Pengertian dan Contoh Majas Alusio

33+ Contoh Majas Alusio dan Penjelasannya – Pada artikel kali ini, Kami akan membahas terkait salah satu majas yang umum digunakan yaitu majas alusio.

Pengertian dan Contoh Majas Alusio
Pengertian Majas Alusio dan 33+ Contohnya. | Unsplash.com

Pembahasan lebih lanjutnya Anda akan mempelajari pengertian apa itu majas alusio, termasuk dalam majas apa, isi dan ciri-ciri dalam majas alusio serta contoh majas alusio dalam bentuk kalimat beserta penjelasan singkat dari contoh tersebut.

Pengertian Majas Alusio

Majas alusio adalah gaya bahasa dengan menggunakan kata yang menunjukkan pada suatu peristiwa, perumpamaan, tokoh, atau kejadian penting yang terjadi pada masa lalu dengan menyamakan pada kejadian yang terjadi saat ini.

Kejadian atau peristiwa itu dipilih yang sudah tidak asing dan terkenal bagi pembaca sehingga pembaca dapat mengerti apa yang dimaksud penulis.

Majas alusio masuk dalam kategori majas pertautan. Hal tersebut dikarenakan dalam majas ini terjadi perbandingan antara sesuatu yang terjadi dengan masa lalu dengan masa kini yang dapat dihubungkan karena memiliki kesamaaan kejadian dengan pengarang bicarakan pada masa kini.

Majas ini tidak hanya menggunakan peristiwa masa lalu yang benar-benar terjadi, tapi juga dapat menggunakan cerita legenda ataupun dongeng yang banyak dikenal oleh masyarakat.

Dalam majas alusio ini juga terdapat beberapa kalimat yang menggunakan peribahasa dengan tujuan untuk memperindah dan menarik untuk dibaca serta agar pembaca mengerti apa yang dimaksud pengarang.

Namun, penggunaan peribahasa dalam majas alusio disebut juga dengan majas kilat  karena isi peribahasanya yang tidak lengkap.

Perlu Anda ketahui juga bahwa peribahasa sebenarnya berbeda pengertiannya dengan majas. Jika majas adalah gaya bahasa yang disampaikan oleh pengarang yang terbagi lagi menjadi bermacam-macam jenisnya dengan setiap jenis memiliki ciri khas dan kelompok lainnya.

Sedangkan pengertian peribahasa adalah kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan berperilaku, nasihat, prinsip hidup, perbandingan atau perumpamaan.

Peribahasan ini digunakan untuk menggambarkan maksud tertentu.

Baca juga :

33+ Contoh Majas Alusio Terbaru

Contoh Majas Alusio Terbaru
Contoh-Contoh Majas Alusio Terbaru

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa contoh majas alusio yaitu:

  1. Sepatu yang dia kenakan di pesta dansa sama seperti yang ada dalam kisah Cinderella.
  2. Setiap hari kakak dan adik itu selalu bertengkar sama seperti kartun Tom and Jerry.
  3. Perbuatan ibu tiri dan kakak tiri padanya sangat tidak baik, dia disuruh mengurus pekerjaan rumah, kakak tirinya selalu mencelanya dan tidak dianggap sebagai keluarga sama seperti dongeng bawang merah dan bawang putih.
  4. Aku pikir Pinokio hanya dalam kartun saja, ternyata aku melihat temanku sama seperti pinokio dimana dia tidak bisa berbohong, jika berbohong tubuhnya akan bereaksi dengan bersin-bersin.
  5. Anak durhaka itu disebut sebagai Malin Kundang oleh warga sekitar karena perbuatan buruknya pada ibunya, waktu tinggal bersama orang tuanya dia selalu membentak-bentak ibunya dan waktu sekarang dia kaya dia meninggalkan ibunya sebatang kara.
  6. Sudah keempat kalinya laki-laki paruh baya itu menikahi seorang gadis, dia memang tua-tua keladi.
  7. Bencana di wilayah Sidoarjo saat ini mengingatkanku tentang bencana lumpur lapindo yang terjadi beberapa tahun silam.
  8. Di berita sekarang sangat heboh peristiwa naas tentang kecelakaan pesawat di perairan Karawang yang sama seperti kejadian kecelakaan pesawat Lion Air yang menewaskan banyak korban jiwa.
  9. Suara peserta audisi Got Talent Indonesia saat bernyanyi itu mirip dengan almarhumah Nike Ardilla yaitu merdu dan unik.
  10. Atlet bulu tangkis itu pintar melakukan smash dengan kecepatan tinggi sehingga lawan tidak bisa menangkisnya sama seperti Taufik Hidayat.
  11. Pemain sepakbola U-15 itu sangat gesit dan lincah, cara permainannya ini mengingatkanku pada pemain legendaris Indonesia Gonzales.
  12. Sudah 3 tahun lamanya aku menunggumu dan mengharapkanmu untuk menyukaiku namun, semua ini sama halnya seperti kisah putri duyung yang berakhir dengan aku yang menghilang menjadi buih di lautan dan kau yang bahagia dengan memilih bersama putri yang salah.
  13. Wajah dan cara bicara pria itu mirip sekali dengan pangeran Charles.
  14. Kedua pasangan itu sangat romantis hingga akhir hayatnya sama seperti kisah cinta Habibie dan Ainun yang terkenal.
  15. Menjadi karyawan di perusahaan ini sungguh membuat sengsara tanpa bayaran yang cukup, sama seperti kerja Rodi waktu kolonial Perancis menjajah Indonesia.
  16. Krisis ekonomi jika dibiarkan terus-menerus seperti sekarang ini, maka dapat terjadi pengulangan sejarah seperti krisis moneter yang terjadi tahun 1998 yang mengakibatkan jumlah pengangguran naik drastis dan berdampak pada kemiskinan yang merata.
  17. Orang itu hanya pintar bicara tapi tak pintar berbuat seperti air beriak.
  18. Gaji yang diterima tidak sepadan dengan kinerja yang dilakukan membuat keuangannya lebih besar pasak.
  19. Jangan terlalu merasa puas dan sombong terhadap apa yang di dapat sesungguhnya bumi berputar.
  20. Aku tidak suka sifatnya yang berubah-ubah, minggu kemaren dia janji untuk menemuiku tapi nyatanya diundur minggu depan, benar seperti di daun talas.
  21. Seberapa sulitnya hidup dan keterbatasan yang dimiliki tidak menyurutkan mereka untuk menuntut ilmu ke sekolah walaupun harus berjalan berkilo-kilo meter, ini mengingatkanku pada cerita Laskar Pelangi.
  22. Hari ini adalah hari pernikahan wanita cantik itu, dia tulus mencintai laki-laki apa adanya, sehingga mereka dijuluki pasangan Beauty and The Beast.
  23. Wanita itu mengubah gaya rambutnya agar mirip dengan idolanya yaitu Ratu Elizabeth.
  24. Gunung itu diperkirakan meletus dengan kekuatan yang sama dengan ledakan gunung Krakatau, sehingga warga di sekitar wilayah tersebut diminta untuk segera mengungsi.
  25. Nilai skor bola pingpong antara Amerika dengan Jepang sama dengan nilai skor pada pertandingan Jerman dan Australia dua tahun yang lalu.
  26. Pembunuh berantai itu akhirnya dijatuhi vonis hukuman mati sama seperti pada kasus Tsutomu Miyazaki.
  27. Mahasiswa banyak turun ke jalan untuk melakukan demo ini mengingatkanku dengan kejadian demo mahasiswa tahun 98.
  28. Kebakaran hutan di Kalimantan terulang kembali pada musim kemarau setelah sebelumnya terjadi pada tahun 2019 dengan status kualitas udara memasuki level bahaya.
  29. Film garapan Disney membuat live action dari dongeng Aladdin sukses meraup keuntungan yang besar.
  30. Satu persatu keturunan keluarga Onassis itu meninggal sama yaitu dengan cara tragis.
  31. Suara penyanyi korea itu sangat lembut dan unik, pantas saja dia disebut sebagai The Next Michael Jackson.
  32. Pembulian di sekolah itu viral sama seperti pembulian siswi SMP di Purworejo karena aksi tersebut tersebar melalui video.
  33. Gadis kecil itu saat bangun terlihat lincah kesana-kemari namun, jika tertidur sangat cantik dan lama untuk bangun mirip seperti sleeping beauty.
  34. Ucapanmu itu sama seperti tong kosong.

Penjelasan tentang Contoh Majas Alusio

Contoh majas alusio di atas tampak jelas bahwa majas ini membandingkan kejadian, orang, legenda masa lalu dengan yang ada saat ini, selain itu contoh majas alusio tersebut menggunakan peribahasa yang tidak lengkap.

Contoh majas alusio yang menggunakan peribahasa secara tidak lengkap seperti: air beriak (lengkapnya: air beriak tanda tak dalam), bumi berputar (lengkapnya: bumi berputar zaman beredar), lebih besar pasak (lengkapnya: lebih besar pasak dibandingkan tiang), dan di daun talas (lengkapnya: air di daun talas).

Contoh majas alusio tidak hanya membandingkan katanya dengan peristiwa nyata, tapi juga dapat menggunakan cerita legenda atau dongen yang terkenal.

Contoh majas alusio membandingkan maknanya dengan kejadian dongeng atau legenda seperti penggunaan kata: Beauty and The Beast, Laskar Pelangi, Cinderella, Pinokio, Malin Kundang, dan Tom and Jerry.

Baca juga :


Dengan adanya majas ini pembaca akan lebih fokus dan mengerti apa yang penulis sampaikan karena menggunakan kiasan kata tokoh atau contoh peristiwa yang telah terkenal dan dipahami oleh pembaca.

Kedekatan dalam pemilihan kata yang ada dalam majas alusio ini membuat membaca dapat memahami peristiwa yang terjadi karena bermakna lebih dekat dengan kejadian masa lalu.

Namun, hal yang penting dan harus diingat pembuatan majas ini harusnya menggunakan ungkapan atau peribahasa yang digunakan secara umum. Jika hanya diketahui pengarang, pembaca akan kesulitan untuk mengerti.

Demikian penjelasan dari pengertian dan beberapa contoh majas alusio di atas, semoga bermanfaat.

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan – Gaya bahasa atau yang lebih dikenal dengan majas adalah cara menggunakan bahasa dalam konteks tertentu, oleh orang tertentu, dan untuk tujuan tertentu.

Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya
Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya | Unsplash.com

Pemakaian gaya bahasa yang tepat dapat menarik perhatian dan memberikan kesan kepada pembaca. Sebaliknya, bila penggunaannya tidak tepat, maka penggunaan gaya bahasa akan terdengar aneh dan tidak dipahami oleh pembaca ataupun pendengar.

Pemakaian majas berfungsi untuk menghidupkan apa yang dikemukakan dalam teks, karena majas dapat menyampaikan gagasan yang penuh makna dengan kata yang relatif singkat dan padat.

Oleh sebab itu, majas dapat dijadikan sebagai cara mengungkapkan pikiran penulis melalui bahasa yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian (style) penulis dengan pilihan kata, frasa, klausa, ataupun kalimat.

Secara umum, majas terbagi menjadi empat jenis yang masing-masing jenis majas tersebut, didalamnya juga memiliki sub jenis majas lainnya. Keempat majas tersebut yaitu:

  • Majas Perbandingan
  • Majas Penegasan
  • Majas Sindiran
  • Majas Pertentangan

Dari keempat majas tersebut, salah satu jenis majas yang akan dibahas oleh artikel ini  yaitu majas pertentangan.

Pengertian Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang mengekspresikan sesuatu menggunakan kata yang bertentangan atau berkebalikan dengan makna sebenarnya.

Dengan adanya majas ini, akan memberikan efek penekanan terhadap pembaca atau pendengar. Majas pertentangan terbagi lagi menjadi beberapa jenis.

Baca juga :

Jenis dan Contoh Majas Pertentangan

Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai jenis majas pertentangan dan contoh-contoh majas pertentangan.

  1. Majas Antitesis

Majas antitesis adalah gaya bahasa yang menunjukkan pertentangan antara dua kata yaitu dengan membandingkan dua kata yang berlawanan dalam suatu pernyataan.

Contoh majas antitesis adalah sebagai berikut.

  • Peningkatan ekonomi ditandai oleh naiknya proses jual beli yang ada pada masyarakat.
  • Susah senang bukan menjadi penghambat untuk beriman kepada Allah.
  • Baik dan buruknya seseorang tidak dinilai dari fisik maupun hartanya.
  • Cepat atau lambat aku akan berhasil mengalahkanmu dalam pertandingan sepak bola. Lihat saja nanti.
  1. Majas Pertentangan Litotes

Majas litotes adalah gaya bahasa yang berisi pernyataan kata yang berlawanan artinya dengan kata sebenarnya dengan maksud untuk merendahkan diri.

Majas litotes biasanya digunakan untuk bertindak sopan kepada orang lain agar tidak berlaku sombong atau angkuh.

Contoh majas litotes adalah sebagai berikut.

  • Maaf jika seadanya, silahkan masuk di gubukku yang kecil
  • Saya yang pemula ini, jika Anda berkenan akan mencoba membantu menjawab pertanyaan saudara.
  • Saya hanya ingin memberikan baju yang sangat sederhana ini untuk anak-anak, kiranya saya berharap mohon diterima.
  • Aku yang lemah ini ingin berusaha lebih keras untuk bisa menyenangkan orang tua.
  1. Majas Hiperbola

Jenis majas pertentangan selanjutnya adalah majas hiperbola. Majas hiperbola sudah sangat sering dijelaskan dan dipakai pada sebuah karya sastra.

Dari asal katanya “hiper” dimaknai sebagai sesuatu yang berlebihan. Oleh sebab itu majas hiperbola adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan berlebihan.

Berlebihan yang dimaksud dapat dari segi sifat, bentuk, ataupun ukurannya. Penggunaan majas ini umumnya dipakai untuk mengekpresikan kekaguman, ketertarikan, maupun sesuatu perasaan yang negatif.

Contoh majas pertentangan pada majas hiperbola adalah sebagai berikut.

  • Hari ini aku capek sekali, seharian bekerja ditambah jam lembur rasanya ingin meninggal.
  • Kau pasti adalah malaikat yang turun ke bumi untuk menebar kebaikan, kau sangat baik.
  • Cantikmu seperti cahaya yang menerangi saat kegelapan, Bulan saja merasa malu
  • Aku tak bisa berpaling darimu kemanapun aku pergi, aku pikir wajahmu mengalihkan duniaku.
  1. Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas pertentangan yang menggambarkan sesuatu yang seolah-olah bertentangan padahal sebenarnya tidak.

Dari bahasanya, kata paradoks berasal dari kata “para”, yaitu kontradiktif dan “doxa”, artimya pemikiran.

Jadi, majas paradoks merupakan dua hal yang kontradiktif tapi keduanya adalah sebuah kebenaran.

Contoh majas pertentangan paradoks adalah sebagai berikut.

  • Semarah-marahnya ibu terhadap anaknya. Ibu akan selalu menyanyangi anaknya.
  • Orang yang tidak mengenalnya pasti menganggap dia adalah orang yang cuek tapi di dalam hatinya sebenarnya dia perhatian terhadap orang lain.
  • Saat sedang berbicara dengan temannya dia bermulut manis, namun jika dibelakang menjadi bermulut pahit
  • Doni bersikap seolah-olah dia bodoh, padahal ketika menjawab soal dia adalah anak yang pintar.
  1. Majas Okupasi

Majas okupasi adalah majas pertentangan yang memiliki tujuan untuk melakukan bantahan. Bantahan tersebut kemudian diberi penjelasan atau kesimpulan sebagai penutup kalimat.

Contoh majas pertentangan jenis majas okupasi adalah sebagai berikut.

  • Olahraga itu menyehatkan, tapi banyak orang malas bangun pagi untuk melakukannya. Tidur lebih diminati dibandingkan berolahraga.
  • Jujur merupakan perbuatan mulia yang harus ditanamkan sejak dini, tapi jika jujur untuk mengatakan keburukan orang lain itu kurang sopan. Kejujuran perlu dilakukan secara bijak tanpa melukai hati seseorang.
  • Penggunaan majas dalam karya satra perlu diaplikasikan, tapi penggunaan majas tersebut harus memperhatikan kebahasaan dan kesesuaian dengan kalimatnya. Oleh sebab itu, penggunaannya perlu memperhatikan struktur katanya dan fungsi pada setiap jenis majas.
  • Aku bukannya tidak menyukai, tapi perilakumu padaku sungguh tidak menyenangkan. Jadi aku berusaha untuk tidak terlibat denganmu dalam hal apapun.
  1. Majas Pertentangan Kontradiksi Interminus

Majas kontradiksi interminus adalah majas yang menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan penjelasan sebelumnya.

Fungsi dari majas kontradiksi interminus yaitu untuk menunjukkan pengecualian atau penolakan.

Contoh majas pertentangan pada majas kontradiksi interminus adalah sebagai berikut.

  • Semua murid berbaris untuk melaksanakan upacara bendera, kecuali Ani tidak ikut karena sedang sakit sehingga perlu beristirahat di UKS.
  • Dini melihat pintu dapur restoran yang bertuliskan bahwa semua orang dilarang masuk, kecuali karyawan.
  • Setiap pengendara mobil dilarang parkir di samping kantor tersebut, kecuali direktur, kepala bagian departemen, serta klien kantor.
  • Kakak dihukum tidak boleh keluar dari rumah, kecuali pergi ke sekolah.
  1. Majas Pertentangan Oksimoron

Majas oksimoron adalah majas pertentangan yang mirip dengan majas paradoks. Hal tersebut karena majas oksimoron ini adalah majas lanjutan atau perpanjangan dari majas paradoks.

Perbedaan yang mendasar dari majas paradoks dengan majas ini adalah pada majas oksimoron terdapat penggunaan kata yang bertentangan dalam satu kalimat yang sama.

Menurut Tarigan (1986), majas oksimoron adalah majas yang mengandung penegakan atau pendirian suatu hubungan sintaksis antara dua kata yang berlawanan.

Sintaksis adalah ilmu terkait prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami.

Contoh majas pertentangan oksimoron adalah sebagai berikut.

  • Di setiap perjalanan hidup percayalah selalu ada kemudahan pada setiap kesulitan.
  • Hidup atau matiku ku serahkan pada-Mu semata.
  • Tak peduli senang atau duka, aku ingin selalu bersamamu.
  • Isak tangis bahagia kurasakan setelah aku melihat kepulanganmu.
  1. Majas Pertentangan Anakronisme

Majas anakronisme adalah majas pertentangan yang berkaitan dengan waktu. Majas ini menggambarkan sesuatu yang bertentangan dengan waktu penyataan yang bersangkutan.

Berdasarkan asal katanya, anakronisme terbagi menjadi “ana” yang berarti mundur, dan “chronos” yang artinya waktu.

Jadi majas ini menceritakan bentuk lampau dengan menambahkan hal yang tidak ada pada masa lalu (ada masa kini). Oleh sebab itu, majas anakronisme mengandung unsur ketidaktepatan antara peristiwa/benda dengan waktunya.

Contoh majas pertentangan jenis anakronisme adalah sebagai berikut.

  • Ande-ande lumut sedang berlayar mengelilingi samudra dengan membawa peta digitalnya.
  • Malin kundang datang menemui ibunya dengan membawa oleh-oleh berupa roti kukus.
  • Dinosaurus itu datang dan menghancurkan bangunan apartemen mewah itu.
  • Sudah hampir 2 jam Putri Deokhye menunggu taksinya tiba, namun sampai saat ini belum datang.

Baca juga :


Demikian adalah contoh-contoh majas pertentangan yang memiliki berbagai macam sub-jenis di dalamnya.

Garis besarnya dari majas pertentangan ini dapat Anda ketahui, yaitu merupakan kalimat yang memiliki unsur pertentangan atau antonim (lawan kata).

Berkenaan dengan hal itu, diharapkan artikel ini dapat memberikan konsep keilmuan, wawasan dan pengetahuan berkenaan tentang majas pertentangan sehingga dapat diaplikasikan dalam berbagai karya sastra.

Semoga bermanfaat.

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya – Bahasa adalah alat berkomunikasi dalam kehidupan manusia. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri oleh siapapun yang hidup di dunia ini.

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya
Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya

Oleh sebab itu, keberadaan bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk bahasa kita yaitu bahasa Indonesia.

Kedudukan bahasa Indonesia sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari karena pada dasarnya bahasa Indonesia adalah identitas diri bangsa dalam berbagai konteks, yang perlu kita lestarikan dan kembangkan.

Bahasa ini dalam konteksnya dapat disalurkan melalui lisan, isyarat, dan tulisan.

Dalam tata penulisan, harus menguasai ilmu terkait kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana.

Hal tersebut penting terutama dalam ilmu pengetahuan, tak jarang pengunaan bahasa dalam tulisan ini membentuk suatu karya tulis ilmiah yang bermanfaat untuk dunia pendidikan kedepannya.

Penulisan karya tulis ilmiah maupun sastra diperlukan keterampilan dan keberanian untuk mencoba berlatih menulis.

Hal ini dapat diwujudkan dengan melalui karya sastra seperti novel, dongeng, cerpen ataupun dalam karya tulis ilmiah seperti makalah, jurnal ilmiah, skripsi, disertasi dan tesis.

Keterampilan menulis ini perlu dikembangkan dengan terampil menulis paragraf. Penulisan paragraf ini sejatinya berasal dari kumpulan kalimat, sehingga keterampilan menulis kalimat juga perlu.

Oleh sebab itu, penulisan paragraf perlu diketahui pengertian dan jenis-jenisnya sehingga dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks, baik dalam karya tulis ilmiah maupun nonilmiah (karya sastra).

Pada artikel ini akan dibahas terkait salah satu jenis paragraf yaitu paragraf deduktif.

Pengertian Paragraf Deduktif

Sebelum Anda mempelajari apa itu paragraf deduktif, sebaiknya perlu anda ketahui pengertian paragraf sebagai dasarnya.

Apa itu paragraf?

Paragraf menurut Akhadiah, dkk (1999) adalah inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

Sebuah paragraf mengandung buah pikiran yang didukung oleh kalimat dalam paragraf, mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat penjelas, hingga kalimat penutup.

Sekumpulan kalimat ini saling berhubungan membentuk sebuah ide atau gagasan. Paragraf seringkali disebut juga sebagai alenia.

Apa saja ciri-ciri paragraf?

Ciri-ciri yang mudah diketahui dari paragraf yaitu setiap awal kalimatnya biasanya terlihat menjorok ke dalam.

Namun, terkadang untuk karangan lain, kalimat pertama tidak menjorok ke dalam tapi tetap bisa dilihat perbedaannya dari adanya jarak dibandingkan jarak antarbaris lainnya.

Apa fungsi paragraf?

Adapun fungsi paragraf menurut Widjono (2007) yaitu:

  • untuk mengekspresikan gagasan tertulis dengan member bentuk satuan pikiran dalam dalam serangkaian kalimat dalam satu kesatuan,
  • menandai peralihan gagasan baru jika terdiri dari beberapa paragraf,
  • memudahkan pengorganisasian bagi penulis dan memudahkan pemahaman bagi pembaca,
  • memudahkan pengembangan topik, dan
  • pengendalian variabel.

Paragraf terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan peruntukannya. Ada jenis paragraf berdasarkan tempat dan fungsinya dalam karangan, ada jenis paragraf berdasarkan isi, dan ada paragraf yang berdasarkan letak kalimat utama.

Paragraf deduktif inilah yang termasuk dalam jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama.

Lalu, apa itu paragraf deduktif?

Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya atau gagasan utamanya berada di awal paragraf, sedangkan kalimat selanjutnya merupakan kalimat penjelas yang menerangkan atau bagian dari kalimat utama.

Dengan adanya kalimat utama pada paragraf pertama akan membuat pembaca lebih fokus dan memberikan penegasan dengan baik.

Paragraf deduktif pada konteksnya sama halnya dengan pengertian cara berpikir deduktif yaitu dimulai dari umum kemudian ke khusus.

Kalimat utama ada dalam setiap paragraf. Kalimat utama ini disebut juga sebagai pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimat topik.

Baca juga :

Contoh-Contoh Paragraf Deduktif dan Penjelasannya

Untuk lebih memahami paragraf deduktif, berikut beberapa contoh paragraf deduktif singkat yaitu sebagai berikut.

Contoh #1: Contoh paragraf deduktif tentang pendidikan

Pendidikan adalah sarana ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi perkembangan generasi muda. Pada dasarnya generasi muda akan dituntut untuk menangkap informasi secara ilmiah sehingga akan melahirkan kemampuan nalar dan peningkatan kapasitas berpikir. Ilmu pengetahuan yang dipelajari di bangku sekolah juga akan mampu melahirkan softskill yaitu cara berpikir kritis. Dengan berpikir kritis, kemampuan berpikir dan analitis akan semakin berkembang.

Penjelasan Mengenai Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Berdasarkan contoh paragraf deduktif tersebut, yang merupakan kalimat utama yaitu paragraf pertama “pendidikan adalah sarana ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi generasi muda” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat penjelas.

Hal tersebut dapat dilihat bahwa pada kalimat kedua menjabarkan makna pentingnya ilmu pengetahuan bagi generasi muda dalam meningkatkan kemampuan nalar.

Kemudian, dijelaskan lebih detail pada kalimat ketiga dan keempat yang menyatakan bahwa pendidikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Contoh #2: Contoh paragraf deduktif generasi muda

Generasi muda merupakan generasi penerus kepemimpinan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, secara langsung mereka dituntut untuk dapat bersikap baik di masyarakat. Hal itu karena, pada saat waktunya mereka dewasa mereka akan mengganti dan menempati posisi penting. Jika generasi muda tidak dididik dengan benar dan pandai berbohong, maka ketika dia sudah bekerja mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan tindakan kriminal seperti korupsi, nepotisme, dsb. Selain itu, terjadinya peristiwa perkelahian yang berupa tawuran antar pelajar adalah perbuatan negatif yang dapat merusak moral dan menjadikan generasi muda tersebut memiliki watak yang keras kedepannya. Hal tersebut mengharuskan generasi muda perlu diajarkan moral sejak dini dengan tujuan agar masyarakat dapat memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada generasi muda.

Penjelasan Mengenai Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Berdasarkan contoh paragraf deduktif tersebut, yang merupakan kalimat utama yaitu paragraf pertama “generasi muda merupakan generasi penerus kepemimpinan di masa yang akan datang” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat penjelas.

Dapat dilihat pada kalimat selanjutnya yang menceritakan pentingnya generasi muda jika menempati posisi tinggi di masa datang, dampaknya di masa depan jika generasi muda tersebut memiliki sifat tidak baik, serta penjelasan pentingnya moral untuk mempersiapkan generasi muda untuk masa depan.

Paragraf deduktif sebenarnya tidak hanya ditemukan dalam esai, makalah, atau karya tulis ilmiah lainnya, tapi juga dapat ditemukan dalam karya sastra seperti cerita novel, cerpen, dan dongeng. Contohnya yaitu dapat dilihat pada paragraf di bawah ini.

Baca juga :

Contoh #3: Contoh paragraf deduktif pada cerita cerpen

Kata-katanya membuat Dina terdiam. Waktu seoalah-olah berhenti, beralih, dan dengan lambat berputar ke belakang. Dina mereka-reka kesalahan apa yang pernah dia lakukan sehingga pantas menerima kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya. Daun yang berguguranpun seolah bergerak perlahan. Pandangannya kosong, hampa. Suara mobil yang bersahutan menjadi meredam di telinganya.

Penjelasan Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Contoh paragraf deduktif pada cerpen tersebut, dapat dilihat secara jelas bahwa kalimat utamanya yaitu paragraf pertama “Kata-katanya membuat Dina terdiam” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat yang menjelaskan bahwa Dina terdiam akibat kata-kata yang menyakitkan hati.

Contoh 4: Contoh paragraf deduktif pada cerita dongeng

Cinderella adalah gadis yang cantik dan baik hati. Rambutnya pirang sebahu dengan wajahnya yang seperti bulan. Bibirnya yang merah dan pipinya yang merona, membuat laki-laki yang berpapasan dengannya akan menoleh padanya hingga Cinderella tak terlihat lagi. Cinderella selalu tersenyum dan menyapa para pedagang yang dia temui di pasar. Selain itu, ketika dia melihat nenek tua kesusahan membawa barang, dia akan selalu sigap dan menawarkan bantuan terlebih dahulu.

Penjelasan Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Kalimat utama pada contoh paragraf deduktif dongeng yaitu “Cinderella adalah gadis yang cantik dan baik hati” sedangkan kalimat selanjutnya berfungsi sebagai kalimat penjelas.

Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya penambahan hal-hal yang penting untuk merinci apa yang ada dalam kalimat utama.

Dari kalimat utama tersebut, diuraikan dan memberikan penjelasan yang spesifik terkait wajah Cinderella yang dikatan cantik, dan contoh detail perilaku Cinderella yang baik hati seperti halnya ramah dan selalu membantu nenek yang membawa barang.

Berdasarkan penjelasan dan contoh-contoh paragraf deduktif di atas, dapat disimpulkan bahwa paragraf deduktif adalah dimana kalimat utamanya atau pokok pikirannya ada di awal kalimat akan membuat pembaca lebih mudah memusatkan pikiran pada satu gagasan dalam paragraf karena di tempatkan dalam posisi yang jelas dan mencolok yaitu di kalimat pertama.

Kalimat pertama ini sebagai kalimat topik yang bersifat luas atau umum agar nantinya dapat dikembangkan dalam kalimat berikutnya yang merupakan detail dari kalimat utamanya.


Demikian penjelasan dari paragraf deduktif mulai dari pengertian sampai contoh singkat dan pembahasannya. Semoga bermanfaat.

Contoh Majas Tautologi; Pengertian dan Penjelasannya

Melanjutkan permbahasan mengenai majas, kali ini kami akan jelaskan tentang majas tautologi.

contoh majas tautologi
Pengertian Majas Tautologi; Fungsi, Contoh, dan Penjelasannya

Pengertian Majas Tautologi

Majas tautologi termasuk dalam majas penegasan. Hal ini desebabkan terdapat frasa yang diulang-ulang dalam satu kalimat dengan maksud untuk menegaskan kata.

Majas tautologi mirip dengan majas repetisi.

Perbedaannya adalah pada majas tautologi pengulangan katanya lebih berlebihan dan tidak terlalu memiliki makna yang berarti dibandingkan dengan majas repetisi.

Selain itu, pada majas tautologi pengulangan katanya dapat menggunakan persamaan atau sinonim pada kata sebelumnya. Untuk lebih memahaminya lihatlah contoh majas repetisi dibawah ini.

Contoh majas repetisi:

  • Tidur, tidur, dan tidur hanya itu yang bisa kamu lakukan seharian ini.
  • Kau yang kuharapkan untuk menamani hari-hariku, kau yang kuharapkan saat aku merasa kesapian, kau yang kuharapkan yang selalu ku tunggu.
  • Selamat tinggal kenangan, selamat tinggal luka, selamat tinggal.
  • Untukmu yang selalu membantuku saat aku sedang kesulitan, untukmu yang telah menamani hari-hariku, untukmu yang membuatku tersenyum di setiap kerikil yang menghadang.
  • Sudah kukatakan berulang kali padamu pergi, pergi dan pergilah dari sini, jangan pernah menampakkan wajahmu lagi padaku.

Berikut adalah contoh majas repetisi yang berupa pengulangan kata yang dianggap penting yang bertujuan untuk menegaskan, sedangkan untuk contoh majas tautologi dapat dilihat pada poin selanjutnya.

Jika dilihat dari struktur kalimatnya, majas tautologi cocok digunakan dalam karya sastra seperti cerpen, novel, dongeng, ataupun puisi.

Dengan pengaplikasian majas tautologi pada karya sastra tersebut akan membuat bahasa semakin menarik dan unik sehingga membuat pembaca atau penikmat sastra lebih tertarik untuk membaca karena dapat merasakan efek emosional dari gaya bahasa penulis.

Fungsi Majas Tautologi

Secara umum, fungsi majas tautologi antara lain :

  • untuk memberikan kesan kepada pembaca,
  • membuat pembaca mengerti maksud yang disampaikan pembaca,
  • membuat pembaca berimajinasi dengan dalamnya makna karena tatanan bahasa yang digunakan pada majas tautologi,
  • serta membuat kalimat menjadi lebih fleksibel dan tidak terlalu kaku.

42+ Contoh Majas Tautologi dalam Kalimat

Contoh majas tautologi dalam bentuk kalimat dapat dilihat sebagai berikut.

  • Hancur dan lebur sudah hatiku melihatmu berkencan dengan orang lain.
  • Hidupku penuh duka, hidupku penuh nestapa.
  • Malam ini begitu sunyi dan senyap tidak ada orang di rumah sehingga aku memutuskan untuk menginap di rumah temanku.
  • Hatiku remuk redam saat kau mengkhianatiku di belakang selama setahun, aku sangat bodoh tidak mengetahuinya.
  • Kau memang gagah, kau memang kuat, kau memang hebat.
  • Tidak ada maksud dan tujuanku untuk mengganggumu, yang kuinginkan adalah ingin bersamamu.
  • Sudah berkali-kali dan berulang-ulang ku katakan untuk mengembalikan buku yang pernah kau pinjam.
  • Dalam perjalanan yang jauh, di bukit berpasir ini kurasakan haus dan dahaga yang amat sangat.
  • Tidak perlu cemas dan gelisah, jika kau sudah belajar kau harus percaya diri dan pasrahkan semua pada-Nya.
  • Aku kagum dengan wanita ini dari wajah, hati dan tutur katanya sangat cantik, indah dan mempesona.
  • Sepanda-pandai dan selihai-lihainya kau berbohong, cepat atau lambat akan ketahuan juga.
  • Kenapa seharian ini tampangmu letih dan lunglai begitu? Apa kau sedang sakit?
  • Karena aku marah dan murka terhadapnya aku tidak mau mendekatinya walau hanya sekedar bicara atau berpapasan dengannya.
  • Aku sangat berharap ingin kau hadir dan datang hanya untuk menemuiku.
  • Sopan santun harus tertanam dalam diri dan diajarkan sejak dini, supaya saat menginjak dewasa tidak menjadi orang yang seenaknya.
  • Sebelum melakukan sesuatu, berdoalah terlebih dahulu agar supaya urusanmu tidak mendapatkan kesulitan.
  • Ani dapat mengerjakan semua soal ujian matematika yang diberikan gurunya. Menurutnya, soal ujian matematika tersebut mudah dan gampang.
  • Kedua petarung tinju tersebut saling beradu dan bertarung karena ingin memperebutkan juara 1 dan bertahan.
  • Toilet yang ada di kantor ini harus dipisahkan antara perempuan dan laki-laki, jangan sampai dicampur baur.
  • Keluarga itu baru saja ditinggal oleh ayahnya, sehingga dalam beberapa bulan ini duka lara masih dirasakan oleh keluarga itu.
  • Aku kangen saat kita kerja kelompok bersama, aku rindu saat kita tertawa bersama.
  • Tumben sekali dia berangkat pagi-pagi buta, biasanya bangun tidak pernah dini hari seperti ini.
  • Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku kesepian.
  • Banyak buku yang telah aku telaah dan pelajari, namun hasilnya tetap saja, rangkingku kalah dengannya.
  • Ku coba cermati, ku coba pahami agar aku tidak salah dalam melangkah.
  • Ini adalah baru dan pertama kali dalam hidupku melihat lukisan yang indah ini.
  • Hutan itu ditumbuhi pepohonan yang sangat lebat dan rimbun.
  • Film horor ini lebih menakutkan dan mengerikan dibandingkan yang aku pikirkan selama ini.
  • Tak masalah jika nilaimu tidak masuk dalam rangking 10 besar, yang terpenting dan utama kamu mengerjakannya dengan memegang prinsip kejujuran.
  • Buah ini baru aku beli dari supermarket, coba saja rasanya masih segar dan fresh.
  • Hatiku sakit dan terluka melihatmu pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.
  • Maaf atas kesalahanku yang tidak sengaja, ini terjadi begitu saja tanpa kusadari.
  • Kau tidak perlu khawatir, tenang dan santai saja lihatlah aku pasti menang.
  • Permainan ini sangat menegangkan dan membuat aku tertekan, aku tidak mau lagi bermain.
  • Sakit gigi ini akan berakhir dan selesai jika kamu pergi ke dokter jauh-jauh hari sebelumnya.
  • Aku mengerjakan soal dan membacanya sepelan dan selambat mungkin, supaya tidak ada satupun yang terlewat.
  • Kebaikan seseorang adalah harga yang tertinggi, harga yang termahal yang harus kita syukuri.
  • Nasi goreng yang ada di prasmanan pernikahan sudah habis tidak bersisa.
  • Aku bosan melihat pertandingan di babak ini, karena pertandingan kali ini yaitu sesama orang lemah dan tidak berdaya.
  • Tidak ada untungnya aku meladenimu, yang ada hanya kerugian yang akan aku terima.
  • Selalu saja kau menuduhku melakukan perbuatan tidak baik itu, selalu saja kau menudingku.
  • Sudah ku lakukan semua yang ku bisa dan ku mampu, tapi selalu saja kau tidak menghargainya.
  • Aku ingin tinggal dan menetap disini berdua bersamamu.

Baca juga :

Penjelasan Majas Tautologi Lebih Mendalam

Contoh majas tautologi di atas, dapat Anda ketahui dengan jelas perbedaan antara majas repetisi dengan majas ini.

Jika majas repetisi menggunakan kata yang sama berulang-ulang, maka pada contoh majas tautologi disini menunjukkan makna yang berulang dengan mengganti katanya menjadi sinonimnya.

Seperti pada contoh, yaitu hancur dan lebur, cemas dan gelisah, tidak sengaja dengan tanpa kusadari, tidak ada untungnya dengan kerugian, menuduhku dengan menudingku, ku bisa dan ku mampu, berakhir dan selesai, tenang dan santai, dsb.

Dari contoh-contoh majas tautologi tersebut kata yang berdampingan dalam satu kalimat menunjukkan kata sinonimnya.

Dalam majas tautologi memberikan kesan penegasan yang berasal dari pengulangan kata sehingga dapat dikatakan bahwa majas ini termasuk kalimat yang tidak efektif.

Hal tersebut disebabkan karena memuat unsur makna yang berulang dalam satu kalimat sehingga kehematan sebagai ciri khas kalimat efektif tidak terpenuhi.

Oleh sebab itu, contoh majas tautologi ini tidak cocok digunakan untuk karya tulis ilmiah karena menggunakan kalimat yang tidak efektif, sedangkan pada karya tulis ilmiah harus menggunakan kalimat efektif.

Karya tulis ilmiah contohnya seperti jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi memerlukan kalimat efektif untuk memberikan informasi secara tepat sehingga gagasan dan ide yang dipikirkan pengarang sama tepatnya dengan apa yang di dalam pikiran pembaca.

Ciri-ciri kalimat efektif menurut Widjono (2007), yaitu keutuhan, kesatuan, kelogisan atau kesepadanan, kesejajaran, kefokusan, kehematan, kecermatan, dan kevariasian kata dan struktur.

Sedangkan majas pada umumnya seperti contoh majas tautologi di atas, pembaca tidak harus berpikiran sama dengan pengarang, karena majas dapat menggunakan daya khayal pada tiap pembaca maupun pengarang sehingga dapat menginterpretasi kalimat sesuai dengan pikirannya masing-masing.

Jadi, seperti yang dikatakan sebelumnya, majas ini bersifat fleksibel dan tidak terlalu kaku.


Semoga bermanfaat.

Contoh Majas Antiklimaks; Pengertian, Penjelasan, dan Perbedaannya

33+ Contoh Majas Antiklimaks; Pengertian, Penjelasan, dan Perbedaannya – Pada artikel sebelumnya telah kita pelajari berbagai jenis majas mulai dari majas klimaks, majas perbandingan, pertautan, majas penegasan, majas pertentangan, dan lain sebagainya.

Contoh Majas Antiklimaks; Pengertian, Penjelasan, dan Perbedaannya
Pengertian Majas Antiklimaks; Contoh, Penjelasan, dan Perbedaannya

Semua jenis itu terbagi lagi menjadi beberapa bagian sub majas yang memiliki ciri khas dan keunikan kebahasaan tersendiri.

Ciri khas tersebut didasarkan pada pola dan struktur kalimatnya yang memiliki makna dan tujuan tersendiri.

Sebenarnya semua jenis majas yang ada memiliki tujuan umum yaitu untuk menyampaikan ide, gagasan, pokok pikiran pengarang atau penulis ke dalam sebuah tulisan yang berbentuk majas atau gaya bahasa dengan tujuan untuk membuat pembaca atau penikmat sastra memahami makna yang ingin disampaikan pengarang.

Seorang penulis sastra terkadang terkenal dengan tulisan-tulisan majas dalam karyanya. Hal tersebut karena setiap penulis sastra dalam menyampaikan pikiran dan perasan, baik secara lisan dan tertulis menggunakan gaya bahasa yang khas sesuai pikiran.

Kali ini akan dibahas terkait salah satu sub bagian majas yaitu majas antiklimaks. Pembahasan mengenai majas antiklimaks pada artikel ini yaitu mengenai pengertian dan contoh majas antiklimaks beserta penjelasan singkatnya.

Pengertian Majas Antiklimaks

Majas antiklimaks adalah gaya bahasa yang termasuk dalam sub jenis majas penegasan. Hal tersebut dikarenakan majas antiklimaks bertujuan untuk menyatakan kalimat secara jelas dan tegas untuk membuat kesan bagi pembaca.

Majas antiklimaks merupakan suatu gaya bahasa yang menunjukkan kalimat urutan dari tertinggi ke terendah. Sebelumnya, telah dijelaskan bahwa terdapat pula majas klimaks yang berkebalikan dengan majas antiklimaks.

Berdasarkan asal katanya, dapat anda ketahui jika klimaks adalah majas yang kalimatnya terdapat urutan terendah hingga tertinggi (mencapai klimaks=puncak).

Perbedaan Majas Klimaks dengan Antiklimaks

Konsep mudah memahami majas klimaks dan antiklimaks yaitu, jika contoh majas klimaks adalah pertama, kedua, dan ketiga sedangkan contoh majas antiklimaksnya adalah ketiga, kedua, kesatu.

Berikut beberapa contoh majas klimaks dalam kalimat.

  • Seribu, dua ribu, dan tiga ribu orang berkumpul memenuhi ruangan gedung itu hanya dalam 2 jam.
  • Pemerintah mencetuskan sekolah bertaraf Internasional mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
  • Aku sudah menunggumu sedari tadi mulai dari jam 1 siang hingga jam 3 sore di rumahmu, namun kau belum pulang juga.
  • Siklus hidup kupu-kupu dimulai dari telur, ulat, kepompong, sampai menjadi kupu-kupu yang cantik.

Puluhan contoh majas klimaks lain bisa Anda baca di sini.

Baca juga :

33+ Contoh Majas Antiklimaks

Setelah Anda mengetahui perbedaaan pengertian majas klimaks dan antiklimaks beserta contoh majas klimaks, maka Anda perlu mengetahui lebih lanjut tentang contoh majas antiklimaks.

Untuk lebih memahami dan mengerti seperti yang akan disajikan pada kalimat dibawah ini.

  • Dalam menjalankan kebersihan lingkungan harus dijalankan tidak pandang bulu, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga rakyat harus turut andil menjaga lingkungan untuk masa depan cucu nanti.
  • Car free Day hari ini cukup padat, banyak pesepeda sampai pejalan kaki berada di CFD untuk berolahraga dan senam pagi.
  • Warung makan itu sangat terjangkau dan enak untuk kalangan siapa saja, mulai dari pekerja kantor, mahasiswa, pelajar, hingga anak-anak banyak berdatangan ke warung itu.
  • Sinergi dan komunikasi antara Raja, panglima, dan prajurit harus sejalan, satu tujuan supaya misi yang dijalankan untuk mengalahkan musuh berhasil.
  • Pelayanan pesawat itu bergantung terhadap tiket kelasnya mulai dari eksekutif, bisnis, dan ekonomi memiliki fasilitas yang berbeda-beda.
  • Kepala sekolah, guru, dan murid melaksanakan upacara bendera setiap hari senin sebagai bentuk rasa syukur dan nasionalisme terhadap pahlawan yang sudah berjuang untuk memperebutkan kemerdekaan Indonesia.
  • Pelaksanaan kerja bakti dilaksanakan oleh semua kalangan, baik ketua RT, ketua RW, dan warga bersama-sama bergotong-royong untuk kebersihan kampung.
  • Wahana baru di Disney land disiapkan aman digunakan untuk semua kalangan baik dewasa, remaja, maupun anak-anak boleh menaikinya.
  • Pertandingan karate kali secara besar-besaran yang terdiri dari semua tingkatan mulai dari antar sabuk hitam sampai sabuk putih.
  • Lomba Sains Nasional terdiri dari tingkatan SMA, SMP, sampai SD yang akan digelar di wilayah masing-masing.
  • Makanan ringan itu dapat di beli mulai dari per kg sampai hanya beli beberapa ons saja.
  • Game sangat diminati oleh anak muda generasi saat ini, mulai dari professional sampai amatir senang memainkannya.
  • Makanan manis banyak digemari dari kalangan tua sampai muda.
  • Dalam penilaian identifikasi resiko dari suatu keputusan sistem dapat dikategorikan dari tingkat atas, menengah, dan bawah.
  • Berat badan Ani turun dari 45 kg menjadi 42 kg karena sakit tipes hingga dirawat di rumah sakit selama 3 hari berturut-turut.
  • Bunga yang ada di taman itu dari sebelumnya mekar berubah menjadi layu karena tidak disiram.
  • Dari pilot hingga pramugari Garuda berpenampilan rapi serta berwajah tampan dan cantik.
  • Konser boyband k-pop tersebut tiketnya ludes terjual mulai dari kursi VVIP, VIP, maupun biasa habis tidak bersisa.
  • Diskon besar-besaran di toko X pada tahun baru dapat dilihat pada produk pakaian, banyak pengunjung membelinya karena yang semula harga 2 juta menjadi 500 ribu.
  • Pada saat ujian diharapkan datang 1 jam sampai 30 menit sebelumnya agar tidak terburu-buru dan mempersiapkan mental dengan tenang.
  • Semua yang ada di rumah itu melakukan tes kesehatan mulai dari majikan hingga pembantu untuk mengetahui apakah reaktif positif Covid-19 atau tidak.
  • Rektor, wakil rektor, sampai dekan fakultas setuju untuk membuat kebijakan baru terkait wisuda online selama masa pandemi berlangsung.
  • Restoran ini berubah semenjak pemiliknya mengurangi porsi makanan, dari yang semula pengunjungnya ramai berubah menjadi sepi.
  • Donasi buku yang terkumpul saat ini banyak sekali, mulai dari buku baru hingga buku bekas berasal dari donatur.
  • Supermarket itu menyediakan berbagai macam buah baik yang berasal dari luar negeri sampai dalam negeri memiliki kualitas yang bagus.
  • Ani turun jabatan dalam organisasi dari sekretaris menjadi sie dokumentasi karena sekretaris tidak sesuai dengan kemampuannya.
  • Setahun, sebulan, dan sehari lagi aku dapat berjumpa denganmu, sungguh membuatku tidak sabar untuk pulang.
  • Aku berdiri disini menunggumu dari terik matahari, mendung, dan hujan hingga menggelapkan langit siang.
  • Adik membeli susu dan lupa meminumnya sehingga dari yang awalnya susu segar menjadi basi dan tidak bisa diminum.
  • Presiden, menteri, DPR, sampai rakyat dalam setiap tindaknnya harus berpegang teguh pada agama, pancasila, dan norma yang ada di Indonesia.
  • Polisi berhasil menangkap tersangka ketua geng yakuza sampai anggotanya di gedung tua yang terbengkalai.
  • Toko itu menjual sepatu mulai dari ukuran dewasa maksimal 43 cm hingga ukuran anak kecil yaitu 35 cm.

Pada contoh majas antiklimaks di atas, sudah cukup jelas bahwa dalam kalimatnya terdapat kata yang menunjukkan tingkatan dari tertinggi ke terendah baik dalam bentuk jabatan, kedudukan, status, ukuran, besaran, hingga menunjukkan suatu kualitas yang terendah.

Contoh Majas Antiklimaks dengan Tingkatan Kualitas

Contoh majas antiklimaks dengan tingkatan kualitas seperti:

  • “Adik membeli susu dan lupa meminumnya sehingga dari yang awalnya susu segar menjadi basi  dan tidak bisa diminum.”

Penjelasan :

Berdasarkan contoh majas antiklimaks tersebut dapat dilihat kualitas tertingginya ada di depan yaitu “susu segar” kemudian diikuti terjadinya pengurutan kata mencapai kualitas terendahnya yaitu pada kata “basi”.

Baca juga :

Contoh majas antiklimaks yang bersifat ukuran/besaran

Contoh majas antiklimaks yang bersifat ukuran/besaran seperti:

  • “Berat badan Ani turun dari 45 kg menjadi 42 kg karena sakit tipes hingga dirawat di rumah sakit.”

Berdasarkan pada contoh tersebut, besaran tertinggi dapat dilihat dari angka 45 menjadi 42 yang menandakan adanya penurunan.

Penjelasan :

Oleh sebab itu penggunaan majas ini dapat secara jelas dipahami pembaca karena menggunakan kata yang sesungguhnya tanpa menggunakan makna implisit.


Penggunaan majas antiklimaks berfungsi untuk membuat kalimat menjadi lebih kaya sehingga terdapat keragaman tingkatan untuk mengurutkan dari tingkat tinggi ke tingkat rendah untuk menegaskan maksud tertentu.

Berkenaan dengan hal itu, dengan diketahuinya contoh majas antiklimaks dalam kalimat tersebut, dapat Anda implementasikan kedalam kegiatan sastra (membuat cerpen, puisi, dll) dan dalam kegiatan berbahasa yang lain.

Semoga bermanfaat.