Apa Itu Produktif? Arti Produktif Adalah, Usia Produktif, Filosofi, hingga Tips Produktif

Apa itu produktif? Produktif adalah kata yang kerap mampir di telinga kita, namun belum sepenuhnya dimengerti. Produktif erat kaitannya dengan waktu, seperti usia produktif dan hidup produktif. Namun, bisa juga digabungkan dengan kata benda seperti wakaf produktif.

Produktif adalah?

Apa itu produktif? Bila dilihat dari etimologi bahasa,  produktif berasal dari bahasa Inggris, yaitu product yang artinya menghasilkan suatu hal. Hasil yang dimaksud bisa berupa keuntungan (laba), hasil pertanian (tanah produktif), atau sebuah karya.

Produktif Adalah? Arti, Usia dan Wakaf Produktif
Apa Itu Produktif? Arti Produktif, Filosofi, Tips, hingga Usia Produktif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti produktif adalah 1 bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar). Selain itu, produktif juga bisa dimaknai dengan memberikan manfaat yang banyak, menguntungkan, atau mendatangkan profit.

Baca juga:

Filosofi Produktif

Ada filosofi bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Maksud dari filosofi produktif adalah sebagai insan seharusnya hidup kita hari ini mengalami peningkatan dalam hal kebaikan. Peningkatan tersebut tidak terbatas pada amal ibadah, namun juga urusan lain.

Orang produktif adalah mereka yang mampu memanfaatkan waktu yang dimiliki hari ini untuk menghasilkan hal positif. Contohnya, beramal ibadah, membantu orang lain, menyelesaikan pekerjaan, meningkatkan ilmu, dan lain sebagainya.

Bila seseorang berupaya untuk selalu memanfaatkan waktu yang dimilikinya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, maka ia akan memiliki waktu produktif dalam hidupnya.

Usia Produktif

Dalam ilmu demografi, usia manusia dibagi atas usia produktif dan tidak produktif. Arti usia produktif adalah usia dimana seseorang mampu memiliki penghasilan atau bekerja. Usia produktif ini adalah usia yang berdaya guna.

Usia tidak produktif adalah rentang usia dimana seseorang menjadi beban orang lain dan kurang mampu menghasilkan sesuatu. Usia tidak produktif adalah di bawah 15 tahun dan diatas 65 tahun.

Sebenarnya, rentang usia produktif manusia di masing-masing negara berbeda-beda tergantung kesejahteraan manusia itu sendiri. Apabila tingkat kesehatan dan pendidikan suatu negara itu tinggi, maka akan memperpanjang usia produktif seseorang.

Perlu diketahui bahwa manusia dengan usia produktif ini dapat meningkatkan produktivitas suatu negara apabila dikelola dengan baik. Mereka yang berada di rentang usia produktif mampu bekerja dan berinovasi.

Apabila jumlah penduduk berusia produktif tinggi, maka negara punya banyak pekerja yang menghasilkan. Maka, mereka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya supaya mendatangkan keuntungan bagi negara.

Namun, bila penduduk berusia produktif dalam jumlah besar gagal dikelola dengan baik, akan terjadi dampak negatif seperti tingginya angka pengangguran dan kriminalitas.

Ingat bahwa energi manusia pada rentang usia produktif adalah besar. Demikian pula keberanian dan keinginannya.

Apabila manusia usia produktif banyak menganggur, maka akan meningkatkan kriminalitas. Bukan tidak mungkin otak dan energi yang banyak itu dipakai untuk melakukan tindak kejahatan seperti perdagangan narkoba, perampokan, pencurian, dan pembegalan.

Dari perspektif tersebut, maka pemerintah seyogyanya memberikan pengarahan moralitas dan mencukupi kebutuhan akan lapangan kerja sehingga dapat menekan angka pengangguran.

Anak-anak muda di usia produktif juga bisa diarahkan untuk mengembangkan bidang usaha sehingga negara mampu menghasilkan produk-produk sendiri, bukan justru menjadi konsumen dari negara lain.

Tips Menjadi Manusia Produktif

Sebelumnya, kita telah membahas tentang usia produktif, yaitu usia dimana seorang manusia mampu menghasilkan sesuatu lebih banyak dibanding rentang usia lain. Maka, untuk mengoptimalkan rentang usia produktif ini diperlukan beberapa tips.

Apa itu produktif usia manusia? Arti produktif adalah menghasilkan keuntungan. Maka, manusia dikatakan produktif apabila ia mampu mengelola hidupnya untuk lebih menguntungkan atau mendatangkan banyak benefit.

Sebagian dari manusia berpikir bahwa memiliki banyak kesibukan berarti produktif. Ini adalah pemikiran yang benar-benar keliru. Manusia produktif adalah manusia yang mampu memanfaatkan waktunya untuk mendatangkan banyan income tanpa mengabaikan waktu bersama keluarga atau dirinya sendiri.

Nah, untuk menjadi manusia produktif itu, diperlukan tips-tips berikut ini:

  1. Memiliki visi misi yang pasti

Memiliki visi misi yang pasti
Memiliki visi misi yang pasti

Orang yang terlalu sibuk bisa jadi tidak punya tujuan tertentu. Mereka hanya terus bergerak tanpa arah. Sementara itu, manusia produktif adalah mereka yang punya tujuan jelas, kemudian melakukan kegiatan sesuai tujuannya.

  1. Menetapkan Prioritas Hidup

Menetapkan Prioritas Hidup
Menetapkan Prioritas Hidup

Setiap orang pasti memiliki banyak keinginan dan kepentingan. Namun, manakah yang menjadi prioritas Anda? Jika semua keinginan tersebut dituruti, maka Anda akan kehilangan banyak waktu tanpa adanya hasil yang gemilang.

Lain halnya jika Anda menetapkan prioritas hidup yang pasti, maka seluruh tubuh dan pikiran akan bergerak mementingkan prioritas tersebut. Pada akhirnya, Anda akan mendapatkan apa yang diinginkan.

Jadi, apa itu produktif pada manusia? Yaitu orang yang memiliki prioritas hidup dan fokus pada prioritas tersebut.

  1. Mengukur hasil

Mengukur hasil
Mengukur hasil

Manusia produktif adalah mereka yang bisa mengukur hasil akhir dari pekerjaannya. Orang yang cenderung sibuk justru tidak punya gambaran hasil akhir dan hanya mengerjakannya saja.

Sementara itu, orang produktif adalah mereka yang punya kejelasan tentang apa yang akan dicapai dan apa yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut.

  1. Selalu mempertimbangkan

Selalu mempertimbangkan
Selalu mempertimbangkan

Orang produktif adalah mereka yang tidak hanya ikut saja perintah atau saran orang lain. Mereka selalu mempertimbangkan banyak hal, seperti hasil, cara kerja, waktu yang diperlukan, hingga kecocokan dengan bakat diri.

Bila Anda ingin menjadi manusia produktif, sebaiknya jangan mudah menerima tawaran pekerjaan apapun. Apalagi bila Anda sudah memiliki pekerjaan tertentu. Buatlah perencanaan matang dan mulailah fokus pada rencana itu sendiri.

  1. Menyelesaikan hingga tuntas

Menyelesaikan hingga tuntas
Menyelesaikan hingga tuntas

Ciri kelima manusia produktif adalah menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas. Sedangkan mereka yang tidak produktif cenderung setengah-setengah dalam bekerja sehingga hasil yang didapatkannya kurang maksimal.

Arti produktif adalah mendapatkan keuntungan maksimal sesuai dengan apa yang telah Anda targetkan di awal. Oleh karena itu, bila sudah menargetkan dan memikirkan hasil, lakukan hingga akhir dengan sempurna.

  1. Efektif dan efisien

Efektif dan efisien
Efektif dan efisien

Apa itu produktif? Manusia produktif adalah mereka yang mampu berpikir efektif dan efisien dalam kehidupannya. Waktu yang kita miliki terbatas, begitu pula energi dan kapasitas.

Manusia yang produktif akan memikirkan cara untuk mengupayakan segala keterbatasan itu menjadi hal yang menguntungkan. Ia  cenderung efektif dalam waktu, tenaga dan pikiran.

Efektif dan efisien ini berkaitan dengan fokus. Jadi, mereka yang produktif tidak akan mengambil pekerjaan yang dirasa kurang efektif. Misalnya, pekerjaan yang membutuhkan waktu lama tetapi untungnya hanya sedikit.

  1. Mampu melakukan perubahan

Mampu melakukan perubahan
Mampu melakukan perubahan

Orang-orang produktif biasanya tertantang untuk melakukan perubahan dalam kehidupannya. Mereka lebih sedikit berbicara, namun benar-benar bertindak cepat dan tepat. Inilah yang disebut dengan efisien.

Sebaliknya, manusia yang kurang produktif akan banyak bicara tentang rencana namun kurang dalam melakukan aksi.

Dengan menerapkan 7 tips diatas, diharapkan Anda lebih bisa memanajemen waktu dengan baik. Sebagai referensi tambahan, silahkan simak video 6 Cara Tetap Produktif berikut:

Baca juga:

Wakaf Produktif

Apa itu produktif dalam wakaf? Ternyata, produktif tidak terbatas untuk diri sendiri, namun juga dalam hal amal yang kita berikan kepada orang lain. Dalam hal ini, contohnya adalah wakaf produktif.

Wakaf produktif adalah wakaf yang dapat dikelola untuk mendapatkan keuntungan guna kepentingan umat. Wakaf produktif ini bisa berupa lahan pertanian, perdagangan, ataupun bidang jasa.

Bila Anda ingin memberikan sumbangan berupa wakaf produktif, maka bisa memilih contoh-contoh berikut ini:

  1. Wakaf lahan pertanian

Bisa berupa lahan pertanian atau perkebunan yang dapat dikelola dan diambil manfaatnya untuk kepentingan umat.

  1. Wakaf ternak

Bisa berupa sapi, kerbau, domba, dan sebagainya. Biasanya, wakaf ternak seperti ini diberikan kepada pesantren dan dikelola oleh para santri untuk mencukupi kebutuhan belajar mereka.

  1. Wakaf sumber air
  2. Wakaf di bidang pendidikan

Wakaf bidang pendidikan dapat berupa bangunan sekolah atau peralatannya.

  1. Wakaf saham
  2. Wakaf bidang kesehatan

Contoh wakaf bidang kesehatan adalah mendirikan klinik, rumah sakit atau balai pengobatan.


Demikian pembahasan tentang apa itu produktif, meliputi arti, usia, dan wakaf produktif. Produktif adalah sebuah cara untuk menghasilkan banyak keuntungan. Oleh karena itu, kita harus selalu berupaya untuk menjadi manusia produktif. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment