Site icon Materi Sekolah & Ide Bisnis

Contoh Pendahuluan Makalah dan Cara Membuatnya

Contoh Pendahuluan Makalah dan Cara Membuatnya – Berbicara mengenai pendahuluan makalah tentu tidak akan luput dari latar belakang masalah.

Contoh Pendahuluan Makalah dan Cara Membuatnya

Pendahuluan makalah merupakan bagian yang mengawali sebuah makalah dan sangat identik dengan alasan yang mendorong Anda meneliti topik makalah.

Nah, sebelum membuat pendahuluan makalah, tentunya Anda harus terlebih dahulu menentukan topik yang akan Anda teliti.

Setelah itu, Anda dapat menentukan judul, tetapi penentuan judul makalah sangatlah opsional, bisa dilakukan di awal penulisan makalah atau di akhir penulisan makalah.

Contoh pendahuluan makalah sangat diperlukan untuk mempelajari konten apa saja yang perlu dicantumkan dalam penulisan pendahuluan makalah. Bagian pendahuluan makalah umumnya berisi latar belakang masalah, rumusan penelitian, tujuan penelitian.

Namun, terkadang ada juga makalah yang mensyaratkan adanya manfaat penelitian dalam bab satu, pendahuluan makalah.

Contoh pendahuluan makalah yang akan disampaikan pada artikel ini akan membahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penelitian.

Sebelum menyajikan contoh pendahuluan makalah, terlebih dahulu akan disampaikan mengenai definisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

Apa saja isi Pendahuluan?

Pendefinisian mengenai bagian-bagian pendahuluan  ini perlu terlebih dahulu dipahami.

  1. Latar Belakang

Latar belakang masalah merupakan bagian makalah yang membahas mengenai alasan yang melatarbelakangi penulis melakukan penelitian. Secara singkat, latar belakang masalah bertujuan untuk menunjukkan pengenalan dari topik yang akan diteliti dalam makalah.

  1. Rumusan Masalah

Sesuai dengan namanya, rumusan masalah berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan berpusat pada topik penelitian. Rumusan masalah inilah yang menjadi dasar dari pembahasan di makalah. Poin-poin rumusan masalah akan dibahas satu per satu di bagian pembahasan.

  1. Tujuan

Tujuan dalam makalah berisi mengenai maksud diadakannya penelitian. Misalkan, Anda meneliti mengenai kelas kata dalam bahasa Indonesia, maka tujuannya berkaitan erat dengan topik, yakni untuk mendeskripsikan kelas kata dalam bahasa Indonesia.

  1. Manfaat

Manfaat penelitian (dalam penelitian yang lebih kompleks) dibedakan menjadi dua, yakni manfaat teoretis dan manfaat praktiks. Manfaat teoretis berkaitan dengan kebermanfaatan makalah terhadap perkembangan teori. Sementara itu, manfaat praktis berkaitan dengan kebermanfaatan makalah dilihat dari segi praktik langsung dalam penggunaannya entah di masyarakat, entah akademisi.

Baca juga :


Contoh Pendahuluan Makalah

Contoh pendahuluan makalah yang akan disebutkan berikut ini mencakup dua topik, yakni bahasa dan lingkungan. Dua contoh berikut ini akan memberikan kejelasan pada Anda tentang cara membuat pendahuluan makalah.


Contoh pendahuluan #1

Contoh Pendahuluan Makalah Analisis Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia

Judul Makalah: Analisis Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Analisis bahasa Indonesia dilihat dari segi sintaksis mengenal adanya istilah fungsi, kategori, dan peran. Analisis fungsi berkaitan dengan pembagian struktur kalimat dalam fungsi subjek, predikat, dan objek. Analisis kategori berkaitan dengan pembagian kelas kata. Analisis peran berkaitan dengan pembagian kalimat ke dalam agen, aktif, peseta, dan sebagainya. Penelitian ini akan mengerucut pada pembahasan mengenai kelas kata dalam bahasa Indonesia.

Pembagian kelas kata dapat diuraikan ke dalam dua masa, yakni pembagian jenis kata tradisional dan masa modern. Pada masa tradisional, pembagian ini didasarkan pendapat Aristoteles. Pembagian ini menyebutkan total terdapat sepuluh jenis kata, yang terdiri dari kata benda, kata kerja, kata sifat, kata ganti, kata bilangan, kata keterangan, kata sambung, kata depan, kata sandang, dan kata seru (Keraf, 1979: 61-62). Pemaparan oleh Keraf tersebut menegaskan bahwa kelas kata dibagi menjadi sepuluh jenis.

Sementara itu, Pendapat lain mengenai pembagian kelas kata disampaikan oleh Kridalaksana (2008: 51-121). Dalam satu bab pembahasan, Kridalaksana memaparkan sejumlah tiga belas kelas kata dalam bahasa Indonesia. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingnan dengan penggolongan kata pada masa modern seperti yang disampaikan oleh Keraf (1979). Kridalaksana membagi kelas kata ke dalam tiga belas jenis, yaitu: verba, adjektiva, nomina, pronomina, numeralia, adverbia, interogativa, demonstrativa, artikula, preposisi, konjungsi, fatis, dan interjeksi. Semua pembagian tersebut dipaparkan melalui dua hingga tiga bahasan, seperti pengantar, subkategorisasi, jenis dan pemakaian.

Penelitian mengenai kelas kata diperlukan agar dapat memberikan kontras tegas untuk masing-masing kelas kata dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebutlah, penelitian ini dilaksanakan.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disampaikan, penelitian ini akan menjawab beberapa rumusan masalah, berikut ini:

  1. Apa pengertian analisis kateori dalam bahasa Indonesia?
  2. Bagaimana pembagian kelas kata dalam bahasa Indonesia?
  3. Bagaiamana cara membandingkan kelas kata dalam bahasa Indonesia?

3. Tujuan Penelitian

Sebagaimana penelitian pada umumnya yang memiliki tujuan penelitian, makalah ini juga memiliki tujuan tertentu, yakni:

  1. Untuk mendeskripsikan analisis kateori dalam bahasa Indonesia
  2. Untuk mendeskripsikan pembagian kelas kata dalam bahasa Indonesia
  3. Mendeskripsikan perbandingan kelas kata dalam bahasa Indonesia

4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa manfaat yang terbagi ke dalam dua sudut pandang, yakni manfaat teoretis dan manfaat praktis.

Manfaat Teoretis:

  1. Memberikan sumbangan pada pengembangan teori kelas kata dalam bahasa Indonesia
  2. Memberikan arahan yang tegas pada perbandingan kelas kata dalam bahasa Indonesia.

Contoh pendahuluan makalah #2

Contoh pendahuluan makalah #2

Judul Makalah: Optimalisasi Sedotan Bambu terhadap Wacana Ramah Lingkungan

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

            Wacana ramah lingkungan akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa kasus kengerian sampah yang berdampak pada kehidupan binatang serta laut. Seperti yang terlihat pada kanal berita beberapa waktu lalu menyebutkan seekor paus terdampar ketika perutnya dibelah berisi berbagai sampah. Pun dengan seekor penyu yang harus berdasarah-darah karena ada sebuah sedotan menyangkut di hidungnya.

Terdorong akan hal itu, narasi ramah lingkungan digaungkan. Mulai dari meminimalisasi penggunaan plastik, menggunakan sedotan bambu atau stainless stell, menggunakan tas belanja daripada tas kantong, membawa tumbler saat bepergian. Banyak sekali agenda ramah lingkungan yang mulai akrab dengan masyarakat.

Namun, salah satu pertanyaan yang layak diperhitungkan adalah bagaimana peran sedotan pengganti sedotan plastik untuk narasi ramah lingkungan. Sementara itu, sedotan merupakan barang yang opsional, sekunder dan bukan primer. Keberadaannya menimbulkan pertanyaan karena tentunya pembuatan sedotan, entah bambu, entah stainless sama-sama membutuhkan berbagai sumber daya dalam proses pembuatan.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan sebelumnya, ditemukan beberapa rumusan masalah yang akan diurai melalui penelitian ini:

  1. Apa yang dimaksud dengan wacana ramah lingkungan?
  2. Apa saja sedotan pengganti sedotan plastik?
  3. Bagaimana peran sedotan pengganti dalam narasi ramah lingkungan?

3. Tujuan Penelitian

Setiap penelitian tentu memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Begitu pula dengan penelitian ini yang memiliki beberapa tujuan penelitian, berikut ini:

  1. Mendeskripsikan wacana ramah lingkungan
  2. Mendeskripsikan pengganti sedotan plastik
  3. Mendeskripsikan peran sedotan pengganti dalam narasi ramah lingkungan

4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian terbagi menjadi dua sudut pandang, yakni manfaat teoretis dan manfaat praktis. Manfaat teoretis berkaitan dengan peran penelitian terhadap perkembangan teori, sedangkan manfaat praktis berkaitan dengan peran penelitian pada manfaat yang dapat dipraktikkan secara langsung oleh masyarakat dan akademisi.

Manfaat Teoretis:

  1. Memberikan arahan teori mengenai kesehatan lingkungan
  2. Memberikan perkembangan teori mengenai penelitian yang berkaitan dengan sedotan

Manfaat Praktis:

  1. Menjadi acuan diadakan penelitian yang berkaitan
  2. Menjadi bahan pertimbangan pihak terkait untuk melaksanakan wacana ramah lingkungan

Baca juga :


Itu dia dua contoh pendahuluan makalah yang dapat Anda jadikan sebagai referensi agar dapat memahami penulisan pendahuluan makalah.

Sejatinya makalah merupakan wujud penulisan karya tulis ilmiah yang masih sederhana. Semoga contoh di atas dapat memberikan kejelasan mengenai cara membuat pendahuluan makalah.

Selamat menyusun makalah!

Exit mobile version