Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya – Bahasa adalah alat berkomunikasi dalam kehidupan manusia. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri oleh siapapun yang hidup di dunia ini.

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya
Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya

Oleh sebab itu, keberadaan bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk bahasa kita yaitu bahasa Indonesia.

Kedudukan bahasa Indonesia sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari karena pada dasarnya bahasa Indonesia adalah identitas diri bangsa dalam berbagai konteks, yang perlu kita lestarikan dan kembangkan.

Bahasa ini dalam konteksnya dapat disalurkan melalui lisan, isyarat, dan tulisan.

Dalam tata penulisan, harus menguasai ilmu terkait kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana.

Hal tersebut penting terutama dalam ilmu pengetahuan, tak jarang pengunaan bahasa dalam tulisan ini membentuk suatu karya tulis ilmiah yang bermanfaat untuk dunia pendidikan kedepannya.

Penulisan karya tulis ilmiah maupun sastra diperlukan keterampilan dan keberanian untuk mencoba berlatih menulis.

Hal ini dapat diwujudkan dengan melalui karya sastra seperti novel, dongeng, cerpen ataupun dalam karya tulis ilmiah seperti makalah, jurnal ilmiah, skripsi, disertasi dan tesis.

Keterampilan menulis ini perlu dikembangkan dengan terampil menulis paragraf. Penulisan paragraf ini sejatinya berasal dari kumpulan kalimat, sehingga keterampilan menulis kalimat juga perlu.

Oleh sebab itu, penulisan paragraf perlu diketahui pengertian dan jenis-jenisnya sehingga dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks, baik dalam karya tulis ilmiah maupun nonilmiah (karya sastra).

Pada artikel ini akan dibahas terkait salah satu jenis paragraf yaitu paragraf deduktif.

Pengertian Paragraf Deduktif

Sebelum Anda mempelajari apa itu paragraf deduktif, sebaiknya perlu anda ketahui pengertian paragraf sebagai dasarnya.

Apa itu paragraf?

Paragraf menurut Akhadiah, dkk (1999) adalah inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

Sebuah paragraf mengandung buah pikiran yang didukung oleh kalimat dalam paragraf, mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat penjelas, hingga kalimat penutup.

Sekumpulan kalimat ini saling berhubungan membentuk sebuah ide atau gagasan. Paragraf seringkali disebut juga sebagai alenia.

BACA :  Contoh Surat Pribadi: Singkat, Sahabat, Guru, Ibu, Bahasa Inggris

Apa saja ciri-ciri paragraf?

Ciri-ciri yang mudah diketahui dari paragraf yaitu setiap awal kalimatnya biasanya terlihat menjorok ke dalam.

Namun, terkadang untuk karangan lain, kalimat pertama tidak menjorok ke dalam tapi tetap bisa dilihat perbedaannya dari adanya jarak dibandingkan jarak antarbaris lainnya.

Apa fungsi paragraf?

Adapun fungsi paragraf menurut Widjono (2007) yaitu:

  • untuk mengekspresikan gagasan tertulis dengan member bentuk satuan pikiran dalam dalam serangkaian kalimat dalam satu kesatuan,
  • menandai peralihan gagasan baru jika terdiri dari beberapa paragraf,
  • memudahkan pengorganisasian bagi penulis dan memudahkan pemahaman bagi pembaca,
  • memudahkan pengembangan topik, dan
  • pengendalian variabel.

Paragraf terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan peruntukannya. Ada jenis paragraf berdasarkan tempat dan fungsinya dalam karangan, ada jenis paragraf berdasarkan isi, dan ada paragraf yang berdasarkan letak kalimat utama.

Paragraf deduktif inilah yang termasuk dalam jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama.

Lalu, apa itu paragraf deduktif?

Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya atau gagasan utamanya berada di awal paragraf, sedangkan kalimat selanjutnya merupakan kalimat penjelas yang menerangkan atau bagian dari kalimat utama.

Dengan adanya kalimat utama pada paragraf pertama akan membuat pembaca lebih fokus dan memberikan penegasan dengan baik.

Paragraf deduktif pada konteksnya sama halnya dengan pengertian cara berpikir deduktif yaitu dimulai dari umum kemudian ke khusus.

Kalimat utama ada dalam setiap paragraf. Kalimat utama ini disebut juga sebagai pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimat topik.

Baca juga :

Contoh-Contoh Paragraf Deduktif dan Penjelasannya

Untuk lebih memahami paragraf deduktif, berikut beberapa contoh paragraf deduktif singkat yaitu sebagai berikut.

Contoh #1: Contoh paragraf deduktif tentang pendidikan

Pendidikan adalah sarana ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi perkembangan generasi muda. Pada dasarnya generasi muda akan dituntut untuk menangkap informasi secara ilmiah sehingga akan melahirkan kemampuan nalar dan peningkatan kapasitas berpikir. Ilmu pengetahuan yang dipelajari di bangku sekolah juga akan mampu melahirkan softskill yaitu cara berpikir kritis. Dengan berpikir kritis, kemampuan berpikir dan analitis akan semakin berkembang.

Penjelasan Mengenai Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Berdasarkan contoh paragraf deduktif tersebut, yang merupakan kalimat utama yaitu paragraf pertama “pendidikan adalah sarana ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi generasi muda” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat penjelas.

BACA :  Contoh Descriptive Text; Definisi, Generic Structure, & Characteristic

Hal tersebut dapat dilihat bahwa pada kalimat kedua menjabarkan makna pentingnya ilmu pengetahuan bagi generasi muda dalam meningkatkan kemampuan nalar.

Kemudian, dijelaskan lebih detail pada kalimat ketiga dan keempat yang menyatakan bahwa pendidikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Contoh #2: Contoh paragraf deduktif generasi muda

Generasi muda merupakan generasi penerus kepemimpinan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, secara langsung mereka dituntut untuk dapat bersikap baik di masyarakat. Hal itu karena, pada saat waktunya mereka dewasa mereka akan mengganti dan menempati posisi penting. Jika generasi muda tidak dididik dengan benar dan pandai berbohong, maka ketika dia sudah bekerja mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan tindakan kriminal seperti korupsi, nepotisme, dsb. Selain itu, terjadinya peristiwa perkelahian yang berupa tawuran antar pelajar adalah perbuatan negatif yang dapat merusak moral dan menjadikan generasi muda tersebut memiliki watak yang keras kedepannya. Hal tersebut mengharuskan generasi muda perlu diajarkan moral sejak dini dengan tujuan agar masyarakat dapat memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada generasi muda.

Penjelasan Mengenai Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Berdasarkan contoh paragraf deduktif tersebut, yang merupakan kalimat utama yaitu paragraf pertama “generasi muda merupakan generasi penerus kepemimpinan di masa yang akan datang” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat penjelas.

Dapat dilihat pada kalimat selanjutnya yang menceritakan pentingnya generasi muda jika menempati posisi tinggi di masa datang, dampaknya di masa depan jika generasi muda tersebut memiliki sifat tidak baik, serta penjelasan pentingnya moral untuk mempersiapkan generasi muda untuk masa depan.

Paragraf deduktif sebenarnya tidak hanya ditemukan dalam esai, makalah, atau karya tulis ilmiah lainnya, tapi juga dapat ditemukan dalam karya sastra seperti cerita novel, cerpen, dan dongeng. Contohnya yaitu dapat dilihat pada paragraf di bawah ini.

Baca juga :

Contoh #3: Contoh paragraf deduktif pada cerita cerpen

Kata-katanya membuat Dina terdiam. Waktu seoalah-olah berhenti, beralih, dan dengan lambat berputar ke belakang. Dina mereka-reka kesalahan apa yang pernah dia lakukan sehingga pantas menerima kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya. Daun yang berguguranpun seolah bergerak perlahan. Pandangannya kosong, hampa. Suara mobil yang bersahutan menjadi meredam di telinganya.

Penjelasan Contoh Paragraf Deduktif di Atas

BACA :  Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema

Contoh paragraf deduktif pada cerpen tersebut, dapat dilihat secara jelas bahwa kalimat utamanya yaitu paragraf pertama “Kata-katanya membuat Dina terdiam” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat yang menjelaskan bahwa Dina terdiam akibat kata-kata yang menyakitkan hati.

Contoh 4: Contoh paragraf deduktif pada cerita dongeng

Cinderella adalah gadis yang cantik dan baik hati. Rambutnya pirang sebahu dengan wajahnya yang seperti bulan. Bibirnya yang merah dan pipinya yang merona, membuat laki-laki yang berpapasan dengannya akan menoleh padanya hingga Cinderella tak terlihat lagi. Cinderella selalu tersenyum dan menyapa para pedagang yang dia temui di pasar. Selain itu, ketika dia melihat nenek tua kesusahan membawa barang, dia akan selalu sigap dan menawarkan bantuan terlebih dahulu.

Penjelasan Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Kalimat utama pada contoh paragraf deduktif dongeng yaitu “Cinderella adalah gadis yang cantik dan baik hati” sedangkan kalimat selanjutnya berfungsi sebagai kalimat penjelas.

Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya penambahan hal-hal yang penting untuk merinci apa yang ada dalam kalimat utama.

Dari kalimat utama tersebut, diuraikan dan memberikan penjelasan yang spesifik terkait wajah Cinderella yang dikatan cantik, dan contoh detail perilaku Cinderella yang baik hati seperti halnya ramah dan selalu membantu nenek yang membawa barang.

Berdasarkan penjelasan dan contoh-contoh paragraf deduktif di atas, dapat disimpulkan bahwa paragraf deduktif adalah dimana kalimat utamanya atau pokok pikirannya ada di awal kalimat akan membuat pembaca lebih mudah memusatkan pikiran pada satu gagasan dalam paragraf karena di tempatkan dalam posisi yang jelas dan mencolok yaitu di kalimat pertama.

Kalimat pertama ini sebagai kalimat topik yang bersifat luas atau umum agar nantinya dapat dikembangkan dalam kalimat berikutnya yang merupakan detail dari kalimat utamanya.


Demikian penjelasan dari paragraf deduktif mulai dari pengertian sampai contoh singkat dan pembahasannya. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment