Site icon Materi Sekolah & Ide Bisnis

Contoh Cerpen; Pengertian, Struktur, Fungsi, Unsur Intrinsik, dan Ciri-Cirinya

Contoh Cerpen; Pengertian, Struktur, Fungsi, Unsur Intrinsik, dan Ciri-Cirinya – Karya sastra yang paling terkenal salah satunya adalah cerpen.

Contoh Cerpen Singkat; Pengertian, Struktur, Fungsi, Unsur Intrinsik, dan Ciri-Cirinya

Cerpen banyak ditemui dalam majalah, koran, ataupun kumpulan cerpen yang dijadikan dalam satu buku.

Cerpen termasuk dalam karangan prosa karya tulis yang mengandung rangkaian cerita. Di dalam cerpen ini memuat beberapa unsur pembentuk cerpen.

Dalam artikel ini akan dibahas tentang pengertian cerpen secara umum, pengertian cerpen menurut KBBI, dan pengertian cerpen menurut para ahli untuk lebih detail memahaminya.

Selain itu terdapat juga uraian struktur cerpen, unsur intrinsik, ciri-ciri, fungsi, dan contoh cerpen singkat yang akan dibahas pada penjelasan di bawah ini.

Pengertian Cerpen

Pengertian cerpen memiliki banyak sekali sumber dan literatur. Beberapa pengertian cerpen yaitu berasal dari pendapat ahli.

Adapun pengertian cerpen menurut para ahli, kami rangkum sebagai berikut.

Pengertian cerpen menurut KBBI adalah terdiri dari dua kata yaitu cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana suatu hal terjadi dan relatif pendek.

Berdasarkan penjelasan tersebut pengertian cerpen secara umum berarti singkatan yang memiliki kepanjangan yaitu cerita pendek karena kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata.

Dengan kata yang pendek dalam cerpen tersebut, akan memberikan sebuah kesan dominan serta pemusatan hanya pada satu tokoh saja.

Berdasarkan penjangnya cerpen dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :

Baca juga :

Struktur Cerpen

Struktur Cerpen

Setelah mengetahui pengertian cerpen, penting untuk mengetahui struktur cerpen sehingga dapat dimplementasikan dalam proses pembuatannya.

Struktur cerpen adalah langkah-langkah atau tahapan suatu narasi dalam cerpen. Adapun struktur cerpen terbagi menjadi 6 yaitu:

Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur-unsur yang membangun dari dalam karya sastra sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang mempengaruhi cerpen dari luar cerita (eksternal).

Unsur ekstrinsik contohnya seperti latar belakang penulis, latar belakang pendidikan dsb. Adapun unsur intrinsik cerpen adalah sebagai berikut.

Ciri-ciri cerpen

Ciri-ciri cerpen penting untuk diketahui untuk memahami jenis karya sastra tulis khas cerpen secara spesifik.

Berdasarkan pengertian cerpen di atas, maka ciri-ciri cerpen adalah sebagai berikut.

Fungsi Cerpen

Dalam pembuatan cerpen, Anda perlu mengetahui fungsi cerpen sehingga lebih paham tentang makna cerpen. Fungsi cerpen adalah sebagai berikut.

Setelah ini kami lanjutkan dengan contoh cerpen singkat yang bisa Anda pelajari.


Contoh Cerpen Singkat

Contoh Cerpen Singkat

Untuk lebih memahami tentang cerpen, tidak hanya mengerti pengertian cerpen dan unsur-unsurnya saja tapi perlu ada contoh. Berikut adalah contoh cerpen singkat.


TEGAKKAN PUNGGUNGMU

Oleh: Wenny Nurmalita Yanti

Setiap malam minggu itu adalah hari yang memilukan bagi kakak beradik yang hanya selisih 2 tahun itu. Kala itu, Sandra dengan adiknya Nora memejamkan mata, tidur berhadapan. Mereka tidak terlelap. Telinga dan wajah Nora ditutupi oleh guling. Kain pada guling tersebut mulai tampak basah. Nora menangis dalam diam dengan terisak. Dia ingin menyembunyikannya dari orang tuanya. Tangisannya terjadi karena orang tua mereka sering bertengkar tiap malam. Sandra, kakak Nora, berbisik tetap memejamkan matanya dengan suaranya yang mulai bergetar dia berkata.

“Ssttt…. Tenanglah.. semua akan baik-baik saja”.

Tibalah Hari Senin, Nora pergi ke sekolah dengan diantar ayahnya. Kedekatan antara ayah dan anak tersebut tidak diragukan lagi. Sifat mereka berdua hampir mirip. Bahkan makanan yang mereka sukai sama.

Nora memasuki kelas dengan mata yang mengantuk dan wajah yang lelah. Semalaman dia berpikir tentang pertikaian orang tuanya. Nora tau bahwa ayahnya sudah tidak fokus pada keluarganya.

“Ayah tidak seperti dulu lagi” kata Nora yang hanya berbisik pada bayangnya sendiri.

Nora, semenjak pelajaran pertama tidak beranjak dari kursinya. Pandangannya kosong layaknya catatannya yang masih putih bersih tidak ada coretan tinta sama sekali. Tiba-tiba lamunannya dibuyarkan dengan teriakan keras yang dekat dengan kupingnya.

“NO…RA…..Kenapa dari tadi aku memanggilmu kau diam saja sih? Ayo ke kantin, sudah lapar ini…” kata Maura sambil menari-narik lengannya dengan muka yang merajuk manja.

“Haha.. maafkan aku aku rasa aku sedang bad mood hari ini” kata Nora menyunggingkan bibir.

Bagi Nora, Maura yang paling mengerti dirinya. Dia tidak pernah menanyakan tentang ayahnya walaupun dia sekarang sudah mulai paham. Maura sering bermain ke rumahnya dan pernah mendengar pertikaian orang tua Nora.

Disisi lain, dirumahnya pada sepertiga malam Nora berdoa dan berkeluh kesah pada Tuhannya. Nora menjadi sosok yang lebih dewasa serta menjalani hari-hari dengan penuh optimis. Tak jarang pertikaian orang tuanya membuatnya sedih namun dengan bersekolah, bertemu dengan temannya, dia bisa tersenyum. Apalagi saudaranya  memiliki andil yang paling besar karena Nora meneladani Sandra yang kuat dan tekun bahkan banyak menjuarai berbagai perlombaan Sains. Nora yang menyukai bermain musik mendaftarkan diri di SMA-nya untuk mengikuti ekstrakulikuler musik dan memainkan piano. Sore ini dia berlatih untuk HUT Kemerdekaan RI.

“Hari ini cukup sampai disini dulu latihannya. Jaga kondisi kalian terus” kata pelatih dengan tampang garang dengan kumis yang tebal tak luput dari wajahnya.

Setiba di rumah, Nora langsung menaruh tasnya dan mencari kedua orang tuanya. Tidak ada ayah disana. Dia hanya menemukannya ibunya yang duduk di balkon belakang rumahnya. Setelah berbincang cukup lama dengan, Nora yang berada disamping ibunya tidak sanggup mendengarnya. Otaknya menolak untuk memproses apa yang telah didengarnya. Wanita tersebut mengatakan kalau ibu akan bercerai denga ayah. Pertanyaan yang tidak ingin terjawab akhirnya terjawab.

Hari berganti hari tibalah ulang tahun Nora. Ulang tahun ke 17 adalah ulang tahun yang ditunggu oleh setiap orang. Bagi Nora itu adalah hari ulang tahun yang paling menyedihkan. Sudah setahun lamanya ayahnya pergi meninggalkannya. Bekas luka dan kerinduan bercampur menjadi satu. Tidak ada yang spesial di hari itu. Nora masuk kelas seperti biasanya. Dia menutupi dari teman-temannya akan kesedihannya. Dia ingat doanya dulu, lalu beristigfar. Nora percaya pada takdir Allah. Dia percaya bahwa ada hal yang indah yang telah dipersiapkan Allah untuknya. Nora masuk dalam kelas. Maura dan teman-teman lainnya mengucapkan ulang tahun padanya.

“Nora… selamat ulang tahun.. ini aku ada kado untukmu”

“Terimakasih teman-teman,,, terimakasih Maura”

“Jangan lupa surat yang ada di dalamnya baca ya”

Malam harinya dia membuka kado yang diberikan Maura, di dalamnya berisi sebuah boneka dengan tangannya yang memegang surat. Surat itu diambilnya. Nora pun membacanya. Tidak ada yang berbeda dari kartu ucapan selamat ulang tahun tersebut. Tapi, satu kalimat berhasil mengalihkan perhatiannya.

“Nora… tegakkan punggungmu”

Nora membaca kalimat tersebut, kemudian mengulanginya. Matanya berkaca-kaca namun senyumnya tampak pada wajahnya. Ia memeluk boneka pemberian Maura.

Satu tahun kemudian, Sandra masuk perguruan tinggi ternama sehingga dia harus merantau ke kota sedangkan Nora beranjak kelas 3 SMA dan sedang mempersiapkan SNMPTN. Keesokan harinya saat pengumuman SNMPTN pun tiba. Maura siang itu datang ke rumah Nora tidak sabar untuk menunggu hasil pengumuman. Mereka berencana untuk melihat hasilnya bersama. Tiba waktu yang telah ditunggu. Mereka melihat bergantian. Pertama Maura, dia membukanya lewat ponsel yang dia gunakan. Ada kata “lulus”. Maura berteriak kegirangan. Nora sangat senang sekali usaha sahabatnya terbayar sudah.

Kini giliran Nora dengan harap cemas dia membukanya. Kata itu nampak sama seperti milik Maura. Ya, mereka berdua lulus. Mendengar hal tersebut Ibunya berada disampingnya langsung memeluk mereka berdua dengan tetap memakai mukenah yang dia kenakan sehabis solat Dhuhur. Mereka bertiga menangis terharu. Maura kemudian pulang, tidak sabar mengabarkan berita bahagia ini pada keluarganya. Nora melambaikan tangan untuk sahabatnya dengan bibir yang terangkat membentuk lengkungan senyum.

“Menyedihkan saat orang yang memberimu kenangan terindah hanya berakhir sebagai kenangan.. Namun Ayah.. kau tahu.. aku tidak pernah membencimu sedikitpun. Aku hanya mengkhawatirkanmu saat ini apakah kau makan dengan baik? Apakah kau bahagia tanpa Aku, Kak Sandra dan Ibu di sisimu? Karena aku akan selalu mengingat kebaikanmu” kata Nora lagi-lagi berbisik pada bayangnya sambil menatap langit biru yang berubah menjadi kemerahan.

TAMAT

Baca juga :


Penjelasan tentang Contoh Cerpen Singkat

Berdasarkan contoh cerpen di atas, dapat diambil nilai-nilai yang bisa dipetik dari cerpen yaitu nilai perjuangan, moral, dan persahabatan.

Pada contoh cerpen pendek tersebut diceritakan seorang anak yang broken home, namun anak tersebut tetap berjuang hingga mencapai cita-citanya.

Sosok tokoh Maura juga dijelaskan wataknya memiliki sifat yang setia kawan. Hal tersebut dapat ditunjukkan pengarang secara tidak langsung, yaitu dilihat dari sikapnya yang selalu menghibur dan menemani tokoh Nora saat dalam kesulitan.

Dalam segi tema, cerpen tersebut bertema keluarga karena mengisahkan tentang permasalahan keluarga. Alur dalam cerpen tersebut yaitu alur maju dan masih banyak lagi hal yang bisa dibedah dalam cerpen tersebut sesuai dengan struktur cerpen, ciri-ciri cerpen, unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik cerpen.


Hal yang terpenting adalah dengan memahami isi cerpen dan menganalisis narasinya sesuai dengan penjelasan yang dikemukakan di atas.

Demikian artikel mengenai pengertian cerpen, struktur cerpen, unsur intrinsik, ciri-ciri, fungsi, dan contoh cerpen singkat ini.

Semoga bermanfaat!

Exit mobile version