Defisit Adalah; Arti Defisit Anggaran, Faktor Penyebab, Dampak, dan, Solusinya

Arti Defisit Anggaran, Faktor Penyebab, Dampak, dan, Solusi Defisit – Istilah defisit banyak dipakai di berbagai bidang, terutama di bidang keuangan. Defisit seringkali digunakan untuk menyatakan hal yang menandakan kekurangan. Penggunaan kata defisit contohnya seperti defisit kalori, defisit anggaran, dsb.

Defisit adalah sesuatu hal yang menunjukkan bahwa pemasukan lebih kecil dibandingkan pengeluaran.

Defisit Adalah; Arti Defisit Anggaran, Faktor Penyebab, Dampak, dan, Solusinya
Defisit Adalah; Arti Defisit Anggaran, Faktor Penyebab, Dampak, dan, Solusinya

Baca juga:

Pada ulasan artikel ukulele kali ini akan membahas lebih dalam mengenai apa itu defisit, apa faktor penyebab defisit, apa dampak defisit, serta solusi defisit anggaran.

Arti Defisit Adalah?

Defisit memiliki berbagai pengertian tergantung peruntukannya. Secara umum, arti defisit adalah selisih antara total belanja (pengeluaran) dengan total pendapatan (pemasukan). Defisit sering dipakai dalam perkonomian pemerintahan yaitu defisit anggaran.

Defisit anggaran adalah salah satu kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih lebih dibandingkan dengan pemasukan negara.

Tujuan dari defisit anggaran dalam kebijakan pemerintah yaitu untuk memberi stimulus pada perekonomian dan biasa digunakan saat keadaan ekonomi sedang resesif atau mengalami kemerosotan.

Berikut merupakan arti defisit yang digunakan dalam defisit anggaran yaitu:

  • Defisit konvensional: defisit yang dihitung berdasarkan selisih antara total belanja dengan total pendapatan termasuk hibah.
  • Defisit moneter: selisih antara total belanja pemerintah dengan total pendapatan. Total belanja pemerintah yang dimaksud adalah di luar pembayaran pokok hutang sedangkan yang dimaksud total pendapatan yaitu di luar penerimaan hutang.
  • Defisit operasional: defisit moneter yang diukur dalam nilai riil bukan nominal.
  • Defisit primer: selisih antara pengeluaran belanja di luar pembayaran pokok dan hutang dengan total pendapatan yang ada.

Berdasarkan beberapa arti defisit di atas, dapat diketahui bahwa defisit adalah hal sering digunakan dalam kepentingan pemerintahan. Hal tersebut karena dalam pemerintahan, defisit adalah pengeluaran belanja negara dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang lebih besar dibandingkan dengan pendapatan yang masuk.

Pendapatan yang ada berasal dari pemasukan rutin yang berasal dari pajak dan pemasukan pembangunan berasal dari bantuan program dan bantuan proyek.

Belanja negara ini terdiri dari anggaran belanja pemerintah pusat, dana perimbangan, termasuk dana otonomi khusus dan dana penyeimbang.

Dua komponen yang digunakan dalam defisit anggaran pada APBN adalah keseimbangan primer dan keseimbangan umum. Keseimbangan primer (primary balance) adalah total pendapatan dikurangi pengeluaran tanpa bunganya.

Keseimbangan umum (overall balance) adalah total pendapatan dikurangi pengeluaran termasuk pembayaran bunganya.

Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai defisit ini perlu dipelajari untuk mengetahui kiat-kiat agar defisit anggaran tidak terlalu berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.

Defisit adalah pengeluaran yang melebihi penerimaan. Adapun kebalikan dari defisit adalah surplus yang berarti pemasukan/pendapatan yang melebihi pengeluaran/belanja.

Faktor Penyebab Defisit

Berikut adalah faktor-faktor penyebab defisit adalah sebagai berikut:

  1. Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Defisit adalah tidak selalu merugikan dan bernilai negatif. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, defisit dapat terjadi karena pemerintah membutuhkan pengeluaran dana yang besar untuk membangun beberapa infrastruktur dengan tujuan kesejahteraan masyarakatnya.

Dengan demikian, arti defisit untuk percepatan tersebut yaitu pemerintah akan mengeluarkan belanja rutin yang lebih besar dibandingkan dengan tabungan yang dimiliki pemerintah. Untuk membiayai defisit anggaran untuk percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, pemerintah melakukan dua cara.

Cara pertama adalah pemerintah menaikkan pemasukan pemerintah melalui penarikan pajak kepada masyarakat. Kedua, pemerintah meminjam dana ke luar negeri.

Selain cara tersebut, sebenarnya ada lagi cara yang dapat dilakukan, yaitu mencetak uang untuk menutupi defisit anggaran. Namun, cara tersebut dapat mengakibatkan peredaran uang semakin bertambah sehingga terjadi peningkatan inflasi yang justru dapat menambah defisit.

Beberapa program yang dapat menyebabkan defisit adalah sebagai berikut:

  • Bidang hukum: proyek pembangunan pengadilan, lembaga pemasyarakatan.
  • Bidang ekonomi: pembangunan jembatan, jalan, listrik, dsb.
  • Bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan: pembangunan sekolah, rumah sakit, panti asuhan.
  • Bidang pemerataan pendapatan: program transmigrasi.
  1. Melemahnya Nilai Tukar

Perkembangan globalisasi yang semakin maju, membuat masyarakat Indonesia sering melakukan transaksi dengan memakai mata uang negara asing.

Belum lagi pembayaran hutang pemerintah Indonesia terhadap negara lain dihitung menurut valuta asing sehingga nilai tukar rupiah dapat mengalami penurunan dibandingkan dengan nilai tukar Amerika Serikat, yaitu dollar.

Dengan demikian, hutang negara tersebut dapat bertambah karena bunga dan cicilan pokoknya semakin tinggi. Hal tersebut tentu akan menambah defisit pada APBN karena pinjaman negara lebih besar dibandingkan dengan anggaran semula.

  1. Pemerataan Pendapatan

Pemerintah perlu untuk menjaga kestabilan negaranya baik dalam segi pendidikan, politik, sosial, dan perkonomiannya. Untuk itu, untuk melakukan pemerataan pendapatan masyarakatnya, Indonesia perlu mengeluarkan biaya seperti subsidi transportasi dan jalur transportasi untuk wilayah terpencil sehingga pemerataan pendapatan dapat terpenuhi.

  1. Rendahnya Daya Beli Masyarakat

Rendahnya daya beli masyarakat dapat disebabkan oleh tingginya harga produk yang tidak berimbang dengan pendapatan masyarakat. Selain itu, faktor penyebab rendahnya daya beli masyarakat dapat disebabkan oleh masa pandemi seperti Covid-19, yang menyerang suatu negara sehingga terjadi kontraksi investasi dan konsumsi.

Hal tersebut akan merubah perilaku konsumtif di suatu negara termasuk di Indonesia menjadi menurun.

Oleh sebab itu, pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan daya beli tersebut yang dapat dilakukan dengan sistem defisit anggaran yaitu melakukan pengeluaran dana untuk pemulihan daya beli melalui Bansos, dukungan UMKM serta membuat program padat karya.

  1. Inflasi

Inflasi adalah sebuah kondisi perekonomian dimana terjadi kenaikan harga secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Kenaikan harga tersebut tidak hanya terjadi pada satu atau dua barang saja, melainkan hampir semua barang dan jasa mengalami peningkatan.

Inflasi yang terjadi sangat berhubugan dengan nilai mata uang. Secara umum inflasi dapat menyebabkan nilai mata uang menjadi melemah. Faktor yang menyebabkan inflasi yang dapat berakibat kepada defisit adalah sebagai berikut:

  • Meningkatnya permintaan (demand) barang untuk di ekspor.
  • Meningkatnya biaya produksi.
  • Tingginya peredaran uang. Jika uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibandingkan kebutuhan, sehingga dapat menyebabkan kenaikan harga barang hingga 100%.
  1. Krisis Ekonomi

Krisis ekonomi adalah salah satu dampak dari inflasi yang tidak terkendali. Krisis ekonomi pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1997. Peristiwa tersebut mengakibatkan banyaknya pengangguran yang mengakibatkan kekacauan seperti kerusuhan dan demonstrasi secara besar-besaran.

Dengan demikian, untuk memperbaiki krisis ekonomi tersebut, pemerintah melakukan kebijakan dan program bantuan untuk mengentaskan kemiskinan yang pasti membutuhkan anggaran yang dapat menyebabkan defisit.

  1. Realisasi yang Menyimpang dari Rencana

Apabila realisasi pembangunan tidak sesuai dengan rencana serta tidak memenuhi tujuan yang telah ditetapkan, maka pemerintah akan melakukan pengeluaran untuk memperbaiki rencana tersebut.

Selain itu pengerluaran tersebut juga digunakan untuk menutup kekurangan dari proyek sebagai konsekuensi dari rencana yang sebelumnya.

Dampak Defisit di Negara

Jika defisit anggaran tersebut tidak diatur dan terkendali, maka dapat menyebabkan dampak negatif. Dampak adanya defisit adalah sebagai berikut:

  • Meningkatnya defisit neraca pembayaran karena mempengaruhi ekspor dan impor. Neraca pembayaran merupakan catatan transaksi yang mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa. Dengan melakukan defisit anggaran, dapat meningkatkan defisit neraca pembayaran, Hal tersebut karena nilai tukar suatu negara akan memburuk karena kalah saing dengan mata uang asing.
  • Meningkatnya suku bunga. Adanya defisit akan mengakibatkan banyaknya permintaan terhadap uang sehingga bunga semakin tinggi.
  • Meningkatnya inflasi. Untuk melaksanakan pembangunan dalam jangka waktu panjang, pemerintah akan melakukan banyak pengeluaran untuk barang dan jasa yang tersedia di pasaran. Permintaan akan semakin bertambah sedangkan penawaran masih tetap sehingga mengakibatkan harga menjadi naik (inflasi).
  • Investasi dan tabungan menurun. Hal tersebut karena inflasi yang diakibatkan defisit akan mengurangi pendapatan riil masyarakat sehingga tabungan dan investasi juga ikut menurun.
  • Meningkatkan pengangguran. Pengangguran tersebut disebabkan oleh defisit anggaran sehingga keinginan seseorang untuk berinvestasi menjadi turun. Investasi yang turun menjadikan proyek pembangunan tidak ada sehingga menurunnya lapangan pekerjaan yang berakibat pada meningkatnya pengangguran.
  • Penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi akibat bunga yang tinggi.

Solusi Defisit

Untuk menanggulangi defisit anggaran dapat dilakukan berbagai cara. Pada prinsipnya dilakukan dengan menambah sisi penerimaan atau mengurangi sisi pengeluaran. Berikut adalah solusi dari sisi penerimaan dan sisi pengeluaran:

Sisi Penerimaan:

  • Meminjam dari luar negeri.
  • Melakukan pinjaman dari perbankan dalam negeri.
  • Meminjam dari masyarakat dengan obligasi.
  • Mencetak uang.
  • Melakukan peningkatan pajak.

Sisi Pengeluaran:

  • Mengurangi subsidi.
  • Penghematan pengeluaran rutin dan pembangunan.
  • Melakukan seleksi sebagian pengeluaran.
  • Mengurangi pengeluaran yang tidak efektif dan efisien.

Defisit Anggaran 2021

Karena dampak pandemi covid-19 yang berkepanjangan, rancangan defisit anggaran 2021 kian melebar. Berikut adalah video penjelasan dari menteri keuangan Ibu Sri Mulyani mengenai rancangan defisit anggaran 2021:

Baca juga:


Demikian penjelasan mengenai apa itu defisit, mulai dari arti defisit terutama di bidang pemerintahan, faktor penyebab defisit, dampak defisit di suatu negara, hingga cara atau solusi yang digunakan untuk mengatur defisit.

Jadi, secara umum arti defisit adalah pengeluaran yang lebih banyak dibandingkan permasukannya. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment