Materi Sekolah & Ide Bisnis

Skeptis Adalah: Arti, Manfaat, Dampak Negatif, serta Sejarah dan Bentuk Skeptisisme

Setiap pemikiran seseorang mencerminkan tindakannya. Salah satu sikap yang mempengaruhi tindakan seseorang adalah skeptis.

Secara umum arti skeptis adalah suatu sikap yang penuh keraguan, kurangnya perasaan percaya dan curiga terhadap suatu hal. Sikap skeptis ini memiliki manfaat dan danpak negatif bagi individu itu sendiri.

Skeptis Adalah: Arti, Manfaat, Dampak Negatif, serta Sejarah dan Bentuk Skeptisisme

Baca juga:

Untuk lebih memahaminya, berikut akan ukulele jelaskan mengenai arti skeptis secara mendalam, sejarah dan bentuk paham skeptisisme, sinonim skeptis, antonim skeptis, manfaat skeptis hingga dampak negatifnya. Mari kita simak bersama!

Arti Skeptis Adalah?

Berdasarkan KBBI dan dalam Kamus Oxford, arti skeptis adalah sikap mencurigai, meragukan, dan tidak mempercayai kebenaran sesuatu hal. Arti skeptis tersebut kemudian membuat suatu paham atau pemikiran yang dinamakan skeptisisme.

Menurut para ahli. arti skeptis adalah sebagai berikut:

Berdasarkan arti skeptis di atas diketahui bahwa kata skeptis membentuk paham skeptisisme. Secara bahasa, arti skeptisisme adalah berasal dari bahasa Yunani yaitu “skeptomai” yang artinya pemikiran secara seksama atau dengan teliti.

Istilah skeptis seringkali dikaitkan dengan berpikir kritis dan negatif. Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional untuk berpikir reflektif dan independen.

Sama halnya dengan sikap skeptis yang mempertanyakan setiap informasi yang didapat dan mencernanya secara rasional bukan berdasarkan keyakinan yang tidak berdasar.

Adapun yang dimaksud dengan berpikir negatif adalah sebuah pemikiran yang melihat segala sesuatu dari sisi terburuk, kemungkinan terburuk, serta mencari-cari kesalahan.

Sifat skeptis tidak hanya memiliki pikiran negatif, tapi di dalam skeptis lebih mengarah kepada pencarian kebenaran dan tidak mempercayai setiap hal yang klaim atau informasikan sebelum benar-benar  menemukan bukti yang kuat dan rasional.

Jadi, dalam berpikir kritis tidak selalu bersifat negatif dan dapat memiliki manfaat.

Sejarah Skeptisisme

Pemikiran skeptis sudah ada sejak zaman pro-socrates yaitu zaman yunani kuno. Hal tersebut dapat dilihat dari ajaran filsafat Xenophanes yang menyatakan bahwa ia meragukan kemampuan indra manusia. Apa yang dilihat dari indra manusia adalah ilusi belaka dan bukan merupakan kebenaran. Pelopor dari konsep skeptisisme di Yunani kuno adalah Pyrrho

Kemudian pada abad pertengahan, Agustinus mencetuskan bahwa aliran skeptisisme yang dianut Yunani kuno yang meragukan kebenaran adalah salah. Agustinus mengungkapkan bahwa kebenaran itu ada dan dapat dibuktikan.

Jadi, aliran skeptisisme pada abad pertengahan berpendapat bahwa keragu-raguan tersebut dapat dipecahkan dengan mencari bukti-bukti yang ada. Pada zaman itu juga meyakini bahwa setiap usaha untuk mencapai kebenaran ada gunanya.

Selanjutnya, pada zaman modern merupakan pengembangan aliran skeptisisme dari abab pertengahan.

Menurut Ali Mudhafir (1988), jika pada zaman Yunani kuno skeptisismenya adalah ajaran yang tidak mempercayai kebenaran serta berpendapat tidak ada cara untuk memperoleh pengetahuan, maka pada zaman modern prinsip skeptisismenya adalah keraguan sistematik yang mensyaratkan perlu adanya bukti sebelum diakui sebuah kebenaran. Salah satu penganut aliran skeptisisme pada zaman modern adalah Descartes (1596-1650).

Bentuk-bentuk Skeptisisme

Skeptisisme adalah sebuah paham yang memandang segala sesuatu tidak pasti. Bentuk skeptisisme dalam filsafat adalah sebagai berikut:

Sinonim Skeptis

Berdasarkan arti skeptis tersebut, maka terdapat kata yang termasuk dalam sinonim skeptis. Istilah lain atau sinonim skeptis adalah bimbang, waswas, curiga, ragu-ragu, bingung, khawatir, gugup, resah, cemas, praduga, mundur maju, dsb.

Dari kata sinonim skeptis tersebut, maka untuk skeptisisme adalah sebuah teori atau paham bahwa setiap individu memiliki dasar pemikiran sikap keragu-raguan dan tidak menjadikannya terpengaruh dalam menerima kebenaran yang sudah ada.

Antonim Skeptis

Setelah Anda mengetahui sinonim skeptis, ada pula kata antonim dari skeptis. Antonim skeptis adalah yakin, percaya, pengikut, optimis. Antonim skeptis selain memiliki makna yang positif, juga memiliki makna yang negatif. Antonim skeptis lainnya yaitu mudah tertipu, keliru, fanatik, pemuja, dsb.

Manfaat Skeptis

Seseorang yang memiliki pemikiran skeptis memiliki dampak positif serta manfaatnya dalam pekerjaan yang hendak dikerjakan. Manfaat dari pemikiran skeptis adalah sebagai berikut:

Dampak Negatif Skeptis

Selain memiliki manfaat, berfikir skeptis juga memiliki dampak negatif. Dampak negatif dari berpikir skeptis adalah sebagai berikut:

Setelah membaca uraian diatas, apakah anda sudah paham mengenai arti skeptis? Lantas apakah skeptis itu sifat yang buruk? Simak video Pak Yutub berikut agar bisa membuka wawasan Anda tentang skeptis:

 

Baca juga:

Demikian penjelasan artikel ini mulai dari arti skeptis, sejarah dan bentuk paham skeptisisme, sinonim skeptis, antonim skeptis, manfaat skeptis hingga dampak negatifnya.

Diketahui bahwa skeptis adalah sikap ketidakpercayaan seseorang yang dapat memberikan manfaat dalam skeptisisme profesional di bidangnya serta dapat memberikan dampak negatif apabila dipraktekkan dalam setiap kondisi hingga menjadi skeptis akut. Semoga bermanfaat!

Exit mobile version