Contoh Majas Antonomasia; Pengertian, Fungsi, dan Penjelasannya

Contoh Majas Antonomasia; Pengertian, Fungsi, dan Penjelasannya – Dalam penulisan karya sastra, penggunaan majas sangat diperlukan. Majas atau gaya bahasa memiliki maksud dan jenis yang berbeda-beda bergantung pada ciri khas pengarangnya.

Contoh Majas Antonomasia; Pengertian, Fungsi, dan Penjelasannya
Pengertian Majas Antonomasia, Fungsi, Contoh, dan Penjelasannya

Majas memiliki cara menguraikan cerita melalui bentuk pilihan kata kiasan sehingga menjadi kalimat yang lebih menarik.

Majas ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis yang setiap jenisnya memiliki pilihan kata dan makna yang berbeda.

Majas biasanya dapat digunakan untuk kebahasaan teks hikayat. Teks hikayat adalah adalah bentuk karya sastra berjenis prosa yang berisi kisah-kisah, cerita maupun dongeng.

Majas yang sering muncul dalam teks hikayat yaitu majas metafora, hiperbola, perbandingan, dan antonomasia. Pengertian beserta contoh majas antonomasia akan dijabarkan lebih lanjut pada artikel ini.

Pengertian Majas Antonomasia

Majas antonomasia adalah salah satu jenis majas perbandingan. Hal tersebut karena kata sifat yang digunakan sebagai kata perbandingan dari suatu benda atau makhluk hidup.

Majas antonomasia berdasarkan asal katanya berasal dari Yunani yaitu dari kata “antonomazein” yang berarti “menamai berbeda”.

Majas antonomasia secara istilah adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyebutkan seseorang atau benda dengan kata sifat atau ciri khas yang melekat pada seseorang/benda tersebut.

Berdasarkan asal bahasa dan istilah, maka majas antonomasia ini bertujuan untuk mengganti nama seseorang atau benda dengan sebutan/julukan yang menjadi ciri khasnya masing-masing.

Fungsi Majas Antonomasia

Setelah mengetahui pengertian majas antonomasia, maka penting bagi Anda untuk mengetahui fungsi dari majas ini agar dapat diaplikasikan secara tepat pada karya sastra.

Adapun fungsi majas antonomasia adalah sebagai berikut.

  • Untuk mengurangi kesan monoton pada kalimat dan membosankan dibaca oleh penikmat sastra. Misalnya menyebut nama orang berkali-kali dalam satu paragraf. Hal tersebut tentu saja terlihat tidak efektif. Oleh sebab itu, penggunaan majas ini banyak diaplikasikan pada sebuah cerita seperti dongeng, novel, dan juga surat kabar.
  • Memberikan alternatif kata kedudukan atau posisi baik benda mati ataupun makhluk hidup.
  • Menunjukkan ekspresi pujian maupun penghinaan terhadap suatu benda atau makhluk hidup.
BACA :  Contoh Majas Eufimisme

Contoh majas antonomasia untuk menunjukkan pujian, yaitu si cantik, si manis, tampan, dll.

Contoh majas antonomasia untuk menunjukkan penghinaan, yaitu si buruk rupa, si pemalas, si bodoh, dll.

Baca juga :

Contoh Majas Antonomasia pada Kalimat

Contoh Majas Antonomasia pada Kalimat
Contoh Majas Antonomasia pada Kalimat

Contoh majas antonomasia pada kalimat adalah sebagai berikut.

  • Tubuh mungil itu menghampiri lalu memelukku sambil memanggilku “ayah”.
  • Pada malam hari si kekar berotot itu menghampiri rumah di sebelahku untuk menagih hutang.
  • Si jangkung itu duduk di depanku sehingga aku tidak bisa melihat tulisan yang ada di papan tulis.
  • Pada musim gugur daun kering itu mulai berjatuhan menumpuk di jalanan.
  • Orang tidak menyukai si rambut keriting karena perilakunya yang suka jahil pada teman-temannya.
  • Aku merasa iba melihat pengemis kurus kering itu tidur depan emperan toko.
  • Si hidung pesek itu adalah sahabatku. Dia adalah orang yang sangat periang.
  • Aku selalu kalah dari kontes kecantikan gara-gara hidung mancung
  • Mata sipit itu menjuarai olimpiade internasional matematika.
  • Wanita gigi kelinci itu sangat manis dan menggemaskan jika tersenyum.
  • Aku melihat si cantik jelita sedang berjalan melewatiku di koridor kampus.
  • Hewan bertaring itu menerkam mangsanya hanya dengan satu loncatan, rusa yang malang itu pun tidak bisa menghindar.
  • Adik menangis seharian di kebun binatang karena tidak bisa bertemu si belalai panjang akibat waktu kunjungan sudah habis.
  • Si bongsor adalah yang paling manja dan dimanjakan oleh ibuku, apapun yang dia minta selalu ibu turuti.
  • Si miskin dan si kaya itu akhirnya saling tolong menolong dan saling menguatkan ketika sama-sama tertimpa musibah banjir.
  • Ibu guru memarahi pemalas itu karena tidak mengerjakan PR dan tidur saja selama kegiatan belajar mengajar.
  • Benar apa kata orang dia selalu datang terlambat tak heran dia dijuluki si lamban oleh teman sekelasnya.
  • Pendingin makanan itu sudah rusak karena makanan tidak cepat beku sehingga perlu diperbaiki.
  • Si bahu lebar itu pintar bermain basket, aku pun selalu kalah ketika bermain dengannya.
  • Aku dan temanku menonton bioskop dengan judul film perempuan berkalung sorban yang sedang trend saat ini.
  • Perempuan berkepang itu meninggalkan dompetnya di meja restoran karena terburu-buru pulang.
  • Aku tidak tega melihat anak pucat itu yang mondar-mandir ke rumah-rumah untuk meminta makan.
  • Youtuber pecinta pedas itu selalu memesan makanan dengan menambahkan cabe 2 kg.
  • Aku jarang melihat si pipi tembem bermain di taman bermain lagi semenjak ibunya sakit.
  • Toko kue ubi ungu itu sekarang mengeluarkan produk makanan baru yaitu es krim rasa ubi.
  • Aku mendengar si cempreng tertawa nyaring seantero kelas. Guru sebelah datang ke kelas kami dan menegurnya.
  • Si perut gendut itu mengajakku untuk ke kantin saat jam istirahat dan memesan makanan hingga 2 porsi.
  • Anak itu mulai lagi, kali ini si cerewet bergosip tentang temannya yang suka sekali menyontek padanya.
  • Dari dulu aku sudah tau bahwa si pembohong itu pasti mendapatkan ganjarannya.
  • Si celana robek itu terus saja mengganggu dan meminta uang pada ssetiap orang yang lewat di tongkrongannya.
  • Ani sangat ketakutan saat Sarah menceritakan kisah horor si manis jembatan Ancol.
  • Baik sekali perbuatan yang dilakukan si alis tebal, aku melihatnya membantu seorang nenek yang menyeberang jalan.
  • Adik melihat hewan pemakan rumput itu sedang dimandikan oleh pemiliknya.
  • Setelah menjemur pakaian, Siti menyetrika baju sambil menggunakan pengharum pakaian sehingga harum pada baju menjadi tahan lama.
  • Orang tua itu sudah lelah menasehati si pembangkang yang selalu saja melawan saat dinasehati oleh orang tuanya.
  • Akhirnya setelah 2 minggu tak ada berita, penipu itu diringkus di kediamannya.
  • Anak yang bermata merah karena kemasukan debu itu pergi ke ruang UKS untuk meminta obat tetes mata.
  • Si pirang mencoba berbicara denganku menggunakan Bahasa Indonesia setelah mendapatkan pelatihan dan kursus dari gurunya.
  • Gadis manis ini tidak saja hebat dalam bermain piano, namun juga dahsyat memainkan biola.
  • Nunung adalah si pelamar kerja yang giat untuk belajar dan pantang menyarah dalam mencari kerja.
  • Dengan berlutut dan memegang sebuah kotak cincin, pangeran buruk rupa itu melamar sang putri dengan tulus.
  • Mantan pemain sepak bola itu sekarang beralih profesi menjadi bintang iklan sampo terkenal.
  • Aku tidak suka berteman dengan tukang usil seperti dia karena itu membuatku jengkel.
  • Selama aku diajari oleh seorang guru, baru pertama kali ini bertemu dengan guru kikuk.
  • Bapak berkopiah putih selalu memberikan ceramah setalah solat berjama’ah.
  • Bocah si petualang pergi ke desa terpencil untuk menambah teman dan belajar adat istiadat di sana.
  • Si bajak laut mengejar peterpan menggunakan kapal terbangnya dengan bantuan bubuk peri ajaib.
  • Si pintar sedang unjuk gigi lagi dengan menjawab semua pertanyaan matematika dari bu guru di papan tulis.
BACA :  Contoh Majas Repetisi dan Penjelasannya

Berdasarkan contoh-contoh majas antonomasia di atas, dapat Anda ketahui bahwa penggunaan majas ini sering kita lihat dan kita dengar di sekeliling kita. Kata majas antonomasia dapat mengganti nama asli seseorang, hewan, ataupun benda mati.

Seperti pada contoh majas antonomasia di atas, sebutan kata ganti untuk seseorang bisa dengan kata: si cantik, si pembangkang, si pipi tembem, hidung mancung, mata sipit, dll.

Untuk mengganti nama hewan pada contoh majas antonomasia di atas, yaitu seperti: hewan bertaring (yang dimaksud adalah harimau), dan belalai panjang (yang dimaksud adalah gajah).

Penyebutan nama lain dari benda yang dapat dijumpai pada contoh majas antonomasia di atas, adalah pendingin makanan dan pengharum pakaian.

Kata-kata penyebutan nama yang tidak langsung pada majas antonomasia inilah yang merupakan siasat penulis untuk menarik perhatian pembaca dan lebih berkesan terhadap apa yang ingin pengarang sampaikan.

Leave a Comment