Site icon Materi Sekolah & Ide Bisnis

Profesional Adalah; Pengertian, Kode Etik, Moto, dan Kompetensi Profesional

Apa Itu Profesional? Arti, Kode Etik, Moto, dan Kompetensi Profesional – Arti Profesional adalah sebuah kata yang kerap kita dengarkan. Dalam artikel ukulele kali ini, kami akan membahas tentang apa itu profesional, motto dan kompetensinya. Dilengkapi juga materi tentang guru profesional.

Arti Profesional Adalah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti profesional adalah; 1) bersangkutan dengan profesi, 2 )memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, 3) mengharuskan pembayaran khusus untuk melakukannya (lawan amatir).

Sedangkan menurut filsafat arti profesional adalah pekerjaan yang memerlukan keterampilan khusus sehingga mendapatkan upah atau nafkah.

Arti profesional Profesional Adalah? Arti, Moto, dan Kompetensi Profesional

Arti profesional adalah sebuah kata yang erat kaitannya dengan tiga sifat utama, yaitu memerlukan keahlian khusus, berkomitmen tinggi, dan dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Baca juga:

Kode Etik dan Profesionalitas

Jika profesional melekat pada sebuah bidang pekerjaan tertentu, maka diperlukan kode etik untuk mengaturnya. Kode etik ini bertujuan agar keterampilan yang dimiliki oleh seseorang tidak disalahgunakan untuk tindakan yang merugikan orang lain atau melawan hukum.

Setiap profesi yang harus didasari oleh keterampilan mendalam selalu punya kode etik. Contoh kode etik profesional adalah kode etik dokter, jurnalistik, guru, perawat, bidan, dan sebagainya.

Prinsip-prinsip Profesional

Untuk bisa dikatakan profesional, diperlukan prinsip-prinsip yang mendasarinya:

  1. Tanggung Jawab

Seorang yang profesional adalah mereka yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Tanggung jawab adalah bersedia menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan waktu yang disepakati, memberikan ganti rugi terhadap klien atas kesalahannya dan mengatasi dampak dari pekerjaan yang dilakukannya.

  1. Keadilan

Keadilan dalam konteks arti profesional adalah mampu memperlakukan orang lain (khususnya klien) tanpa membedakan satu sama lain. Adil juga berarti mampu memenuhi hak klien tanpa merugikan orang lain.

  1. Otonomi

Otonomi punya arti bahwa seorang ahli di bidangnya punya wewenang menjalankan pekerjaan tanpa diganggu oleh pihak lain. Orang yang menjalankan profesinya memiliki kebebasan untuk menyelesaikan pekerjaannya tanpa dibayangi rasa takut.

  1. Integritas Moral

Integritas moral dalam konteks arti profesional adalah konsisten dalam menjalankan konsep dan sistem sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Integritas moral juga berarti tidak melanggar kode etik yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi tersebut.

Sikap Orang yang Profesional

Sikap orang yang profesional tentu berbeda dengan amatiran. Berikut ini sikap yang selalu ditunjukkan oleh orang yang punya profesionalitas:

  1. Sopan dan menghargai orang lain

Orang yang profesional adalah mereka yang mampu bersikap sopan dan menghargai orang lain. Mereka bisa berkomunikasi dengan baik tanpa merendahkan.

Komunikasi profesional adalah yang mampu menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti lawan bicaranya.

  1. Berpenampilan Baik

Berpenampilan baik disesuaikan dengan profesi yang diembannya. Misalnya seorang guru wajib berpakaian sopan, rapi dan wangi agar dicontoh oleh muridnya.

Rasanya tidak elok kalau seorang guru menggunakan pakaian yang terlalu glamor dengan make-up tebal. Namun, pakaian dan gaya make-up seperti itu cocok untuk artis dan justru dianggap sebagai artis profesional.

Penampilan yang baik bagi seorang profesional tidak dapat distandarkan. Jadi, masing-masing profesi punya ciri khas penampilan yang berbeda.

  1. Tepat Waktu

Orang yang memiliki sikap profesional selalu berupaya menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Apabila terjadi kendala pengerjaan, ia akan mengatakan dengan jujur dan meminta tenggat waktu atau melakukan re-schedule.

  1. Jujur

Salah satu sifat orang yang profesional adalah mengatakan apa adanya dari produk yang dijualnya. Dia tidak menjual produk yang cacat tapi dikatakan sempurna dengan segala rekayasa kebohongan.

Kejujuran akan mencerminkan sikap profesional dan justru mendatangkan kepercayaan konsumen. Meskipun, untuk berkata jujur kadang memerlukan keberanian.

  1. Memisahkan Urusan Pribadi dengan Pekerjaan

Jangan suka mencampur-adukkan urusan pekerjaan dengan pribadi. Bila Anda sedang ada masalah pribadi, jangan luapkan emosi pada klien. Hal itu akan menyebabkan mereka kabur.

Kedewasaan mental sangat diperlukan oleh seorang yang profesional sehingga mereka tetap memberikan pelayanan prima meskipun sebenarnya sedang ada dalam balutan masalah.

  1. Konsisten

Terakhir, sikap yang harus dimiliki oleh seorang profesional adalah konsisten. Ahli masak profesional adalah mereka yang konsisten menyajikan makanan lezat. Jadi, bukan hari ini enak dan besok keasinan.

Konsistensi menjadi bagian dari mutu. Bila Anda mampu memberikan produk jasa atau barang dengan kualitas yang konsisten, maka hal itu akan meningkatkan peluang penjualan.

Motto Profesional

Apa itu profesional? kompetensi profesional, motto profesional

Motto profesional dapat diartikan sebagai teks yang ditampilkan sesuai dengan pekerjaan yang menjadi keahlian Anda. Setiap orang yang ahli selalu memiliki motto profesional.

Motto profesional ini mirip dengan motto hidup, namun lingkupnya lebih sempit, yaitu terkait dengan pekerjaan saja. Berikut ini contoh motto profesional:

Itulah beberapa motto profesional yang berkaitan dengan pekerjaan. Motto seperti di atas banyak ditemukan di kantor-kantor atau toko sebagai cara memperlihatkan kelebihan produk yang dijual atau sebagai gambaran visi dari pekerjaan yang diemban.

Guru Profesional Adalah

Guru Profesional Adalah; kompetensi profesional guru

Profesional erat kaitannya dengan pekerjaan di bidang Pendidikan. Guru profesional adalah seorang guru yang mengajar dengan dasar pemahaman mendalam di bidang keilmuan yang diajarkannya dan penuh keterampilan.

Tahap untuk menjadi seorang guru profesional adalah hal yang tidak instan, seorang biasanya dibekali oleh pendidikan resmi di bidangnya, uji kompetensi dan berbagai pelatihan.

Kompetensi Profesional

Secara etimologi, pengertian kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Menurut Piet dan Ida Sahertian, kompetensi adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang bersifat kognitif, afektif dan performen.

Apabila kata profesional dan kompetensi digabungkan, maka akan menimbulkan makna baru. Kompetensi profesional adalah kemampuan yang mendalam dan luas meliputi pengetahuan, struktur, metode keilmuan terhadap bidang tertentu yang selaras dengan materi.

Kompetensi Profesional Guru

Sedangkan kompetensi profesional guru adalah kedalaman ilmu sesuai dengan bidang studi yang diajarkan, serta kemampuan dalam menerapkan beragam metode pengajaran yang dapat mengoptimalkan penyerapan materi terhadap bahan ajar yang dikuasainya.

Berdasarkan peraturan pemerintah (PP) No.19 tahun 2005, kompetensi profesional guru adalah terdiri atas empat hal, yaitu:

  1. Kompetensi Pedagogis

Kompetensi pedagogis dapat diartikan sebagai keterampilan dan keahlian guru dalam hal interaksi antara guru dan siswanya. Tentu saja interaksi yang dimaksud adalah pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Dalam hal ini, arti profesional guru dinilai apabila mampu berinteraksi dengan muridnya sehingga materi pembelajaran lebih mudah dimengerti. Kompetensi profesional guru memiliki makna mampu menjalin komunikasi dua arah.

Jadi, proses pembelajaran bukan terjadi satu arah dari guru ke murid, melainkan ada hubungan timbal balik antara guru dan murid.

  1. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian yang profesional adalah kecakapan guru dalam hal membentuk karakteristik dirinya, meliputi sikap dan perilaku dalam menjalankan pekerjaannya sehari-hari.

Guru profesional adalah yang memiliki sikap disiplin, bertanggungjawab, dan tidak melanggar etika profesi yang diembannya.

Kompetensi kepribadian ini penting karena murid tidak hanya menyimak materi yang ditransfer saja, tapi juga mencontoh karakter pendidiknya.

  1. Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional dapat dipahami sebagai pemahaman menyeluruh dan mendalam terhadap materi yang diajarkan.

  1. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial dapat diartikan sebagai kecerdasan dalam hal interaksi dengan orang lain. Guru profesional adalah yang mampu menjaga hubungan baik dengan teman sejawat, masyarakat di lingkungan sekolah, maupun wali murid.

Guru yang profesional adalah dia yang memiliki kemampuan yang luas dan mendalam. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi guru profesional adalah:

  1. Mengerti tentang konsep keilmuan yang menaungi materi ajarnya.
  2. Mengerti tentang struktur keilmuan dari materi ajaranya
  3. Mengerti tentang berbagai metode yang kohern dengan materi ajarnya.
  4. Mampu berkompetisi secara global tanpa meninggalkan nilai budaya dan norma yang ada.

Baca juga:


Itulah materi tentang arti profesional, guru profesional, motto dan kompetensi profesional. Pada dasarnya, arti profesional adalah sikap yang seharusnya kita terapkan dalam menjalankan pekerjaan.

Exit mobile version