Contoh Laporan Praktikum Biologi: Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang

Contoh Laporan Praktikum Biologi: Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang – Percobaan atau praktikum merupakan salah satu aktivitas yang pasti akan dilakukan oleh siswa di sekolah.

Contoh Laporan Praktikum Biologi: Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang
Contoh Laporan Praktikum Biologi: Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang

Tak hanya satu mata pelajaran, Anda pasti akan menemui percobaan atau praktikum di beberapa mata pelajaran, sebut saja biologi, kimia, fisika, dan lain sebagainya.

Tidak sedikit siswa yang masih kebingungan bagaimana cara menyusun laporan praktikum yang benar.

Nah, pada kesempatan kali ini ukulele akan membagikan contoh laporan praktikum biologi yang bisa Anda jadikan referensi.

Baca juga :

Contoh Laporan Praktikum Biologi tentang Pertumbuhan Kacang Panjang

Tanpa panjang lebar lagi berikut ini contoh laporan praktikum biologi tentang kacang panjang dari kami. Check this out!


LAPORAN PERCOBAAN

PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

TANAMAN KACANG PANJANG

 

Contoh Laporan Praktikum Biologi SMA

 

 

Disusun oleh :

 Aulia Rahmat Salihah ( XII MIPA 4/08 )

 


1. JUDUL

Judul laporan “ Pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang panjang”

2. HARI, TANGGAL

Percobaan ini berlangsung dari Rabu, 09 September 2020 sd. Rabu, 23 September 2020

3. TUJUAN

  • Mengidentifikasi pengaruh cahaya matahari.
  • Mengetahui perbedaan dampak cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan  tanaman.

4. LANDASAN TEORI

Dalam hal ini ada sebuah fakta yang menyebutkan bahwa ternyata pada tahap proses pertumbuhan yakni saat terjadinya proses perkecambahan akan lebih cepat apabila tanaman atau tumbuhan di tanam di area yang gelap alias minim pencahayaan. Untuk hal demikian mungkin bagi sebagian masyarakat awam belum mengetahui atau menyadari hal demikian ini. Lantas mengapa sih proses perkecambahan lebih cepat pada area yang gelap.

Karena hormon auksin terurai oleh matahari pada area yang terang. Jadi mengapa proses perkecambahan lebih cepat pada area yang gelap jawabannya ialah pada area yang terang salah satu hormon yang ada pada tumbuhan atau tepatnya yang bernama hormon auksin terurai oleh sinar matahari sehingga proses perkecambahan akan lebih lambat.  hal ini karena hormon auksin memiliki fungsi salah satunya sebagai pemicu pertambahan panjang batang tanaman. Dan selain itu perlu kalian ketahui bahwa hormon auksin juga memiliki beberapa fungsi lainnya.

Fungsi Hormon Auksin

  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk membantu proses pembalahan sel pada tumbuhan.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk mematahkan dominasi apical atau pucuk. Hal ini merupakan sebuah kondisi dimana pucuk tanaman atau bisa juga akar tanaman tidak bisa lagi berkembang sebagai mana seharusnya.
  • Sebagai hormon yang berfungsi mempercepat proses perkecambahan. Dominasi benih akan dipatahkan oleh hormon auksin ini serta mempercepat proses perangsangan perkecambahan benin pada tanaman. Hormon yang satu ini bisa meningkatkan kualitas panen dengan cara perendaman benih pada hormon auksin.
  • Sebagai hormon yang berfungsi untuk merangsang kambium dalam pembentukan jaringan xilem dan floem.
  • Serta sebagai hormon yang berfungsi untuk menghambat terjadinya kerontokan buah.

5. ALAT DAN BAHAN

  • Gelas Aqua (±240ml) sebanyak 4 buah
  • Media tanam berupa tanah
  • 8 tanaman kacang tanah hasil persemaian
  • Benar kenur dengan panjang 1 meter
  • Spidol permanen.

6. CARA KERJA

  • Siapkan 5 gelas Aqua yang bersih. Pastikan kering dan tidak ada bekas air didalam gelas tersebut.
  • Beri tanda atau label pada gelas tersebut dengan spidol permanen agar tidak mudah hilang.
  • Berilah batas tanah pada masing-masing gelas. Jika perlu, lakukan pernimbangan massa tanah agar lebiih akurat.
  • Masukkan tanah sesuai batas pada gelas atau tanah yang sudah ditakar tadi.
  • Tanamlah masing masing 2 tanaman kacang panjang yang telai disemai pada tiap 1 gelasnya.
  • Taruhlah 2 tanaman di tempat yang terkena sinar mathari yang cukup.
  • Sedang 2 tanaman lainnya, taruh pada tempat yang tidak terkena sinar matahari.
  • Lakukan penyiraman dengan takaran yang sama .
  • Catat pertumbuhan setiap harinya.
  • Setelah dicatat perubahan ketinggiannya kurang lebih 7 hari, hitung rata rata pertambahan tingginya.

7. HASIL PENGAMATAN

Data hasil pengamatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang panjang ditempat terang atau cukup cahaya matahari.

Hari ke-Tanaman ke 1Tanaman ke 2
10,5
22,5
33,50,2
440,7
54,31,3
64,81,6
752
85,52,3
96,22,7
106,53,1
117,23,5
127,64
1384,3
148,25
Rata-rata1,641

Data hasil pengamatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang panjang ditempat gelap atau kurang cahaya matahari.

Hari ke-Tanaman ke-1Tanaman ke 2
1
21,71,5
34,63,8
47,35,9
510,89,2
613,212,7
716,515,6
819,917,9
922,820,5
1024,323,3
1128,125,9
123229
1334,133,2
1436,235,3
Rata- rata7,247,06

8. PEMBAHASAN

Tanaman yang ditanam di tempat gelap, terlihat  tanaman kacang hijau tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari.

Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi.

Tanaman ditanam di tempat terang, kacang panjang terlihat tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.

9. KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut,

  1. Tanaman kacang panjang yang berada ditempat gelap atau kurang pencahyaan tumbuh lebih optimal dan cepat panjang karena adanya peristiwa etiolasi. Dan tidak teruarinya hormone auksin sehingga akan terus memacu laju pemanjangan batang tanaman kacang ppanjang ini.
  2. Tanaman kacang panjang yang berada ditempat yang terang atu cukup pencahayaan akan lebih rendah karena hormone auksin ang terurai, dan terhambat karea terkena cahaya matahari. Pada tanaman ini, hormone auksin rusak, sehingga laju pertumbuhan macet.
  3. Meskipu ditempat yang gelap akan menghasilkan batang lebih tinggi, tapi tanaman tersebut dikategorikan tidak baik atau tidak sehat. Warna daun yang terlihat lebih pucat karena kurang klorofil.

10. DAFTAR PUTAKA

    1. https://www.ruangbiologi.co.id/
    2. Irnaningtyas, Biologi untuk kelas 12 SMA/MA sederajat kurikulum 2013 Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidkan Nasional
    3. https://laporanpraktikum.id/
    4. https://www.ilmusosial.id/2020/07/buku-paket-biologi-kelas-12-kurikulum.html

Baca juga :

Demikian contoh laporan praktikum biologi tentang pertumbuhan tanaman kacang panjang yang bisa kami bagikan.

Semoga bermanfaat ya. Terus semangat belajar!

Leave a Comment