Contoh Dasar Teori Flip Flop

Contoh Dasar Teori Flip Flop – Membuat dasar teori merupakan persyaratan yang seringkali diwajibkan untuk mengikuti praktikum. Nah Ukulele berniat membantu Anda yang cukup kerepotan untuk membuat dasar teori! 🙂

Contoh Dasar Teori Flip Flop
Contoh Dasar Teori Flip Flop

Pada kesempatan kali ini kami akan berikan contoh dasar teori flip-flop yang mungkin saja ada diantara para pembaca yang membutuhkannya.

Tanpa berpanjang lebar lagi. Yuk simak contoh dasar teori praktikum yang kami berikan di bawah ini.

Baca juga :


Contoh Dasar Teori Flip Flop

Pengantar Flip Flop

Sejauh ini rangkaian logika yang telah dibahas adalah rangkaian kombinatorial yang tingkat keluarannya pada setiap saat tertentu bergantung kepada tingkat yang terdapat pada masukannya pada saat itu. Keadaan tingkat masukan yang terdahulu tidak mempunyai pengaruh terhadap keluaran yang kemudian karena rangkaian logika kombinatorial tidak mempunyai memori. Sistem digital kebanyakan memiliki dua-duanya, baik rangkaian kombinatorial maupun rangkaian memori.

Dasar Teori Flip Flop
Gambar 1. Diagram sistem digital umum

Gambar 1 menunjukkan diagram blok sistem digital umum yang menggabungkan gate-gate logika dengan elemen-elemen memori. Blok kombinatorial menerima sinyal-sinyal logika dari masukan luar dan dari keluaran elemen-elemen memori.

Rangkaian kombinatorial yang bekerjanya berdasarkan dua sumber ma­sukan ini untuk menghasilkan berbagai macam keluaran, sebagian ke­luaran digunakan untuk menentukan nilai-nilai biner untuk disimpan di dalam elemen-elemen memori. Kemudian sebagian keluaran dari ele­men-elemen memori disalurkan ke gate-gate logika di dalam rangkaian kombinatorial. Proses ini menunjukkan bahwa keluaran dari sistem di­gital merupakan fungsi dari dua-duanya, masukan dari luar dan informa-si yang disimpan di dalam elemen-elemen memorinya.

Elemen memori yang paling banyak digunakan adalah flip-flop, yang akan dibahas secara mendalam pada bab ini. Rip-flop (disingkat FF) adalah sebuali rangkaian logika dengan dua masukan, yang satu kebalikan dari yang lain. Gambar  menunjukkan kedua keluaran tersebut sebagai Q dan Q (sebenarnya dapat digunakan sebarang huruf, tetapi Q adalah yang paling umum). Keluaran Q disebut keluaran FF normal dan Q adalah keluaran FF inversi. Apabila dikatakan FF berada dalam keadaan tinggi (1) atau keadaan rendah (0), yang dimaksudkan adalah keadaan pada keluaran Q. Dengan sendirinya, keluaran Q selalu merupa-kan kebalikan dari Q.

FF memiliki dua keadaan kerja, yaitu: (1) Q = 0, Q = 1; dan (2) Q = 1. Q = 0. FF mempunyai satu masukan atau lebih, yang digunakan untuk mengoperasikan FF silih-berganti antara dua keadaan tersebut. Seperti yang akan terlihat nanti, sekali sebuah sinyal masukan telah mengoperasikan FF menuju satu keadaan tertentu, FF tersebut akan tetap berada pada keadaan itu meskipun setelah sinyal masukannya terputus. Keadaaan ini merupakan karakteristik incmori rangkaian FF.

Flip-flop juga dikenal dengan beberapa nama lain, yaitu bistable multivibrator. latch, dan binary, tetapi umumnya akan disebut flip-flop karena istilah ini paling banyak digunakan dalam bidang digital. Elemen memori lain yang akan kita pelajari pada bab lainnya kemudian, juga di­gunakan dalam sistem digital, tetapi flip-flop adalah memori yang paling baik karena kecepatan operasinya yang tinggi, informasinya mudah disimpan dan mudah dihubungkan dengan gate-gate logika.

Dasar Teori Flip Flop 2
Gambar 2. Simbol flip flop umum

Sumber: Sistem Digital : Prinsip dan Pemakaian oleh Ronald J. Tocci

Baca juga :


Semoga contoh dasar teori flip flop yang kami bagikan ini bermanfaat ya.

Salam semangat belajar!

Leave a Comment