Contoh Majas Sarkasme; Pengertian dan Penjelasannya

30+ Contoh Majas Sarkasme dan Penjelasannya – Saat Anda melihat seseorang dengan tindakan yang tidak menyenangkan atau tidak Anda sukai, tentu Anda akan mengkritiknya apalagi kritik sebenarnya sangat penting sebagai “pecut” agar lebih baik lagi.

Contoh Majas Sarkasme
30Contoh Majas Sarkasme

Namun, apabila pernyataan kritikan itu lebih menjurus pada mengejek atau menghina maka pernyataan tersebut memiliki emosi yang mendalam.

Sindirian dan kritikan dengan kata-kata yang terlalu pedas tersebut tertuang dalam majas sarkasme.

Majas sarkasme termasuk dalam kelompok majas sindiran, seperti pada artikel sebelumnya yaitu satu golongan dengan majas sinisme, ironi, innuendo, dan satire.

Majas ironi merupakan sindiran halus dengan maksud tersembunyi, sedangkan majas sinisme pernyataan yang bernilai kritik.

Kedua majas ini dibandingkan dengan majas sarkasme sebenarnya hampir sama. Namun, yang membedakan yaitu jika majas sarkasme berisi pernyataan sindiran dengan tingkatan yang lebih kasar dibandingkan sinisme sehingga emosi yang terlihat lebih berdampak dan mengena pada pembaca atau pendengarnya.

Majas sarkasme memiliki dampak negatif yang lebih besar dibandingkan dengan majas sindiran ironi dan sinisme yang bisa memberikan dampak positif sebagai kritikan yang membangun.

Baca : Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema

Pengertian Majas Sarkasme

Majas sarkasme ini biasanya diikuti dengan kata-kata negatif atau menjatuhkan seseorang karena dalam karya sastra biasanya terdapat ekspresi ketidaksukaan, rasa kesal atau kemarahan yang ingin ditunjukkan oleh penulis dengan sindiran yang tajam.

Oleh sebab itu, penggunaan majas ini dapat melukai perasaan seseorang. Penggunaan majas sarkasme ini tingkar sindirannya adalah yang paling tertinggi dibandingkan dengan majas sindiran lainnya.

Kebanyakan orang saat ini salah kaprah terhadap majas ini. Banyak orang beranggapan bahwa sarkasme adalah sindiran yang tersirat dan tidak terang-terangan, seperti pada komentar netizen di media sosial pada umumnya.

Nyatanya, pemahaman tersebut sangatlah keliru karena majas sarkasme menggunakan pemilihan kata yang lebih menusuk dengan berbicara secara frontal.

Perbedaan Majas Sarkasme dengan Majas Satire

Majas yang seringkali disalahpahami sama dengan majas sarkasme yaitu majas satire. Berikut merupakan perbandingan contoh majas sarkasme dengan majas satire.

BACA :  Contoh Teks Prosedur dan Strukturnya

Contoh majas sarkasme :

  • Dasar bodoh.. pengetahuan dasar seperti ini saja tidak tau.

Contoh majas satire :

  • Apakah bajumu kekurangan bahan? Karena bajumu ketat sekali dan hampir saja perutmu terlihat.
  • Apakah tadi hujan? bajumu terlihat basah.  

Beberapa orang beranggapan bahwa majas satire ini sama dengan majas sarkasme padahal dari contoh majas sarkasme dan satire memiliki sifat yang berbeda.

Jika pada majas sarkasme menggunakan bahasa yang blak-blakan mengejek seseorang, pada contoh majas sarkasme di atas dikatakan bodoh secara jelas kepada seseorang.

Sedangkan pada majas satire cenderung menggunakan bentuk kata yang berupa sindiran.

Contoh pertama majas satire mengisyaratkan bahwa baju yang ia kenakan kekecilan dan tidak pantas untuknya sehingga dilakukan sindiran dengan mengatakan bajunya kekurangan kain.

Sedangkan contoh kedua, mengandung sindiran lucu atau lelucon kepada temannya karena bajunya basah yang dimungkinkan karena keringat.

Agar lebih memahami tentang beda majas sarkasme dengan satire, silakan simak video dari Hipwee di bawah ini.

Contoh Majas Sarkasme

Setelah Anda mengetahui pengertian majas sarkasme, beserta perbedaan antara majas sarkasme dan sinisme, penting juga untuk Anda mengetahui beberapa contoh majas sarkasme seperti yang ada pada contoh dibawah ini yaitu sebagai berikut:

  • Dasar bodoh! Melakukan hal yang semudah ini saja tidak bisa.
  • Seharian ini kerjaanmu hanya berkutat di kasur saja, dasar pemalas!
  • Tutup mulutmu yang bau itu.
  • Aku tidak sudi berteman denganmu lagi.
  • Dasar pengkhianat! Kerjaanmu hanya bisa menyakiti orang.
  • Aku tidak peduli dengan hidupmu lagi, itu bukan urusanku.
  • Jangan hanya tidur saja. Lihat, perutmu seperti gentong.
  • Jangan menampakkan wajahmu dihadapanku, aku sudah muak melihat wajahmu.
  • Hatimu sama saja dengan daging busuk.
  • Memangnya ini rumahmu, seenaknya saja mengotori rumah orang.
  • Sudah kubilang bahwa kau salah, dasar sok pintar.
  • Rakus sekali kau, berbagi sedikit saja tidak mau.
  • Kemana-mana ku lihat kau selalu sendirian, dasar jomblo.
  • Badanmu pendek sekali, aku sampai tidak bisa melihatmu.
  • Dasar kau jorok sekali, apa kau tidak pernah membersihkan kamarmu?, banyak kutemukan sisa makanan dan kaos kaki kotor berserakan.
  • Jadi orang jangan sok baik, aku tak butuh pencitraanmu
  • Dasar pengganggu, kau hanya bisa merusak saja.
  • Kelakuanmu benar-benar tidak punya otak, seharusnya kau pikir dulu sebelum bertindak.
  • Jangan melarangku untuk melakukan apa yang kusuka, kau pikir siapa?, kau tidak pantas melakukannya.
  • Kamu membosankan, kamu tidak asyik diajak bermain.
  • Dasar lamban! Tugas begini saja tidak selesai-selesai.
  • Manja benar sifatmu, pantas saja kamu dicap sebagai anak mama.
  • Lebih baik kau kembali saja, ganti bajumu yang lusuh itu sebelum bertemu dengan pimpinan.
  • Belagu sekali kau, padahal kau belum ada apa-apanya dibandingkan denganku.
  • Jangan pelit-pelit jadi orang, nanti kuburanmu sempit.
  • Outfit mu tidak sesuai, coba saja lihat warnanya dari atas sampai bawah, kampungan sekali.
  • Cempreng sekali suaramu, telingaku sampai sakit.
  • Dasar tidak tau malu, bisa-bisanya melakukan perbuatan sekeji itu.
  • Jangan menjadi cengeng, masalah sepele saja sudah menangis.
  • Aku tidak menyangka kau berteriak hanya karena melihat boneka sera mini, dasar penakut!.
  • Jangan mencampuri urusan orang lain sampai kau bisa membereskan urusanmu sendiri dahulu.
  • Dasar payah… kau tidak becus mengerjakan pekerjaanmu, satupun tidak ada yang benar.
BACA :  Pengertian, Jenis, dan Contoh Abstrak di Berbagai Karya Tulis Ilmiah

Dampak Negatif Penggunaan Majas Sarkasme di Kehidupan Sehari-hari

Beberapa contoh majas sarkasme di atas menunjukkan bahwa majas tersebut dapat memberikan efek atau mengintimidasi terhadap pembaca atau pendengarnya.

Sarkasme ini merupakan perbuatan yang tidak baik karena dapat berisi body shaming, rumor negatif yang disebarkan atau juga bisa dengan mempermalukan orang lain.

Kerap kali Anda jumpai kata-kata majas tersebut dapat dikatakan bullying terhadap orang lain karena adanya cemoohan, ejekan yang dapat berdampak pada psikologis seseorang dan dapat merusak mental.

Jika dibiarkan berlarut-larut perkataan sarkasme ini akan memberikan efek antara lain:

  1. Menjadi rendah diri

Penggunaan majas sarkasme pada lawan bicaranya dapat membuatnya akan merasa minder, kurang percaya diri sehingga akan menjadi rendah diri.

Hal tersebut disebabkan karena konsep diri yang negatif timbul dari kurangnya kepercayaan kepada kemampuan mereka sendiri.

Orang yang tidak menyenangi dirinya sendiri merasa bahwa dirinya tidak akan mampu mengatasi persoalan. Orang yang rendah diri akan membuat jarak dan sebisa mungkin menghindari orang lain.

  1. Gangguan cemas

Rasa cemas merupakan emosional negatif yang ditandai dengan adanya kekhawatiran terhadap sesuatu hal. Kecemasan ini dapat terjadi karena tekanan dari kehidupan sehari-hari.

Jika seseorang mendapatkan ejekan seperti pada contoh majas sarkasme di atas. Hal tersebut akan membuat rasa tidak nyaman pada seseorang sehingga orang tersebut memiliki rasa ketakutan, tegang, dan tidak berdaya.

  1. Sulit tidur

Perkataan dengan menggunakan sarkasme juga dapat berdampak pada kesehatan fisik. Kesulitan tidur dapat dialami seseorang setelah terjadi rasa kecemasan yang berlarut-larut sehingga mengakibatkan stress berat dan berkahir dengan insomnia.

Berdasarkan penelitian dari Oakland University, Amerika Serikat mengatakan bahwa perilaku kasar di tempat kerja memicu insomnia pada para pekerjanya.

BACA :  Contoh Majas Antiklimaks; Pengertian, Penjelasan, dan Perbedaannya

Hal tersebut disebabkan kata sarkasme akan membuat para pekerja merasa terbebani pikirannya selanjutnya akan mempengaruhi kerja otak sehingga kondisi fisik dapat menurun.

  1. Depresi atau menyakiti diri sendiri

Hal yang paling ekstrim dalam dampak penggunaan majas sarkasme pada objek yang menerima yaitu bisa mengakibatkan depresi.

Hal tersebut merupakan penyakit mental yang berbahaya karena korbannya akan merasa insecure.

Bahkan jika pikiran negatif terhadap ejekan seseorang dipikirkan dalam jangka waktu yang lama, maka dapat merusak mental dan menganggap diri sendiri tidak berharga.

Sehingga hal yang tidak diinginkan dapat terjadi seperti menyakiti diri sendiri.


Berdasarkan paparan tersebut, penggunaan majas sarkasme di dunia nyata lebih baik dihindari karena kata-kata tidak hanya menjadi alat komunikasi yang baik, tetapi juga dapat menjadi sebilah pisau yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental.

Untuk itu, penggunaan beberapa contoh majas sarkasme ini, cukup hanya diimplementasikan dalam karya sastra saja. Demikian penjelasan singkat ini terkait majas sarkasme.

Pesan kami, bijaklah menggunakan bahasa.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment