SKS Adalah: Penjelasan SKS Lengkap, IPK, Cara Menghitung IPK, dan KRS

Dalam perkuliahan, seringkali Anda mendengar istilah apa itu SKS, apa itu IPK, dan apa itu KRS. Ketiga istilah tersebut saling berhubungan dalam sistem pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam dunia kampus mahasiswa dituntut untuk memperoleh prestasi akademik dan berkompetisi. Penentuan prestasi akademik tersebut tolak ukurnya adalah indeks prestasi.

Indeks prestasi kumulatif (IPK) ini ada dalam sebuah sistem dan berfungsi untuk menentukan jatah SKS. SKS adalah program pendidikan dimana mahasiswa dapat memilih mata kuliah sesuai dengan jatah atau kreditnya.

Adapun IPK dan SKS tercantum dalam KRS yang merupakan wadah bagi mahasiswa untuk menentukan rencana studi berikutnya.

SKS Adalah: Penjelasan SKS Lengkap, IPK, Cara Menghitung IPK, dan KRS
SKS Adalah: Penjelasan SKS Lengkap, IPK, Cara Menghitung IPK, dan KRS

Baca juga:

Untuk lebih memahaminya, pada kesempatan kali ini, akan ukulele jelaskan mengenai apa itu SKS mulai dari kepanjangan SKS, pengertian SKS, tujuan SKS, karakteristik, ciri, hingga prinsip SKS, kemudian penjelasan mengenai apa itu IPK, nilai IPK dan cara menghitung IPK, serta apa itu KRS. Mari kita simak bersama!

Kepanjangan SKS Adalah?

Kepanjangan SKS adalah Satuan Kredit Semester. Berdasarkan kepanjangan SKS tersebut, prinsip SKS bertitik tolak pada pendekatan sistem. Sistem adalah seluruh komponen yang terhubung menjadi suatu jaringan yang saling berhubungan, mempengaruhi, dan bergantung satu sama lain.

Kredit dari kepanjangan SKS adalah memiliki makna bahwa adanya ukuran atau patokan dalam SKS tersebut. Selain itu, arti kredit dalam kepanjangan SKS mengandung makna penghargaan terhadap pencapaian dan kemampuan yang diharapkan yang didapatkan dari pengalaman belajar selama satu semester.

Oleh sebab itu, kata semester dalam kepanjangan SKS menunjukkan satuan waktu dalam penyelenggaraan pendidikan yaitu sekitar 6 bulan.

Pengertian SKS

Berdasarkan peraturan Permendikbud No 81A pada lampiran IV, pengertian SKS adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar atau jumlah mata kuliah yang diikuti setiap semester.

Menurut Nursyamsudin (2013), pengertian SKS adalah beban belajar setiap mata kuliah.

Selain itu, pengertian SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester yang berasal dari kegiatan tatap muka per minggu serta adanya alokasi waktu.

Berdasarkan pengertian SKS tersebut, maka pada dasarnya pengertian SKS adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang merangkum beban belajar, beban kerja guru beserta lembaga penyelenggaraan pendidikan.

Adapun yang dimaksud beban belajar dalam SKS adalah satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik yang didalamnya terdapat sistem tatap muka, penugasan terstruktur, serta kegiatan mandiri tidak terstruktur. Dengan demikian, peserta didik harus memiliki pengorbanan dalam tugas pembelajaran seperti berkorban waktu, tenaga, dan pikiran lebih banyak.

Beban belajar dalam SKS akan mengikat peserta didik dan dituntut untuk melakukan kegiatan yang telah didesain sedemikian rupa dalam silabus mata kuliah yang waktunya telah ditentukan.

Secara umum, tujuan dari SKS adalah untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat kemampuan peserta didik.

Tujuan SKS

Tujuan khusus dari penerapan SKS adalah sebagai berikut:

  • Memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kepintaran yang lebih untuk dapat menyelesaikan studi menjadi lebih singkat.
  • Memberikan kesempatan untuk memilih mata kuliah yang sesuai dengan minatnya.
  • Dapat fleksibel dan mempermudah pengaturan kurikulum jika terjadi perubahan sewaktu-waktu.
  • Agar dapat memantau dan mengevaluasi kemajuan peserta didik dalam tiap semesternya.
  • Memberikan peluang kepada sistem pendidikan agar dapat mewujudkan keseimbangan antara input dan output.

Karakteristik SKS

Setelah Anda mengetahui pengertian SKS, untuk lebih memahaminya, karakteristik SKS adalah sebagai berikut:

  • Setiap mata kuliah diberi bobot (takaran) yang disebut dengan kredit.
  • Besarnya nilai kredit pada setiap mata kuliah dapat berbeda-beda dan tidak harus sama.
  • Besarnya nilai kredit setiap mata kuliah tergantung pada tingkat kesulitan dan besarnya usaha dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Tugas-tugas tersebut biasanya terdiri dari tatap muka teori (TMT), praktikum sekolah, hingga tugas lapangan.
  • Terdiri dari 2 kegiatan yaitu kegiatan wajib yang harus dipenuhi serta ada kegiatan pilihan dimana peserta didik dibebaskan untuk memilih kegiatan tersebut atau tidak.
  • Dalam batas tertentu, peserta didik dapat memilih banyaknya satuan kredit yang dipilih dalam satu semester, jenis kegiatan studi yang diambil, serta jangka waktu untuk menyelesaikan beban belajar.
  • Banyaknya SKS yang dapat diambil bergantung pada nilai IPK dan IPS yang diperoleh. IPK adalah Indeks Prestasi Kumulatif sedangkan IPS adalah Indeks Prestasi Semester.

Ciri-ciri SKS

Ciri-ciri sistem SKS adalah bentuk program pendidikan yang luwes atau fleksibel karena peserta didik dapat memilih sendiri berdasarkan minat, bakat, dan kemampuan peserta didik, namun yang perlu diperhatikan dalam SKS adalah adanya struktur program tertentu yang dibentuk dalam setiap semesternya sehingga ada syarat tertentu yang harus ditempuh mahasiswa dalam menjalankan SKS.

Contohnya adalah pada semester awal SKS yang diberikan adalah 24 SKS. Kemudian, karena nilai IPK-nya rendah maka untuk semester kedua jatah SKS-nya turun menjadi 18 SKS. Jadi, dalam menjalankan SKS, nilai IPK juga berpengaruh.

Adanya jatah SKS, menyediakan sebuah kemungkinan bagi peserta didik untuk dapat melakukan perpindahan dari satu program pendidikan ke program lainnya, tanpa mengurangi tabungan kredit semester yang diperolehnya.

Selanjutnya, ciri dari SKS adalah wujud dari penggunaan sarana pendidikan secara efisien dan sesuai dengan kebutuhan sistem. Hal tersebut karena mahasiswa dapat memanfaatkan SKS dengan sebaik-baiknya dan memilih mata kuliah yang benar-benar bisa dijalaninya sedangkan mata kuliah yang tidak terlalu diminati dapat disisihkan.

Ciri lain yang tak kalah penting yaitu dengan adanya SKS dapat menjamin sistem pembelajaran yang ada menjadi lebih terstruktur dan adanya kepastian penyelesaian program semesteran pada waktu yang telah ditentukan.

Prinsip SKS

Prinsip SKS adalah sebagai berikut:

  • Peserta didik menentukan sendiri beban belajar dengan memilih materi yang diikuti setiap semester.
  • Dapat mempercepat waktu penyelesaian studi bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih dengan tetap memperhatikan ketuntasan belajar.
  • Untuk dapat memberdayakan dirinya sendiri secara mandiri.
  • Mengatur strategi belajar yang efisien dan fleksibel.
  • Peserta didik dapat menentukan sendiri peminatan yang diinginkan sesuai potensinya.
  • Lembaga pendidikan seperti sekolah atau perguruan tinggi menyediakan sumber daya pendidikan yang memadai secara teknis dan administratif.
  • Penjadwalan kegiatan pembelajaran untuk memenuhi pengembangan keahlian mahasiswa mulai dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  • Tenaga pendidik memfasilitasi kebutuhan akademik sesuai dengan minat dan bakatnya.

Pengertian IPK Adalah?

IPS dan IPK adalah hasil penilaian capaian pembelajaran lulusan. Perbedaannya adalah jika IPS untuk tiap semester sedangkan IPK adalah pada akhir program studi dimana merupakan hasil kumulatif dari seluruh nilai yang didapatkan sejak semester awal hingga akhir.

Pengertian IPK Adalah
Pengertian IPK Adalah

Nilai IPK ditentukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Menurut peraturan tersebut, nilai IPK tercantum dalam pasal 23 dan 24. Kualifikasi nilai IPK adalah sebagai berikut:

  • Nilai A sama dengan angka 4, yang termasuk dalam kategori sangat baik.
  • Nilai B sama dengan angka 3, yang termasuk dalam kategori baik.
  • Nilai C sama dengan angka 2, yang mengindikasikan kategoti cukup.
  • Nilai D sama dengan angka 1, merupakan nilai IPK yang rendah serta termasuk dalam kategori kurang. Biasanya nilai IPK dengan angka 1 ini tidak dapat lulus dalam program studi dan harus mengulang kembali.
  • Nilai E sama dengan angka 0, termasuk kategori sangat kurang dan nilai IPK adalah nilai IPK terendah dan biasanya karena tidak mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian.

Kelulusan mahasiswa program sarjana ini tergantung pada nilai IPK dan predikat kelulusannya. Predikat kelulusan yang ditargetkan dengan nilai IPK adalah sebagai berikut:

  • Predikat pujian, diberikan kepada mahasiswa dengan nilai IPK adalah lebih dari 3,5.
  • Predikat sangat memuaskan, untuk mahasiswa yang mendapatkan nilai IPK 2,76 sampai 3,5.
  • Predikat memuaskan, untuk mahasiswa dengan nilai IPK 2,00 sampai 2,76.

Adapun untuk nilai IPK dibawah 2,00 tidak dapat mencapai standar kelulusan dan tidak bisa dinyatakan lulus.

Cara Menghitung IPK

Pada dasarnya, indeks prestasi semester adalah pencapaian keberhasilan studi yang dihitung setiap akhir semester sedangkan IPK adalah keberhasilan studi dengan cara menghitung IPK dari beberapa semester. Cara menghitung IPK berbeda dengan menghitung nilai IPS. Untuk penentuan nilai IPS dihitung menggunakan rumus berikut:

IPS =

Keterangan:

K = SKS mata kuliah yang ditempuh

N = Bobot nilai tiap mata kuliah

Adapun untuk cara menghitung IPK adalah dihitung dengan rumus berikut:

IPK =  +….+

Keterangan:

K1= SKS setiap mata kuliah pada semester ke 1 (pertama)

N1 = Bobot nilai mata kuliah pada semester 1

K = Jumlah SKS seluruh mata kuliah yang ditempuh

n = banyaknya semester

Berdasarkan rumus tersebut, diketahui bahwa cara menghitung IPK adalah menghitung nilai rata-rata program studi selama mahasiswa menempuh program studi tersebut. Jadi rumus IPK adalah (jumlah kumulatif (SKS x bobot)) / jumlah kumulatif SKS.

Pengertian KRS Adalah?

Apa itu KRS? – KRS adalah Kartu Rencana Studi yang merupakan bagian yang berperan penting dalam sistem akademik di perguruan tinggi. KRS adalah rencana mahasiswa untuk mengambil mata kuliah yang dipilihnya.

Pengisian KRS adalah wajib bagi mahasiswa untuk menentukan kelas perkuliahan dan mata kuliah yang akan diambil sebelum dimulainya semester berikutnya.

Mata kuliah dalam pengisian KRS adalah dapat bersifat wajib dan pilihan, mata kuliah yang wajib harus diambil oleh mahasiswa sedangkan mata kuliah pilihan diisi sesuai dengan keinginan mahasiswa.

Dengan demikian, hal tersebut menjadikan KRS adalah hal yang sangat vital bagi kelancaran perkuliahan mahasiswa sebab jika mahasiswa tidak mengisi KRS sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, maka mahasiswa tersebut dapat dinyatakan sebagai cuti kuliah.

Dengan adanya teknologi saat ini, pengisian KRS juga semakin mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Cara untuk mengisi KRS adalah dengan menggunakan jaringan internet dan  mengisinya di website universitas yang sebelumnya Anda telah memiliki akun untuk mengakses data-data pribadi Anda saat berada di perkuliahan.

Adapun alur untuk pengisian KRS adalah sebagai berikut:

  • Sebelum melakukan pengisian KRS, mahasiswa harus mengetahui kurikulum yang ada pada semester yang akan dihadapi, mana mata kuliah yang wajib diambil dan mana yang tidak.
  • Mahasiswa juga perlu melakukan konsultasi kepada dosen pembimbing untuk mendiskusikan perencanaan mata kuliah. Apakah ada mata kuliah yang perlu diulang, apa mata kuliah yang harus diambil dan apa mata kuliah pilihan yang cocok dengan kemampuannya, dsb.
  • Sebelum melakukan pengisisan KRS, mahasiswa juga perlu untuk mengetahui kalender akademik aktif supaya dapat memahami kepadatan studinya.
  • Setelah itu, barulah mahasiswa dapat melakukan entry mata kuliah yang dipilih melalui via web.
  • Pemilihan mata kuliah tersebut disesuaikan dengan jadwal yang ada agar jamnya tidak beertabrakan dengan mata kuliah lainnya. pemilihan mata kuliah juga disesuaikan dengan jatah SKS yang ada.
  • Setelah selesai pengisian, mahasiswa meminta verifikasi kepada dosen untuk disetujui. Biasanya dilakukan perncetakan KRS sementara untuk diserahkan kepada dosen pembimbing.
  • Dosen pembimbing melakukan verifikasi tanda bahwa mahasiswa tersebut sudah terjadwal dalam KRS yang direncanakan.
  • Mahasiswa mencetak formulir KRS kemudian meminta tanda tangan dosen pembimbing sebagai rekapan administrasi.
  • Jika mahasiswa pada mata kuliah wajib tidak dapat mendaftar karena penuh, maka mahasiswa menemui dosen dan ke bagian akademik untuk meminta dibukakan tambahan.
  • Jika pada suatu waktu ada mata kuliah yang ingin diganti, mahasiswa dan mengajukannya masa KPRS dengan meminta verifikasi dosen pembimbing kembali.

Agar lebih memahami cara menghitung ipk, silahkan simak penjelasan dari Rencanamu dibawah

Baca juga:


Demikian penejelasan artikel ini mengenai apa itu SKS mulai dari kepanjangan SKS, pengertian SKS, tujuan SKS, karakteristik, ciri, hingga prinsip SKS, kemudian penjelasan mengenai apa itu IPK, nilai IPK dan cara menghitung IPK, serta apa itu KRS.

Berdasarkan uraian penjelasan di atas diketahui bahwa SKS adalah berapa banyak jam yang diambil dalam 1 semester. Sedangkan IPK adalah nilai yang diperoleh secara kumulatif mulai dari semester pertama hingga semester akhir.

Adapun untuk KRS adalah formulir untuk mengisi rencana mata kuliah yang ingin diambil. Demikian, semoga bermanfaat!

Leave a Comment