Planning Adalah; Pengertian, Syarat, Manfaat, Langkah, dan Jenisnya

Pengertian, Syarat, Manfaat, Langkah, dan Jenis Planning Adalah – Saat Anda melakukan suatu tindakan yang memiliki pengaruh dalam kehidupan Anda, maka tentu Anda akan melakukan sebuah pemikiran-pemikiran secara matang bagaimana caranya agar keinginan yang Anda inginkan dapat tercapai.

Pemikiran-pemikiran tersebut diwujudkan dengan melakukan planning. Anda tentu sering mendengar kata planning. Planning adalah dasar untuk memilih tujuan dan menetapkan bagaimana cara mencapainya.

Dalam artikel ukulele ini akan dijelaskan mengenai apa itu planning secara lebih mendalam. Mari langsung saja kita simak!

Pengertian, Syarat, Manfaat, Langkah, dan Jenis Planning Adalah
Pengertian, Syarat, Manfaat, Langkah, dan Jenis Planning Adalah

Dengan melakukan planning, kemungkinan untuk mendapatkan tujuan yang Anda inginkan akan lebih besar karena dilakukan dengan sistematis, terukur dan sebagai bentuk usaha serta strategi untuk mencapai keinginan tersebut.

Pengertian Planning Adalah

Planning disebut juga dengan perencanaan. Menurut para ahli pengertian planning adalah:

  • Tjokroamidjojo: planning adalah proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan yang akan dilakukan unuk mencapai tujuan tertentu.
  • Terry: planning adalah upaya untuk memilih dan merangkai fakta-fakta serta asumsi mengenai masa depan dengan jalan merumuskan kegiatan-kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Berdasarkan wikipedia, perencanaan atau planning adalah rangkaian urutan rasional di dalam penyusunan rencana.

Berdasarkan uraian di atas, perencanaan atau planning ini adalah suatu cara bagaimana untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya dengan sumber-sumber yang ada supaya lebih efektif dan efisien.

Baca juga:

Dengan menyusun perencanaan sebelumnya, keputusan-keputusan dalam ranngkaian perencanaan tersebut dapat dijadikan sebagai patokan atau pedoman untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Jadi, tidak asal langsung melakukan tindakan dengan sembarangan yang menyebabkan resiko tinggi apalagi yang melibatkan tim dan organisasi tempat kerjanya..

Adapun alasan untuk melakukan perencanaan adalah yaitu ada 2 untuk protective benefits dan positive benefits. Protective benefits adalah untuk melindungi dari kemungkinan adanya kesalahan dalam membuat keputusan sedangkan positive benefits adalah untuk meningkatkan bentuk kesuksesan dari tujuan yang hendak dicapai.

Planning memiliki unsur-unsur penting yang terdiri dari enam pertanyaan dengan berdasarkan pada 5W+1H yaitu:

  • Apa tindakan yang harus dikerjakan?
  • Kenapa tindakan tersebut harus dilakukan?
  • Dimana tindakan tersebut dilakukan?
  • Kapan dilakukan?
  • Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut?
  • Bagaimana cara melaksanakannya?

Syarat Planning

Dalam membuat sebuah planning, juga perlu memperhatikan persyaratan yang harus dipenuhi dalam menyusun perencanaan. Adapun syarat dan hal yang harus diperhatikan dalam membuat planning adalah sebagai berikut:

  • Faktual atau realistis. Perencanaan yang baik yaitu berdasarkan fakta dan realistis sehingga rencana yang dibuat sesuai dengan fakta yang ada dan dapat dicapai sesuai dengan kemampuannya.
  • Logis dan rasional. Syarat planning yang tidak kalah penting yaitu harus logis dan rasional atau masuk akal. Ekpektasi atau tujuan yang hendak dicapai tidak boleh berlebihan dan dapat diterima secara logika. Contohnya logis dan rasional dalam planning adalah rencana untuk lulus tes CPNS dengan belajar dan memahami contoh soal dalam waktu 6 bulan. Hal tersebut wajar dan masuk akal karena dalam jangka waktu tersebut jika belajar dengan sungguh-sungguh, maka rencana tersebut dapat tercapai. Sedangkan contoh planning yang tidak logis dan rasional seperti berencana akan membuat pesawat setalah lulus dari jurusan biologi. Rencana tersebut tentu tidak logis dan rasional karena membuat pesawat bukanlah hal yang mudah apalagi memiliki jurusan keilmuan yang jauh berbeda.
  • Fleksibel adalah sifat yang luwes dan atau tidak kaku. Jadi, perencanaan yang Anda buat harus menyesuaikan dengn perkembangan yang ada dan tidak bersifat kaku. Hal tersebut karena dimungkinkan terjadi penyesuaian rencana untuk berdaptasi terhadap perubahan yang ada. Contohnya adalah perencanaan pengeluaran modal untuk produksi senilai 3 juta rupiah, namun seiring dengan kenaikan harga barang produksi, maka perencanaan tersebut perlu disesuaikan dengan harga bahan pokok yang ada.
  • Komitmen juga merupakan faktor penting dalam membuat perencanaan. Dengan melakukan komitmen, kegiatan yang ada dalam perencanaan dapat berhasil dilakukan sehingga tujuan akan tercapai.
  • Planning yang dibuat perlu dijaga keseimbangannya agar tidak dilakukan perubahan terus-menerus. Perencanaan yang stabil membuat pelaksana atau pekerja tidak mengalami kebingungan dan fungsi dapat berjalan dengan baik.
  • Perencanaan atau planning perlu dibuat dengan bersifat komprehensif atau menyeluruh. Sehingga aspek-aspek yang terkait secara langsung ataupun tidak langsung akan dapat terintegrasi dengan baik.

Manfaat Planning

Manfaat dalam menyusun planning adalah sebagai bertikut:

  • Membuat tujuan lebih teperinci dan khusus serta lebih mudah dipahami karena sudah terstruktur.
  • Memudahkan dalam melakukan koordinasi.
  • Membantu dalam menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
  • Memungkinkan seseorang untuk memahami seluruh gambaran kegiatan yang perlu dilakukan dengan jelas.
  • Membantu dalam menjadikan perencanaan tersebut sebagai tanggung jawab sehingga berusaha untuk mencapai target.
  • Menghemat waktu, usaha, dan biaya.
  • Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.

Langkah Membuat Planning

Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan ketika Anda ingin membuat sebuah planning menurut Handoko (1999), yaitu:

  • Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Dengan merumuskan tujuan-tujuan pada perencanaan, maka dapat ditentukan apa yang ingin direalisasikan sehingga akan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan seefektif dan seefisien mungkin.
  • Merumuskan keadaan saat ini. Melakukan perumusan keadaan saat ini dapat dilakukan dengan mencari informasi yang berkenaan dengan data-data dari aspek yang mempengaruhi tercapainya tujuan. Contohnya adalah informasi keuangan, data statistik, dsb. Perumusan keadaan penting dilakukan untuk menentukan strategi apa yang akan dibuat selanjutnya.
  • Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan. Kemudahan dan hambatan tersebut diperlukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan dalam mengatasi hambatan dan dalam mencapai tujuan.
  • Mengembangkan planning atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan. Langkah terakhir ini, dengan menulis kegiatan yang hendak dilakukan kemudian dirangkai sedemikian rupa, kemudian melakukan pengembangan berbagai alternatif yang mungkin dilakukan ketika perencenaan tersebut terjadi ketidaksesuaian.

Jenis Planning

Jenis perencanaan terdiri dari berbagai kategori yaitu berdasarkan waktu, kegunaan, dan luas cakupan masalah.

Jenis perencanaan berdasarkan waktu yaitu:

  • Jangka panjang: perencanaan >5 tahun.
  • Jangka menengah: 1-5 tahun.
  • Jangka pendek: <5 tahun.

Jenis perencanaan berdasarkan kegunaan:

  • Rencana sekali pakai: rencana yang tidak diulangi kembali.
  • Rencana beragam kegunaan: rencana yang sedang dijalankan dengan tugas yang berulang kali.
  • Rencana berkesinambungan: rencana terhadap respon terhadap situai tertentu, seperti keadaan darurat atau tidak diharapkan.

Adapun untuk perencanaan dengan luas cakupan masalah adalah:

  • Rencana global: rencana dengan tujuan yang menyeluruh serta jangka panjang.
  • Rencana strategis: rencana dengan arti strategis dengan memilih urutan tujuan yang ingin dicapai lebih dulu.
  • Rencana operasional: rencana terkait kegiatan operasional dengan jangka waktu pendek.

Baca juga:


Demikian penjelasan mengenai planning. Jadi, planning adalah cara untuk memutuskan langkah apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dengan jangka waktu tertentu. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment