Morfologi Adalah; Pengertian dan Contoh Morfologi Bidang Linguistik, Biologi, dan Ilmu Kelautan

Morfologi adalah kata ilmiah yang sering dipakai dalam bidang linguistik, biologi, dan ilmu kelautan untuk menyatakan suatu bentuk, penampakan, muka, dsb.

Pada topik kali ini, ukulele akan membahas mengenai apa itu morfologi secara lebih mendalam terutama dalam bidang linguistik terkait pengertian morfologi dan morfem, kemudian morfologi dalam bidang biologi yaitu apa yang dimaksud dengan adaptasi morfologi, contoh adaptasi morfologi tumbuhan serta morfologi dalam bidang ilmu kelautan yaitu morfologi dasar laut.

Pengertian Morfologi Adalah?

Secara bahasa, pengertian morfologi berasal dari Yunani. Asal kata morfologi adalah “morphe” yang berarti bentuk dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, secara sederhana pengertian morfologi adalah ilmu yang berkaitan dengan bentuk.

Morfologi Adalah; Pengertian dan Contoh Morfologi Bidang Linguistik, Biologi, dan Ilmu Kelautan
Morfologi Adalah; Pengertian dan Contoh Morfologi Bidang Linguistik, Biologi, dan Ilmu Kelautan

Baca juga:

Morfologi dalam Bidang Linguistik

Pengertian morfologi dapat bermacam-macam sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dalam bidang linguistik, konsep dasar morfologi adalah cabang ilmu bahasa yang mengkaji seluk beluk kata serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan dan maknanya.

Adapun menurut Kridalaksana (2008), pengertian morfologi adalah bidang linguistik yang mempelajari morfem beserta kombinasinya atau bagian dari struktur bahasa yang mencakup morfem.

Dalam bidang linguistik objek kajian morfologi adalah sebagai berikut:

  • Bagian-bagian kata atau morfem.
  • Proses morfologi yang melibatkan komponen dasar, alat pembentuk, dan makna gramatikal. Proses morfologi adalah pembentukan kat-kata berdasarkan satuan lain yang menjadi bentuk dasarnya. Ada 3 proses morfologi yaitu afiksasi, reduplikasi (pengulangan), dan proses pemajemukan. Kata majemuk adalah gabungan dari kata dasar yang membentuk makna baru. Contohnya adalah keras kepala, mata pelajaran, kamar mandi, dsb.
  • Alat-alat dalam proses morfologi.

Morfem

Morfem adalah bagian kata yang terkecil dan tidak dapat dibagi lagi. Contoh sederhana dari morfem dalam morfologi adalah kata “tangan” jika dibagi maka bagian kata tersebut tidak dapat dibagi lagi karena tidak memiliki makna sehingga disebut morfem.

Morfem berdasarkan distribusinya dibagi menjadi dua, yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Berikut adalah penjelasannya:

  1. Morfem Bebas

Morfem bebas adalah morfem yang dapat langsung digunakan dan tidak terikat dengan morfem lain. Morfem bebas ini disebut juga dengan morfem akar. Morfem akar adalah morfem yang menjadi bentuk dasar atau belum mengalami perubahan secara morfemis dalam pembentukan kata.

Morfem bebas terdiri dari kata dasar yang dapat berupa kata benda, kata kerja, kata sifat dan kata keterangan.

Sejalan dengan hal tersebut, morfem bebas menurut Verhaar (2004), adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dan tidak membutuhkan bentuk lain atau mengalami penggabungan. Contoh morfem sebagai objek morfologi adalah rumah, kantor, buah, sepeda, dsb.

  1. Morfem Terikat

Morfem terikat adalah morfem yang harus berkaitan dengan morfem lainnya jadi tidak bisa langsung digunakan dalam penuturan. Morfem terikat disebut juga dengan morfem afiks dimana morfemnya tidak dapat berdiri sendiri karena tidak memiliki kemampuan secara leksikal, berbeda dengan morfem bebas yang memiliki kemampuan secara leksikal.

Namun, fungsi dari morfem terikat sebagai penyebab terjadinya makna gramatikal. Morfem terikat dibagi menjadi dua bentuk morfem yaitu dalam bentuk afiks dan kata dasar.

Dalam proses morfologi, pembubuhan afiks (afiksasi) terdiri atas:

  • Prefiks atau awalan. Contoh prefiks yaitu: ber-, me-, pe-, ter-, ke-, se-, di-.
  • Sufiks atau akhiran. Contoh sufiks yaitu: -kan, -an, -i.
  • Infiks adalah afiks yang ada di tengah kata dasar. Contoh Infiks yaitu: -er-, -em-, -el-.
  • Konfiks adalah gabungan dari awalan dan akhiran. Contoh konfiks yaitu: me-kan, di-kan, ber-an, ber-kan, ter-kan, dsb.
  • Simulfiks adalah imbuhan yang tidak berbentuk suku kata serta penggunaannya dengan cara ditambahkan atau dileburkan pada kata dasarnya. Contohnya yaitu: memper-kan, diper-kan, memper-i, dsb.

Adapun morfem terikat dalam bentuk dasar contohnya yaitu: juang, geletak, dan henti.

Morfologi dalam Bidang Biologi

Dalam bidang biologi, morfologi adalah suatu penampakan atau bentuk struktur tubuh makhluk hidup yang biasanya dapat dilihat secara fisik.

Contohnya pada morfologi manusia yang artinya suatu bentuk manusia yang dapat dilihat secara kasat mata seperti mempunya kepala, tangan, kaki untuk bergerak, dsb.

Contoh lainnya yaitu morfologi tumbuhan yang organnya terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan buah. Morfologi tumbuhan beraneka ragam sesuai dengan jenis tumbuhannya. Misalnya morfologi tumbuhan pada akar ada yang berbentuk akar tunggang dan akar serabut.

Dalam mempelajari morfologi bidang biologi pada umumnya berkenaan dengan fungsi morfologi untuk kelangsungan hidup hewan, tumbuhan, bahkan manusia atau yang biasa disebut dengan adaptasi morfologi. Untuk lebih jelasnya berikut adalah uraian mengenai apa itu adaptasi morfologi serta contoh adaptasi morfologi tumbuhan yang termasuk dalam bidang biologi.

Adaptasi Morfologi

Kemampuan makhluk hidup untuk beradaptasi dapat dilakukan melalu berbagai cara antara lain: adaptasi tingkah laku, adaptasi fisiologi, hingga adaptasi morfologi.

Adaptasi morfologi adalah kemampuan penyesuaian yang dimiliki oleh makhluk hidup yang berhubungan dengan struktur tubuh organisme. Dengan keaadaan struktur tubuh yang dimiliki organisme akan memudahkan organisme tersebut untuk beradaptasi dengan lingkungannya.

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian yang dilakukan melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung lama. Cara untuk mengenali adaptasi morfologi adalah sangat mudah yaitu dengan mengamati penampakan luarnya.

Fungsi adanya adaptasi morfologi adalah dapat berguna untuk memperoleh nutrisi, air, dan respirasi, mengatasi kondisi fisik lingkungan yang ekstem seperti temperatur yang terlalu panas atau dingin, mempertahankan hidup dari musuh, serta kegunaan lain adaptasi morfologi adalah merespon perubahan yang terjadi di lingkungannya sehingga mudah beradaptasi.

Contoh adaptasi morfologi adalah sebagai berikut:

Contoh Adaptasi Morfologi Tumbuhan

Contoh adaptasi morfologi tumbuhan berdasarkan tempat hidupnya yaitu dibedakan sebagai berikut:

  • Xerofit: tumbuhan yang beradaptasi di lingkungan kering. Contohnya kaktus.
  • Hidrofit: tumbuhan yang beradaptasi di lingkungan yang banyak air, seperti waduk, sungai, danau. Contohnya teratai dan eceng gondok.
  • Higrofit: tumbuhan yang mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan yang lembab. Contohnya tanaman paku dan lumut.

Contoh adaptasi morfologi tumbuhan xerofit atau yang biasa hidup di gurun memiliki akar yang kuat dan panjang. Fungsi dari akar tersebut berguna untuk menyerap air yang ada di dalam tanah paling jauh.

Daun kaktus
Daun kaktus

Sumber: www.boleh.id

Daun kaktus yang kecil membentuk modifikasi duri yang berfungsi untuk mengurangi penguapan air sehingga air masih dapat tersimpan dengan baik.  Serta batang kaktus yang tebal berguna untuk menyimpan air dalam jumlah yang besar.

Contoh lainnya pada tumbuhan hidrofit seperti eceng gondok memiliki adaptasi morfologi pada daunnya yang berdaun lebar dan tipis sehingga mempercepat penguapan air agar tidak mudah membusuk. Sedangkan akarnya yang lebat dan berserabut akan membantu tumbuhan air seperti teratai atau eceng gondok agar tidak terbawa arus air atau tidak berbalik ketika mengapung di air. Berikut gambar eceng gondok:

eceng gondok
eceng gondok

Sumber: www.amongguru.com

Untuk tanaman higrofit seperti tumbuhan lumut, cara adaptasi morfologinya dapat terlihat pada tubuhnya yang diselubungi kutikula lilin yang berguna untuk menyimpan air, daunnya yang tipis dan lebar berguna untuk mengatur laju transpirasi dan mempercepat penguapan.

tumbuhan lumut
tumbuhan lumut

Sumber: www.liputan6.com

Selain itu, pada bunga juga dapat ditemukan adaptasi morfologi, yaitu dari warna mahkota bunga yang beraneka ragam. Warna bunga pada tumbuhan yang dibantu serangga dalam penyerbukannya, akan mempermudah serangga tertarik sehingga hinggap pada bunga tersebut.

Morfologi dalam Bidang Ilmu Kelautan

Morfologi tidak hanya digunakan dalam bidang bahasa atau makhluk hidup, tetapi juga dapat diterapkan dalam benda mati atau abiotik. Morfologi dalam bidang abiotik menunjukkan suatu bentu benda mati yang dapat dilihat secara fisik.

Contoh morfologi dalam bidang abiotik seperti morfologi gunung, morfologi sungai, dan morfologi dasar laut yang merupakan salah satu ilmu kelautan. Berikut penjelasan mengenai morfologi dasar laut.

Contoh Morfologi Dasar Laut

Morfologi dasar laut adalah bentuk permukaan bumi yang ada di dasar laut. Morfologi dasar laut dibedakan menjadi dua yaitu morfologi tepi benua atau disebut continental margin dan morfologi cekungan samudra atau ocean basin.

  • Morfologi tepi benua adalah bagian tepi benua yang tenggelam serta merupakan bagian transisi antara benua dan samudra. Tepi benua dibagi menjadi 3 yaitu paparan benua (continental shelf), lereng benua (continental slope), dan tinggian benua (continental rise). Berikut gambarnya:
Morfologi tepi benua
Morfologi tepi benua

Sumber: www.zonageologi.blogspot.com

Paparan benua adalah bagian daratan yang semakin tenggelam sehingga memiliki bentuk melandai dengan kemiringan lereng kecil.

Lereng benua adalah tepi benua yang memiliki lereng terjal sehingga disebut juga dengan tanjakan kontinen. Kemiringan dari lereng ini dapat mencapai 3-6. Lereng benua dijadikan tempat akhir dari pengendapan sedimen.

Tinggian benua adalah lereng yang tidak terjal sehingga lama-kelamaan akan menadi datar pada dasar lautannya.

  • Morfologi cekungan samudra (ocean basin) adalah bagian samudra yang terdalam yang memiliki kedalaman >2000 meter. Bagian dari ocean basin meliputi deep sea plain dengan kedalaman >1000 meter dan the deep atau dasar laut terdalam yang biasa disebut dengan palung. Palung laut berbentuk kerucut ke bawah dan sangat dalam, diakibatkan oleh penurunan dasar laut. Berikut adalah gambar morfologi cekungan samudra:
Morfologi cekungan samudra
Morfologi cekungan samudra

Sumber: www.lokeraufit.blogspot.com

Cekungan samudra terdiri dari ridge dan rise yang merupakan hasil peninggian di dasar laut, seperti gunung, trench atau dasar laut yang paling dalam, abisal adalah penampakan topografi yang datar, mid ocean ridge adalah gunung api di bawah laut yang mengelilingi bumi, seamount adalah gunung bawah laut yang muncul dari dasar lautan, sedangkan guyot adalah gunung yang puncaknya datar.

Baca juga:


Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa morfologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan bentuknya. Demikian penjelasan mengenai apa itu morfologi dalam bidang linguistik, biologi, dan ilmu kelautan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment