Site icon Materi Sekolah & Ide Bisnis

Contoh Mite; Pengertian Beserta Penjelasannya

Pengertian dan Contoh Mite – Karya sastra merupakan tulisan penulis yang berlandaskan ide atau imajinasi yang dituangkan dalam sebuah gaya bahasa yang indah dan sarat akan makna. Dalam pembuatan karya sastra dapat mengandung kisah fiktif ataupun kisah asli.

Pengertian dan Contoh Mite

Salah satu karya sastra yang terkenal di masyarakat adalah mite. Untuk mengetahui pengertian dan contoh mite, maka simaklah uraian artikel ukulele ini.

Pengertian Mite

Mite adalah cerita yang berasal dari keyakinan masyarakat secara turun-temurun namun tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Menurut Sarikata Bahasa Indonesia (2007), mite adalah dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat. Pada umumnya contoh mite menceritakan asal usul alam semesta, manusia pertama, bentuk binatang, dsb.

Dikutip dari Wikipedia, mite adalah bagian dari suatu folklor yang berupa kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta (seperti penciptaan dunia dan keberadaan makhluk di dalamnya), serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya.

Oleh sebab itu, mite tergolong dalam cerita rakyat. Jenis cerita rakyat lainnya adalah legenda dan dongeng. Ciri-ciri cerita rakyat menurut Danandjaja (2002) yaitu:

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan cerita mite sama halnya dengan dongeng, namun yang membedakan adalah cerita tersebut banyak dipercaya dan diyakini ceritanya sebagai kisah asli.

Mite ini berkembang pada jaman dahulu karena pada saat itu, banyak orang percaya kepada mitos, dewa-dewa. Contoh mite yaitu berkaitan dengan tema cerita tentang dewa-dewa pada jaman dahulu yang memiliki kekuatan supranatural, kepercayaan sakral mengenai pohon atau benda yang bisa berbicara, dsb.

Cerita mite dapat bermanfaat pada pembaca yaitu sebagai merangsang kekuatan berpikir. Dengan adanya alur cerita pada mite akan membuat pembaca menggambarkan situasi yang terjadi dalam cerita menjadi bentuk visualisasi dalam otaknya sehingga meningkatkan kreativitas pembaca.

Dalam cerita mite ini juga banyak memiliki pesan moral sehingga merupakan media yang efektif untuk menanamkan nilai pada pembaca. Tokoh yang ada pada mite biasa digambarkan dengan tokoh yang kuat seperti pada contoh mite tentang Dewa.

Di dalam cerita tokoh tersebut memiliki sifat yang kuat, adil, dan lain sebagainya sehingga watak dalam cerita mite dapat diharapkan menjadi contoh dan teladan bagi pembaca di kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Manfaat lainnya dari cerita mite adalah dapat menumbuhkan empati bagi pembaca yang berasal dari tokoh mite karena ceritanya yang terasa hidup. Berikut ukulele berikan contoh mite sebagai referensi.

Contoh Mite Berbagai Tema

Untuk lebih memahami cerita mite, berikut adalah penulisan contoh mite dengan judul “Asal Usul Padi: Dewi Sri”

Contoh Mite Asal Usul Padi: Dewi Sri

Pada jaman dahulu, terjadilah pertemuan dengan para dewa. Dalam pertemuan itu dihadiri oleh Dewa Guru dan Dewa Narada sebagai penasihat Dewa Guru. Dewa Narada memiliki mustika yang teramat sakti yang bernama Retno Gemilang. Siapapun yang menggunakan mustika sakti itu akan menjadi kuat, tidak perlu makan dan tidur, tidak akan terbakar jika terkena api.

Dewa Guru mulai penasaran pada mustika tersebut dan mulai mencoba untuk memegangnya. Saat dipegang, kemudian tangannya tidak kuat untuk mengangkat mustika lebih jauh lagi sehingga mustika tersebut jatuh dan tidak ada yang bisa menahannya kecuali Dewa Antaboga. Si naga dari Jawa. Mustika tersebut tersangkut di mulut Dewa Antaboga.

Contoh Mite Asal Usul Padi Dewi Sri | sumber: unsplash.com

Dewa Antaboga lalu menyimpannya ke dalam sebuah cupu. Tak berapa lama Dewa Guru datang pada Dewa Antaboga untuk meminta kembali mustikanya namun cupu tersebut tidak bisa dibuka. Dewa Guru yang kesal kemudian melempar cupu tersebut hingga hancur berkeping-keping.

Setelah cupu tesebut hancur, muncullah sosok Retno Gemilang dalam wujud seorang bayi yang kemudian dinamakan Niken Tisnawati. Saat beranjak dewasa, Niken Tisnawati tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita hingga Dewa Guru jatuh cinta padanya dan meminangnya.

Niken Tisnawati setuju dengan lamaran tersebut, namun dengan syarat makanannya akan mengenyangkan seumur hidup dan pakaiannya tidak pernah usang. Dewa Guru menyanggupi permintaan tersebut dan meminta Dewa Kala untuk mencari sesuai permintaan Niken. Saat pencariannya Dewa Kala bertemu dengan Dewi Sri yang sedang mandi.

Dewa Kala jatuh cinta pada Dewi Sri hingga mengikutinya turun ke Bumi. Dewa Wisnu yang melihat hal tersebut kemudian memanah kakinya hingga dia terjatuh. Namun, Dewa Kala tetap ingin menggapai Dewi Sri hingga dia berusaha merangkak.

Dewi Sri yang terkejut kemudian megatakan mantra untuk mengubah Dewa Kala menjadi babi. Akibatnya, Dewa Kala tidak dapat pulang ke kayangan dan Dewa Guru tidak dapat memenuhi persyaratan untuk menikahi Niken Tisnawati. Dewa Guru yang mendengar hal tersebut pergi untuk menemui Niken Tisnawati dan memaksanya menikahinya. Niken Tisnawati tetap menolak hingga akhirnya Dewa Guru pun membunuhnya.

Mendengar hal tersebut Dewa Narada kemudian menguburkan Niken Tisnawati dan tiba-tiba dari tempat penguburannya muncullah berbagai tanaman. Dari bagian kepala tumbuhlah kelapa, dari bagian tangan tumbuh pohon pisang, dari bagian gigi tumbuhlah pohon jagung, dan dari rambut tumbuhlah padi.

Tidak berakhir sampai disitu, di bumi, Dewi Sri tetap dikejar oleh Kala yang berubah menjadi babi. Dewi Sri kemudian memutuskan untuk masuk dan tinggal ke dalam padi.


Contoh mite kedua yaitu tentang asal usul masyarakat Nias yang berjudul “Sang Ibu Nias”.

Contoh Mite Sang Ibu Nias

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang Raja yang otoriter hingga rakyat tidak bisa melawan perintah Raja. Pada saat itu Raja membuat peraturan bagi siapa saja yang berbuat kejahatan akan dikenai hukuman pancung atau mati. Pada suatu hari diketahui bahwa putri Raja sedang hamil tanpa diketahui siapa yang melakukannya.

Untuk menjaga nama baik, Raja tetap memutuskan untuk menjatuhi hukuman tersebut kepada putrinya. Raja menghukumnya dengan meminta putrinya dipancung, namun pengawal merasa kasihan dan menyarankan Raja untuk mengungsi atau membuang putrinya di tempat terpencil. Raja akhirnya menerima usulan pengawal tersebut.

Contoh Mite Sang Ibu Nias | sumber: maritim.go.id

Pengawal kemudian menyiapkan perahu yang didalamnya terdapat biji tanaman, makanan, dan seekor anjing untuk menjaga kelangsungan hidup putri saat tiba di pulau terpencil. Sesampainya di muara sungai pulau, sang putri tidak menemukan seorangpun hingga putri memutuskan untuk pergi ke bagian hulu muara tersebut.

Dalam perjalanan menuju hulu, sang putri melihat sebuah asap sehingga dia memberhentikan perahunya dan menuju dimana asap itu berasal. Ternyata sesampainya tidak ada seorangpun yang ada di sekitarnya.

Dengan tekad yang masih tersimpan putri berjuang hidup hingga lahirlah anak pertamanya. Anak tersebut adalah seorang laki-laki. Saat anaknya menginjak remaja putri meminta anaknya untuk mengelilingi pulau itu dengan maksud mencari pendamping. Sang putri tidak lupa memberinya cincin untuk dipakaikan jika bertemu sosok perempuan di muara sungai yang dijumpai anaknya.

Dengan berat hati anaknya mulai menjelajahi pulau tersebut, hingga sampailah dia di muara sungai besar. Akhirnya perjalanan panjangnya membuahkan hasil, dia akhirnya berjumpa dengan seorang wanita dan memakaikan cincin itu di jari manisnya. Mereka berdua pun menikah dan keturunannya berkembang hinnga kini pulau itu disebut dengan pulau Nias.

Contoh mite di atas menceritakan kisah mengenai dewa-dewa yang dikaitkan dengan asal usul adanya tumbuhan padi, sedangkan untuk contoh mite kedua mengenai asal usul daerah. Dapat dilihat bahwa ciri cerita pada contoh mite tersebut sama-sama memiliki sifat yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya serta di luar nalar.

Contoh mite pertama mengisahkan dewa yang sejak dulu menjadi kepercayaan bagi masyarakat Indonesia. Dewa tersebut memiliki berbagai jenis watak ada yang antagonis seperti: Dewa Guru dan Dewa Kala serta protagonis seperti: Dewi Sri dan Dewa Wisnu.

Pesan moral yang dapat diambil dari contoh mite pertama yaitu tidak boleh serakah, karena orang serakah tidak akan mendapat apa yang dia mau. Contohnya yaitu Dewa Guru yang berambisi untuk mendapatkan Niken dan Dewa Kala yang berubah menjadi babi karena keinginannya untuk mendapatkan Dewi Sri.

Adapun pesan moral untuk contoh mite kedua adalah tidak mudah putus asa terhadap keadaan yang menimpa kita. Hal tersebut digambarkan dalam sosok putri yang berjuang hidup sebatang kara namun pada akhir cerita anaknya mendapat kebahagiaan. Pesan moral kedua yaitu harus patuh kepada ibu.

Baca juga:


Demikian beberapa penjelasan mengenai pengertian dan contoh mite pada artikel ini. Semoga bermanfaat!

Exit mobile version