Pengertian, Unsur-unsur, Karakteristik, Langkah-langkah hingga Contoh Metode Ilmiah

Belajar metode ilmiah juga harus memperhatikan langkah-langkah metode ilmiah yang benar, agar pembelajaran yang dilakukan dapat memecahkan masalah dengan kaidah ilmiah.

Walaupun harus memperhatikan langkah-langkah metode ilmiah yang benar terlihat sulit namun Anda tidak perlu khawatir. Contoh metode ilmiah yang kami sediakan akan membuat Anda dapat mempelajarinya dengan mudah, selamat belajar!

Baca juga:

Pengertian Metode Ilmiah Adalah

Menurut Wikipedia, pengertian metode ilmiah adalah tata cara atau sebuah prosedur untuk memecahkan suatu masalah tertentu oleh ilmuwan atau akademisi.

Pengertian metode ilmiah adalah suatu proses dan tahapan wawasan keilmuan yang dilakukan dengan sistematis untuk menyajikan suatu pengetahuan berdasarkan bukti-bukti nyata.

Metode ilmiah adalah metode yang dapat dilakukan dengan berbagai tahapan sistematis untuk mendapatkan kesimpulan berdasarkan bukti-bukti yang tersusun dengan teratur.

Pengertian, Unsur-unsur, Karakteristik, Langkah-langkah hingga Contoh Metode Ilmiah
Pengertian, Unsur-unsur, Karakteristik, Langkah-langkah hingga Contoh Metode Ilmiah Adalah

Selain itu suatu metode ilmiah perlu dilakukan uji kembali oleh peneliti lain, melalui berbagai kriteria, kondisi, dan proses yang sama sehingga hasil yang diperoleh nantinya dapat sesuai dengan penelitian sebelumnya.

Unsur-unsur Metode Ilmiah

Beberapa unsur yang harus ada dalam metode ilmiah adalah:

  • Karakterisasi

Karakterisasi disini dapat dimaksudkan dengan sifat-sifat utama serta relevan dari subjek penelitian.

Subjek penelitian tersebut diteliti dan diidentifikasi melalui pengamatan dan pengukuran secara ilmiah.

  • Hipotesis

Kesimpulan sementara berdasarkan dugaan teoritis pada suatu penelitian yang sedang dijalankan.

Hipotesis bisa memberikan hasil dan penjelasan sementara pada tahap awal penelitian.

  • Prediksi

Bisa diartikan sebagai perkiraan yang didasarkan pada penalaran logis. Prediksi juga diperoleh melalui hipotesis.

  • Eksperimen

Eksperimen dapat disebut juga percobaan ilmiah dengan melakukan pengujian terhadap hubungan hipotesis dan prediksi dengan karakterisasi.

  • Observasi

Observasi dapat disebut juga pengamatan ilmiah dalam fenomena sosial dengan melakukan pengujian terhadap hubungan hipotesis dan prediksi dengan karakterisasi.

  • Evaluasi dan Pengulangan

Evaluasi dapat dilakukan dengan memberikan penilaian dari ketepatan suatu prediksi dan hipotesis berdasarkan hasil dari observasi atau eksperimen. selain itu pengulangan dilakukan apabila hasil yang diperoleh dari observasi atau eksperimen belum sesuai.

Karakteristik Metode Ilmiah

Selain unsur, metode ilmiah juga memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dengan teks atau artikel biasa. Beberapa karakteristik metode ilmiah adalah sebagai berikut:

  • Kritis dan analitis

Eksperimen dan observasi yang dilakukan dengan mengutamakan sikap kritis dan analitis sehingga dapat diperoleh hasil yang relevan serta akurat.

  • Logis

Artinya berbagai langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam menentukan metode ilmiah  adalah saat melakukan eksperimen atau observasi dapat diterima oleh akal sehat

  • Obyektif

Obyektif dapat diartikan bahwa hasil dan kesimpulan observasi atau eksperimen yang dilakukan peneliti bisa diterima secara universal dan bukan merupakan rekayasa hasil penelitian.

  • Empiris

Hasil observasi atau eksperimen yang diperoleh didasarkan pada bukti yang ada dan kejadian yang nyata atau benar-benar terjadi.

  • Konseptual

observasi atau eksperimen yang dilakukan dalam penelitian haris bisa menjelaskan konsep mengenai berbagai fakta sedang yang terjadi dan berkaitan dengan berbagai fakta yang sudah ada.

Langkah Langkah Metode Ilmiah

Setelah membahas unsur-unsur metode ilmiah, hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah langkah langkah metode ilmiah.

Ukulele akan membahas urutan metode ilmiah yang diawali dengan observasi awal hingga membuat kesimpulan.

  • Observasi Awal

Membuat metode ilmiah biasanya diawali dengan tema riset baik itu grand research atau mini research.

Anda perlu menentukan tema terlebih dahulu sehingga riset yang akan Anda buat dapat dimasukkan dalam judul dan sesuai dengan tema riset.

  • Identifikasi atau Membuat Rumusan Masalah

Identifikasi masalah dapat dibuat dengan poin-poin rumusan masalah. Perlu kita ketahui dalam membuat rumusan masalah bisa dengan membuat pertanyaan.

Pertanyaan pada rumusan masalah tentunya berkaitan dengan tema penelitian yang sudah ditentukan pada tahap observasi awal.

Selain itu rumusan masalah berupa susunan pertanyaan yang nantinya dapat terjawab pada kesimpulan suatu penelitian.

  • Merumuskan Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan teoritis sementara yang dibuat dengan memperkirakan hasil penelitian.

Jadi dalam merumuskan hipotesis, Anda dapat membuat dugaan atau memperkirakan hasil penelitian yang Anda susun.

Merumuskan hipotesis akan memberikan gambaran hasil penelitian sementara sehingga hasil penelitian sesungguhnya dapat dibuktikan saat Anda sudah menyelesaikan riset nantinya.

  • Melakukan Penelitian atau Eksperimen

Langkah langkah metode ilmiah selanjutnya adalah melakukan penelitian atau eksperimen secara langsung.

Hal-hal yang dapat dilakukan saat memulai penelitian atau eksperimen adalah sebagai berikut :

  • Tujuan penelitian atau eksperimen
  • Alat dan bahan penelitian atau eksperimen (termasuk formulir kuesioner dan daftar pertanyaan wawancara)
  • Langkah kerja penelitian atau eksperimen, seperti pengambilan sampel, pengukuran sampel, tabulasi data, dan uji data.
  • Analisa Hasil

Analisa hasil suatu penelitian atau eksperimen dapat dibuat sesuai dengan hasil yang didapatkan saat penelitian atau eksperimen telah selesai.

Hal ini bisa dilakukan dengan mengaitkan hasil penelitian atau eksperimen dengan teori yang sudah ada.

Teori tersebut dapat menguatkan analisa hasil penelitian atau eksperimen apabila sudah ada penelitian atau eksperimen yang dilakukan sebelumnya.

  • Membuat Kesimpulan

Kesimpulan suatu penelitian atau eksperimen adalah tahap akhir dari langkah langkah metode ilmiah.Membuat kesimpulan bisa menyesuaikan hasil penelitian atau eksperimen dan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya.

Langkah-langkah metode ilmiah diatas dapat digunakan untuk membuat contoh metode ilmiah yang berkaitan dengan observasi dan eksperimen. Oleh karena itu Anda dapat melakukan sesuai urutan yang tepat.

Contoh Metode Ilmiah

Dalam menyusun metode ilmiah, terdapat dua jenis yaitu metode ilmiah eksperimen dan metode ilmiah observasi. Berikut ukulele berikan kedua contoh metode ilmah tersebut:

Contoh Metode Ilmiah Eksperimen

Sebagai penjelas dari keterangan diatas, maka berikut ini kami sediakan contoh metode ilmiah eksperiman yang bisa anda simak.

Contoh Metode Ilmiah Eksperimen
Contoh Metode Ilmiah Eksperimen

1. Observasi Awal

Pengaruh penggunaan media rumah kaca terhadap perkembangan tumbuhan

2. Identifikasi Masalah

– Apakah media rumah kaca berpengaruh terhadap perkembangan tumbuhan?

– Apakah terdapat perbedaan perkembangan antara tumbuhan yang diberi media rumah kaca dan tumbuhan yang tidak menggunakan media rumah kaca?

3. Merumuskan Hipotesis

Kemungkinan terdapat perkembangan yang lebih baik pada tumbuhan yang diberi media rumah kaca.

4. Melakukan Eksperimen

  1. Tujuan Eksperimen
  • Mengetahui pengaruh penggunaan media rumah kaca terhadap perkembangan tumbuhan.
  • Mengetahui perbedaan perkembangan antara tumbuhan yang diberi media rumah kaca dan tumbuhan yang tidak menggunakan media rumah kaca.
  1. Alat dan bahan eksperimen adalah sebagai berikut :
  • Media kaca berbentuk persegi ukuran 30cm x 30cm sebanyak 6 buah
  • 2 buah pot plastik ukuran sama
  • 2 buah tanaman dengan ukuran dan jenis yang sama
  • Pupuk, tanah dan air secukupnya
  • Alat tulis (termasuk kartu eksperimen)
  1. Langkah Kerja Eksperimen
  • Buatlah media kaca (berbahan plastik/kaca asli) berbentuk persegi
  • Buatlah lubang-lubang kecil pada media kaca tersebut
  • Rekatkan dengan lem yang sesuai untuk media kaca tersebut, kecuali bagian atas
  • Isi pot pertama dan kedua dengan tanah, pupuk, dan tanaman.
  • Tempatkan pot pertama didalam media kaca, dan letakkan pot kedua di sampingnya tanpa media kaca.
  • Tutup bagian atas media kaca yang berbentuk kubus tersebut
  • Siram air secukupnya secara teratur dan perlakukan kedua tanaman dengan baik setiap hari
  • Lakukan pengamatan sesuai jadwal yang telah Anda buat
  • Bandingkan perbedaan yang terjadi pada kedua tanaman

5. Analisa Hasil

  • Tanaman yang terdapat pada media rumah kaca tumbuh dengan baik dan subur pada bagian daun, batang dan bunganya, serta lebih tinggi dan terlihat segar.
  • Tanaman yang diletakkan tanpa media rumah kaca tumbuh dengan baik dan subur, namun berukuran lebih pendek dari tanaman yang ada di media rumah kaca

6. Membuat Kesimpulan

  • Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu tanaman yang tumbuh didalam media rumah kaca berkembang lebih baik dengan hasil memiliki ukuran lebih tinggi dari pada tanaman yang tidak diberi media rumah kaca.

Itulah contoh metode ilmiah eksperimen mengenai perkembangan tanaman dengan media rumah kaca.

Contoh Metode Ilmiah Observasi

Selain contoh metode ilmiah eksperimen diatas berikut contoh metode ilmiah observasi yang dapat Anda simak sebagai berikut.

Contoh Metode Ilmiah Observasi
Contoh Metode Ilmiah Observasi

1. Observasi Awal

Pengaruh potongan harga dan pembayaran sistem cashless terhadap peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT).

2. Identifikasi Masalah

  • Apakah potongan harga dan pembayaran sistem cashless berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT)?
  • Apakah terdapat perbedaan peningkatan jumlah penumpang pada Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem cashless dengan Bus Rapid Transit (BRT) yang hanya menerapkan potongan harga saja?

3. Merumuskan Hipotesis

Kemungkinan terdapat peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem cashless secara bersamaan.

4. Melakukan Observasi

  1. Tujuan Observasi
  • Mengetahui pengaruh potongan harga dan pembayaran sistem cashless terhadap peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT).
  • Mengetahui perbedaan peningkatan jumlah penumpang pada Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem cashless dengan Bus Rapid Transit (BRT) yang hanya menerapkan potongan harga saja.
  1. Alat dan bahan observasi adalah sebagai berikut :
  • Kuesioner
  • Alat tulis
  • Samrtphone atau perekam suara
  1. Langkah Kerja Observasi
  • Melakukan diskusi mengenai tema penelitian
  • Membuat surat penelitian
  • Membuat pilihan pertanyaan penelitian
  • Membuat kuesioner penelitian
  • Mengambil data atau sampel penelitian di lapangan
  • Melakukan wawancara penelitian
  • Mengumpulkan data penelitian
  • Melakukan tabulasi data penelitian
  • Mengolah data sampel penelitian yang telah dikumpulkan
  • Memaparkan hasil penelitian

5. Analisa Hasil

  • Bus Rapid Transit (BRT) yang hanya menerapkan potongan harga saja mengalami peningkatan jumlah penumpang
  • Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem mengalami peningkatan jumlah penumpang yang lebih banyak.

6. Membuat Kesimpulan

  • Berdasarkan observasi yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu Bus Rapid Transit (BRT) yang menerapkan potongan harga dan pembayaran sistem cashless mengalami peningkatan jumlah penumpang yang lebih banyak daripada Bus Rapid Transit (BRT) yang hanya menerapkan potongan harga saja.
  • Hal tersebut bisa juga dikarenakan saat ini peningkatan jumlah pengguna smartphone cukup banyak, sehingga penggunaan aplikasi berbasis cashless juga semakin banyak.

Itulah contoh metode ilmiah observasi mengenai pengaruh potongan harga dan pembayaran sistem cashless terhadap peningkatan jumlah penumpang Bus Rapid Transit (BRT). Biasanya contoh metode ilmiah eksperimen tidak terdapat tahapan wawancara karena bersifat pengamatan.

Pada contoh metode ilmiah observasi biasanya terdapat tahapan wawancara untuk data pendukung dari data hasil observasi yang diperoleh melalui pengisian kuesioner.

Untuk mengerti lebih jelas mengenai pengertian, unsur, hingga contoh metode ilmiah, Anda bisa menyimak video berikut:

Baca juga:


Itulah penjelasan mengenai pengertian, unsur-unsur, karakteristik, langkah-langkah hingga contoh metode ilmiah diatas dapat Anda jadikan sebagai referensi dalam membuat contoh metode ilmiah sederhana sesuai kebutuhan Anda, semoga bermanfaat.

Leave a Comment