Contoh Gagasan Pendukung; Pengertian, Ciri-ciri, dan Penjelasannya

Mengenal gagasan pendukung dalam paragraf: pengertian, ciri-ciri, contoh gagasan pendukung

Teks bacaan disusun oleh paragraf-paragraf yang berisi gagasan utama dan gagasan pendukung. Apa saja hal yang membedakan kedua jenis gagasan ini? Berikut cara mengenali gagasan utama dan gagasan pendukung beserta contoh gagasan pendukung.

Contoh gagasan pendukung biasa kita temui dalam teks bacaan deskriptif, naratif, dan jenis teks-teks yang lain. Sangat mudah mengidentifikasinya jika kita sudah paham ciri-ciri dan perbedaan kedua jenis gagasan tersebut.  Semuanya akan dibahas pada artikel ukulele ini.

Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Gagasan Pendukung
Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Gagasan Pendukung

Baca juga:

Pengertian Gagasan Pendukung

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gagasan diartikan sebagai ide, hasil pemikiran.

Gagasan pokok adalah sebuah pemikiran inti dari topik yang sedang dibahas. Kalimat yang mengandung gagasan pokok disebut kalimat utama. Kalimat utama memiliki sifat umum, padat informasi, dan menjadi keseluruhan inti paragraf.

Gagasan pendukung merupakan penjabaran lebih lanjut untuk melengkapi gagasan pokok. Kalimat yang mengandung gagasan pendukung disebut kalimat penjelas, berisi penjelasan dari kalimat utama, bersifat khusus dan lebih rinci.

Di bawah akan saya lampirkan contoh gagasan pendukung dan cara mengidentifikasinya. Kalimat yang di italic merupakan contoh gagasan pendukung.

“penduduk dalam suatu negara merupakan salah satu potensi dasar yang berguna untuk pembangunan nasional. Potensi tersebut akan menjadi kekuatan dalam pembangunan jasmani maupun rohani warga negara. Tingkat pendidikan dan keterampilan menjadi penentu utama pembangunan negeri

Gagasan utama dan gagasan pendukung terdapat pada kalimat-kalimat yang menyusun sebuah paragraf. Terdapat tiga jenis paragraf dilihat dari letak gagasan utamanya.

  1. Paragraf deduktif

Paragraf deduktif yaitu paragraf yang gagasan utama berada di awal paragraf. Jika gagasan utama berada di awal, maka gagasan pendukung akan ada di kalimat setelahnya.

Paragraf deduktif memiliki ciri-ciri:

– kalimat selanjutnya ditemukan kata tunjuk (ini, itu, tersebut) yang mengacu pada kalimat pertama

– terdapat pengulangan kata kunci yang mengacu pada kalimat pertama

– ditemukan konjungsi yang mengacu pada kalimat pertama

  1. Paragraf induktif

Paragraf induktif yang merupakan kebalikan dari paragraf deduktif. yaitu gagasan utama berada di kalimat terakhir dalam paragraf. Dalam paragraf induktif gagasan pendukung ada dalam kalimat awal hingga menjelang akhir paragraf.

Ciri-ciri paragraf induktif:

– kalimat terakhir biasa menggunakan kata kesimpulan seperti kata; jadi, oleh karena itu, dengan demikian, dll

– kalimat terakhir dapat berdiri sendirimemimpin paragraf dan mudah dimengerti

  1. Paragraf campuran

Paragraf campuran yaitu paragraf yang gagasan utama berada di awal dan akhir. Jenis paragraf ini biasa terdapat dalam teks narasi dan deskripsi. Cara menemukan gagasan utama dalam paragraf ini dengan membaca keseluruhan dan menemukan kata yang diulang atau yang sering muncul dari awal hingga akhir.

Lalu bagaimana cara mengenali gagasan utama dan gagasan pendukung dalam suatu teks bacaan? Berikut kami jelaskan mengenai ciri-ciri gagasan pendukung.

Ciri-Ciri Gagasan Pendukung

Ciri-ciri kalimat yang mengandung gagasan utama (kalimat utama):

  1. Berisi pernyataan umum
  2. Mengungkapkan ide pokok topik bahasan
  3. Biasa di awal paragraf, tetapi bisa juga di akhir, atau keduanya
  4. Minim kata konjungsi
  5. Dapat berdiri sendiri
  6. Informasi yang terkandung tidak multi tafsir

Sedangkan kalimat yang mengandung gagasan pendukung (kalimat penjelas) memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain:

  1. Letaknya setelah gagasan pokok apabila dalam paragraf deduktif, dan sebaliknya jika dalam paragraf induktif
  2. Berisi penjabaran dari gagasan pokok
  3. Berupa kalimat yang bersifat khusus
  4. Memakai konjungsi atau kata sambung
  5. Kalimat berupa pernyataan yang mengandung banyak keterangan, uraian, contoh, data, atau menceritakan rangkaian peristiwa
  6. Jumlah lebih dari satu kalimat dalam satu paragraf
  7. Gagasan pendukung tidak dapat berdiri sendiri, karena jika tidak ada gagasan pokok kalimat akan terkesan timpang

Cara Menentukan Gagasan Pendukung

Selain memperhatikan ciri-ciri di atas, untuk menentukan kalimat penjelas dapat menggunakan cara-cara sebagai berikut:

  • Temukan gagasan utama terlebih dahulu, sehingga akan lebih mudah menentukan gagasan pendukung. Kata kunci dari gagasan utama biasa diulang di tiap kalimat dalam paragraf
  • Baca secara lengkap dan teliti serta pahami setiap kalimat dalam paragraf
  • Kalimat yang mengandung gagasan pendukung mengandung banyak konjungsi agar paragraf berkesinambungan
  • Gagasan pendukung menjelaskan topik bacaan secara khusus dan mendetail

Agar lebih paham, kita perlu membaca contoh gagasan pendukung. Semakin sering membaca dan memahami paragraf akan semakin memudahkan kita dalam menentukan gagasan utama dan gagasan pendukung dalam suatu paragraf.

 Contoh Gagasan Pendukung

Berikut paragraf yang mengandung contoh gagasan pendukung dan cara menentukannya.

  1. Paragraf deduktif

Kelompok suporter saat ini telah berkembang menjadi sebuah organisasi yang keberadaannya berpengaruh dalam kehidupan sosial.  Keberadaan suporter menjadi suatu hal yang penting karena merupakan salah satu unsur yang menggerakkan sepak bola menjadi industri. Mereka memenuhi stadion saat laga kandang maupun tandang yang berarti memberikan kontribusi kepada klub dengan membeli tiket masuk. Kegairahan persuporteran dalam memberikan dukungan tidak hanya memposisikan mereka sebagai pembangkit semangat tim, tetapi juga “tontonan lain” dalam pertandingan yang sedang berlangsung. Kecintaan kepada klub-klub yang diwujudkan dalam berbagai aspek itu akhirnya memunculkan multipler effect dari sisi olahraga maupun ekonomi masyarakat. Akan tetapi kecintaan itu seringkali menghasilkan efek psikologis berupa perasaan tidak simpati dengan kelompok suporter klub lain sehingga muncul antipati dari masyarakat umum.

Dalam contoh gagasan pendukung di atas, kalimat kedua hingga kalimat terakhir merupakan kalimat penjelas yang merupakan gagasan pendukung dari kalimat pertama. Gunanya adalah untuk memperinci topik yang sedang dibahas.

  1. Paragraf induktif

Tahun 1952 data orang Amerika yang menggunakan hak memilih presiden mereka sebesar 62,7%. Dalam pemilihan tahun 1956, presentasenya adalah 60,4%. Pada tahun 1960 adalah 63,8 persen. Dari penyajian statistik, diketahui banyak golongan orang Amerika yang berhak memilih tetapi tidak menggunakan hak pilihnya dengan sungguh-sunggguh.

Dalam contoh gagasan pendukung di atas, gagasan pendukung berada di kalimat pertama hingga ketiga, lalu disimpulkan di kalimat terakhir yang merupakan kalimat utama.

  1. Paragraf campuran

Yang menjadi pembeda genenasi dahulu dan generasi saat ini adalah generasi saat ini lahir di tengah kecanggihan teknologi digital, sehingga mereka dimanjakan dengan game online dan media sosial dengan gadget yang super canggih. Sebenarnya, smartphone berguna untuk mendukung proses belajar mengajar, sehingga proses transfer of knowledge dan pembinaan karakter dapat berjalan sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, kita juga seringkali menjumpai remaja yang berada dalam sebuah forum, tetapi tidak berkomunikasi satu dengan yang lain karena asik dengan dunianya sendiri yang ada dalam smartphone mereka. Meminjam istilah Don Tapscott (2013) generasi ini adalah generasi acuh tak acuh. Minat anak remaja kini hanya mengenai budaya populer, idola, dan teman-teman mereka saja. Hal itu menunjukkan bahwa teknologi digital membawa dampak positif dan negatif yang berjalan seiringan.

Kalimat contoh gagasan pendukung berada di tengah paragraf. Karena kalimat di tengah jika dipisahkan dari kalimat pertama dan akhir akan menjadi kalimat yang timpang dan tidak bisa berdiri sendiri.

Contoh Gagasan Pendukung
Contoh Gagasan Pendukung

Dari penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat yang mengandung gagasan utama biasanya lebih ringkas dan padat informasi. Sedangkan kalimat penjelas yang mengandung gagasan pendukung biasanya lebih panjang dan terperinci.

Sesuai dengan contoh gagasan pendukung yang disebutkan di atas, agar dapat menentukan gagasan utama dan gagasan pendukung dalam teks, perlu untuk membaca teks secara teliti.

Selain membaca dengan teliti, perlu untuk memahami ciri-ciri kalimat yang mengandung gagasan pendukung seperti contoh gagasan pendukung di atas agar lebih mudah mengidentifikasi paragraf.

Baca juga:


Demikian penjabaran mengenai bagaimana cara mengenali gagasan pendukung dalam paragraf beserta ciri-ciri dan contoh gagasan pendukung. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment