Site icon Materi Sekolah & Ide Bisnis

KPI Adalah; Pengertian, Arti, Tujuan, dan Contoh KPI

Apa itu KPI? Arti, Tujuan, dan Contoh KPI – Dalam menjalankan sebuah bisnis, setiap perusahaan pasti memiliki permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh sebab itu, akhir-akhir ini penelitian tentang pengembangan SDM semakin ditingkatkan.

Dengan adanya SDM yang unggul dalam perusahaan, maka perusahaan akan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya dan tidak kalah dalam segi kualitas. Apalagi di era industri 4.0 saat ini yang notabenenya memerlukan penguasaan teknologi dan SDM yang berkualitas. KPI adalah solusi untuk mengukur hal tersebut.

Apa itu KPI? Arti, Tujuan, dan Contoh KPI Adalah

KPI adalah salah satu metode penilaian kinerja yang bisa digunakan untuk mengembangkan SDM. Untuk lebih memahaminya, artikel ini adalah berisi ulasan mengenai apa itu KPI dan kepanjangan KPI?, apa tujuan KPI? serta apa saja contoh KPI?. Mari simak artikel ukulele ini bersama!

Pengertian KPI Adalah

Kepanjangan KPI berasal dari bahasa Inggris sesuai keterangan Wikipedia. Kepanjangan KPI adalah Key Performance Indicator. Dalam bahasa Indonesia kepanjangan KPI disebut dengan Indikator Kinerja Utama.

Sebelum mengetahui pengertian KPI, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui maksud dari kinerja perusahaan, yaitu tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan.

Berdasarkan dari kepanjangan KPI tersebut, dapat dikatakan KPI adalah alat untuk mengendalikan dan memastikan suatu kinerja daalam sebuah kegiatan tercapai. Berikut adalah maksud KPI dari berbagai literatur, yaitu sebagai berikut:

Berdasarkan pengertian di atas, diketahui bahwa KPI adalah cerminan dari target perusahaan, dan progress untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain, manfaat KPI adalah perusahaan dapat mengetahui “sejauh mana” progress dan “seberapa dekat” pekerja pada tujuan tersebut.

Target dan progress tersebut tidak hanya mengukur segi waktu proses dan umur alat, tetapi juga kepada ukuran kinerja untuk kesuksesan bisnis. Perusahaan akan menilai setiap kontribusi yang diberikan dengan menggunakan KPI, sehingga kinerja pekerja dapat dinilai secara objektif, adil, jelas, dan transparan.

Berdasarkan Mayasari (2012), penilaian kinerja dengan menggunakan metode KPI ini, menunjukkan tingkat keakuratan yang lebih baik ditinjau dari aspek realibility, relefansi, sensitifitas, dan kemudahannya.

Baca juga:

Tujuan KPI

Tujuan KPI adalah:

Prinsip KPI

Dalam penyusunan KPI harus memenuhi karakteristik indikator kinerja yang baik dan memadai guna pengukuran kinerja. Prinsip KPI adalah:

Contoh KPI

KPI dapat diterapkan di setiap perusahaan maupun instansi. Intinya adalah agar aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan baik. Berikut adalah contoh KPI.

Contoh KPI Sekolah

Tujuan dibentuknya KPI dalam instansi sekolah adalah untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Selain itu, sekolah sendiri juga memiliki standar nilai yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan tersebut guna efektifitas dan efisiensi kualitas, maka perlu didukung dengan penggunaan KPI.

Berikut adalah tabel contoh KPI sekolah:

No. Indikator KPI Bobot KPI Target Realisasi Skor Skor Akhir
1. Persentase murid yang berprestasi tiap angkatan 20 20% 18% 90 18
2. Persentase guru lulusan universitas negeri dengan akreditasi A 30 80% 82% 102,5 30,75
3. Persentase absensi  guru full bekerja dalam satu tahun 30 95% 96% 101,05 30,32
4. Persentase penerapan dengan berbahasa Inggris dalam semua mata pelajaran 20 100% 97% 97 19,4
  Total 100 98,47

Cara perhitungan untuk contoh KPI di atas, adalah:

  1. Menentukan “bobot KPI” sesuai dengan prioritas dan “target” yang ingin dicapai sesuai dengan visi dan misi atau tujuan sekolah. Semakin tinggi bobot dan targetnya, maka semakin tinggi kualitas yang diharapkan. “Bobot” tersebut kemudian dijumlahkan sampai total bobotnya 100.
  2. Menghitung penilaian “realisasi” atau hasil di lapangan sesuai dengan temuan atau fakta yang ada pada setiap indikator KPI.
  3. Menghitung “skor” tergantung dengan penetapan KPI yang dibuat, seperti apa yang akan diukur, dan apa yang ingin dicapai, memilih KPI maximize atau minimize. Pada contoh kasus ini dipakai dengan menggunakan rumus: (realisasi/target) x 100.
  4. Terakhir, yaitu melakukan perhitungan untuk mengisi “skor akhir”. Perhitungan skor akhir dilakukan dengan rumus: (skor x bobot)/100 sehingga didapatkan nilai seperti pada contoh di atas.

Tahap selanjutnya adalah analisa perbaikan dari hasil pengukuran untuk evaluasi KPI. Dalam pemecahan masalah untuk KPI sekolah ini analisis yang digunakan biasanya adalah Root Cause Analysis dengan menggunakan metode 5W+1H (5 why + 1 how). Metode 5W+1H adalah metode yang paling sederhana dalam usaha menemukan akar masalah.

Dengan mengulang pertanyaan “why” sampai 5 kali dan “how” setelahnya, Anda akan menemukan solusi-solusi masalah yang ada dalam hasil KPI.

Contoh KPI Perusahaan

Pada dasarnya, contoh KPI perusahaan memiliki perhitungan dan cara yang sama dengan contoh KPI di sekolah. Hal yang membedakan hanya indikator KPI-nya saja yang fokus pada kinerja karyawan dalam perusahaan untuk tujuan perusahaan yang ingin dicapai.

Contoh KPI perusahaan adalahsebagai berikut:

No. Indikator KPI Bobot KPI Target Realisasi Skor Skor Akhir
1. Persentase tenaga kerja baru yang dipenuhi dalam batas waktu 20 80% 87% 108,75 21,75
2. Persentase penyelesaian masalah rutin karyawan tiap 3 bulan 30 100% 100% 100 30
3. Jumlah promosi karyawan dalam 1 semester (6 bulan) 10 10 orang 7 orang 70 7
4. Persentase peningkatan produktivitas 40 90% 95% 105,56 42,22
  Total 100 100,97

Berdasarkan contoh KPI perusahaan di atas, indikator KPI disesuaikan dengan sasaran perusahaan yang ingin dicapai. Pada indikator contoh KPI perusahaan nomer 1, terlihat bahwa sasaran perusahaannya untuk mengetahui kinerja perusahaan dalam proses rekrutmen karyawan, sedangkan untuk nomer 2 terkait dengan manajemen perusahaan, dan nomer 3, 4 untuk area kinerja produktivitas SDM pada karyawan.

Total skor akhir inilah dalam contoh KPI perusahaan yaitu sebagai nilai pencapaian kinerja karyawan di periode penilaian KPI.

Penilaian KPI di perusahaan tidak hanya dilakukan dalam satu lingkup departemen, tapi juga dapat dilakukan pada seluruh departemen atau terdiri dari bagian dan sub bagian. Misalnya,  bagian sumber daya manusia dengan sub bagian pengembangan kepegawaian, sub bagian administrasi personalia, dan sub bagian pengadaaan.

Adapun untuk pembuatan KPI dapat dilakukan tidak hanya 1 periode atau satu tahun, tapi juga dapat dilakukan dalam bentuk jangka panjang, yaitu 5 tahun kedepan untuk melihat proyeksinya seperti apa, hal itu akan lebih bagus lagi.

Pembuatan KPI dibentuk oleh ketua KPI departemen dengan tim penyusun yang biasanya terdiri dari kepala bagian, kepala seksi, dan kepala regu.

Ketua KPI atau penyusun KPI disesuaikan dengan jenis KPI-nya, jika untuk KPI bidang marketing maka ketua KPI adalah kepala marketing, dsb. Namun untuk pembuatan KPI secara keseluruhan, ketua KPI atau penyusunnya adalah manajer karena salah satu peran manajer adalah memantau kinerja karyawan.

Baca juga:


Jadi KPI ini sangat penting dalam perusahaan maupun instansi dalam mengetahui kinerja karyawan dan mengukur tingkat keberhasilan kinerja karyawan. Dengan menggunakan KPI, dapat mengevaluasi kinerja karyawan yang belum maksimal sehingga akan memajukan perusahaan dan mewujudkan visi misi dari perusahaan. Demikian penjabaran KPI dalam artikel ini. Semoga bermanfaat!

Exit mobile version