Site icon Materi Sekolah & Ide Bisnis

Contoh Majas Tautologi; Pengertian dan Penjelasannya

Melanjutkan permbahasan mengenai majas, kali ini kami akan jelaskan tentang majas tautologi.

Pengertian Majas Tautologi; Fungsi, Contoh, dan Penjelasannya

Pengertian Majas Tautologi

Majas tautologi termasuk dalam majas penegasan. Hal ini desebabkan terdapat frasa yang diulang-ulang dalam satu kalimat dengan maksud untuk menegaskan kata.

Majas tautologi mirip dengan majas repetisi.

Perbedaannya adalah pada majas tautologi pengulangan katanya lebih berlebihan dan tidak terlalu memiliki makna yang berarti dibandingkan dengan majas repetisi.

Selain itu, pada majas tautologi pengulangan katanya dapat menggunakan persamaan atau sinonim pada kata sebelumnya. Untuk lebih memahaminya lihatlah contoh majas repetisi dibawah ini.

Contoh majas repetisi:

Berikut adalah contoh majas repetisi yang berupa pengulangan kata yang dianggap penting yang bertujuan untuk menegaskan, sedangkan untuk contoh majas tautologi dapat dilihat pada poin selanjutnya.

Jika dilihat dari struktur kalimatnya, majas tautologi cocok digunakan dalam karya sastra seperti cerpen, novel, dongeng, ataupun puisi.

Dengan pengaplikasian majas tautologi pada karya sastra tersebut akan membuat bahasa semakin menarik dan unik sehingga membuat pembaca atau penikmat sastra lebih tertarik untuk membaca karena dapat merasakan efek emosional dari gaya bahasa penulis.

Fungsi Majas Tautologi

Secara umum, fungsi majas tautologi antara lain :

42+ Contoh Majas Tautologi dalam Kalimat

Contoh majas tautologi dalam bentuk kalimat dapat dilihat sebagai berikut.


Baca juga :

Penjelasan Majas Tautologi Lebih Mendalam

Contoh majas tautologi di atas, dapat Anda ketahui dengan jelas perbedaan antara majas repetisi dengan majas ini.

Jika majas repetisi menggunakan kata yang sama berulang-ulang, maka pada contoh majas tautologi disini menunjukkan makna yang berulang dengan mengganti katanya menjadi sinonimnya.

Seperti pada contoh, yaitu hancur dan lebur, cemas dan gelisah, tidak sengaja dengan tanpa kusadari, tidak ada untungnya dengan kerugian, menuduhku dengan menudingku, ku bisa dan ku mampu, berakhir dan selesai, tenang dan santai, dsb.

Dari contoh-contoh majas tautologi tersebut kata yang berdampingan dalam satu kalimat menunjukkan kata sinonimnya.

Dalam majas tautologi memberikan kesan penegasan yang berasal dari pengulangan kata sehingga dapat dikatakan bahwa majas ini termasuk kalimat yang tidak efektif.

Hal tersebut disebabkan karena memuat unsur makna yang berulang dalam satu kalimat sehingga kehematan sebagai ciri khas kalimat efektif tidak terpenuhi.

Oleh sebab itu, contoh majas tautologi ini tidak cocok digunakan untuk karya tulis ilmiah karena menggunakan kalimat yang tidak efektif, sedangkan pada karya tulis ilmiah harus menggunakan kalimat efektif.

Karya tulis ilmiah contohnya seperti jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi memerlukan kalimat efektif untuk memberikan informasi secara tepat sehingga gagasan dan ide yang dipikirkan pengarang sama tepatnya dengan apa yang di dalam pikiran pembaca.

Ciri-ciri kalimat efektif menurut Widjono (2007), yaitu keutuhan, kesatuan, kelogisan atau kesepadanan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, dan kevariasian kata dan struktur.

Sedangkan majas pada umumnya seperti contoh majas tautologi di atas, pembaca tidak harus berpikiran sama dengan pengarang, karena majas dapat menggunakan daya khayal pada tiap pembaca maupun pengarang sehingga dapat menginterpretasi kalimat sesuai dengan pikirannya masing-masing.

Jadi, seperti yang dikatakan sebelumnya, majas ini bersifat fleksibel dan tidak terlalu kaku.


Semoga bermanfaat.

Exit mobile version