Pengertian, Jenis, dan Contoh Qiyas Adalah

Pengertian, Jenis, dan Contoh Qiyas Adalah – Perkembangan muslim saat ini tidak telepas dari berbagai persoalan yang kompleks. Persoalan tersebut terkadang terdengar seperti persoalan yang baru sehingga belum ada status hukumnya.

Oleh sebab itu, para ulama mencoba mengatasi persoalan tersebut dengan cara berpikir analogi atau menyamakan persoalan bersumber dari al-Qur’an dan sunnah. Al-Qur’an dan sunnah ini merupakan sumber utama dalam pemikiran umat islam.

Pengertian, Jenis, dan Contoh Qiyas Adalah
Pengertian, Jenis, dan Contoh Qiyas Adalah | sumber: unsplash.com

Salah satu metode dalam penggalian hukum islam selain Qur’an dan sunnah yang banyak dikenal dalam kajian ushul fikih yaitu Qiyas.

Pada pembahasan ini, ukulele menerangkan tentang qiyas, yaitu pengertian, jenis qiyas, dan contoh qiyas.

Baca juga: 

Pengertian Qiyas

Secara etimologis, kata qiyas berasal dari qadara artinya mengukur sesuatu dengan yang lainnya atau penyamaan sesuatu dengan sejenisnya.

Sedangkan menurut istilah atau terminologi, seperti yang dikemukakan Shadr asy-Syariah qiyas adalah memberlakukan hukum asal kepada hukum furu’ (hukum cabang) disebabkan kesatuan ‘illat yang tidak dapat dicapai hanya melalui pendekatan bahasa.

‘Illat secara istilah adalah kualitas yang jelas dan dapat diterapkan dalam setiap peristiwa serta bersesuaian (dengan ruang dan waktu) bagi hukum.

Dengan demikian pada qiyas, ‘illat yang ada pada satu nas yaitu dalam al-Qur’an dan hadis sama dengan ‘illat yang ada pada kasus yang dipersoalkan. Oleh sebab itu, bagi para pakar perlu untuk menggali, teliti, dan memahami makna dan kandungan nas, dengan cara melalui pendekatan qiyas ini.

Berdasarkan pengertian tersebut qiyas hanya berlaku dalam masalah hukum. Dengan demikian, seperti yang diungkapkan Abu Zahrah, qiyas adalah penerapan hukum analogis berdasarkan persamaan sebab dan sifat yang membentuknya.

Artinya, jika dalam melakukan pendekatan analogis kemudian ditemukan persamaan dari sebab dan sifat antara dua masalah, maka harus sama pula hukum yang ditetapkan.

Hukum qiyas adalah masuk dalam kategori ijtihad. Ijtihad merupakan alternatif terakhir atau urutan keempat metode penggalian hukum dalam hirarki sumber-sumber hukum syara’ setelah al-Qur’an, as-Sunnah, dan Ijma’.

Qiyas diformulasikan oleh Imam Syafi’i sebagai pelopor mujtahid yang menggunakan qiyas untuk menggali hukum.

Namun, terdapat perbedaan pendapat diantara para ulama tentang kedudukan qiyas tapi ulama sepakat dapat dijadikan hujjah dalam perkara duniawi.

Jenis-jenis Qiyas

Jenis-jenis qiyas terbagi menjadi beberapa macam tergantung dari berbagai aspek.

Jenis qiyas berdasarkan kejelasan ‘illat, kesamaran, dan prekdisinya terhadap persoalan menurut Imam Syafi’i dibagi menjadi 3 antara lain: qiyas aqwa, qiyas musawi, dan qiyas adh’af. Penjelasan jenis-jenis qiyas tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Qiyas Aqwa

Qiyas aqwa adalah qiyas yang ‘illat hukum cabangnya lebih kuat dibandingkan dengan ‘illat pada hukum dasarnya. Maksudnya adalah jika hukum dalam al-Qur’an atau hadis dalam sebuah persoalan yang sedikit adalah haram, maka persoalan dalam jumlah banyak, lebih utama haram.

Demikian juga jika berbuat sedikit ketaatan akan dipuji oleh Allah apabila dilakukan, maka melakukan ketaatan yang banyak tentu lebih patut dipuji. Dan jika sesuatu yang mubah dilakukan dalam jumlah yang banyak, maka lebih utama dilakukan dalam jumlah sedikit.

  1. Qiyas Musawi

Qiyas musawi adalah qiyas yang ‘illat hukum cabangnya sama dengan ‘illat pada hukum dasar, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Berdasarkan para ulama mengatakan maksud dari qiyas ini adalah apapun yang berstatus halal maka menghalalkannya, sedangkan apapun yang berlabel haram maka diharamkan.

Dengan adanya pernyataan tersebut, maka qiyas musawi mempunyai kesamaan kekuatan ‘illat sehingga persoalan dalam qiyas tersebut bersifat jelas, sejelas nas itu sendiri.

  1. Qiyas Adh’af

Qiyas adh’af ini kebalikan dari qiyas aqwa. Jika pada qiyas aqwa ‘illat hukum cabangnya lebih kuat dibandingkan dengan ‘illat pada hukum dasarnya, maka pada qiyas adh’af ‘illat hukum cabangnya lebih lemah dibandingkan dengan ‘illat pada hukum dasarnya.

Berdasarkan kitab Manaqib asy-syafi’i, qiyas ini dibagi lagi jenisnya menjadi dua, yaitu qiyas al-ma’na dan qiyas al-syabah.

Qiyas al-ma’na adalah pencarian ‘illat hukum dengan objek yang sama antara hukum cabang dan hukum dasar. Kemudian ‘illat hukum cabang ini yang dijadikan pedoman untuk menemukan ketetapan hukum. Qiyas al-ma’na dapat dikatakan sebagai analogi yang didasarkan pada sebab hukum.

Qiyas al-syabah adalah pencarian ‘illat hukum tanpa menggali makna, tetapi dengan cara penelitian pola hukum dalam satu kejadian dengan menggunakannya pada dua kejadian yang berbeda.

Kemudian, dari sini dicari satu contoh yang banyak kemiripannya. Qiyas al-syabah disebut juga sebagai qiyas dengan analogi yang didasarkan pada kemiripan.

Contoh Qiyas

Berdasarkan jenis-jenis qiyas di atas, maka terdapat beberapa kasus contoh qiyas dari setiap jenisnya. Adapun contoh qiyas  adalah sebagai berikut:

  1. Contoh Qiyas Aqwa

Contoh qiyas aqwa adalah keharaman memukul orang tua karena diqiyaskan dalam al-Qur-an surat al-isra’ (17) ayat 23 jika mengatakan kata “uf” atau “ah” terhadap orang tua saja termasuk dengan ‘illat menyakiti, apalagi perbuatan yang lebih kasar lagi seperti memukul orang tua maka juga termasuk dalam kategori haram.

Contoh lainnya yaitu kasus pacaran adalah haram. Hal tersebut diqiyaskan dari hukum dasar yang menyatakan “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.

Oleh sebab itu, jika mendekati zina sudah dikatakan haram berdasarkan nas, maka hukum pacaran menjadi haram karena kekuatan ‘illatnya berbuat zina.

  1. Contoh Qiyas Muasawi

Contoh qiyas musawi yaitu pengharaman atas pemakaian narkoba. Hal tersebut merupakan qiyas dari minuman keras dalam al-Qur’an menempatkan minuman keras yang jelas adalah haram. ‘Illat di antara keduanya yaitu sama-sama memabukkan sehingga narkoba dalam hal ini juga haram.

Contoh lain dari qiyas musawi yaitu kasus membakar harta anak yatim sebagai suatu yang haram. Hal tersebut dirujuk dari surat Al-Nisa’ (4) ayat 2 dengan qiyas “memakannya secara tidak patut” adalah haram sehingga pada kasus tersebut hukumnya pun sama-sama haram.

  1. Contoh Qiyas Adh’af

Contoh qiyas adh’af yaitu hukum dalam membunuh budak yaitu haram. Hal tersebut berasal pada hukum dasarnya yang menyatakan bahwa membunuh manusia adalah haram.

Jadi walaupun budak statusnya lebih rendah daripada manusia, namun tetap saja diqiyaskan budak sebagai manusia sehingga hukumnya adalah tetap haram.

Contoh lain dari qiyas adh’af adalah minuman beralkohol seperti bir dengan kadar alkohol yang lebih rendah  tetap dikatakan haram. Hal tersebut diqiyaskan dari surat al-Maidah ayat 90, Allah berfirman bahwa khamar diharamkan dan menyuruh hamba-Nya untuk menjauhi perbuatan tersebut agar mendapat keberuntungan.

Berlandaskan hukum tersebut maka bir dengan kadar alkohol yang lebih rendah dari khamar tetap diharamkan karena merupakan sejenis khamar dan bersifat memabukkan.

Baca juga: 


Demikian penjelasan kami mengenai qiyas adalah mulai dari pengertian, macam-macah qiyas menurut Iman Syafi’i dan contoh qiyas pada setiap jenisnya. Semoga uraian ini dapat membantu Anda. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment