Majas Sinekdoke Pars Pro Toto & Totem Pro Parte; Pengertian dan Contohnya

Kali ini kami akan membahas majas sinekdoke pars pro toto & totem pro parte, mulai dari pengertian, contoh, hingga penjelasannya.

Berdasarkan Aminuddin (1995), gaya bahasa merupakan teknik serta bentuk gaya bahasa seseorang dalam memaparkan gagasan sesuai ide dan norma yang digunakan sebagaimana ciri khas pengarang itu sendiri.

Majas Sinekdoke Pars Pro Toto & Totem Pro Parte; Pengertian dan Contohnya
Majas Sinekdoke Pars Pro Toto & Totem Pro Parte; Pengertian dan Contohnya

Jadi, gaya bahasa ini dipandang sebagai perhiasan oleh tradisi Jawa sehingga gaya bahasa tersebut dapat terlihat indah.

Namun, dalam perkembangan zaman saat ini, majas tidak hanya dinilai sebagai sesuatu yang indah, tetapi juga memberikan kesadaran bahawa hal yang menarik dari penggunaaan bahasa dalam komunikasi yaitu aspek bentuk kebahasaan yang saat ini lebih diperlukan.

Pengertian Majas Sinekdoke

Salah satu majas yang akan dibahas pada artikel ini adalah majas sinekdoke. Majas sinekdoke termasuk dalam majas pertautan. Majas pertautan adalah majas yang menjelaskan suatu keadaan dengan mengaitkan objek lain yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama.

Macam Majas Sinekdoke

Majas sinekdoke terbagi menjadi dua macam atau jenis, yaitu majas sinekdoke pars pro toto dan totem pro parte.

Majas sinekdoke adalah gaya bahasa atau kiasan yang menjelaskan atau menyebutkan sesuatu sebagian sebagai perwakilan untuk menyatakan keseluruhan atau dikenal sebagai pars pro toto. Majas sinekdoke yang menjelaskan secara kesuluruhan objek untuk menyatakan yang sebagian (padahal yang dimaksud hanya sebagian) itu disebut sebagai totem pro parte.

Singkatnya begini :

Majas Sinekdoke Pars Pro Toto –> Menyebutkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.

Majas Sinekdoke Totem Pro Parte –> Menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian.

Kata pars pro toto dengan totem pro parte yaitu istilah yang diambil dari bahasa latin. Berdasarkan kata bahasanya totem pro parte memiliki arti keseluruhan untuk sebagian, sedangkan pars pro toto secara bahasa berkebalikan dengan totem pro parte yaitu artinya suatu bagian yang menggambarkan keseluruhan.

Untuk lebih jelasnya perbedaan contoh majas sinekdoke yaitu totem pro parte dan pars pro toto akan dijelaskan di bawah ini.

BACA :  Contoh Majas Metafora dan Artinya

#1. Contoh Majas Sinekdoke Totem Pro Parte

Contoh majas sinekdoke totem pro parte di dalam sebuah kalimat adalah sebagai berikut.

  1. Saat lomba basket antar sekolah, SMAN 3 kalah dengan SMAN 1 dengan selisih skor 3 angka.
  2. SDN 1 Ngrambe memenangkan lomba mewarnai perode 2019/2020.
  3. Indonesia memenangkan pertandingan bulu tangkis Thomas cup melawan China.
  4. Madura termasuk penghasil tambak garam terbanyak.
  5. RT 02 RW 03 memiliki solidaritas tinggi dengan memenangkan lomba 17 agustus.
  6. Murid melaksanakan kerja bakti tiap hari Jum’at.
  7. Lomba ice skating untuk kategori solo man tersebut dimenangkan oleh Jepang.
  8. Para dosen melakukan menyambut mahasiswa baru pada masa orientasi kampus.
  9. Gunung di Indonesia memiliki panorama yang indah dengan ditumbuhi pohon yang lebat dan rindang seperti pohon pinus yang berderet-deret.
  10. Setiap orang tua pasti melakukan yang terbaik untuk anaknya.
  11. Saat memasuki usia senja rentan terkena osteoporosis.
  12. Cara membuat bayi tertidur dapat kita lakukan dengan menyalakan musik dengan mengusap punggung bayi.
  13. Lomba ketangkasan motorik dapat menjadi terapi bagi anak berkebutuhan khusus.
  14. Temanku memberikan ucapan selamat saat aku menjuarai OSN Sains.
  15. Temanku baik sekali, dia membagi bekalnya saat aku lupa membawa bekal.
  16. Persahabatan antar manusia mungkin sudah biasa, tapi ternyata ada juga ditemukan cerita persahabatan manusia dengan cheetah.
  17. Di usia balita atau anak-anak, makanan yang manis-manis lebih disukai seperti permen. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan usia muda juga dapat mengalami diabetes.
  18. Saya menyukai bunga karena baunya yang harum dan indah.
  19. Saling-tolong menolong sesama teman akan menghindari permusuhan.
  20. Para petani pada musim panen bergembira karena memiliki panen yang berlimpah.
  21. Mahasiswa kampus jurusan sosial terpandang orang kaya dan biasa mengendarai mobil.
  22. Kampus sebelah terkenal dengan mahasiswinya yang cantik-cantik dan pintar.
  23. Warga Negara Indonesia menjunjung tinggi norma dan adat istiadat.
  24. Penduduk Amerika melakukan demonstrasi untuk menolak tindakan rasisme antara kulit putih dan kulit hitam.
  25. Latar belakang keluarganya berprofesi sebagai dokter.
  26. Seorang pelukis memiliki sensitifitas terhadap perasaan seseorang yang dapat dilihat dari raut mukanya.
  27. Peserta lomba memancing banyak dan cepat sekali mendapatkan ikan hasil pancingannya.
  28. Adik sakit gigi sehingga tidak bisa makan seharian.
BACA :  Pengertian, Jenis, dan Contoh Rumusan Masalah Berbagai Karya Ilmiah

Penjelasan Mengenai Contoh Majas Sinekdoke Totem Pro Parte

Berdasarkan contoh majas sinekdote totem pro parte menunjukkan bahwa setiap kalimatnya menggeneralisasi katanya sehingga menjadi umum. Padahal yang dimaksud hanyalah sebagian.

Contohnya, seperti saya menyukai bunga karena baunya yang harum dan indah. Pada umumnya bunga memiliki bau yang harum dengan warna yang indah, namun sebenarnya itu hanyalah sebagian saja, karena ada juga bunga yang memiliki bau yang tidak sedap yaitu bunga bangkai.

Contoh lainnya, yaitu cara membuat bayi tertidur dapat kita lakukan dengan menyalakan musik dengan mengusap punggung bayi. Kalimat tersebut menggeneralisir bahwa bayi akan tertidur jika melakukan hal tersebut.

Kata “bayi” yang dimaksud adalah sebagiannya saja efektif untuk membuat bayi tidur, sedangkan perlakuan tersebut pada bayi sebagian lainnya tidak efektif. Sebab itu, dari penjelasan tersebut menunjukkan majas totem pro parte.

#2. Contoh Majas Sinekdoke Pars Pro Toto

Contoh majas sinekdoke pars pro toto di dalam sebuah kalimat adalah sebagai berikut.

  1. Aku tidak pernah melihat batang hidungnya semenjak bertengkar dengan temanku.
  2. Dalam setiap hembusan nafasku aku berdoa kepada Ilahi.
  3. Awan hitam yang menutupi langit adalah pertanda hujan.
  4. Aku ingin bersamamu, mengenggam tanganmu hingga akhir nanti.
  5. Sapi itu dijual per kepala dengan harga yang mahal akibat masa pandemic.
  6. Anak yang durhaka itu angkat kaki dari rumah ibunya dan pergi dengan membawa uang pensiunan.
  7. Keluargaku mempunyai tradisi setiap pagi hari dengan meminum seteguk teh hangat.
  8. Ayah banting tulang mencari nafkah untuk sesuap nasi untuk istri dan anaknya.
  9. Saatnya pangeran menduduki singgasana untuk menggantikan raja yang sudah meninggal.
  10. Jutaan mata tertarik untuk menghadiri konser k-pop.
  11. Aku tidak bisa berpaling darimu, karena kau adalah pemilik hatiku.
  12. Aku tidak rela kau menginjakkan kaki di rumah ini lagi.
  13. Setiap hari berolahraga utnuk mengurangi perut buncit.
  14. Kata-katamu yang kasar telah mematahkan jantungku.
  15. Piano klasik adalah salah satu alat musik yang masih didengar hingga saat ini.
  16. Emma Watson artis cantik dan berbakat di Amerika.
  17. Seberkas cahaya yang melewati jendela di pagi hari membuat mataku terbangun.
  18. Seekor rusa temtembak oleh pemburu di kepalanya.
  19. Seorang panglima kerajaan sudah berhasil memikat raja menjadi tangan kanannya.
  20. Secarik kertas mengenai bukti surat bunuh diri akhirnya ditemukan.
  21. Ruangan guru ada di lantai dua sehingga perlu menaiki anak tangga untuk sampai kesana.
  22. Aku terkejut menemukan sepucuk surat di loker kelasku.
  23. Dari pintu ke pintu ibu menjajakan dagangan kuenya.
  24. Para hadirin silahkan menuju ke ruang selanjutnya karena piring dan sendok telah disediakan.
  25. Mungkin ini sudah garis tanganku untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan lika-liku.
  26. Setangkai bunga mawar dijual sebesar Rp. 10.000.
  27. Sehelai pakaian dibagikan untuk korban bencana banjir di Surabaya.
  28. Suara klasik dari instrumen musik piano memanjakan telingaku sebelum tidur.
BACA :  Contoh Majas Simile dan Penjelasannya

Penjelasan Mengenai Contoh Majas Sinekdoke Pars Pro Toto

Contoh majas sinekdoke pars pro toto berdasarkan contoh di atas terlihat bahwa menyebutkan sebagian unsur untuk menampilkan keseluruhan sebuah benda. Contoh penjelasannya, yaitu seekor rusa temtembak oleh pemburu di kepalanya.

Kata “seekor” merupakan bagian dari tubuh hewan, padahal yang dimaksud adalah keseluruhan hewan itu secara utuh. Oleh sebab itu, kata “seekor” tersebut merupakan majas pars pro toto.

Contoh majas sinekdoke pars pro toto lain, yaitu ayah banting tulang mencari nafkah untuk sesuap nasi untuk istri dan anaknya. Kata “sesuap nasi” yang dimaksud bukan benar-benar sesuap nasi, melainkan kata yang mewakili dari “makanan untuk kelangsungan hidup” secara keseluruhan.

Baca juga :


Setelah mempelajari contoh majas sinekdoke, dapat Anda ketahui majas ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu totem pro parte dan pars pro toto. Keduanya memiliki pengertian yang berkebalikan terkait kata yang sebagian dalam keseluruhan atau keseluruhan dalam sebagian.

Penggunaan majas sinekdoke secara umum sebagai meningkatkan efek dengan mengenalkan serta membandingkan benda atau tertentu dengan hal lainnya. Dengan kata lain, dapat menimbulkan nilai rasa ketertarikan atau konotasi tertentu bagi pembaca atau penikmat sastra.

Semoga bermanfaat!

Leave a Comment