan dibahas oleh artikel ini  yaitu majas pertentangan.

Pengertian Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang mengekspresikan sesuatu menggunakan kata yang bertentangan atau berkebalikan dengan makna sebenarnya.

Dengan adanya majas ini, akan memberikan efek penekanan terhadap pembaca atau pendengar. Majas pertentangan terbagi lagi menjadi beberapa jenis.

Baca juga :

Jenis dan Contoh Majas Pertentangan

Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai jenis majas pertentangan dan contoh-contoh majas pertentangan.

  1. Majas Antitesis

Majas antitesis adalah gaya bahasa yang menunjukkan pertentangan antara dua kata yaitu dengan membandingkan dua kata yang berlawanan dalam suatu pernyataan.

Contoh majas antitesis adalah sebagai berikut.

  • Peningkatan ekonomi ditandai oleh naiknya proses jual beli yang ada pada masyarakat.
  • Susah senang bukan menjadi penghambat untuk beriman kepada Allah.
  • Baik dan buruknya seseorang tidak dinilai dari fisik maupun hartanya.
  • Cepat atau lambat aku akan berhasil mengalahkanmu dalam pertandingan sepak bola. Lihat saja nanti.
  1. Majas Pertentangan Litotes

Majas litotes adalah gaya bahasa yang berisi pernyataan kata yang berlawanan artinya dengan kata sebenarnya dengan maksud untuk merendahkan diri.

Majas litotes biasanya digunakan untuk bertindak sopan kepada orang lain agar tidak berlaku sombong atau angkuh.

Contoh majas litotes adalah sebagai berikut.

  • Maaf jika seadanya, silahkan masuk di gubukku yang kecil
  • Saya yang pemula ini, jika Anda berkenan akan mencoba membantu menjawab pertanyaan saudara.
  • Saya hanya ingin memberikan baju yang sangat sederhana ini untuk anak-anak, kiranya saya berharap mohon diterima.
  • Aku yang lemah ini ingin berusaha lebih keras untuk bisa menyenangkan orang tua.
  1. Majas Hiperbola

Jenis majas pertentangan selanjutnya adalah majas hiperbola. Majas hiperbola sudah sangat sering dijelaskan dan dipakai pada sebuah karya sastra.

Dari asal katanya “hiper” dimaknai sebagai sesuatu yang berlebihan. Oleh sebab itu majas hiperbola adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan berlebihan.

Berlebihan yang dimaksud dapat dari segi sifat, bentuk, ataupun ukurannya. Penggunaan majas ini umumnya dipakai untuk mengekpresikan kekaguman, ketertarikan, maupun sesuatu perasaan yang negatif.

Contoh majas pertentangan pada majas hiperbola adalah sebagai berikut.

  • Hari ini aku capek sekali, seharian bekerja ditambah jam lembur rasanya ingin meninggal.
  • Kau pasti adalah malaikat yang turun ke bumi untuk menebar kebaikan, kau sangat baik.
  • Cantikmu seperti cahaya yang menerangi saat kegelapan, Bulan saja merasa malu
  • Aku tak bisa berpaling darimu kemanapun aku pergi, aku pikir wajahmu mengalihkan duniaku.
  1. Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas pertentangan yang menggambarkan sesuatu yang seolah-olah bertentangan padahal sebenarnya tidak.

Dari bahasanya, kata paradoks berasal dari kata “para”, yaitu kontradiktif dan “doxa”, artimya pemikiran.

Jadi, majas paradoks merupakan dua hal yang kontradiktif tapi keduanya adalah sebuah kebenaran.

Contoh majas pertentangan paradoks adalah sebagai berikut.

  • Semarah-marahnya ibu terhadap anaknya. Ibu akan selalu menyanyangi anaknya.
  • Orang yang tidak mengenalnya pasti menganggap dia adalah orang yang cuek tapi di dalam hatinya sebenarnya dia perhatian terhadap orang lain.
  • Saat sedang berbicara dengan temannya dia bermulut manis, namun jika dibelakang menjadi bermulut pahit
  • Doni bersikap seolah-olah dia bodoh, padahal ketika menjawab soal dia adalah anak yang pintar.
  1. Majas Okupasi

Majas okupasi adalah majas pertentangan yang memiliki tujuan untuk melakukan bantahan. Bantahan tersebut kemudian diberi penjelasan atau kesimpulan sebagai penutup kalimat.

Contoh majas pertentangan jenis majas okupasi adalah sebagai berikut.

  • Olahraga itu menyehatkan, tapi banyak orang malas bangun pagi untuk melakukannya. Tidur lebih diminati dibandingkan berolahraga.
  • Jujur merupakan perbuatan mulia yang harus ditanamkan sejak dini, tapi jika jujur untuk mengatakan keburukan orang lain itu kurang sopan. Kejujuran perlu dilakukan secara bijak tanpa melukai hati seseorang.
  • Penggunaan majas dalam karya satra perlu diaplikasikan, tapi penggunaan majas tersebut harus memperhatikan kebahasaan dan kesesuaian dengan kalimatnya. Oleh sebab itu, penggunaannya perlu memperhatikan struktur katanya dan fungsi pada setiap jenis majas.
  • Aku bukannya tidak menyukai, tapi perilakumu padaku sungguh tidak menyenangkan. Jadi aku berusaha untuk tidak terlibat denganmu dalam hal apapun.
  1. Majas Pertentangan Kontradiksi Interminus

Majas kontradiksi interminus adalah majas yang menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan penjelasan sebelumnya.

Fungsi dari majas kontradiksi interminus yaitu untuk menunjukkan pengecualian atau penolakan.

Contoh majas pertentangan pada majas kontradiksi interminus adalah sebagai berikut.

  • Semua murid berbaris untuk melaksanakan upacara bendera, kecuali Ani tidak ikut karena sedang sakit sehingga perlu beristirahat di UKS.
  • Dini melihat pintu dapur restoran yang bertuliskan bahwa semua orang dilarang masuk, kecuali karyawan.
  • Setiap pengendara mobil dilarang parkir di samping kantor tersebut, kecuali direktur, kepala bagian departemen, serta klien kantor.
  • Kakak dihukum tidak boleh keluar dari rumah, kecuali pergi ke sekolah.
  1. Majas Pertentangan Oksimoron

Majas oksimoron adalah majas pertentangan yang mirip dengan majas paradoks. Hal tersebut karena majas oksimoron ini adalah majas lanjutan atau perpanjangan dari majas paradoks.

Perbedaan yang mendasar dari majas paradoks dengan majas ini adalah pada majas oksimoron terdapat penggunaan kata yang bertentangan dalam satu kalimat yang sama.

Menurut Tarigan (1986), majas oksimoron adalah majas yang mengandung penegakan atau pendirian suatu hubungan sintaksis antara dua kata yang berlawanan.

Sintaksis adalah ilmu terkait prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami.

Contoh majas pertentangan oksimoron adalah sebagai berikut.

  • Di setiap perjalanan hidup percayalah selalu ada kemudahan pada setiap kesulitan.
  • Hidup atau matiku ku serahkan pada-Mu semata.
  • Tak peduli senang atau duka, aku ingin selalu bersamamu.
  • Isak tangis bahagia kurasakan setelah aku melihat kepulanganmu.
  1. Majas Pertentangan Anakronisme

Majas anakronisme adalah majas pertentangan yang berkaitan dengan waktu. Majas ini menggambarkan sesuatu yang bertentangan dengan waktu penyataan yang bersangkutan.

Berdasarkan asal katanya, anakronisme terbagi menjadi “ana” yang berarti mundur, dan “chronos” yang artinya waktu.

Jadi majas ini menceritakan bentuk lampau dengan menambahkan hal yang tidak ada pada masa lalu (ada masa kini). Oleh sebab itu, majas anakronisme mengandung unsur ketidaktepatan antara peristiwa/benda dengan waktunya.

Contoh majas pertentangan jenis anakronisme adalah sebagai berikut.

  • Ande-ande lumut sedang berlayar mengelilingi samudra dengan membawa peta digitalnya.
  • Malin kundang datang menemui ibunya dengan membawa oleh-oleh berupa roti kukus.
  • Dinosaurus itu datang dan menghancurkan bangunan apartemen mewah itu.
  • Sudah hampir 2 jam Putri Deokhye menunggu taksinya tiba, namun sampai saat ini belum datang.

Baca juga :


Demikian adalah contoh-contoh majas pertentangan yang memiliki berbagai macam sub-jenis di dalamnya.

Garis besarnya dari majas pertentangan ini dapat Anda ketahui, yaitu merupakan kalimat yang memiliki unsur pertentangan atau antonim (lawan kata).

Berkenaan dengan hal itu, diharapkan artikel ini dapat memberikan konsep keilmuan, wawasan dan pengetahuan berkenaan tentang majas pertentangan sehingga dapat diaplikasikan dalam berbagai karya sastra.

Semoga bermanfaat.