Statistik Adalah? Jenis, Fungsi, & Pengertian Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensial

Statistik adalah hasil data berbentuk tabel, diagram, grafik dan lainnya yang dipelajari dalam ilmu statistika. Jadi, perbedaan statistik dan statistika terletak pada angka dan ilmu. Artikel kali ini tidak hanya mengulas tentang apa itu statistik, namun juga statistik deskriptif, inferensial, dan fungsi statistik.

Statistik Adalah?

Apa itu statistik? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), statistik adalah angka-angka atau catatan yang dikumpulkan, dikelompokkan, dan ditabulasi sehingga didapatkan informasi berkaitan dengan masalah tertentu.

Statistik Adalah? Pengertian, Data, dan Fungsi Statistik
Statistik Adalah? Jenis, Fungsi, & Pengertian Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensial

Adapun asal data statistik adalah dari pengumpulan data atau wawancara. Data tersebut kemudian diolah dengan ilmu statistika.

Menurut Prof. Dr. Sudjana, M. A., M.Sc., statistik adalah suatu pengetahuan yang berhubungan dengan metode pengumpulan data, pengolahan data, analisisnya, dan juga penarikan kesimpulan dengan berdasarkan kumpulan data serta penganalisisan yang dilaksanakan.

Perbedaan Statistik dan Statistika

Perbedaan statistik dan statistika terlihat dari pengertian keduanya. Statistik adalah hasil data yang diolah sehingga membentuk diagram atau grafik. Sedangkan pengertian statistika yaitu cara mengumpulkan, menabulasi, menganalisis dan menemukan keterangan dari data. Biasanya, data yang dikumpulkan dalam statistika berupa angka-angka (sumber KBBI).

Jadi, statistik adalah data yang dihasilkan sedangkan statistika adalah ilmu untuk mengolah data.

Perbedaan statistik dan statistika yang kedua terletak pada tujuannya. Tujuan statistik adalah untuk mendapatkan gambaran dari hasil data yang diolah tersebut. Gambaran itu dapat dipakai untuk membuat sebuah kebijakan atau melakukan koreksi terhadap program tertentu.

Sedangkan tujuan statistika adalah agar data yang ada dapat diolah dengan mudah sehingga melahirkan bentuk data yang mudah untuk dibaca. Dari hasil pengolahan statistika, akan diperoleh data statistik.

Baca juga:

Tujuan Statistik

Untuk apa sebenarnya statistik itu? Data yang diolah hingga kemudian berubah bentuk menjadi diagram atau grafik itu tentu bukan untuk hal yang sia-sia. Berikut ini tujuan pembuatan data statistik:

  • Untuk membuat sebuah penjelasan deskriptif terkait populasi tertentu.
  • Untuk melakukan analisis data guna mengetahui nilai dari suatu hal.
  • Untuk mengambil estimasi dari data sehingga menjadi landasan untuk mengambil sebuah keputusan.
  • Untuk mendapatkan gambaran masalah dari sebuah populasi.

Fungsi Statistik

Statistik adalah data yang diolah untuk berbagai kepentingan, bisa kepentingan usaha, kemasyarakatan, keuangan, atau kesehatan. Fungsi statistik sendiri ada dua, yaitu deskriptif dan inferensial. Berikut ini penjelasan lengkapnya.:

  • Fungsi deskriptif

Data yang dikumpulkan melalui penelitian atau penyelidikan dapat diterangkan dengan metode penggambaran dan penguraian menggunakan kalimat-kalimat.

  • Fungsi inferensial

Fungsi inferensial artinya data statistik digunakan untuk memprediksikan atau mengendalikan populasi dengan memulai sebuah hipotesis.

Jenis-jenis Statistik

Statistik adalah hal yang berkaitan dengan pengumpulan data dari sampel yang dilakukan pada sebuah penelitian. Adapun jenisnya beragam tergantung pada tujuan dan orientasi penelitian itu sendiri. Berikut ini beberapa jenis statistik yang lazim ditemukan.

  • Statistik berdasarkan orientasi pembahasan

Statistik berdasarkan orientasi pembahasan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu matematika dan terapan. Adapun bentuk statistik matematika adalah untuk memahami model, teori, atau penurunan konseptual.

Sedangkan bentuk statistik terapan lebih menekankan pada pemahaman konsep dan penerapannya. Biasanya dipakai pada disiplin ilmu tertentu.

  • Berdasarkan tujuan analisis

Bila dilihat dari tujuan analisisnya, statistik dapat dibedakan menjadi deskriptif dan inferensial.

  • Berdasarkan asumsi populasi data

Statistik berdasarkan asumsi populasi data dibedakan menjadi statistik parametik dan non-parametik. Statistik parametik menggunakan model ditribusi yang normal. Sedangkan statistik non-parametik menggunakan metode distribusi garis.

  • Berdasarkan jumlah variabel terikat

Statistik berdasarkan jumlah variabel terikat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu statistik univariat dan multivariat. Statistik univariat adalah penelitian dengan satu variabel dependen. Sedangkan statistik multivariat memiliki dua atau lebih variabel dependen.

Statistik Deskriptif

Apa itu statistik deskriptif? Seperti yang dijelaskan pada subbab di atas bahwa statistik terdiri atas deskriptif dan inferensial. Namun, pada subbab kali ini akan dibahas secara detail tentang statistik destriptif.

Statistik deskriptif adalah teknik penyajian data yang menitik beratkan pada manajemen, penyajian dan klasifikasi data. Tujuan dari statistik deskriptif adalah untuk mendapatkan pemahaman yang mudah dari data statistik.

Manfaat statistik deskriptif tentu bukan hanya sebatas memahami dengan mudah, tapi juga untuk mendapatkan informasi yang valid terkait data yang ada dalam bentuk diagram maupun grafik. Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua orang bisa membaca dan memahami diagram atau grafik dengan baik.

Statistik deskriptif memungkinkan semua orang, bahkan yang tidak mengerti tentang diagram pun dapat memahami maksud sebuah data.

Manfaat lain dari statistik deskriptif adalah untuk memberikan karakteristik dari sebuah data. Selain memberikan nilai, sebuah data statistik juga memiliki makna karakter. Karakteristik data ini nantinya akan dipakai untuk membuat keputusan.

Bentuk penyajian data deskriptif ada dua, yaitu:

  • Penyajian numerik

Statistik deskriptif dengan bentuk penyajian numerik memiliki tujuan membuat sajian data berupa angka yang lebih sederhana seperti mean, median dan varian.

  • Visualisasi data

Visualisasi data statistik merupakan bentuk sajian berupa grafik dengan tujuan data tersebut lebih mudah dipahami oleh pembaca. Bentuk diagramnya bermacam-macam, bisa diagram batang, diagram garis, dan diagram pie.

Untuk lebih memahami mengenai statistik deskriptif, simak video berikut:

Statistik Inferensial

Statistik inferensial adalah bentuk data statistik yang sangat diperlukan ketika melakukan penelitian. Hal ini disebabkan statistik inferensial menentukan hasil sebuah riset. Oleh karena itu, banyak peneliti dan lembaga survei yang menggunakannya.

Apa itu statistik inferensial? Menurut KBBI, inferensial artinya dapat disimpulkan. Hal yang disimpulkan dalam statistik inferensial adalah populasi data yang diteliti. Untuk mendapatkan data statistik inferensial ini, Anda harus melakukan pengambilan sampel, analisis, lalu pengambilan kesimpulan terhadap seluruh populasi.

Seperti halnya statistik diskriptif, statistik inferensial juga memiliki banyak manfaat antara lain:

  • Digunakan untuk melakukan estimasi nilai populasi. Banyak yang telah membuktikan bahwa hasil statistik inferensial ini tepat dan akurat dalam memberikan penilaian populasi. Oleh karena itu, statistik inferensial selalu digunakan pada penelitian.
  • Formulanya rapi dan terstruktur. Estimator yang diberikan berdasarkan uji matematis yang dipercaya dan tidak bias.

Adapun penerapan statistik inferensial dalam kehidupan sangatlah banyak. Berikut ini beberapa contoh penerapan statistik inferensial untuk memperdalam wawasan Anda.

  1. Analisis Regresi

Statistik adalah angka-angka yang dikumpulkan berdasarkan ketentuan untuk memberikan informasi terkait suatu masalah. Dalam analisis regresi, statistik inferensial dipakai untuk menentukan adanya hubungan antara variabel dependen dan independen.

Dari nilai hubungan tersebut, Anda akan mengetahui manakah variabel yang memberikan pengaruh atau hubungan. Contohnya, Anda sedang meneliti tentang faktor-faktor yang dapat menurunkan angka kemiskinan.

Dari studi literasi didapatkan beberapa faktor yang menjadi kemungkinan seperti tingkat pendidikan, volume lapangan kerja, budaya masyarakat, dan kestabilan politik.

Nah, Anda bisa mengumpulkan data-data untuk diolah menjadi data statistik. Hasil data statistik inferensial tersebut akan menunjukkan faktor manakah yang punya hubungan erat dengan penurunan kemiskinan.

  1. Uji Hipotesis

Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui apakah asumsi yang beredar di masyarakat itu benar adanya. Tujuan dari uji hipotesis adalah menentukan kepercayaan pada pendapat tersebut.

Contoh uji hipotesis: di masyarakat berkembang asumsi bahwa nilai matematika laki-laki cenderung lebih tinggi dibanding perempuan. Nah, Anda bisa melakukan uji hipotesis dengan mengumpulkan sampel nilai matematika siswa perempuan dan laki-laki pada populasi tertentu.

Kemudian, hasil sampel itu diolah menjadi data statistik inferensial. Dengan begitu dapat diketahui apakah asumsi tersebut benar atau salah.

  1. Convidence Interval

Convidence interval adalah tingkat kepercayaan terhadap sebuah nilai populasi yang diambil berdasarkan sampel. Ketika melakukan convidence interval, kita akan mendapatkan rentang data statistik dari yang atas hingga bawah.

Untuk bisa menggunakan statistik inferensial, diperlukan prosedur di bawah ini:

  1. Tentukan dulu populasi dari penelitian yang akan Anda lakukan.
  2. Tentukan sampel dan jumlah sampel yang menggambarkan populasi tersebut.
  3. Pilihkan metode analisis data yang sesuai dengan karakter data dan tujuan penelitian.
  4. Setelah selesai melakukan analisis, maka buatlah sebuah kesimpulan dari data tersebut.

Untuk lebih memahami mengenai statistik inferensial, simak video berikut:

Baca juga:


Demikian pembahasan tentang apa itu statistik, tujuan, fungsi, perbedaannya dengan statistika, dan contoh-contohnya. Statistik adalah angka-angka yang diambil dari sebuah penelitian, kemudian diolah menjadi sebuah data statistik. Adapun bentuk data itu bisa berupa statistik deskriptif atau statistik inferensial tergantung pada tujuannya. Terimakasih telah membaca artikel kami.

Leave a Comment