Pragmatis Adalah: Arti, Contoh, Teori dan Fase Pragmatisme

Pragmatis adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebutkan cara berpikir seseorang yang menghasilkan tindakan dengan ciri-ciri khusus pragmatis. Arti pragmatis adalah cara berpikir praktis yang digunakan untuk mencapai tujuan yang dibutuhkan.

Pragmatis Adalah: Arti, Contoh, Teori dan Fase Pragmatisme
Pragmatis Adalah: Arti, Contoh, Teori dan Fase Pragmatisme

Baca juga:

Pada kesempatan kali ini, Anda akan mempelajari apa itu pragmatis mulai dari pengertian, contoh pragmatis di berbagai bidang, teori pragmatisme, dan fase pragmatisme. Mari kita simak uraian penjelasan ukulele di bawah ini!

Arti Pragmatis Adalah?

Secara bahasa, kata pragmatis adalah berasal dari bahasa Yunani yaitu “pragmata” yang artinya tindakan atau perbuatan.

Berdasarkan KBBI, arti pragmatis adalah bersifat praktis, atau lebih mementingkan nilai kepraktisan dan kegunaannya. Pragmatis juga diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dan berhubungan dengan teori pragmatisme.

Beberapa pendapat ahli mengenai arti pragmatis adalah sebagai berikut:

  • Menurut Meiyani (2013), arti pragmatis adalah manfaat hidup praktis.
  • Menurut John Dewey, arti pragmatis adalah peraturan berfikir reflektif yang menjadi fokus utama dan akhirnya adalah hasil.
  • Menurut Pierce, arti pragmatis adalah suatu pemahaman logika yang digunakan untuk menghasilkan ide menjadi jelas dan berarti serta merupakan metode yang berguna untuk menerjemahkan makna dari ide-ide tersebut.
  • Menurut Wona, arti pragmatis adalah sebuah konsep yang berlawanan dengan idealis, yaitu konsep yang fokusnya melalui cara yang bersifat praktis dan mengesampingkan sisi ketidakbergunaan.

Jelaslah bahwa yang dimaksud prakmatis adalah suatu konsep dtau penilaian yang hanya melihat dari segi kepraktisan dan manfaatnya.

Contoh Pragmatis

  1. Contoh Pragmatis Bidang Pendidikan

Contoh pragmatis dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya pada bidang pendidikan. Pendidikan wajib dari sekolah dasar, menengah, hingga tingkat atas dan perguruan tinggi memiliki nilai pragmatis tidak hanya dikaitkan dengan kepercayaan.

Nilai pragmatis dalam bidang pendidikan yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup karena dengan pendidikan dapat berfungsi sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, nilai pragmatis dari pendidikan bermanfaat sebagai bekal untuk memecahkan masalah dan mencari solusi dari kehidupan. Seseorang yang berpendidikan akan mampu berpikir kreatif dan menggunakan teori yang pernah dipelajari sebelumnya untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata.

  1. Contoh Pragmatis Bidang Seni

Pragmatis juga dapat ditemukan dalam bidang seni. Nilai pragmatis dalam bidang seni adalah menenpatkan seni rupa sebagai media untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya membuat gambar karikatur dengan tujuan politik, menyampaikan moral, agama, sosial, dsb.

  1. Contoh Pragmatis Bidang Kesehatan

Dalam bidang kesehatan, pragmatis digunakan sebagai pendekatan sistem kesehatan. Pendekatan pragmatis dalam sistem kesehatan dilakukan dengan membuktikan berbagai konsep untuk penguatan sistem kesehatan.

Langkah pendekatan pragmatis adalah memahami jalur untuk mengakses kesehatan dengan baik berdasarkan pertimbangan konteks dan sejarah suatu wilayah.

Dalam mengatasi permasalahan implementasi sistem, maka diperlukan juga keterlibatan petugas kesehatan pada tingkat makro, sehingga secara praktis akan meningkatkan kapasitas implementasi sistem kesehatan di tingkat daerah.

  1. Contoh Cara Berpikir Pragmatis

Cara berpikir pragmatis adalah pola pikir yang praktis yang digunakan pada kondisi tertentu dan biasanya untuk tujuan jangka pendek. Contohnya adalah seseorang yang mengalami kesulitan ekonomi dan harus menghidupi keluarganya.

Untuk mencukupi kebutuhan dan tanggungannya, akhirnya ia bekerja sebagai kuli bangunan walaupun sebelumnya tidak pernah memiliki keterampilan tersebut.

Namun, karena ia ingin cepat mendapatkan hasil, maka terbentuklah pemikiran pragmatis dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya yang utama terlebih dahulu.

Teori Pragmatisme

Setelah Anda mengetahui apa itu pragmatis, Anda juga perlu mengetahui teori pragmatisme yang merupakan awal mula dari istilah pragmatis.

Adapun yang dimaksud dengan arti pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang dimaksud dengan kebenaran adalah jika melihat kepada akibat-akibatnya atau hasil yang bermanfaat dan secara praktis.

Dengan demikian, teori pragmatisme ini melihat kebenaran bukan berdasarkan segi yang objektif dalam pengetahuan, melainkan meilihat bagaimana penggunaan praktis dari pengetahuan tersebut kepada seseorang.

Dasar landasan teori pragmatis adalah logika pengamatan, dimana segala sesuatu yang ada di dunia nyata merupakan fakta-fakta individual. Oleh sebab itu, teori pragmatisme tidak melihat kebenaran berdasarkan sifat metafisiknya, seperti yang diterapkan dalam filsafat Barat.

Dalam teori pragmatisme, ide menjadi benar jika berdasarkan pada realitas yang muncul dari pemikiran manusia mengenai fungsi dan kegunaan. Jadi pernyataan metafisik bagi penganut paham ini dapat dianggap benar jika memiliki manfaat dalam kehidupan.

Contoh dari teori pragmatis adalah kebenaran mengenai neraka. Neraka adalah tempat manusia yang berperilaku jahat dimana di dalamnya terdapat penyiksaan akibat perbuatan buruknya selama di dunia.

Berdasarkan pernyataan tersebut, menurut teori pragmatis dapat dianggap sebagai suatu kebenaran karena pernyataan tersebut memiliki fungsi dan manfaat untuk menjaga perilaku seseorang berbuat jahat sehingga dapat menurunkan angka kejahatan.

Aliran teori pragmatisme berkembang di Amerika Serikat kemudian oleh William James, seorang tokoh yang terkenal di bidang psikologi memperkenalkan teori ini ke seluruh dunia.

Fase Teori Pragmatisme

Ada 3 fase pertumbuhan teori pragmatisme yaitu fase awal menurut Charles S. Pierce, fase perkembangan menurut John Dewey, dan fase radikal menurut William James. Berikut adalah penjelasannya:

  1. Fase Awal

Menurut Pierce, hal yang penting dalam konsep pragmatisme adalah apa yang dilakukan terhadap ide tersebut dan tidak mempermasalahkan hakikat dari ide.

  1. Fase Perkembangan

Pada fase ini seperti yang dikemukakan Dewey, menyebutkan bahwa teori pragmatisme bukan mengenai benar atau salahnya suatu pengetahuan, melainkan pada sejauh mana manusia dapat memecahkan masalahnya. Kebenaran diukur hanya berdasarkan kegunaannya secara umum sedangkan akal manusia danya dijadikan sebagai sarananya saja.

  1. Fase Radikal

Dalam fase radikal, James mengajarkan bahwa ukuran kebenaran ditentukan oleh akibatnya yang praktis. Dalam paham ini menyatakan setiap pengetahuan tidak pernah benar namun dapat menjadi benar. Hal tersebut dapat dicari dari taraf kepuasaan manusia sebagai pribadi dan psikisnya.

Pikiran manusia selalu mengalami perkembangan, sehingga manusia dapat menguasai alam sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kemudian, oleh James pragmatisme disebut juga dengan instrumentalisme. Penamaan instrumentalisme ini karena potensi intelegensi manusia dianggap sebagai instrumen (alat) untuk menghadapi semua tantangan yang ada.

Aspek instrumentalisme ada 3 yaitu:

  • Temporalisme: ada suatu kemajuan riil yang didapatkan seiring berjalannya waktu.
  • Futurisme: mendorong manusia untuk berpikir jauh ke dapan dan tidak melihat masa lalu. Aspek futurisme melihat hari esok bukan seperti sebuah pengulangan tetapi sebagai sesuatu yang baru.
  • Meliorisme: merupakan pandangan bahwa dunia dapat menjadi lebih baik dengan tenaga kita sebagai manusia.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai arti pragmantis dari Cadzzology:

Baca juga:


Demikian penjelasan mengenai apa itu pragmatis, mulai dari mulai dari pengertian, contoh pragmatis di berbagai bidang, teori pragmatisme, dan fase pragmatisme.

Jadi pragmatis adalah suatu tindakan yang melihat sesuatu berdasarkan nilai praktis dan fungsinya serta berorientasi pada hasil. Sekian penjelasan artikel ini, semoga bermanfaat!

Leave a Comment