Materi Sekolah & Ide Bisnis

[6+] Contoh Teks Anekdot Singkat Beserta Strukturnya

Contoh Teks Anekdot Singkat Beserta Strukturnya – Bagi Anda yang sering membaca media cetak seperti majalah dan surat kabar, pastinya tidak asing dengan teks anekdot.

Teks Anekdot disampaikan dengan unsur humor dan sindiran kepada pembacanya. Tak jarang sebagai pembaca bisa senyum dan tertawa sendiri saat membaca teks anekdot. Berikut adalah beberapa ulasan yang ukulele siapkan mengenai pengertian, struktur, ciri-ciri, dan contoh teks anekdot singkat.

Contoh teks anekdot singkat beserta strukturnya

Baca juga:

Pengertian Teks Anekdot

Dikutip dari wikipedia, teks anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot selalu dikaitkan dengan tanggapan terhadap fenomena sosial.

Teks Anekdot merupakan ulasan berupa teks yang digunakan sebagai kritik secara tidak langsung terhadap suatau peristiwa sosial yang terjadi. Pada umumnya contoh teks anekdot singkat mengandung unsur humor dan menggelitik bagi para pembacanya.

Sekarang ini contoh teks anekdot singkat juga berkembang menjadi teks singkat berupa meme dan penggalan dialog atau cerita lucu yang tersebar di media sosial dalam sebuah postingan.

Terkadang contoh teks anekdot singkat tidak hanya beisi kritikan humoris terhadap fakta suatu peristiwa saja namun bisa juga ulasan mengenai cerita fiktif yang secara sengaja dibuat oleh penulis.

Struktur Teks Anekdot

Membuat contoh teks anekdot singkat tidak hanya sembarangan namun perlu memperhatikan beberapa struktur teks. Berikut kami jelaskan struktur teks anekdot :

  1. Abstrak, berisi penjelasan singkat mengenai gambaran dari contoh teks anekdot singkat secara keseluruhan yang akan dibahas. Biasanya pembahasan dalam abstrak menjelaskan gambaran secara umum, sehingga pembaca dapat menangkap gambaran cerita yang akan dibahas.
  2. Orientasi, dibagian ini akan dibahas mengenai kejadian awal cerita atau latar belakang dari teks anekdot. Biasanya terdapat sebab terjadinya peristiwa dalam cerita ankedot tersebut. Selain itu orientasi berfungsi untuk membangun teks.
  3. Krisis, merupakan inti permasalahan suatu peristiwa yang ada dalam teks anekdot. Pada fase ini mulai munculnya jalan cerita yang unik, khas. Pembaca biasanya menemukan kejanggalan dan ketidakpuasan dari jalannya cerita.
  4. Reaksi, berisi tentang penyelesaian masalah yang terjadi pada tahap krisis. Selain itu reaksi juga berfungsi sebagai pelengkap bahasan melalui tanggapan dari kejadian sebelumnya.
  5. Koda, merupakan bagian penutup teks anekdot yang berupa kesimpulan mengenai kejadian yang diceritakan oleh penulis.

Ciri-ciri Teks Anekdot

Sebelum membuat teks anekdot, kita juga perlu memahami ciri-ciri teks anekdot. Dikarenakan tidak semua cerita humor bisa dikatakan sebagai teks anekdot. Berikut adalah ciri-ciri teks anekdot yang perlu Anda perhatikan :

  1. Cerita atau dialog yang dibuat biasanya diilhami atau didasarkan pada kejadian nyata.
  2. Tidak hanya melibatkan tokoh terkenal saja pada cerita atau dialog anekdot namun seiring dengan perkembangan zaman Teks Anekdot juga melibatkan tokoh fiktif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
  3. Bersifat menghibur, selain mengandung humor jalan teks anekdot bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih umum di kehidupan masyarakat.
  4. Terkadang mengandung sindiran alami pada kejadian tertentu.
  5. Lekat dengan tradisi tamsil atau perumpamaan.
  6. Menjadi salah satu media yang berfungsi menyampaikan kritik, opini, dan aspirasi positif ke masyarakat.

Setelah memahami pengertian, struktur pembuatan, hingga ciri-cirinya, berikut ukulele berikan beberapa contoh teks anekdot singkat  tentang pendidikan, sosial, dan politik.

Contoh Teks Anekdot Singkat

Berikut kami bahas beberapa contoh teks pada teks anekdot. Terdapat contoh teks anekdot singkat berupa dialog maupun bentuk narasi. Berbagai macam contoh teks anekdot singkat mulai dari contoh teks anekdot pendidikan, contoh teks anekdot sosial, dan contoh teks anekdot politik telah kami sediakan.

Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Contoh teks anekdot pendidikan biasanya berhubungan dengan sindiran humor mengenai kebijakan, sistem, hingga kehidupan para pelaku atau tokoh yang berkecimpung dalam dunia pedidikan.

Contoh teks anekdot pendidikan: Kuota untuk Belajar

Pada masa belajar di rumah sekarang ini pemakaian kuota atau paket data semakin meningkat. Biasanya digunakan untuk sekolah dan kuliah online bagi siswa dan mahasiswa. Berikut contoh teks anekdot pendidikan percakapan mengenai penggunaan bantuan kuota data dari sekolah antara Ibu dan Adri.

Contoh teks anekdot pendidikan: Kuota untuk Belajar

Ibu       : Nak, kuotamu sudah masuk? Sini Ibu cek, ini ada info di grup katanya udah di top-up.

Adri    : Wah, yang benar bu? Oke bu ini.

Ibu       : Wow banyak banget 150GB!

Adri    : Yessss….. asyiik (Adri kegirangan)

Ibu       : Eitss, jangan senang dulu itu  buat 3 bulan. Pakai yang benar buat belajar, biar pinter kamu.

Adri    : SIAP LAKSANAKAN KOMANDAN!

Kegiatan belajar online berlalu selama sebulan sejak pembagian kuota gratis dari sekolah, tapi…..

Ibu       : Nak jangan lupa sebentar lagi ujian lisan bahasa inggris dimulai, ini di grup diumumkan.

Adri    : Iya bu, ini Adri mau login. (saat Adri mencoba login ternyata tidak bisa padahal sinyal full dan terkoneksi internet) Loh kenapa ini nggak bisa, sial nggak bisa terus. Ayolah aku mau ujian nih, konek dong plis…

Adri berlari menemui Ibu di ruang keluarga yang sedang bersantai.

Ibu       : Loh kok malah lari kesini, ujian mu udah selesai??

Adri    : Belum bu, ini Adri coba nggak bisa konek sinyalnya, aneh bu. Muka Adri tampak panik

Ibu       : Kok bisa, sini Ibu lihat!

Adri    : Ini bu..(Adri memberikan HP-nya dan duduk disamping Ibu)

Ibu       : HAH APAA? SISA KUOTA ANDA 0GB? KAMU PAKAI APA?

Adri    : Loh kok bisa habis bu, 150GB kan banyak bu?

Ibu      : Ngaku sama Ibu, kamu pakai apa kuotanya?

Adri    : Belajar online bu…

Ibu      : BELAJAR APA?

Adri    : Emm..itu bu, be…belajar game online sama kakak.

Ibu       : (Kesabaran Ibu habis dan menjewer telinga Adri), kapan kapokmu nak? Setelah ini nggak ada uang jajan selama sebulan, TITIK!

Contoh teks anekdot pendidikan: Kejujuran Bernilai Tinggi

Kejujuran adalah hal paling utama, terutama apabila kita sedang mengikuti ujian. Apalah arti nilai ujian yang bagus apabila dilakukan dengan cara mencontek? Sayangnya, masih menjadi hal yang umum untuk mencontek di dalam ujian bagi siswa siswi Indonesia, seperti contoh teks anekdot pendidikan tentang kejujuran dibawah ini:

Contoh teks anekdot pendidikan: Kejujuran Bernilai Tinggi

Suatu hari di akhir pelajaran sebelum pulang sekolah, Pak guru mengadakan ulangan Matematika di kelasnya.

“Murid-murid waktu tersisa 30 menit lagi, kerjakan dengan sebaik mungkin. Bagi yang sudah selesai bisa dikoreksi lagi.” Baik Pak guru, serentak murid-murid menjawab.

Sepuluh menit berlalu, Pak guru memberikan nasihat kepada para murid. “ Kerjakan dengan jujur ya anak-anak, karena kejujuran itu bernilai tinggi. Jangan sampai ada yang curang dan mencontek jawaban temannya.” Baik Pak guru, serentak murid-murid menjawab.

Ulangan Matematika telah usai, dan para murid mengumpulkan ke meja depan kelas. Lusa berikutnya Pak guru telah selesai mengorkesi ulangan matematika dan membagikan hasilnya kepada para murid.

“Bagaimana hasilnya anak-anak? Memuaskan atau tidak?” tanya Pak guru.

“Loh pak kok nilai saya jelek?” Tanya Tono. “Saya juga pak, kok Cuma dapat 60 nilainya” ucap Sari. Begitu juga murid lainnya. Dikelas tersebut tidak ada satu muridpun yang mendapatkan nilai lebih dari 75. Satu kelas pun pada berdebat soal nilai. “Sudah-sudah jangan berdebat, sekarang bapak tanya, Tono, apa jawabanmu di soal nomor 8?” tanya Pak guru. “Saya tidak tahu” ucap Tono saat membaca jawabanya. “Sari, apa jawabanmu nomor 5?” tanya Pak guru. “Saya belum menemukan jawabannya” ucap Sari. “Sekarang Edo, apa jawaban kamu nomor 15?” tanya Pak guru kepada Edo. “Saya menjawab “belum mengerti materi ini, pak”, ucap Edo.

“Nah, sekarang kalian tahu kan kenapa nilainya buruk?” tanya Pak guru. Serentak para murid menjawab, “bukankah kemarin bapak bilang kepada kami kalau kejujuran itu bernilai tinggi.” Tono menambahkan “betul pak maka dari itu jika kami tidak tahu jawabannya tetap kami jawab dengan jujur dan tidak mencontek.” “Ampun, bukan begitu konsepnya anak-anak, selain jujur kalian harus belajar sungguh agar bisa menjawab dengan benar, saya pusing lama-lama mengajar di kelas ini, duh.” Jawab Pak guru sambil memegang kepalanya.

Baca juga:

Contoh Teks Anekdot Sosial

Teks Anekdot juga bisa diambil dari kehidupan sosial yang ada di sekitar kita. Mari simak contoh teks anekdot sosial berikut ini.

Contoh Teks Anekdot Sosial: Polisi Tidur

Contoh teks anekdot sosial tidak selalu bernuansa serius. Terkadang, candaan-candaan kita sehari-hari merupakan teks anekdot sosial seperti candaan polisi tidur berikut:

Contoh Teks Anekdot Sosial: Polisi Tidur

Saat makan malam Andra bercerita kepada Ayah dan Ibunya karena mendapat teguran SP 1 dari perusahaannya.

Ibu       : SP 1? Apa kesalahanmu Nak bisa sampai dapat surat peringatan begitu?

Andra  : Nggak tahu Bu, Andra aja bingung.

Ayah   : Anak ini, kenapa kamu nggak tahu alasannya dapat SP 1?

Andra  : Kata bagian HRD, saya sering terlambat masuk kantor yah, sekitar 30 kali keterlambatan.

Ibu       : Memangnya kamu sampai kantor jam berapa Nak? Perasaan berangkat dari rumah sering buru-buru.

Ayah   : Bu, Ibu. Buru-buru itu artinya Andra terlalu mepet berangkat dari rumahnya. Lagian ini kota kecil, nggak ada yang namanya macet. Hayo mau alasan apa kamu?

Ibu       : Iya, Ibu perhatikan 3 bulan ini kamu sering bangun telat mandi dan sarapan lama sekali, terus buru-buru berangkat ke kantor. Berarti itu memang salahmu Nak.

Andra  : Loh, ya nggak bisa begitu Pak, Bu. Kok malah Andra yang salah, padahal Andra sudah berusaha sebaik mungkin. Coba Bapak dan Ibu perhatikan berapa banyak polisi tidur di depan rumah kita sampai ke jalan raya. Gara-gara itu Andra telat.

Ibu       : Ya sudah kalau begitu besok pagi-pagi sebelum subuh bisa bangunkan itu polisi tidur, bilang gini “ Pak, Bu bangun dulu ya, nanti tidur lagi setelah saya berangkat kerja.”

Ayah   : Top markotop, Istriku.

Andra  : Haha, “kompak sekali mereka”, gumam Andra dalam hati sambil senyum

Contoh Teks Anekdot Sosial: Masker

Di masa pandemi ini, kita diwajibkan untuk memakai masker ketika keluar rumah untuk menghindari terkena paparan virus covid-19.  Namun tidak jarang kita lupa menaruh masker padahal sedang terburu-buru seperti contoh teks anekdot sosial ini:

Contoh Teks Anekdot Sosial – Masker

Pagi hari saat hendak mengantar Ibu ke pasar, Ayah sudah menunggu lama di depan rumah, sambil memanaskan mesin motor. kebetulan pagi itu akan diadakan operasi yustiti terkait pemeriksaan pemakaian masker di jalan dan tempat umum.

Ayah   : Bu, jadi ke pasar apa tidak?

Ibu       : Ya jadi dong yah, sebentar Ibu lagi cari masker, kan ada operasi, teriak Ibu.

Ibu kebingungan mencari masker di almari. Selain itu masker kain yang sudah kering tidak ada karena dicuci semua.

Ibu       : Waduh, bagaimana ini? Dimana masker saya? Mana Ayah sudah siap diluar pula.

15 menit berlalu…

Ayah   : Bu, sudah ketemu maskernya?

Ibu       : Belum Yah, “duh kalau kena operasi di suruh nyanyi sama bayar denda, ogah banget ah.

Ayah masuk kerumah untuk membantu Ibu, lalu tersenyum meringis.

Ayah   : Hahah.. Bu Ibu, pagi ini kamu cantik sekali, coba ngaca dulu.

Ibu       : Ayah ini, jangan gombal, Ibu lagi cari masker biar bisa segera berangkat.

Ayah   : Loh bener Bu, kan memang cantik, itu ada apa di pipimu?

Lantas Ibu mengaca, owalah Yah, dicari kemana-mana ternyata masih nempel dileher, yasudah yuk Yah cus berangkat! “Ajak Ibu sambil memakai masker dengan benar.”

Ayah   : Yuk mari!

Contoh Teks Anekdot Politik

Hal yang cukup menarik dalam membahas teks anekdot yaitu berkaitan dengan politik karena politik syarat akan ketegangan, serius, dan tidak main-main. Tak dapat dipungkiri sindiran-sindiran humor dan mengena di benak masyarakat dapat menjadikan pelajaran hidup.

Contoh Teks Anekdot Politik: Susah Tidur

Beberapa waktu yang lalu masyarakat Indonesia geram dan gemas akan kelakuan para wakil rakyat yang tidur saat rapat, padahal mereka digaji dari hasil pemungutan pajak rakyat. Sungguh tidak etis dengan gaji para DPR yang sangat tinggi. Semoga sindiran-sindiran seperti contoh teks anekdot politik tentang dpr tidur ini bisa menggerakkan hati mereka.

Contoh Teks Anekdot Politik: Susah Tidur

Siang ini, para anggota DPR akan mengadakan rapat membahas Anggaran Dasar. Sebelum itu ada dua anggota DPR yang saling bercakap-cakap membahas soal rapat.

DPR A     : Bro, bagaimana persiapanmu buat nanti siang rapat, udah kelar?

DPR X     : Iya bro, sampai nggak bisa tidur semalam, nyiapin ini semua.

DPR A     : Wah, sama bro akhir-akhir ini nggak bisa tidur juga saya.

DPR X     : Tenang bro, saya kasih tahu obat tidur paling manjur khusus buat kita-kita ini.

DPR A     : Apa itu, bro?

DPR X     : Pengen tau aja apa pengen tau banget? Haha, pokoknya nanti siang jangan sampai telat datang rapat, dijamin deh bisa tidur pulas bro.

DPR A     : Hahaha, sa ae bro, bagus juga idemu.

Contoh Teks Anekdot Politik: Saya VS Rakyat

Banyak oknum-oknum pejabat negeri ini yang mengeruk uang rakyat, memikirkan perut mereka sendiri tanpa mau tahu betapa susahnya masyarakatnya. Contoh teks anekdot politik berupa candaan-candaan dibawah sebenarnya untuk menyindir rakusnya oknum pejabat pemerintah.

Contoh Teks Anekdot Politik: Saya VS Rakyat

Siang yang terik di lampu merah Ibu Kota, Joni dan Budi sedang istirahat dari kesibukan kantor Pemkot untuk mencari makan siang diluar. Tiba-tiba ada yang menyapa mereka dari samping kaca mobil Joni.

Pengemis :Tok, tok, minta sedikit pak, rejekinya untuk kami makan.

Joni          : Duh, panas begini kenapa musti buka kaca, males banget, gerutu Joni didalam mobil.

Budi         : Tinggal buka, kacanya lalu kasih uang kecil, napa sih Jon? Udah ditunggu noh.

Joni          : Hmm… mana lampu merahnya lama lagi dijalan ini, lu ada uang kecil nggak Bud?

Budi         : Haha, bener juga lu, ini kan lampu merah terlama di kota ini, kenapa gue lewat sini yak?

Joni          : Lah elu kan yang nyetir, gimana sih?

Budi         : Bentar, agak susah nih ambil dompet, lu beneran gak ada uang kecil Jon?

Joni          : Ealah, kalau ada udah gue kasih dari tadi, buru ah, udah nunggu lama tuh.

Budi masih berusaha ambil dompet di celananya namun merasa kesulitan.

Joni          : Lama amat lu Bud, dah ah gue aja yang ngasih, dasar lu.

Budi         : Oke, oke, hehe.

Joni mengeluarkan dompet dan memberi uang lembaran seratus ribu kepada pengemis itu.

Joni          : Ini pak, semoga bermanfaat ya.

Pengemis : Syukurlah, terima kasih banyak pak, semoga bapak dan keluarga senantiasa mendapat hikmah dan hidayah, doa sang pengemis tersebut.

Budi         : Wuih, salut gue banyak amat Jon, Ikhlas kan itu?

Joni          : Yaelah, pakai nanya, harus gue jawab nih?

Budi         : Gue pikir, lu minta kembalian, haha.

Joni          : Dih, sirik amat lu.

“Tok, tok, pak, pak.” Terdengar suara mengetuk dari samping jendela Joni.

Budi         : Loh Jon itu bapak yang minta-minta lagi, kok kembali sih.

Joni membuka kaca,  “Kok kembali ada apa ya pak?”

Pengemis : Anu pak, maaf saya boleh tukar uang ini, sambil menunjukkan uang yang telah  diberikan Joini tadi.

Joni          : Loh minta tukar, memangnya kenapa pak uangnya?

Pengemis : Itu pak di uangnya ada tulisan “uang rakyat” kok saya jadi was-was ya menerimanya, nggak tenang gitu.

Joni          : Waduh, kok bisa gini, Joni kaget dan mulai berkeringat, padahal AC mobil sudah dingin.

Budi         : Kenapa Jon, kok pucat?

Joni          : Bentar-bentar, gue cek dompet dulu

Joni mengecek dompet dan kaget, ternyata uang yang ada di dompetnya bertuliskan “uang rakyat.”

Pengemis : Bagaimana pak, ada uang yang tulisannya bukan “uang rakyat” atau tidak?

Joni mulai was-was dan terus mengecek dompetnya, lalu tiba-tiba Budi, menyerahkan uangnya ke pengemis itu.

Budi         : Ini pak, mohon diterima ya.

Pengemis : Alhamdulillah, terima kasih banyak pak, semoga lancar dan berkah ya rejeki bapak.

Budi         : Aamiin, pak.

Pengemis itu pergi dan menerima uang pemberian Budi, dengan senyum dan lega.

Joni          : Loh Bud, kok dia mau nerima uang dari lo?

Budi         : Karena yang gue kasih ke bapak itu, ada tulisan “uang saya” bukan “uang rakyat.”

Joni          : Haha, (Joni tertawa namun raut mukanya masih was-was dan pucat).

Contoh Teks Anekdot Singkat dan Ilustrasinya

Setelah membaca teks anekdot diatas, pasti Anda tertawa dan terhibur walaupun dalam bidang politik atau sosial. Akan lebih menarik lagi apabila teks anekdot berupa percakapan bisa di ilustrasikan seperti pada video Fadhila Putri berikut:

Baca juga:


Cukup lucu dan menggelitik bukan? Selain mengandung sindiran dan humor, contoh teks anekdot singkat juga memberi wawasan dan pelajaran hidup dengan cara yang santai dan mengena. Pembahasan dari penegrtian, struktur teks anekdot, ciri-ciri hingga contoh teks anekdot singkat diatas, semoga bisa menghibur dan bermanfaat.

Exit mobile version