Literatur Adalah; Pengertian, Jenis dan Arti Studi Literatur

Apa Itu Literatur? Arti Literatur dan Studi Literatur Adalah – Dalam membuat karya tulis ilmiah atau penelitian pasti tidak akan terlepas dari literatur.

Literatur adalah alat yang penting dan mutlak diperlukan dalam penelitian yang kita lakukan baik dalam penelitian kuantitatif, maupun dalam penelitian kualitatif. Hal tersebut disebabkan penelitian akan dikatakan ilmiah jika ada literatur yang mendukung.

Apa Itu Literatur? Arti Literatur dan Studi Literatur Adalah
Apa Itu Literatur? Arti Literatur dan Studi Literatur Adalah

Literatur digunakan untuk memberikan gambaran terhadap hal-hal yang ingin diteliti. Pada artikel ukulele ini akan dijabarkan mengenai apa itu literatur dan studi literatur. Mari kita simak bersama!

Pengertian Literatur Adalah

Literatur adalah bahan bacaan yang digunakan dalam berbagai aktivitas baik secara intelektual maupun rekreasi (ALA Glosary of Library and Information Science, 1983).

Pengertian lainnya dari literatur adalah rujukan yang digunakan untuk mendapatkan informasi tertentu.

Jadi, berdasarkan pengertian tersebut secara umum, literatur adalah bahasan atau bahan-bahan bacaan yang terkait dengan suatu topik penelitian. Literatur digunakan untuk mengidentifikasi hasil-hasil penelitian terdahulu, yaitu berbagai temuan yang telah ditemukan atau yang belum ditemukan terkait dengan fenomena atau situasi khusus yang akan diteliti.

Literatur banyak ditemukan pada berbagai jenis karya ilmiah seperti jurnal ilmiah, buku, hingga karya tulis. Langkah pertama penelitian yang pada umumnya dilakukan seorang peneliti pada topik penelitiannya, yaitu diawali dengan melakukan penelusuran dan pencarian berbagai literatur yang relevan berkaitan dengan studi yang akan diteliti.

Aktivitas ini dilakukan dalam rangka meninjau ulang kepentingan tujuan penelitian dan memfasilitasi kebutuhan dalam mendiskusikan hasil-hasil temuan pada penelitian tersebut dengan hasil-hasil temuan dari penelitian sebelumnya.

Dengan demikian, langkah ini akan membantu peneliti dalam membuat perencanaan penelitian yang dilakukan dengan melihat hasil-hasil temuan terdahulu sesuai dengan topik yang dipelajari atau yang biasa disebut dengan melakukan metode studi literatur.

Baca juga:

Studi Literatur Adalah

Studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian (Zed, 2008).

Jadi, jika literatur adalah alat sebagai bahan bacaan untuk penelitian, maka studi literatur adalah kegiatan dalam menelaah dan mempelajari literatur. Dengan adanya studi literatur ini peneliti dapat menemukan hipotesis terhadap penelitiannya.

Tujuan dilakukannya studi literatur adalah mengembangkan aspek teoritis dan aspek praktis. Selain itu, studi literatur berguna untuk mencari dasar teori yang digunakan sebagai landasan teori, dan kerangka berpikir dalam penelitiannnya sehingga peneliti mempunyai pandangan yang lebih luas dan mendalam terhadap masalah yang diteliti.

Pelaksanaan studi literatur biasanya dilakukan oleh peneliti antara setelah menentukan topik penelitian dan ditetapkannya rumusan masalah dan sebelum mengambil data dengan terjun langsung ke lapangan.

Dalam melakukan studi literatur memiliki batasan studi, yaitu hanya menelaah literatur yang mendukung pada masalah khusus dalam penelitian yang sedang Anda kerjakan. Studi literatur ini hampir semuanya memuat teks dekriptif yang membahas rangkuman dan uraian secara lengkap dan tentang topik tertentu seperti yang ditemukan dalam buku-buku ilmiah dan jurnal.

Pembahasan dalam studi literatur adalah:

  • Membahas teori pendukung yang melandasi masalah yang dikaji. Teori dapat berupa teori induk (grand theory), teori turunan (middle range theory), dan teori aplikasi (applied theory). Teori induk adalah setiap teori yang terdiri dari penjelasan keseluruhan atau teori yang menjadi dasar dari teori lain. Sedangkan teori turunan adalah teori menengah yang fokus kajiannya makro dan mikro. Adapun teori aplikasi adalah teori yang siap diaplikasikan dan dilevel mikro.
  • Membahas hasil riset sebelumnya yang sudah dilakukan oleh peneliti lain mengenai topik sejenis.

Jenis Literatur

Jenis-jenis literatur terdiri dari berbagai kategori yaitu menurut lokasi penempatan koleksinya, menurut tingkat kedalaman analisisnya, dan berdasarkan sifatnya.

Menurut lokasi penempatan koleksinya, jenis literatur adalah:

  • Koleksi umum: terdiri dari berbagai macam buku dan bebas digunakan siapa saja untuk bahan bacaan. Contoh literatur ini yaitu budi daya tanaman, novel, budidaya ikan, dsb.
  • Koleksi referensi: berisi sekumpulan informasi untuk menjawab berbagai pertanyaan dari pembacanya. Contoh literatur adalah kamus, KBBI, pedoman, buku, dan Ensiklopedia.

Menurut tingkat kedalaman analisisnya, jenis literatur adalah:

  • Literatur primer: literatur yang dibuat dari hasil penelitian yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Literatur ini terdiri dari berbagai macam teori baru pada berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
  • Literatur sekunder: literatur yang dibuat berlandaskan pada literatur primer. Literatur ini bukan merupakan teori baru karena telah dikemukakan teori sebelumnya.
  • Literatur tersier: literatur yang menyertakan informasi berupa petunjuk untuk mendapatkan literatur sekunder. Contoh literatur ini adalah bibliografi dari beberapa bibliografi, direktori dari direktori, dsb. Bibliografi ini adalah daftar pustaka dan deksripsi dari buku, sedangkan direktori adalah komponen dari sistem berkas yang terdiri dari beberapa berkas dokumen.

Adapun berdasarkan sifatnya, jenis literaturnya adalah:

  • Dokumen tekstual: literatur dalam bentuk teks tertulis sehingga dapat dibaca.
  • Dokumen non tekstual: literatur yang tidak menggunakan tulisan, tetapi disajikan dalam bentuk gambar, foto, suara, dsb.
  • Dokumen campuran: merupakan gabungan dari tekstual dan non tekstual.

Baca juga:


Jadi, literatur dan studi literatur sangat berguna bagi peneliti untuk memberikan gambaran masalah, memberikan dukungan teoritis konseptual bagi peneliti, yang selanjutnya akan berguna untuk bahan diskusi atau pembahasan dalam penelitian.

Literatur dan studi literatur ini juga dapat membimbing peneliti untuk menyusun hipotesis penelitian yang dikerjakannya. Demikian penjelasan mengenai apa itu literatur dan studi literatur beserta jenisnya. Semoga bermanfaat!

KPI Adalah; Pengertian, Arti, Tujuan, dan Contoh KPI

Apa itu KPI? Arti, Tujuan, dan Contoh KPI – Dalam menjalankan sebuah bisnis, setiap perusahaan pasti memiliki permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh sebab itu, akhir-akhir ini penelitian tentang pengembangan SDM semakin ditingkatkan.

Dengan adanya SDM yang unggul dalam perusahaan, maka perusahaan akan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya dan tidak kalah dalam segi kualitas. Apalagi di era industri 4.0 saat ini yang notabenenya memerlukan penguasaan teknologi dan SDM yang berkualitas. KPI adalah solusi untuk mengukur hal tersebut.

Apa itu KPI? Arti, Tujuan, dan Contoh KPI Adalah
Apa itu KPI? Arti, Tujuan, dan Contoh KPI Adalah

KPI adalah salah satu metode penilaian kinerja yang bisa digunakan untuk mengembangkan SDM. Untuk lebih memahaminya, artikel ini adalah berisi ulasan mengenai apa itu KPI dan kepanjangan KPI?, apa tujuan KPI? serta apa saja contoh KPI?. Mari simak artikel ukulele ini bersama!

Pengertian KPI Adalah

Kepanjangan KPI berasal dari bahasa Inggris sesuai keterangan Wikipedia. Kepanjangan KPI adalah Key Performance Indicator. Dalam bahasa Indonesia kepanjangan KPI disebut dengan Indikator Kinerja Utama.

Sebelum mengetahui pengertian KPI, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui maksud dari kinerja perusahaan, yaitu tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan.

Berdasarkan dari kepanjangan KPI tersebut, dapat dikatakan KPI adalah alat untuk mengendalikan dan memastikan suatu kinerja daalam sebuah kegiatan tercapai. Berikut adalah maksud KPI dari berbagai literatur, yaitu sebagai berikut:

  • KPI adalah metode yang dilakukan dengan membandingkan apa yang telah dibuat dengan apa yang telah ditetapkan (Ramadian, 2012).
  • KPI adalah serangkaianindikator kunci yang bersifat terukur danmemberikan informasi sejauh mana sasaran strategisyang dibebankan kepada suatu organisasi sudah
    berhasil dicapai (Soemohadiwidjojo, 2015).
  • KPI adalah alat navigasi penting yang digunakan oleh para manajer untuk memahami apakah perusahaan mereka sedang mengarah pada kesuksesan atau sedang menjauhi jalur menuju kesuksesan (Marr, 2015).

Berdasarkan pengertian di atas, diketahui bahwa KPI adalah cerminan dari target perusahaan, dan progress untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain, manfaat KPI adalah perusahaan dapat mengetahui “sejauh mana” progress dan “seberapa dekat” pekerja pada tujuan tersebut.

Target dan progress tersebut tidak hanya mengukur segi waktu proses dan umur alat, tetapi juga kepada ukuran kinerja untuk kesuksesan bisnis. Perusahaan akan menilai setiap kontribusi yang diberikan dengan menggunakan KPI, sehingga kinerja pekerja dapat dinilai secara objektif, adil, jelas, dan transparan.

Berdasarkan Mayasari (2012), penilaian kinerja dengan menggunakan metode KPI ini, menunjukkan tingkat keakuratan yang lebih baik ditinjau dari aspek realibility, relefansi, sensitifitas, dan kemudahannya.

Baca juga:

Tujuan KPI

Tujuan KPI adalah:

  • Sebagai perbandingan kinerja karyawan yang ada saat ini dengan terdahulu. Sehingga perusahaan mendapatkan gambaran mengenai keunggulan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan dan dapat memperbaiki sistem perusahaan tersebut.
  • Sebagai dasar dalam menerapkan sasaran perusahaan secara kuantitatif atau dapat diukur.
  • Untuk mengontrol, mengawasi, atau memantau kinerja karyawan untuk produktifitas perusahaan.
  • Untuk menghubungkan visi-misi, strategi, dan tujuan perusahaan dengan kinerja karyawan sehingga mendapatkan sasaran perusahaan yang diinginkan.
  • Untuk mengukur tren kinerja karyawan apakah mengalami kenaikan atau penurunan yang signifikan.
  • Untuk memberikan penghargaan terhadap karyawan yang memiliki pencapaian kinerja yang baik sebagai motivasi dalam bekerja dan memberikan teguran atau masukan kepada karyawan yang mengalami penurunan kinerja.

Prinsip KPI

Dalam penyusunan KPI harus memenuhi karakteristik indikator kinerja yang baik dan memadai guna pengukuran kinerja. Prinsip KPI adalah:

  • Spesific. Dalam KPI harus menyatakan sesuatu yang khas dalam menilai kinerja.
  • Measurable. KPI dibuat agar dapat mudah dilakukan pengukuran sehingga jelas dalam cara pengukuran dan satuan pengukuran.
  • Achievable. Pemilihan KPI harus dapat dicapai oleh penanggung jawab.
  • Relevant. KPI yang dipilih sesuai dengan visi-misi serta tujuan perusahaan.
  • Time-bounded. Dalam pengerjaan KPI harus diberikan target batas waktu pencapaian agar penyusunan KPI tidak terlalu lama dan hasilnya dapat segera diketahui.
  • Continuously improve. KPI dapat dikembangkan atau diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan strategi perusahaan yang dinamis.

Contoh KPI

KPI dapat diterapkan di setiap perusahaan maupun instansi. Intinya adalah agar aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan baik. Berikut adalah contoh KPI.

Contoh KPI Sekolah

Tujuan dibentuknya KPI dalam instansi sekolah adalah untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Selain itu, sekolah sendiri juga memiliki standar nilai yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan tersebut guna efektifitas dan efisiensi kualitas, maka perlu didukung dengan penggunaan KPI.

Berikut adalah tabel contoh KPI sekolah:

No.Indikator KPIBobot KPITargetRealisasiSkorSkor Akhir
1.Persentase murid yang berprestasi tiap angkatan2020%18%9018
2.Persentase guru lulusan universitas negeri dengan akreditasi A3080%82%102,530,75
3.Persentase absensi  guru full bekerja dalam satu tahun3095%96%101,0530,32
4.Persentase penerapan dengan berbahasa Inggris dalam semua mata pelajaran20100%97%9719,4
 Total10098,47

Cara perhitungan untuk contoh KPI di atas, adalah:

  1. Menentukan “bobot KPI” sesuai dengan prioritas dan “target” yang ingin dicapai sesuai dengan visi dan misi atau tujuan sekolah. Semakin tinggi bobot dan targetnya, maka semakin tinggi kualitas yang diharapkan. “Bobot” tersebut kemudian dijumlahkan sampai total bobotnya 100.
  2. Menghitung penilaian “realisasi” atau hasil di lapangan sesuai dengan temuan atau fakta yang ada pada setiap indikator KPI.
  3. Menghitung “skor” tergantung dengan penetapan KPI yang dibuat, seperti apa yang akan diukur, dan apa yang ingin dicapai, memilih KPI maximize atau minimize. Pada contoh kasus ini dipakai dengan menggunakan rumus: (realisasi/target) x 100.
  4. Terakhir, yaitu melakukan perhitungan untuk mengisi “skor akhir”. Perhitungan skor akhir dilakukan dengan rumus: (skor x bobot)/100 sehingga didapatkan nilai seperti pada contoh di atas.

Tahap selanjutnya adalah analisa perbaikan dari hasil pengukuran untuk evaluasi KPI. Dalam pemecahan masalah untuk KPI sekolah ini analisis yang digunakan biasanya adalah Root Cause Analysis dengan menggunakan metode 5W+1H (5 why + 1 how). Metode 5W+1H adalah metode yang paling sederhana dalam usaha menemukan akar masalah.

Dengan mengulang pertanyaan “why” sampai 5 kali dan “how” setelahnya, Anda akan menemukan solusi-solusi masalah yang ada dalam hasil KPI.

Contoh KPI Perusahaan

Pada dasarnya, contoh KPI perusahaan memiliki perhitungan dan cara yang sama dengan contoh KPI di sekolah. Hal yang membedakan hanya indikator KPI-nya saja yang fokus pada kinerja karyawan dalam perusahaan untuk tujuan perusahaan yang ingin dicapai.

Contoh KPI perusahaan adalahsebagai berikut:

No.Indikator KPIBobot KPITargetRealisasiSkorSkor Akhir
1.Persentase tenaga kerja baru yang dipenuhi dalam batas waktu2080%87%108,7521,75
2.Persentase penyelesaian masalah rutin karyawan tiap 3 bulan30100%100%10030
3.Jumlah promosi karyawan dalam 1 semester (6 bulan)1010 orang7 orang707
4.Persentase peningkatan produktivitas4090%95%105,5642,22
 Total100100,97

Berdasarkan contoh KPI perusahaan di atas, indikator KPI disesuaikan dengan sasaran perusahaan yang ingin dicapai. Pada indikator contoh KPI perusahaan nomer 1, terlihat bahwa sasaran perusahaannya untuk mengetahui kinerja perusahaan dalam proses rekrutmen karyawan, sedangkan untuk nomer 2 terkait dengan manajemen perusahaan, dan nomer 3, 4 untuk area kinerja produktivitas SDM pada karyawan.

Total skor akhir inilah dalam contoh KPI perusahaan yaitu sebagai nilai pencapaian kinerja karyawan di periode penilaian KPI.

Penilaian KPI di perusahaan tidak hanya dilakukan dalam satu lingkup departemen, tapi juga dapat dilakukan pada seluruh departemen atau terdiri dari bagian dan sub bagian. Misalnya,  bagian sumber daya manusia dengan sub bagian pengembangan kepegawaian, sub bagian administrasi personalia, dan sub bagian pengadaaan.

Adapun untuk pembuatan KPI dapat dilakukan tidak hanya 1 periode atau satu tahun, tapi juga dapat dilakukan dalam bentuk jangka panjang, yaitu 5 tahun kedepan untuk melihat proyeksinya seperti apa, hal itu akan lebih bagus lagi.

Pembuatan KPI dibentuk oleh ketua KPI departemen dengan tim penyusun yang biasanya terdiri dari kepala bagian, kepala seksi, dan kepala regu.

Ketua KPI atau penyusun KPI disesuaikan dengan jenis KPI-nya, jika untuk KPI bidang marketing maka ketua KPI adalah kepala marketing, dsb. Namun untuk pembuatan KPI secara keseluruhan, ketua KPI atau penyusunnya adalah manajer karena salah satu peran manajer adalah memantau kinerja karyawan.

Baca juga:


Jadi KPI ini sangat penting dalam perusahaan maupun instansi dalam mengetahui kinerja karyawan dan mengukur tingkat keberhasilan kinerja karyawan. Dengan menggunakan KPI, dapat mengevaluasi kinerja karyawan yang belum maksimal sehingga akan memajukan perusahaan dan mewujudkan visi misi dari perusahaan. Demikian penjabaran KPI dalam artikel ini. Semoga bermanfaat!

K3 Adalah; Pengertian, Tujuan, Pelatihan, dan Rambu K3

Pengertian K3 Adalah; Tujuan, Pelatihan, dan Rambu K3 – Manusia dalam hidupnya pasti memiliki kebutuhan. Jenjang kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow yang paling dasar adalah kebutuhan fisik karena fisik yang kuat sangat berperan penting terhadap kelangsungan hidup manusia.

Selanjutnya adalah kebutuhan untuk perlindungan, bermasyarakat, penghargaan/harga diri, dan eksistensi.

Pengertian K3 Adalah; Tujuan, Pelatihan, dan Rambu K3
Pengertian K3 Adalah; Tujuan, Pelatihan, dan Rambu K3

Untuk memenuhi kebutuhan perlindungan terutama dalam bekerja, maka muncullah konsep K3. Kepanjangan dari K3 adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja. K3 adalah wujud untuk melindungi para pekerja dari sesuatu yang dapat membahayakan.

Lalu, sebenarnya apa itu K3 dan hirarki pencegahan?, apa tujuan K3 dan pelatihan K3?, dan apa saja rambu-rambu K3?. Semua Anda ketahui dalam penjelasan artikel ukulele ini. Mari kita simak!

Baca juga:

Pengertian K3 Adalah

Kepanjangan dari K3 adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dari kepanjangan tersebut dapat diketahui bahwa makna kepanjangan dari K3 adalah untuk membuat perlindungan tenaga kerja terhadap keselamatan dan kesehatan dalam lingkup kerja.

Pengertian K3 bersifat luas dengan landasan K3 yang berbeda-beda, ada yang berlandaskan dari filosofis, konstitusionil, sampai berdasarkan pada keilmuan.

Pengertian K3 juga terdapat dalam landasan konstitusionil, PP No. 50 Tahun 2012. Dikatakan K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan akibat kerja (KAK) dan penyakit akibat kerja (PAK).

Secara filosofis pengertian K3 adalah pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan tenaga kerja dan manusia baik jasmani dan rohani, sehingga menuju mayarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Maksud dari jasmani terkait dengan fisik bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang dapat melukai fisik, sedangkan maksud rohani yaitu terkait dengan bagaimana melindungi tenaga kerja terhadap lingkungan kerja yang buruk seperti penyesuaian jam kerja atau maksimal kerja lembur, serta melindungi dari kebisingan.

Hal tersebut karena kebisingan dan waktu kerja yang lama akan berbanding lurus terhadap tingkat stress yang dialami pekerja sehingga akan berdampak pada kesehatan tenaga kerja dan kemajuan produktifitas perusahaan.

Selain itu, pengertian berdasarkan keilmuan, K3 adalah suatu ilmu pengetahuan dan ilmu terapan sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan, kebakaran, pencemaran, penyakit, dsb. Inti dari K3 adalah sebagai bentuk pencegahan atau preventif. Semua itu adalah untuk memenuhi kesejahteraan karyawan atau tenaga kerja.

Tenaga kerja yang sehat dan aman, akan meningkatkan produktivitas sehingga perusahaan dapat eksis dalam era industrialisasi dan pasar bebas.

K3 didasarkan pada komitmen nasional dari identifikasi masalah K3 yang umum terjadi yaitu: derajat kesehatan dan keselamatan pekerja yang masih rendah, pengetahuan pekerja tentang kesehatan dan keselamatan masih kurang, upaya kesehatan dan pelayanan yang belum merata, serta data dan informasi yang belum memadai.

Untuk itu, maka dibuatlah strategi komitmen nasional untuk memperkuat kebijakan dan pengetahuan K3 untuk mencapai tujuan K3.

Tujuan K3

Adapun tujuan K3 adalah sebagai berikut:

  • Alat untuk mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya bagi semua pekerjai baik itu buruh, petani, nelayan, pegawai, dan pekerja lainnya.
  • Untuk meningkatkan produktifitas pekerja dan efisiensi perusahaan. Hal tersebut karena K3 adalah sebagai alat pencegahan, maka bermanfaat dalam keuntungan perusahaan dalam segi keuangan, karena jika terjadi kecelakaan kerja maka perusahaan perlu bertanggung jawab dengan memberikan asuransi dan tentu akan menurunkan produktivitas yang akan berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan. Sebaliknya, jika menerapkan K3 maka perusahaan akan lebih produktif, karena angka absensi pekerja juga menjadi berkurang.
  • Mencegah timbulnya penyakit akibat kerja atau penyakit akibat hubungan kerja. Contohnya adalah pada masa pandemi saat ini, yaitu virus Covid-19, maka di lingkungan kerja perlu dilakukan pencegahan dengan melakukan protokol kesehatan, penyakit AIDS juga termasuk dalam penyakit akibat hubungan kerja yang bisa melalui darah dari penderita.
  • Efisiensi sumber daya manusia dan mesin. Tenaga kerja yang ahli dibidangnya merupakan aset SDM bagi perusahaan, maka perlu dilindungi sehingga efisien. Selain itu dalam kecelakaan kerja terkadang tidak luput akibat kesalahan manusia dalam memperlakukan mesin sesuai prosedur K3 sehingga mesin dapat rusak. Contohnya, dalam mengangkat alat ada petunjuk K3 mengangkatnya dalam posisi tubuh tertentu agar tidak kehilangan kendali (terkait ergonomis). Jika tidak dilaksanakan, alat tersebut beresiko jatuh kepada karyawan dan rusak.

Hirarki Pengendalian Bahaya K3

Pelaksanaan K3 dalam perusahaan perlu menerapkan konsep hirarki pengendalian bahaya. Hirarki ini berbentuk piramida terbalik dengan urutan dari yang paling atas adalah eliminasi, substitusi, rekayasa engineering, administrasi, dan APD. Berikut penjelasannya:

  • Eliminasi: menghilangkan potensi bahaya langsung dari sumbernya.
  • Substitusi: menggantikan benda yang berpotensi bahaya.
  • Rekayasa engineering: menutup sumber bahaya atau memperbaiki.
  • Administrasi: menggunakan prosedur dan rambu-rambu K3.
  • APD: menghambat agar tidak kontak langsung dengan sumber daya yang membahayakan.

Semakin ke atas (eliminasi) proteksi dan keamanannya semakin tinggi jadi, dalam penerapannya hal yang perlu dipikirkan terlebih dahulu adalah bagian yang paling atas, kemudian jika tidak bisa diterapkan, barulah ke tingkatan selanjutnya.

Pelatihan K3

Untuk menjalankan program K3, maka diperlukan pemahaman K3 dari seluruh pekerja baik di level manajerial (atasan) maupun staff. Pembuatan program, pengawasan, penanganan, analisa, dan pelaksanaan K3 adalah tanggung jawab dan tugas pokok dari bagian jabatan HSE (Health, Safety, Environment) di perusahaan.

Seorang HSE memiliki tugas untuk membuat kebijakan dan implementasi dari kegiatan K3. Oleh sebab itu, supervisor HSE ini perlu untuk mengetahui dan memastikan segala hal yang terkait dengan K3 sehingga lebih baik jika sudah tersertifikasi menjadi ahli K3 umum oleh KEMNAKER dengan mengikuti pelatihan K3 umum.

Di dalam perusahaan sendiri, HSE atau tenaga K3 membuat program K3 di perusahaan yaitu dengan kegiatan rutin dan berkala. Kegiatan rutin program K3, yaitu:

  • Inspeksi.
  • Pengumpulan data.
  • Bimbingan, konseling, dan penyuluhan.
  • Pendidikan dan pelatihan K3.
  • Pemeliharaan

Adapun kegiatan berkala yang biasa dilakukan dalam perusahaan yaitu:

  • Pemeriksaaan kesehatan secara berkala.
  • Audit internal dan eksternal tentang K3

Berdasarkan kegiatan tersebut, sebagai HSE salah satu kegiatannya akan memandu dan melakukan pembinaan/pelatihan K3 terhadap karyawan.

Contohnya adalah pelatihan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) yang benar, pelatihan kepada pekerja dalam menanggulangi kebakaran dan evakuasi jika terjadi bencana, pelatihan K3 khusus kepada pekerja yang bekerja di ketinggian, dsb.

Setiap karyawan perlu untuk menerapkan K3 terutama yang berhubungan dengan pekerjaannya. Contohnya pelatihan K3 listrik untuk yang berkerja di listrik, pelatihan K3 pertambangan untuk perusahaan pertambangan, pelatihan K3 rumah sakit, dan sebagainya.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah dan mengurangi potensi bahaya yang dapat terjadi di lingkungan kerja. Oleh sebab itu, mematuhi dan pemahaman K3 tidak hanya dilaksanakan oleh HSE saja, tapi juga seluruh tenaga kerja perusahaan karena menyangkut keselamatan pribadi.

Dari semua pelatihan dan program K3 kemudian perlu dilakukan evaluasi program untuk menilai apakah program K3 berhasil atau tidak. Program dikatakan berhasil apabila:

  • Terjadi penurunan tingkat kecelakaan dan penyakit yang terkait baik secara kuantitatif, seperti jumlah dan frekuensi tenaga kerja yang kecelakaan maupun kualitatif, seperti tingkat keparahan.
  • Penurunan jumlah jam kerja yang hilang akibat terjadi kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

Rambu-rambu K3

Selain memberikan pelatihan dan sosialisasi terkait dengan program K3 di perusahaan, penting juga untuk memberikan rambu-rambu K3 sebagai pengendalian bahaya ketiga di sekitar lokasi kerja. Rambu-rambu K3 berisi simbol-simbol dan tanda peringatan terhadap sesuatu yang beresiko kecelakaan. Rambu-rambu K3 contohnya adalah:

Rambu-rambu K3 contohnya adalah
Rambu-rambu K3 contohnya adalah | www.sioforklift.com

Selain itu, bentuk, simbol dan warna pada rambu-rambu K3 memiliki makna yang saling berkaitan. Perbedaan makna rambu-rambu K3 adalah sebagai berikut:

bentuk, simbol dan warna pada rambu-rambu K3
bentuk, simbol & warna pada rambu-rambu K3 | www.sioforklift.com

Berdasarkan contoh rambu di atas, karakteristik rambu ada 3, yaitu: kata peringatan, logo pictogram, dan kalimat persuasif.

Baca juga:


Hal yang penting Anda ingat, yaitu kepanjangan dari K3 adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang memiliki peranan penting serta wajib dipatuhi oleh semua lini. K3 merupakan wujud dari pemenuhan kebutuhan manusia yang fundamental yaitu kesehatan. Demikian penjelasan mengenai K3. Semoga bermanfaat!

Justifikasi Adalah; Arti, Aliran, Tipe, dan Contoh Justifikasi

Apa Itu Justifikasi? Arti dan Contoh Justifikasi Adalah – Dalam melakukan kajian ilmiah, Anda perlu melakukan uji untuk meyakinkan bahwa teori tersebut benar atau tidak. Hal tersebut dilakukan dengan justifikasi.

Arti justifikasi dalam dunia pendidikan sangat penting karena untuk menganalisis dan menunjukkan bahwa setiap pernyataan tersebut benar atau tidak.

Justifikasi sebenarnya sering Anda lakukan dalam kegiatan sehari-hari. Seperti contohnya, saat Anda melakukan justifikasi bahwa beberapa orang adalah teman baik Anda. Anda memberikan klaim tersebut karena beberapa hal baik yang telah dilakukan teman Anda terhadap Anda.

Apa Itu Justifikasi Arti dan Contoh Justifikasi Adalah
Apa Itu Justifikasi? Arti dan Contoh Justifikasi Adalah

Oleh sebab itu, pada pembahasan ukulele kali ini Anda akan mempelajari mengenai apa itu justifikasi? apa saja contoh justifikasi? Berikut adalah ulasannya.

Arti Justifikasi Adalah: Pembenaran

Arti justifikasi secara bahasa berdasarkan KBBI, justifikasi adalah sebuah putusan atau memberikan alasan, dan pertimbangan berdasarkan hati nurani. Sedangkan secara istilah justifikasi adalah:

  • Justifikasi adalah menyediakan dasar, bukti, dan penalaran untuk meyakinkan orang lain (atau mengajak diri sendiri) bahwa suatu klaim atau pembenaran adalah benar (Thomas, 1973).
  • Justifikasi adalah argumen yang mendemonstrasikan kebenaran dari sebuah klaim yang menggunakan pernyataan yang telah diterima sebelumnya dan bentuk matematis dari penalaran (Sarumaha).
  • Justifikasi adalah pembuktian atau proses untuk menyodorkan fakta yang mendukung hipotesis atau proposisi (Keraf).

Berdasarkan pengertian di atas, justifikasi adalah suatu bentuk pernyataan pembenaran yang dilakukan oleh seseorang dengan berdasarkan penelitian atau alasan. Jadi, justifikasi dapat termasuk ke dalam metode ilmiah karena keyakinan, pengetahuan, pembuktian tersebut menyajikan fakta-fakta bukan berdasarkan argumen saja.

Dengan adanya justifikasi ini, tidak hanya membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dianggap benar, tetapi juga dapat membangun pengetahuan yang lebih mendalam terhadap suatu masalah.

Manfaat lainnya dari justifikasi adalah meningkatkan penalaran adaptif. Penalaran adaptif adalah kemampuan berpikir secara logis, melakukan hipotesis jawaban, eksplanatif (memberikan penjelasan) dan menilai kebenaran (justifikasi).

Adapun justifikasi diimplementasikan dalam berbagai bidang pendidikan. Hal tersebut dilakukan dengan Teori Justifikasi. Sejarah perkembangan pengetahuan ini mengalami perkembangan-perkembangan dari beberapa ahli.

Pertama yaitu menurut Plato standar mengenai teori justifikasi adalah adanya kecocokan antara keyakinan dengan fakta sebenarnya.

Contohnya adalah keyakinan masyarakat jika tangan terasa gatal, maka pertanda akan mendapatkan rejeki. Hal tersebut akan menjadi benar, jika memakai teori Plato yaitu ada kecocokan terhadap fakta sebenarnya, maka bisa dikatakan keyakinan tersebut benar. Dari pendapat Plato tersebut, konsep justifikasi kemudian terus berkembang.

Aliran Teori Justifikasi

Dalam ilmu epistemologi, secara umum ada 3 aliran teori justifikasi (pembenaran) yang terkenal yang pertama yaitu fondasionalisme. Berdasarkan aliran fondasionalisme yaitu keyakinan terjustifikasi secara ilmiah jika dilandasi oleh fondasi yang kokoh, jelas, dan pasti benar. Fondasi tersebut dibagi menjadi dua bentuk yaitu fondasi apriori dan indrawi.

Fondasi dengan konsepsi apriori dalam justifikasi yaitu berdasarkan keyakinan dasar. Contohnya pada matematika, Anda meyakini bahwa perkalian dengan nilai negatif jika bertemu dengan positif, maka hasilnya negatif.

Hal tersebut merupakan hukum dasar sehingga jika Anda menjustifikasi bahwa -3 x 5= -15 maka justifikasi tersebut adalah benar karena sesuai dengan keyakinan dasarnya.

Adapun untuk fondasi indrawi adalah justifikasi yang didasarkan pada data-data indra yaitu pendengaran, penglihatan, dsb. Contohnya adalah seseorang yang meyakini bahwa orang tersebut adalah pencuri karena dia melihat sendiri bahwa dia telah mengambil dompet seseorang.

Selanjutnya untuk teori kedua yaitu koherentisme yang menyatakan bahwa keyakinan terjustifikasi benar jika bersesuaian dengan sistem keyakinan yang sebelumnya diterima benar.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada keyakinan dasar tapi berdasarkan sistem. Contohnya para ulama membentuk sistem keyakinan ahlus sunnah wal jamaah.

Contoh lainnya dari koherentisme adalah pancasila merupakan dasar negara bangsa Indonesia. Hal tersebut karena pancasila sudah disepakati dan diyakini oleh seluruh bangsa Indonesia yang merupakan kesatuan sistem.

Teori terakhir yaitu teori campuran (mixed theory) penggabungan fondalisme dan koherentisme sehingga didapatkan justifikasi yang sempurna karena saling melengkapi.

Tipe Justifikasi dan Tujuan dalam Pembelajaran

Justifikasi sering diimplementasikan dalam pendidikan sekolah contohnya pada pembelajaran siswa seperti pada mata pelajaran matematika yang perlu jawaban justifikasi.

Apa Itu Justifikasi? Tipe Justifikasi dan Tujuan dalam Pembelajaran
Apa Itu Justifikasi? Tipe Justifikasi dan Tujuan dalam Pembelajaran

Siswa yang melakukan justifikasi terhadap soal tersebut, dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan ruang lingkup pembelajaran, ada lima tipe justifikasi menurut Back, Mannila, dan Wallin (2010). Kelima tipe justifikasi adalah sebagai berikut:

  • Asumsi adalah tipe justifikasi yang hanya memberikan asumsi sebagai alasan.
  • Pernyataaan samar atau meluas (vogue/broad statement). Justifikasi yang terlalu singkat dan tidak informatif.
  • Memberikan justifikasi terkait dengan definisi atau aturan. Contoh justifikasi aturan tentang nilai mutlak dan kongruensi dalam matematika.
  • Deskripsi prosedural (procedural description). Justifikasi dengan memberikan penjelasan secara deskriptif atau alasan secara bertahap. Dalam deskripsi prosedural ini menunjukkan penjelasan dengan menjawab pertanyaan “apa” yang tertera dalam tiap langkah penyelesaian.
  • Penjelasan tersendiri (own explanation). Tipe justifikasi ini memberikan penjelasan atau alasan terhadap pertanyaan “mengapa” langkah tersebut dikatakan valid. Berdasarkan dari nama jenis tipe ini menggunakan bahasa sendiri atau menggunakan simbol.

Berdasarkan beberapa tipe justifikasi di atas, semakin tipe justifikasi dalam pembelajaran tinggi seperti pada tipe penjelasan tersendiri, maka semakin tinggi tingkat kesulitan dalam menjelaskan justifikasi. Namun, tingkat kesulitan yang tinggi ini akan meningkatkan kualitas justifikasi.

Masih dalam pembelajaran matematika, tujuan adanya justifikasi adalah:

  • Mendukung pemahaman konseptual.
  • Mendorong kemampuan matematika dan disposisi (kaya istilah dalam matematika).
  • Asssesmen atau penilaian.
  • Mendorong kemampuan jangka panjang (contoh: berpikir kritis, mandiri, tekun).
  • Mengelola perbedaan (berbagi pendapat untuk menyelesaikan masalah).
  • Mempengaruhi hubungan sosial (antar sesama teman bisa bertukar pikiran).

Contoh Justifikasi

Selain penggunaan justifikasi dalam bidang pembelajaran matematika di sekolah, justifikasi dapat digunakan dalam bidang lainnya. contoh justifikasi adalah sebagai berikut:

Contoh Justifikasi dalam Proyek

Justifikasi dalam proyek adalah pembuktian atau alasan yang dibuat karena suatu perubahan kontrak kerja. Sebelum justifikasi dibuat, perlu dibuat perhitungan kembali terkait kuantitas pekerjaan yang akan dikerjakan dalam proyek, maka pasti ada ketidaksesuaian antara hasil perhitungan dari ukuran atau dimensi dengan data atau rencana gambar yang ada di dalam kontrak.

Oleh sebab itu, Anda perlu meluruskan kembali antara dokumen kontrak dengan dokumen realisasi atau hasil rekayasa engineering. Hal tersebut dilakukan dengan cara musyawarah dan koordinasi dengan unsur-unsur terkait sehingga didapatkan kesimpulan bahwa perhitungan yang baru adalah benar.

Setelah itu, alasan tersebut kemudian dapat dituangkan dalam dokumen justifikasi karena adanya perubahan dari rencana perhitungan yang ada di dalam kontrak. Alasan tersebut dapat berupa kesalahan dalam perhitungan awal, kondisi eksternal seperti kondisi lahan eksisting yang mengalami perubahan, atau masalah harga produk atau jasa yang mengalami peningkatan.

Contoh Justifikasi Penelitian

Justifikasi dalam penelitian adalah memberikan alasan atau bukti bahwa hipotesis atau teori yang dikemukakan dalam penelitian benar atau tidak.

Contohnya yaitu penelitian terkait pembuktian teori penentuan kandungan zat pencemar BOD pada air limbah. Dengan melakukan penelitian menggunakan metode Titrasi Winkler, diperoleh bahwa ada kandungan BOD dalam air limbah dengan satuannya yaitu mg/L. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa justifikasi tersebut adalah benar.

Contoh Justifikasi Anggaran

Arti justifikasi anggaran adalah pernyataan rincian harga yang dihabiskan dalam suatu kegiatan. Contoh justifikasi anggaran yaitu dalam kegiatan PKM yang pada laporannya memuat justifikasi anggaran tiap barang yang dibutuhkan dalam penelitian.

Untuk lebih mudah dalam membacanya, biasanya dibuat dalam bentuk tabel yang tiap kolomnya berisi nama barang, jumlah yang dibutuhkan, serta harganya. Harga tersebut didapatkan dari harga pasar, dapat juga disertai bukti kwitansi.

Contoh Justifikasi Hukum

Justifikasi hukum dapat Anda lihat dalam persidangan, seorang hakim akan memberikan justifikasi kepada tersangka berdasarkan bukti yang ada dalam kejadian dan keterangan saksi dan ahli apakah tersangka tersebut dinyatakan besalah ataupun tidak.

Arti dan Contoh Justifikasi Hukum
Arti dan Contoh Justifikasi Hukum

Demikian uraian mengenai apa itu justifikasi hingga macam-macam justifikasi yang bersifat luas baik dalam pendidikan maupun dalam bidang lainnya, bahkan kehidupan sehari-hari. Dengan adanya justifikasi dapat dijadikan alat untuk memberikan penalaran terhadap suatu pernyataan. Semoga bermanfaat!

Contoh Monolog; Pengertian, Unsur, Jenis Beserta Penjelasannya

Contoh Monolog; Pengertian, Unsur, Jenis Beserta Penjelasannya – Dalam sebuah pentas drama sering Anda lihat sebuah dialog dan monolog. Dialog dan monolog merupakan teks yang penting dan mendominasi sebuah pentas drama.

Dialog adalah sebuah percakapan yang dilakukan antar pemain untuk memerankan sebuah tokoh. Adapun monolog juga merupakan sebuah percakapan yang dilakukan oleh pemeran. Lalu apa yang membedakannya?.

Contoh Monolog; Pengertian, Unsur, Jenis Beserta Penjelasannya
Contoh Monolog; Pengertian, Unsur, Jenis Beserta Penjelasannya

Pengertian teks monolog hingga contoh monolog akan dijelaskan pada artikel ukulele ini. Mari kita simak bersama!

Pengertian Teks Monolog

Monolog adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Yunani. Secara bahasa, monolog berasal dari kata “mono” artinya satu dan “legein” artinya berbicara sehingga jika digabung, maka akan diartikan menjadi “berbicara sendiri”.

Baca juga:

Menurut KBBI monolog adalah pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri atau seorang pelaku tunggal dalam sebuah pementasan. Sedangkan menurut Wikipedia, monolog adalah suatu ilmu terapan yang mengajarkan tentang seni peran dimana hanya dibutuhkan satu orang untuk melakukan adegan atau sketsanya.

Monolog juga dapat berupa suara hati yang didengar oleh penonton. Suara hati tersebut dibacakan seorang diri tanpa kehadiran pemeran lain. Dalam pementasan drama percakapan mengenai kata hati ini tidak hanya berwujud monolog tapi juga ada 2 bentuk lainnya yaitu soluloque dan aside. Perbedaan mengenai ketiganya yaitu berdasarkan pada siapa yang diajak bicara. Berikut penjelasannya:

  • Soluloque: pembicaraan seorang tokoh dengan dirinya sendiri untuk mengungkapkan perasaan yang ada.
  • Aside: pembicaraan yang menceritakan orang lain yang dibayangkan oleh tokoh.
  • Monolog: pembicaraan kepada dirinya sendiri atau berbicara pada penonton.

Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa soluloque dan aside adalah bagian dari monolog.

Adapun berdasarkan istilah lainnya dalam drama, kata monolog sering dikaitkan dengan epilog dan prolog, padahal kata tersebut memiliki perbedaan mendasar. Perbedaan tersebut yaitu:

  • Prolog: bagian pembuka atau pengantar sebelum memulai sebuah cerita. Prolog ini berisi narasi untuk menjelaskan bagaimana awal cerita itu terjadi, seperti: tempat, suasana, kejadian umum.
  • Epilog: narasi yang bertujuan untuk penutup sebuah cerita. Biasanya berisi kesimpulan singkat mengenai makna dibalik cerita. Dengan adanya epilog membuat pembaca atau penonton menjadi paham jalan ceritanya telah selesai. Dalam epilog juga dapat ditambahkan pesan moral yang ada dalam suatu pementasan cerita.
  • Monolog: perkataan yang bercerita mengenai sesuatu kepada dirinya sendiri. Monolog biasanya untuk menegaskan maksud keinginan hati dari tokoh tersebut terhadap suatu hal.

Unsur Intrinsik Monolog

Unsur intrinsik pada monolog sama dengan unsur intrinsik yang ada pada drama, yaitu:

  • Plot atau alur drama yaitu rangkaian cerita mulai dari cerita berkembang hingga akhir cerita
  • Tokoh atau karakter
  • Tema atau pikiran pokok yang mendasari cerita
  • Latar atau tempat
  • Amanat

Jenis Monolog

Adapun rincian jenis monolog dibagi menjadi 6, yaitu:

  • Monolog Karakter Biografi: terdapat karakter yang mengutamakan dialog dibandingkan dengan cerita. Cirinya yaitu banyak menampilkan karakter dalam satu cerita.
  • Monolog Naratif Biografis: monolog yang diperankan oleh aktor yang menceritakan ceritanya sendiri.
  • Monolog Fictional Cracter-Driven: menciptakan banyak karakter untuk menunjukkan sebuah tema atau isu.
  • Monolog dokumen berbasis realitas: aktor berperan dengan memakai kata yang tepat dengan orang yang benar-benar ada dalam suatu peristiwa.
  • Monolog topical: monolog yang menjelaskan tentang kegiatan masa lampau/pengalaman baik yang dialami penulis ataupun orang lain sesuai dengan kegiatan sehari-hari. Contoh monolog topical seperti: otobiografi, observasi, dan pendapat mengenai peristiwa sehari-hari.
  • Monolog naratif atau storytelling adalah teks yang berupa fiksi. Penyampaian monolog ini bersifat storytelling (bercerita). Monolog naratif biasa digunakan dalam drama yang mana aktornya bertindak sebagai narator atau pencerita.

Agar lebih jelas, berikut ukulele berikan beberapa contoh monolog.

Contoh Monolog

Untuk lebih memahami teks monolog, berikut adalah contoh monolog:

Contoh Monolog 1:

Aku berlari dengan nafas yang terengah-engah. Tiba saatnya ajaran baru, dua hari yang lalu aku pindah dari kota ke desa. Kepindahan ini membuatku sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang telah lama kukenal semenjak masuk SMP.

Aku memikirkan apa yang kualami baru-baru ini. Semalam, saat menginjak di tempat asing ini, aku tidak betah dan tidak bisa tidur, belum lagi tidak ada AC di ruangan, tidak ada Mall untuk aku bisa refresing. Semua hanyalah sawah dan ternak yang ada di sekitar rumahku.

Aku sungguh kesal hingga terjadi pertikaian antara aku dan ayah mengenai kepindahan ayah yang terkesan mendadak. Aku tidak suka jika harus tinggal di lingkungan kumuh ini. Aku semalaman terhanyut oleh pikiran negatif sehingga sekarang menerima konsekuensinya dengan terlambat datang kesekolah.

Sepuluh menit kemudian, pintu kelas terbuka, aku dengan pakaian yang basah karena keringat, memasuki kelas dan langsung minta maaf pada Bu Guru. Dengan nafas yang masih memburu, aku melihat murid lainnya yang menatapku seperti orang asing.

Awalnya aku berpikir apa aku terihat aneh?. Namun, akhirnya aku sadar perbedaan besar tergambar dari penampilanku dan teman yang lain. Aku memakai pakaian baru yang masih putih, dengan sepatu mengkilap. Rupanya hal tersebut yang membuatku tak luput dari pandangan mata. Sungguh berbeda, teman-temanku memakai baju lusuh dengan sepatu yang ditambal di sana-sini.

Aku berjalan dan duduk di samping salah satu murid tersebut. Dengan senyum yang ramah ia memperkenalkan dirinya. Selama pelajaran, tak kusangka semua murid berlajar dengan giat. Mereka juga aktif menjawab pertanyaan guru bahkan yang menurutku soal tersulit untuk diselesaikan. Sehabis istirahat kulihat mereka bermain riang, tertawa bersama.

Teman sebangkuku mengajakku untuk bermain dengannya. Akhirnya, kami bermain bersama. Rupanya aku sadar aku terlalu manja dan cengeng. Lihat saja mereka, mereka masih bisa tertawa, giat belajar, dan pintar dalam pendidikan meski dalam keterbatasan. Aku merasa malu dan mulai meyakinkan diriku untuk tidak melakukannya lagi.

Contoh Monolog
Pengertian Teks Monolog, Contoh Monolog

Contoh monolog di atas adalah bentuk teks monolog naratif yang bersifat menceritakan sebuah pengalaman yang dialami tokoh Aku. Dalam cerita tersebut, tokoh Aku mendapatkan pelajaran hidup dari pengalamannya dengan melihat teman barunya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa contoh monolog memiliki amanat atau pesan moral yang mengajarkan kepada pembaca atau pendengar bahwa kita harus selalu bersyukur, karena masih banyak yang orang yang tidak beruntung.

Contoh Monolog 2:

Ya, mungkin aku terlalu lelah. Sakitku ku pendam, sakitku kuabaikan. Entah tak terhitung usahaku dan yang kulihat hanya kepalsuan. Hingga tidak ada pilihan lain, selain melakukan hal yang sama, yaitu senyum palsu.

Senyum yang ingin kukembangkan hanyalah sandiwara hanya agar berharap semua akan baik-baik saja. Untuk membuat semuanya tampak baik-baik saja.

Aku tidak dapat membuat kau bahagia akan kehadiranku, andai engkau merasakan kehadiranku bermakna itu sudah cukup. Bagaimana tidak, kau bahkan membicarakanku dibelakang. Bahkan  kau berpikir aku terlalu jauh, terlalu sulit untuk digapai.

Tidakkah melihat usahaku, tersenyum tuk membuat hatimu nyaman. Walaupun dalam diri, seperti ombak yang mengikis batu karang. Mengikis satu persatu, menjadi serpihan yang tak dapat kusatukan.

Kau sungguh hebat teman.. luar biasa… dapat meramal pribadi seseorang dengan mudahnya. Pandai mengatakan tanpa memperdulikan kebenarannya. Oh ya, pantas saja.. akhir-akhir ini kau jarang muncul dimimpiku. Mungkin itu tidak lain, karena aku sudah tidak mengharapkanmu.

Contoh monolog di atas dapat diketahui bahwa teks monolog tersebut merupakan percakapan yang dilakukan kepada dirinya sendiri. Dari contoh menunjukkan gejolak ekspresi suara hati seseorang yang memiliki perasaan kesal, sedih, kecewa yang ditujukan kepada teman yang memiliki sikap yang buruk.

Baca juga:

Dalam contoh tersebut menunjukkan buah pikiran pengarang yang diungkapkan oleh penulis tergambar dalam alur, plot, dan bahasa yang digunakan.

Bahasa adalah hal yang penting dalam teks monolog karena dalam sebuah pementasan drama, harus dibacakan seekpresif mungkin. Karena Anda hanya berdiri seorang diri, tidak ada lawan bicara sehingga penonton akan mudah bosan.

Oleh sebab itu, penggunaan bahasa harus menggunakan penyampaian yang baik diikuti dengan mimik dan gerakan tangan yang mendukung.


Demikian uraian mengenai pengertian teks monolog hingga contoh-contoh monolog beserta penjelasannya. Semoga dapat membantu dan memudahkan Anda dalam menambah wawasan.

Contoh Mite; Pengertian Beserta Penjelasannya

Pengertian dan Contoh Mite – Karya sastra merupakan tulisan penulis yang berlandaskan ide atau imajinasi yang dituangkan dalam sebuah gaya bahasa yang indah dan sarat akan makna. Dalam pembuatan karya sastra dapat mengandung kisah fiktif ataupun kisah asli.

Pengertian dan Contoh Mite
Pengertian dan Contoh Mite

Salah satu karya sastra yang terkenal di masyarakat adalah mite. Untuk mengetahui pengertian dan contoh mite, maka simaklah uraian artikel ukulele ini.

Pengertian Mite

Mite adalah cerita yang berasal dari keyakinan masyarakat secara turun-temurun namun tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Menurut Sarikata Bahasa Indonesia (2007), mite adalah dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat. Pada umumnya contoh mite menceritakan asal usul alam semesta, manusia pertama, bentuk binatang, dsb.

Dikutip dari Wikipedia, mite adalah bagian dari suatu folklor yang berupa kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta (seperti penciptaan dunia dan keberadaan makhluk di dalamnya), serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya.

Oleh sebab itu, mite tergolong dalam cerita rakyat. Jenis cerita rakyat lainnya adalah legenda dan dongeng. Ciri-ciri cerita rakyat menurut Danandjaja (2002) yaitu:

  • Penyebaran melalui lisan dan bersifat tradisional.
  • Terdapat berbagai versi cerita karena penyampaiannya dari mulut ke mulut.
  • Pengarangnya bersifat anonim
  • Cerita yang disampaikan turun-temurun bersifat di luar nalar.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan cerita mite sama halnya dengan dongeng, namun yang membedakan adalah cerita tersebut banyak dipercaya dan diyakini ceritanya sebagai kisah asli.

Mite ini berkembang pada jaman dahulu karena pada saat itu, banyak orang percaya kepada mitos, dewa-dewa. Contoh mite yaitu berkaitan dengan tema cerita tentang dewa-dewa pada jaman dahulu yang memiliki kekuatan supranatural, kepercayaan sakral mengenai pohon atau benda yang bisa berbicara, dsb.

Cerita mite dapat bermanfaat pada pembaca yaitu sebagai merangsang kekuatan berpikir. Dengan adanya alur cerita pada mite akan membuat pembaca menggambarkan situasi yang terjadi dalam cerita menjadi bentuk visualisasi dalam otaknya sehingga meningkatkan kreativitas pembaca.

Dalam cerita mite ini juga banyak memiliki pesan moral sehingga merupakan media yang efektif untuk menanamkan nilai pada pembaca. Tokoh yang ada pada mite biasa digambarkan dengan tokoh yang kuat seperti pada contoh mite tentang Dewa.

Di dalam cerita tokoh tersebut memiliki sifat yang kuat, adil, dan lain sebagainya sehingga watak dalam cerita mite dapat diharapkan menjadi contoh dan teladan bagi pembaca di kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Manfaat lainnya dari cerita mite adalah dapat menumbuhkan empati bagi pembaca yang berasal dari tokoh mite karena ceritanya yang terasa hidup. Berikut ukulele berikan contoh mite sebagai referensi.

Contoh Mite Berbagai Tema

Untuk lebih memahami cerita mite, berikut adalah penulisan contoh mite dengan judul “Asal Usul Padi: Dewi Sri”

Contoh Mite Asal Usul Padi: Dewi Sri

Pada jaman dahulu, terjadilah pertemuan dengan para dewa. Dalam pertemuan itu dihadiri oleh Dewa Guru dan Dewa Narada sebagai penasihat Dewa Guru. Dewa Narada memiliki mustika yang teramat sakti yang bernama Retno Gemilang. Siapapun yang menggunakan mustika sakti itu akan menjadi kuat, tidak perlu makan dan tidur, tidak akan terbakar jika terkena api.

Dewa Guru mulai penasaran pada mustika tersebut dan mulai mencoba untuk memegangnya. Saat dipegang, kemudian tangannya tidak kuat untuk mengangkat mustika lebih jauh lagi sehingga mustika tersebut jatuh dan tidak ada yang bisa menahannya kecuali Dewa Antaboga. Si naga dari Jawa. Mustika tersebut tersangkut di mulut Dewa Antaboga.

Contoh Mite Asal Usul Padi Dewi Sri
Contoh Mite Asal Usul Padi Dewi Sri | sumber: unsplash.com

Dewa Antaboga lalu menyimpannya ke dalam sebuah cupu. Tak berapa lama Dewa Guru datang pada Dewa Antaboga untuk meminta kembali mustikanya namun cupu tersebut tidak bisa dibuka. Dewa Guru yang kesal kemudian melempar cupu tersebut hingga hancur berkeping-keping.

Setelah cupu tesebut hancur, muncullah sosok Retno Gemilang dalam wujud seorang bayi yang kemudian dinamakan Niken Tisnawati. Saat beranjak dewasa, Niken Tisnawati tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita hingga Dewa Guru jatuh cinta padanya dan meminangnya.

Niken Tisnawati setuju dengan lamaran tersebut, namun dengan syarat makanannya akan mengenyangkan seumur hidup dan pakaiannya tidak pernah usang. Dewa Guru menyanggupi permintaan tersebut dan meminta Dewa Kala untuk mencari sesuai permintaan Niken. Saat pencariannya Dewa Kala bertemu dengan Dewi Sri yang sedang mandi.

Dewa Kala jatuh cinta pada Dewi Sri hingga mengikutinya turun ke Bumi. Dewa Wisnu yang melihat hal tersebut kemudian memanah kakinya hingga dia terjatuh. Namun, Dewa Kala tetap ingin menggapai Dewi Sri hingga dia berusaha merangkak.

Dewi Sri yang terkejut kemudian megatakan mantra untuk mengubah Dewa Kala menjadi babi. Akibatnya, Dewa Kala tidak dapat pulang ke kayangan dan Dewa Guru tidak dapat memenuhi persyaratan untuk menikahi Niken Tisnawati. Dewa Guru yang mendengar hal tersebut pergi untuk menemui Niken Tisnawati dan memaksanya menikahinya. Niken Tisnawati tetap menolak hingga akhirnya Dewa Guru pun membunuhnya.

Mendengar hal tersebut Dewa Narada kemudian menguburkan Niken Tisnawati dan tiba-tiba dari tempat penguburannya muncullah berbagai tanaman. Dari bagian kepala tumbuhlah kelapa, dari bagian tangan tumbuh pohon pisang, dari bagian gigi tumbuhlah pohon jagung, dan dari rambut tumbuhlah padi.

Tidak berakhir sampai disitu, di bumi, Dewi Sri tetap dikejar oleh Kala yang berubah menjadi babi. Dewi Sri kemudian memutuskan untuk masuk dan tinggal ke dalam padi.


Contoh mite kedua yaitu tentang asal usul masyarakat Nias yang berjudul “Sang Ibu Nias”.

Contoh Mite Sang Ibu Nias

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang Raja yang otoriter hingga rakyat tidak bisa melawan perintah Raja. Pada saat itu Raja membuat peraturan bagi siapa saja yang berbuat kejahatan akan dikenai hukuman pancung atau mati. Pada suatu hari diketahui bahwa putri Raja sedang hamil tanpa diketahui siapa yang melakukannya.

Untuk menjaga nama baik, Raja tetap memutuskan untuk menjatuhi hukuman tersebut kepada putrinya. Raja menghukumnya dengan meminta putrinya dipancung, namun pengawal merasa kasihan dan menyarankan Raja untuk mengungsi atau membuang putrinya di tempat terpencil. Raja akhirnya menerima usulan pengawal tersebut.

Contoh Mite Sang Ibu Nias
Contoh Mite Sang Ibu Nias | sumber: maritim.go.id

Pengawal kemudian menyiapkan perahu yang didalamnya terdapat biji tanaman, makanan, dan seekor anjing untuk menjaga kelangsungan hidup putri saat tiba di pulau terpencil. Sesampainya di muara sungai pulau, sang putri tidak menemukan seorangpun hingga putri memutuskan untuk pergi ke bagian hulu muara tersebut.

Dalam perjalanan menuju hulu, sang putri melihat sebuah asap sehingga dia memberhentikan perahunya dan menuju dimana asap itu berasal. Ternyata sesampainya tidak ada seorangpun yang ada di sekitarnya.

Dengan tekad yang masih tersimpan putri berjuang hidup hingga lahirlah anak pertamanya. Anak tersebut adalah seorang laki-laki. Saat anaknya menginjak remaja putri meminta anaknya untuk mengelilingi pulau itu dengan maksud mencari pendamping. Sang putri tidak lupa memberinya cincin untuk dipakaikan jika bertemu sosok perempuan di muara sungai yang dijumpai anaknya.

Dengan berat hati anaknya mulai menjelajahi pulau tersebut, hingga sampailah dia di muara sungai besar. Akhirnya perjalanan panjangnya membuahkan hasil, dia akhirnya berjumpa dengan seorang wanita dan memakaikan cincin itu di jari manisnya. Mereka berdua pun menikah dan keturunannya berkembang hinnga kini pulau itu disebut dengan pulau Nias.

Contoh mite di atas menceritakan kisah mengenai dewa-dewa yang dikaitkan dengan asal usul adanya tumbuhan padi, sedangkan untuk contoh mite kedua mengenai asal usul daerah. Dapat dilihat bahwa ciri cerita pada contoh mite tersebut sama-sama memiliki sifat yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya serta di luar nalar.

Contoh mite pertama mengisahkan dewa yang sejak dulu menjadi kepercayaan bagi masyarakat Indonesia. Dewa tersebut memiliki berbagai jenis watak ada yang antagonis seperti: Dewa Guru dan Dewa Kala serta protagonis seperti: Dewi Sri dan Dewa Wisnu.

Pesan moral yang dapat diambil dari contoh mite pertama yaitu tidak boleh serakah, karena orang serakah tidak akan mendapat apa yang dia mau. Contohnya yaitu Dewa Guru yang berambisi untuk mendapatkan Niken dan Dewa Kala yang berubah menjadi babi karena keinginannya untuk mendapatkan Dewi Sri.

Adapun pesan moral untuk contoh mite kedua adalah tidak mudah putus asa terhadap keadaan yang menimpa kita. Hal tersebut digambarkan dalam sosok putri yang berjuang hidup sebatang kara namun pada akhir cerita anaknya mendapat kebahagiaan. Pesan moral kedua yaitu harus patuh kepada ibu.

Baca juga:


Demikian beberapa penjelasan mengenai pengertian dan contoh mite pada artikel ini. Semoga bermanfaat!