Site icon Materi Sekolah & Ide Bisnis

Contoh Paragraf Narasi; Pengertian, Ciri, dan Cara Menulisnya

Contoh Paragraf Narasi; Pengertian, Ciri, dan Cara Menulisnya – Wacana atau yang biasa kita sebut kumpulan paragraf merupakan tata penulisan tertinggi dalam hirarki kebahasaan.

Contoh Paragraf Narasi; Pengertian, Ciri, dan Cara Menulisnya

Dalam sebuah wacana memiliki sebuah konsep utuh dengan pemahaman yang utuh pula yang diuraikan secara sistematis dan logis.

Jenis-jenis paragraf atau wacana ada beberapa macam. Berdasarkan isinya, jenis paragraf tersebut yaitu, paragraf narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Artikel kali ini akan membahas mengenai paragraf narasi.

Paragrah narasi dapat ditemukan dalam karya tulis seperti biografi, perjalanan hidup, perjalanan wisata, kisah, roman, novel, hikayat, cerpen.

Dari banyaknya karya tulis tersebut yang mengandung paragraf narasi maka perlu penjelasan mendalam mengenai apa itu paragraf narasi, ciri-ciri, jenis, langkah membuat, serta contoh paragraf narasi.

Pengertian Paragraf Narasi

Pengertian paragraf narasi berdasarkan para ahli adalah sebagai berikut.

Berdasarkan pengertian paragraf narasi dari beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan secara umum bahwa paragraf narasi adalah suatu paragraf yang isinya mengisahkan atau menceritakan suatu peristiwa atau kejadian yang dialami oleh seseorang dalam urutan waktu dan tempat tertentu.

Baca juga :

Jenis-jenis Paragraf Narasi

Dalam penulisan paragraf narasi memiliki jenis paragraf, oleh sebab itu Anda harus menyesuaikan dan memilih jenis yang tepat daram membuat karangan narasi. Jenis-jenis paragraf narasi adalah sebagai berikut.

Paragraf narasi ekspositoris atau disebut juga dengan paragraf nonfiksi merupakan paragraf narasi yang berisi tentang peristiwa atau kejadian faktual.

Ciri-ciri paragraf narasi ekspositoris adalah setting waktu dalam narasi ini bersifat detail.

Contoh paragraf narasi ekspositoris adalah sebagai berikut.

Kampus ini menjadi saksi bisu perjuanganku untuk menuntut ilmu. Selama 4 tahun terakhir ini aku sudah menorehkan keringat dan langkah kaki yang setiap pagi aku jalani untuk pergi ke gedung tua itu. Kini Rabu, tanggal 22 September 2020 adalah buah yang ku dapat dari hasil kerja kerasku selama ini, aku lulus. Sekarang aku bisa tersenyum dengan bangga.

Paragraf narasi sugestif atau fiksi adalah paragraf narasi yang menceritakan peristiwa-peristiwa yang bukan sebenarnya atau secara imajinatif dari pengarangnya.

Setting waktu dan tempatnya bersifat khayal. Paragraf ini bertujuan untuk memberikan maksud tertentu. Bisa juga untuk menyampaikan suatu amanat secara implisit (tidak langsung) kepada para pembaca sehingga tampak seolah-olah melihat kejadian yang dikemukakan pengarang.

Contoh paragraf narasi sugestif adalah sebagai berikut.

Pagi hari yang cerah, matahari mulai menyapaku dengan kehangatannya yang lembut. Tiba saatnya untukku membantu ibu berjualan di pasar. Dengan langkah kecilku aku membawa sayuran yang semenjak dini hari telah dipanen ibuku di sawah dekat rumahku. Aku membawanya sambil bersenandung ringan untuk menghilangkan kejenuhanku. Kulewati jembatan yang diseberangnya adalah bertepatan dengan istana kerajaan. Megah sekali pikirku. Aku penasaran apa yang di dalamnya. Namun aku sadar hanyalah rakyat jelata.

Ciri-ciri Paragraf Narasi

Setelah Anda memahami dan mengetahui pengertian paragraf narasi beserta jenisnya, dalam membuat teks ini terdapat ciri-ciri paragraf narasi yang membedakan dengan paragraf lainnya.

Ciri-ciri paragraf narasi penting untuk diketahui sehingga pengarang tidak salah dalam menafsirkan sebuah karangan dan mengimplementasikannya. Ciri-ciri paragraf narasi secara umum adalah sebagai berikut.

Langkah Menulis Paragraf Narasi

Dalam membuat paragraf narasi dibutuhkan langkah-langkah penulisannya agar lebih mudah membuatnya. Susunlah sebuah paragraf narasi dengan menentukan tema terlebih dahulu.

Tema ini merupakan ide pokok dari cerita, dengan adanya tema memudahkan pengarang untuk mengembangkan narasinya dengan baik dan tidak keluar dari jalur yang sudah ditetapkan.

Oleh sebab itu, tema ini bertujuan untuk mengikat uraian kalimat-kalimat pengembangan narasi dalam sebuah paragraf sehingga menjadikannya satu kesatuan.

Langkah selanjutnya yaitu susunlah sebuah paragraf narasi dengan menentukan tokoh dan alur ceritanya. Tokoh adalah peran yang ada dalam cerita sedangkan alur adalah jalan cerita yang terbagi menjadi 3 macam, yaitu alur maju, alur mundur, dan alur gabungan.

Alur maju adalah rangkaian peristiwa yang terjadi secara runtut dari awal hingga akhir. Alur mundur adalah peristiwa yang awalnya terjadi pada masa sekarang kemudian dirangkai kembali ke masa lalu, sedangkan akur gabungan adalah campuran dari keduanya.

Setelah menentukan tokoh dan alur, barulah dapat anda rangkai menjadi suatu cerita sesuai dengan tema. Rangkaian cerita dalam paragraf narasi haruslah runtut dan padu dari paragraf satu dengan yang lainnya.

Setiap kumpulan paragraf narasi bukan terdiri dari kalimat yang berdiri sendiri, melainkan dibangun oleh kalimat yang berhubungan. Urutan yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami atau mengikuti jalan cerita penulis tanpa hambatan.

Terakhir, teks paragraf narasi yang telah dibuat perlu dibaca kembali untuk melakukan evaluasi dan penyuntingan jika terdapat kata atau paragraf yang memerlukan perbaikan.

Baca juga :


Contoh Paragraf Narasi Singkat berbagai Tema

Contoh paragraf narasi singkat terbaru

Untuk lebih memahami paragraf narasi, berikut di bawah ini adalah contoh paragraf narasi singkat mengenai 3 tema yaitu, lingkungan, kesehatan, dan bencana alam.

Contoh Paragraf Narasi Singkat Tentang Lingkungan

Berikut adalah contoh paragraf narasi tentang lingkungan:

Pada hari Jum’at kali ini adalah hari dimana siswa kelas 9D melaksanakan kerja bakti di sekolah. Kerja bakti ini merupakan program rutin yang dicanangkan oleh kepala sekolah dengan sistem bergiliran tiap kelasnya mulai dari kelas 7 hingga kelas 9. Ani yang merupakan ketua kelas 9D menginformasikan kepada teman-temannya untuk membawa peralatan kebersihan seperti kain lap, pembersih jendela, sapu, kemucing, dan kain pel untuk dibawa sore hari nanti. Teman-teman ani menyetujui dan antusias untuk kerja bakti di sekolah. Hal tersebut disebabkan karena kerja bakti ini akan dilombakan sehingga akan mendapatkan reward bagi beberapa kelas yang melaksanakannya dengan baik.

Sore hari tiba, pukul 3 sore Ani sudah berada di sekolah. Di sampingnya sudah ada alat kebersihan yang sudah disiapkan. Semua teman kelasnya berkumpul tepat pada pukul 15.30. Ani mulai membagi tugas dengan membuat tim beranggotakan 5 orang. Semua temannya mulai membersihkan kelas dan ruang kelas. Ani kebagian membersihkan lantai kelasnya. Dengan tangannya yang ulet dia memeras kain pel dan mulai mengepel hingga ke sudut-sudut ruang kelasnya. Dini salah satu teman Ani mulai menyalakan musik untuk membuat teman-temannya semakin bersemangat. Hal tersebut ampuh, semua teman-temannya melakukan kerja bakti dengan suka hati sambil bersenandung. Ani yang melihat temannya itu  tersenyum geli.

Pukul 5 sore kerja bakti selesai, sekeliling kelasnya kini terlihat sangat bersih. Ruangan kelasnyapun dipenuhi wewangian. Sampah tidak lagi berceceran di lantai atau ada di kolong meja. Kini Ani beserta teman-temannya berkeringat sambil tersenyum puas. Ani menyadari lingkungan yang bersih akan membuat rasa nyaman dan indah. Oleh sebab itu, ani dan teman-temannya setelah melakukan kerja bakti akan bertekad dan terus berusaha menjaga kebersihan kelasnya.

Contoh Paragraf Narasi Singkat tentang Kesehatan

Berikut adalah contoh paragraf narasi tentang kesehatan:

Hari ini bu guru berpesan kepada murid-murid untuk bersikap baik dan mempersiapkan diri karena nanti siang jam 12 akan ada perwakilan dari dinas kesehatan untuk mensosialisasikan mengenai gizi seimbang kepada aku dan teman-teman sekelasku. Saat aku mendengar informasi dari bu guru aku tidak mengerti apa itu gizi seimbang. Rasa penasaranku meningkat. Kemudian aku mulai bertanya kepada Santi teman sebangkuku, lalu dia hanya mengetahui bahwa gizi itu berasal dari makanan untuk membuat sehat.

Jam istirahat tiba, aku membuka bekal pemberian ibuku. Di dalamnya terdapat jenis lauk, ada sayuran seperti brokoli dan wortel serta ayam dan tidak lupa telur kesukaanku. Aku mulai memakannya dengan lahap bersama temanku Santi yang juga membawa bekal. Tiba-tiba terlintas di benakku apakah ini yang dinamakan gizi dan apa fungsi gizi sebenarnya sambil mengunyah makanan aku berpikir keras dan tidak sabar untuk bertemu dengan yang guru maksud.

Bel berbunyi, jam istirahat telah selesai. Teman-teman mulai memasuki kelas dan duduk kembali di bangkunya masing-masing. Kemudian seseorang berpakaian seragam dinas memasuki ruang kelasku. Aku meyakini bahwa dia pasti adalah tamu sekolah yang dimaksud. Dengan senyum yang ramah, orang itu memperkenalkan dirinya dengan nama Bu Sasa. Aku mulai menyukainya karena senyumnya yang ramah sebelum memulai materi, Bu Sasa mengajak aku dan teman-temanku untuk bermain permainan ketangkasan agar nanti bisa fokus mendengarkan. Permainan itu dilakukan dengan bertepuk tangan setiap kelipatan ketiga. Teman-teman mulai mendengarkan dengan seksama agar tidak salah menepuk. Setiap temanku yang salah membuat teman yang lain tertawa. Suasana saat itu benar-benar hangat dan menyenangkan.

Tiba saatnya Bu Sasa mulai memberikan materinya. Bu Sasa memberikan informasi mengenai apa itu gizi seimbang dengan menampilkan PPT disertai video. Aku memperhatikan penjelasan Bu Sasa dengan seksama. Penyampaian materi dengan video memudahkanku untuk mengerti apa itu gizi seimbang. Ternyata, Gizi seimbang adalah kandungan dalam bekal yang telah aku makan sebelumnya. Di dalamnya ada 4 sehat 5 sempurna. Barulah aku mengerti bahwa yang aku makan memiliki kandungan gizi seperti nasi mengandung karbohidrat, ayam mengandung protein, sayuran mengandung serat. Kandungan tersebut berguna untuk kesehatan tubuh agar tidak terserang penyakit.

Tidak terasa sudah 2 jam aku mendengarkan materi yag diberikan Bu Sasa. Aku dan teman-teman mengucapkan terimakasih bersama-sama karena sudah memberikan ilmu tentang kesehatan dengan penyampaian yang baik. Sebelum Bu Sasa pergi aku dan teman-teman beserta para guru berfoto bersama untuk kenang-kenangan kami.

Contoh Paragraf Narasi Singkat tentang Bencana Alam

Berikut adalah contoh paragraf narasi tentang bencana alam:

Semalam adalah hari yang paling buruk dan menyedihkan bagi Dian. Malam pukul 11 malam dimana biasanya orang terlelap terjadi bencana tsunami. 2 jam sebelum kejadian bencana alam tersebut, Dian berencana untuk begadang mengerjakan tugas sekolahnya. Tugas itu dia kerjakan menggunakan laptop yang dia miliki. Dia mengerjakan tugasnya sendirian tanpa ditemani siapapun. Ayah dan ibunya sedang tidur di lantai 2.

Saat asyik mengerjakan tugas sekolahnya, dia mendengar suara gemuruh. Dian pada mulanya berpikir itu hanyalah pertanda hujan. Gemuruh kedua dia dengar 30 menit setelahnya. Dian yang penasaran mulai berjalan ke depan pintu rumahnya dan mengintip dengan membuka tirai jendelanya karena suara tersebut semakin keras. Tidak ada apa-apa disana. Sesaat dia menuju ke tempat laptopnya berada, tiba-tiba lukisan yang ada di ruang keluarga tersebut jatuh. Ruangan di sekitarnya seperti bergoyang. Barulah Dian sadar bahwa terjadi gempa bumi. Tanpa basa-basi dia berteriak memanggil orang tuanya sambil pelan-pelan melangkah menuju lantai 2. Ibu dan ayahnya terkejut dan merasa pusing karena pergerakan lempeng tersebut. Mereka akhirnya pergi menuju Dian.

Dian mulai ketakutan dan panik. Ayahnya mulai menelpon untuk meminta pertolongan. Suara gemuruh semakin keras. Tiba-tiba air sudah memasuki rumahnya sedikit demi sedikit. Ayah segera membawa ibu dan Dian untuk naik kembali ke atap rumah agar tidak terkena gelombang tsunami. Mereka berpelukan dan bersama membaca doa agar segera diselamatkan. Dian melihat rumah sebelah sudah tenggelam dan terseret oleh gelombang tsunami. Melihat kejadian tersebut membuat Dian tambah ketakutan dan memeluk ibu dan ayahnya erat-erat.

Setelah satu jam menunggu dengan sabar akhirnya regu penyelamat datang dengan menaiki helikopter. Ayah dan ibu melambaikan tangan dan helikopter tersebut terbang rendah menuju mereka. Akhirnya mereka berhasil selamat dengan menaiki helikopter. Kini Dian beserta keluarganya tinggal di pengungsian korban tsunami bersama korban lainnya. Dian merasa bersyukur dan berusaha menjalani hidup dengan tabah.

 

Penjelasan Mengenai Contoh Paragraf Narasi

Berdasarkan beberapa contoh paragraf narasi di atas, menunjukkan bahwa dalam paragraf narasi terdapat penjelasan peristiwa secara runtut. Antar paragraf satu dengan yang lain saling terhubung hingga mencapai titik penyelesaian (akhir cerita).

Pada contoh paragraf narasi tersebut terdapat urutan waktu yang runtut yang mencirikan bahwa paragraf tersebut termasuk dalam paragraf narasi.

Ciri lainnya yaitu terdapat alur cerita, pada contoh paragraf narasi tentang lingkungan dan tentang kesehatan termasuk alur maju karena terjadi serangkaian peristiwa secara urut dari awal hingga konflik atau komplikasi kemudian penyelesaian.

Hal tersebut berbeda dengan contoh paragraf narasi ketiga yaitu tentang bencana alam, alur ceritanya termasuk alur gabungan karena pada awalnya pengarang menceritakan kejadian masa lalu saat terjadi tsunami kemudian kembali lagi ke alur maju dimana dian kini berada di tempat pengungsian.

Baca juga :


Demikian penjelasan dari contoh paragraf narasi tersebut, diharapkan dengan mempelajari dan mengetahui paragraf narasi dapat bermanfaat dan bisa membuat paragraf narasi dengan baik dan benar.

Exit mobile version