Contoh Majas Tautologi; Pengertian dan Penjelasannya

Melanjutkan permbahasan mengenai majas, kali ini kami akan jelaskan tentang majas tautologi.

contoh majas tautologi
Pengertian Majas Tautologi; Fungsi, Contoh, dan Penjelasannya

Pengertian Majas Tautologi

Majas tautologi termasuk dalam majas penegasan. Hal ini desebabkan terdapat frasa yang diulang-ulang dalam satu kalimat dengan maksud untuk menegaskan kata.

Majas tautologi mirip dengan majas repetisi.

Perbedaannya adalah pada majas tautologi pengulangan katanya lebih berlebihan dan tidak terlalu memiliki makna yang berarti dibandingkan dengan majas repetisi.

Selain itu, pada majas tautologi pengulangan katanya dapat menggunakan persamaan atau sinonim pada kata sebelumnya. Untuk lebih memahaminya lihatlah contoh majas repetisi dibawah ini.

Contoh majas repetisi:

  • Tidur, tidur, dan tidur hanya itu yang bisa kamu lakukan seharian ini.
  • Kau yang kuharapkan untuk menamani hari-hariku, kau yang kuharapkan saat aku merasa kesapian, kau yang kuharapkan yang selalu ku tunggu.
  • Selamat tinggal kenangan, selamat tinggal luka, selamat tinggal.
  • Untukmu yang selalu membantuku saat aku sedang kesulitan, untukmu yang telah menamani hari-hariku, untukmu yang membuatku tersenyum di setiap kerikil yang menghadang.
  • Sudah kukatakan berulang kali padamu pergi, pergi dan pergilah dari sini, jangan pernah menampakkan wajahmu lagi padaku.

Berikut adalah contoh majas repetisi yang berupa pengulangan kata yang dianggap penting yang bertujuan untuk menegaskan, sedangkan untuk contoh majas tautologi dapat dilihat pada poin selanjutnya.

Jika dilihat dari struktur kalimatnya, majas tautologi cocok digunakan dalam karya sastra seperti cerpen, novel, dongeng, ataupun puisi.

Dengan pengaplikasian majas tautologi pada karya sastra tersebut akan membuat bahasa semakin menarik dan unik sehingga membuat pembaca atau penikmat sastra lebih tertarik untuk membaca karena dapat merasakan efek emosional dari gaya bahasa penulis.

Fungsi Majas Tautologi

Secara umum, fungsi majas tautologi antara lain :

  • untuk memberikan kesan kepada pembaca,
  • membuat pembaca mengerti maksud yang disampaikan pembaca,
  • membuat pembaca berimajinasi dengan dalamnya makna karena tatanan bahasa yang digunakan pada majas tautologi,
  • serta membuat kalimat menjadi lebih fleksibel dan tidak terlalu kaku.
BACA :  Contoh Surat Resmi; Struktur dan Penjelasannya

42+ Contoh Majas Tautologi dalam Kalimat

Contoh majas tautologi dalam bentuk kalimat dapat dilihat sebagai berikut.

  • Hancur dan lebur sudah hatiku melihatmu berkencan dengan orang lain.
  • Hidupku penuh duka, hidupku penuh nestapa.
  • Malam ini begitu sunyi dan senyap tidak ada orang di rumah sehingga aku memutuskan untuk menginap di rumah temanku.
  • Hatiku remuk redam saat kau mengkhianatiku di belakang selama setahun, aku sangat bodoh tidak mengetahuinya.
  • Kau memang gagah, kau memang kuat, kau memang hebat.
  • Tidak ada maksud dan tujuanku untuk mengganggumu, yang kuinginkan adalah ingin bersamamu.
  • Sudah berkali-kali dan berulang-ulang ku katakan untuk mengembalikan buku yang pernah kau pinjam.
  • Dalam perjalanan yang jauh, di bukit berpasir ini kurasakan haus dan dahaga yang amat sangat.
  • Tidak perlu cemas dan gelisah, jika kau sudah belajar kau harus percaya diri dan pasrahkan semua pada-Nya.
  • Aku kagum dengan wanita ini dari wajah, hati dan tutur katanya sangat cantik, indah dan mempesona.
  • Sepanda-pandai dan selihai-lihainya kau berbohong, cepat atau lambat akan ketahuan juga.
  • Kenapa seharian ini tampangmu letih dan lunglai begitu? Apa kau sedang sakit?
  • Karena aku marah dan murka terhadapnya aku tidak mau mendekatinya walau hanya sekedar bicara atau berpapasan dengannya.
  • Aku sangat berharap ingin kau hadir dan datang hanya untuk menemuiku.
  • Sopan santun harus tertanam dalam diri dan diajarkan sejak dini, supaya saat menginjak dewasa tidak menjadi orang yang seenaknya.
  • Sebelum melakukan sesuatu, berdoalah terlebih dahulu agar supaya urusanmu tidak mendapatkan kesulitan.
  • Ani dapat mengerjakan semua soal ujian matematika yang diberikan gurunya. Menurutnya, soal ujian matematika tersebut mudah dan gampang.
  • Kedua petarung tinju tersebut saling beradu dan bertarung karena ingin memperebutkan juara 1 dan bertahan.
  • Toilet yang ada di kantor ini harus dipisahkan antara perempuan dan laki-laki, jangan sampai dicampur baur.
  • Keluarga itu baru saja ditinggal oleh ayahnya, sehingga dalam beberapa bulan ini duka lara masih dirasakan oleh keluarga itu.
  • Aku kangen saat kita kerja kelompok bersama, aku rindu saat kita tertawa bersama.
  • Tumben sekali dia berangkat pagi-pagi buta, biasanya bangun tidak pernah dini hari seperti ini.
  • Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku kesepian.
  • Banyak buku yang telah aku telaah dan pelajari, namun hasilnya tetap saja, rangkingku kalah dengannya.
  • Ku coba cermati, ku coba pahami agar aku tidak salah dalam melangkah.
  • Ini adalah baru dan pertama kali dalam hidupku melihat lukisan yang indah ini.
  • Hutan itu ditumbuhi pepohonan yang sangat lebat dan rimbun.
  • Film horor ini lebih menakutkan dan mengerikan dibandingkan yang aku pikirkan selama ini.
  • Tak masalah jika nilaimu tidak masuk dalam rangking 10 besar, yang terpenting dan utama kamu mengerjakannya dengan memegang prinsip kejujuran.
  • Buah ini baru aku beli dari supermarket, coba saja rasanya masih segar dan fresh.
  • Hatiku sakit dan terluka melihatmu pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.
  • Maaf atas kesalahanku yang tidak sengaja, ini terjadi begitu saja tanpa kusadari.
  • Kau tidak perlu khawatir, tenang dan santai saja lihatlah aku pasti menang.
  • Permainan ini sangat menegangkan dan membuat aku tertekan, aku tidak mau lagi bermain.
  • Sakit gigi ini akan berakhir dan selesai jika kamu pergi ke dokter jauh-jauh hari sebelumnya.
  • Aku mengerjakan soal dan membacanya sepelan dan selambat mungkin, supaya tidak ada satupun yang terlewat.
  • Kebaikan seseorang adalah harga yang tertinggi, harga yang termahal yang harus kita syukuri.
  • Nasi goreng yang ada di prasmanan pernikahan sudah habis tidak bersisa.
  • Aku bosan melihat pertandingan di babak ini, karena pertandingan kali ini yaitu sesama orang lemah dan tidak berdaya.
  • Tidak ada untungnya aku meladenimu, yang ada hanya kerugian yang akan aku terima.
  • Selalu saja kau menuduhku melakukan perbuatan tidak baik itu, selalu saja kau menudingku.
  • Sudah ku lakukan semua yang ku bisa dan ku mampu, tapi selalu saja kau tidak menghargainya.
  • Aku ingin tinggal dan menetap disini berdua bersamamu.
BACA :  Pengertian, Jenis, dan Contoh Rumusan Masalah Berbagai Karya Ilmiah

Baca juga :

Penjelasan Majas Tautologi Lebih Mendalam

Contoh majas tautologi di atas, dapat Anda ketahui dengan jelas perbedaan antara majas repetisi dengan majas ini.

Jika majas repetisi menggunakan kata yang sama berulang-ulang, maka pada contoh majas tautologi disini menunjukkan makna yang berulang dengan mengganti katanya menjadi sinonimnya.

Seperti pada contoh, yaitu hancur dan lebur, cemas dan gelisah, tidak sengaja dengan tanpa kusadari, tidak ada untungnya dengan kerugian, menuduhku dengan menudingku, ku bisa dan ku mampu, berakhir dan selesai, tenang dan santai, dsb.

Dari contoh-contoh majas tautologi tersebut kata yang berdampingan dalam satu kalimat menunjukkan kata sinonimnya.

Dalam majas tautologi memberikan kesan penegasan yang berasal dari pengulangan kata sehingga dapat dikatakan bahwa majas ini termasuk kalimat yang tidak efektif.

Hal tersebut disebabkan karena memuat unsur makna yang berulang dalam satu kalimat sehingga kehematan sebagai ciri khas kalimat efektif tidak terpenuhi.

Oleh sebab itu, contoh majas tautologi ini tidak cocok digunakan untuk karya tulis ilmiah karena menggunakan kalimat yang tidak efektif, sedangkan pada karya tulis ilmiah harus menggunakan kalimat efektif.

Karya tulis ilmiah contohnya seperti jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi memerlukan kalimat efektif untuk memberikan informasi secara tepat sehingga gagasan dan ide yang dipikirkan pengarang sama tepatnya dengan apa yang di dalam pikiran pembaca.

Ciri-ciri kalimat efektif menurut Widjono (2007), yaitu keutuhan, kesatuan, kelogisan atau kesepadanan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, dan kevariasian kata dan struktur.

Sedangkan majas pada umumnya seperti contoh majas tautologi di atas, pembaca tidak harus berpikiran sama dengan pengarang, karena majas dapat menggunakan daya khayal pada tiap pembaca maupun pengarang sehingga dapat menginterpretasi kalimat sesuai dengan pikirannya masing-masing.

BACA :  Kumpulan Contoh Surat Pengunduran Diri [+DOC]

Jadi, seperti yang dikatakan sebelumnya, majas ini bersifat fleksibel dan tidak terlalu kaku.


Semoga bermanfaat.

Leave a Comment