Budget Adalah: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis, dan E-budgeting

Budget Adalah: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis, dan E-budgeting – Setiap kelompok atau organisasi perlu menyusun keuangan organisasinya agar digunakan untuk mencapai tujuannya. Pengaturan sistem keuangan tersebut sering dikenal dengan nama budget.

Budget adalah cara untuk mengatur keuangan yang ada. Secara bahasa budget artinya anggaran. Oleh sebab itu, budget sangat penting terutama dalam bisnis yang sedang Anda jalankan.

Budget Adalah: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis, dan E-budgeting
Budget Adalah: Pengertian, Tujuan, Ciri, Jenis, dan E-budgeting

Baca juga:

Artikel kali ini akan menjelaskan lebih rinci apa itu budget mulai dari pengertian budget, tujuan, ciri-ciri, jenis, dan apa yang dimaksud dengan e-budgeting, apa keuntungan penerapan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta apa saja syarat sebuah daerah untuk bisa menerapkan e-budgeting?. Mari kita simak bersama!

Pengertian Budget Adalah?

Dalam bahasa Indonesia budget artinya anggaran. Menurut ahli, pengertian budget adalah sebagai berikut:

  • Supriyono (1987): budget adalah rencana yang mendetail yang dinyatakan dengan formal dalam ukuran kuantitatif, untuk menunjukkan bagaimana sumber akan diperoleh serta berapa lama jangka waktunya.
  • Anthony dan Govindarajan (1998): budget adalah alat yang efektif digunakan dalam perencanaan dan pengendalian organisasi, bersifat jangka pendek dan biasanya selama satu tahun.

Dari pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan secara umum pengertian budget adalah rencana yang berkaitan tentang perekonomian atau keuangan suatu organisasi yang dilakukan dengan terperinci dan sistematis, yang penulisannya dalam bentuk angka-angka dan moneter agar dapat menuju sasaran yang telah ditetapkan.

Oleh sebab itu, budget adalah alat manajemen untuk mencapai tujuan. Hal tersebut ditunjukkan dari peran budget adalah sebagai perencanaan dan pengendalian.

Jika tidak ada penetapan budget dalam suatu organisasi atau perusahaan maka dapat menyebabkan resiko operasi pekerjaan yang gagal atau tidak selesai karena sejatinya dana merupakan faktor penting berjalannya sebuah usaha.

Sebagai pengendalian dalam peran budget artinya, setiap pelaksanan kegiatan secara nyata yang dilakukan organisasi harus dan berlandaskan kepada budget yang telah dibuat dengan cara membandingkan hasil yang ada dengan rencana budget yang telah ditetapkan. Dengan demikian, dapat dilakukan kendali apabila hasil tidak sesuai rencana dengan melakukan perbaikan rencana.

Penyusunan budget harus dibuat secara teliti dan cermat. Hal yang harus diperhatikan dalam menyusun budget adalah harus sesuai dengan program organisasi yang telah direncanakan (strategic planning).

Tipe budget diklasifikasikan dalam 3 kelompok yaitu anggaran biaya, anggaran pendapatan dan anggaran laba. Anggaraan biaya berkenaan dengan biaya yang diperhitungkan secara teknis dengan maksud mengukur efisiensi.

Anggaran pendapatan adalah proyeksi penjualan yang digunakan untuk mengukur efektivitas pemasaran sedangkan anggaran laba merupakan kombinasi dari keduanya yaitu sebagai pengendalian biaya dan pendapatan.

Manfaat dan Tujuan Budget

Manfaat dan tujuan budget adalah sebagai berikut:

  • Sebagai landasan yuridis formal. Dengan adanya budget, pemilihan sumber dan investasi dana dapat disesuaikan.
  • Untuk memberikan pembatasan jumlah biaya yang dicari dan digunakan.
  • Sebagai perincian sumber dana dan investasi sehingga dapat mempermudah pengawasan.
  • Untuk memcapai hasil yang maksimal.
  • Untuk menyempurnakan rencana yang disusun agar pelaksanaannya dapat sesuai rencana karena sudah tercantum secara jelas.
  • Sebagai sarana untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan dan analisis serta menetapkan keputusan yang berkaitan dengan keuangan.
  • Untuk memotivasi pegawai. Dalam hal ini, manfaat budget artinya memberikan pengaruh agar pegawai dapat melaksanakan tugas-tugasnya karena dalam budget tersebut telah tertera rencanya sehingga pegawai memiliki rasa tanggung jawab untuk melaksanakan sesuai pedoman.

Ciri-ciri Budget

Setiap perencanaan keuangan belum tentu disebut budget. Budget memiliki karakteristik tertentu yang menjadi ciri khasnya. Menurut Anthony dan Govindarajan (1995), ciri-ciri budget adalah sebagai berikut:

  • Ditulis dalam satuan moneter. Moneter dalam budget artinya satuan standar mata uang. Satuan moneter dapat didukung dengan satuan lain yaitu unit. Manfaat penggunaan satuan moneter ini adalah memudahkan pembacaan dan pemahaman tentang penyusunan rencana kerja.
  • Umumnya disusun dalam kurun waktu satu tahun. Batasan waktu dalam menyusun budget berfungsi untuk memberikan batasan rencana kerja.
  • Mengandung komitmen manajemen. Penyusunan budget ini harus dilaksanakan dengan keterlibatan pihak manajemen. Hal tersebut karena harus mempertimbangkan secara teliti hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dengan beik.
  • Usulan budget disetujui oleh jabatan yang lebih tinggi dari pelaksana budget. Budget yang telah dibuat harus disahkan oleh atasan agar penyusunan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi target organisasi.
  • Setelah disetujui, budget dapat direvisi pada keadaan tertentu dengan persetujuan manajer. Hal tersebut terjadi jika adanya perubahan situasi faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal contohnya adalah penurunan produksi sedangkan faktor eksternal contohnya adalah kenaikan harga bahan baku secara global, krisis ekonomi, dsb. Kondisi tersebut memaksa untuk mengubah budget sehingga relevan dengan situasi yang ada.
  • Adanya analisis jika terjadi ketidaksesuaian di dalam pelaksanaannya. Tujuan dari analisis ini untuk mencari penyebab penyimpangan, serta agar kesalahan tersebut dapat diperbaiki dan tidak terulang kembali yang berakibat pada ketidakberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan.

Jenis Budget

Jenis budget dapat bermacam-macam yang terlihat dari berbagai aspek. Jenis budget yang dilihat berdasarkan dasar penyusunan, cara penyusunan, jangka waktu, dan bidangnya. Berikut adalah penjelasannya.

Berdasarkan Dasar Penyusunan

  • Budget tetap: budget yang disusun berdasarkan suatu kapasitas tertent, acuannya bersifat tetap.
  • Budget variabel: disusun berdasarkan kisaran kapasitas tertentu. Dengan demikian, variabel budget artinya disesuaikan dengan tingkat kegiatan (aktivitas) yang berbeda-beda.

Berdasarkan Cara Penyusunan

  • Budget periodik: disusun untuk satu periode tertentu.
  • Budget kontinu: budget yang dibuat dengan mengadakan adanya perubahan-perubahan setiap bulannya yang terus berkelanjutan.

Berdasarkan Jangka Waktu

  • Budget jangka pendek (anggaran taktis): budget yang dibuat dengan waktu kurang dari satu tahun. Contohnya budget keperluan modal.
  • Budget jangka panjang (anggaran strategis): budget yang disusun selama lebih dari satu tahun.

Berdasarkan Bidangnya

  • Budget operasioanal: anggaran yang terkait dengan “pengeluaran rutin”, dengan membuat laporan laba, rugi yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran. Contoh: budget biaya produksi, budget administrasi umum, dsb.
  • Budget keuangan: berhubungan dengan neraca keuangan. Contohnya budget kas.

Apa yang Dimaksud dengan E-budgeting?

Setelah Anda memahami budget, kali ini akan diuraikan apa yang dimaksud dengan e-budgeting. E-budgeting adalah salah satu teknologi yang digunakan khusus untuk budget.

Fungsi utama dari e-budgeting adalah suatu sistem keuangan yang dapat memberikan kemudahan kinerja organisasi.

Apa yang dimaksud dengan e-budgeting adalah teknologi sistem informasi yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penganggaran. Hal tersebut karena e-budgeting adalah penganggaran yang berbasis web atau aplikasi program yang dimana semua data dan informasi dapat diberikan dan terinput dengan mudah dalam sistem digital.

Image result for E-budgeting
Apa yang Dimaksud dengan E-budgeting? | pemalangkab.go.id

Penggunaan e-budgeting dapat dilihat dari sektor pemerintahan yang saat ini memberikan inovasi dengan menerapkan e-budgeting untuk mewujudkan sistem pemerintahan yang baik. Hal tersebut karena budget adalah berperan penting dalam tata kelola pemerintah.

Selain itu, apa yang dimaksud dengan e-budgeting adalah sebagai tolak ukur dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan publik di bidang pemerintahan.

Dampak dari adanya e-budgeting adalah menunjukkan bahwa setiap program pasti memiliki rencana, sehingga apa yang dimaksud dengan e-budgeting ini didalamnya memberikan sistem proteksi dan pengawasan untuk merencanakan program dengan baik.

Namun, penggunaan e-budgeting dapat memiliki kelemahan baik dari segi teknis dan non-teknis. Kelemahan segi teknis dari e-budgeting adalah server dari sistem digital ini dapat mengalami kegagalan akses (server down) karena banyaknya pengguna internet yang mengunjungi laman e-budgeting tersebut.

Untuk kelemahan non teknis yang dapat terjadi dalam e-budgeting adalah dalam aspek proses input budget. Pada proses tersebut, user harus memasukkan data secara benar, hal ini terkadang menyulitkan dan menjadi persoalan karena belum adanya standarisasi dan tidak semua komponen yang diinginkan ada dalam aplikasi tersebut.

Apa Keuntungan Penerapan E-budgeting dalam Penyelenggaraan Pemerintahan?

Setelah Anda mengenal apa yang dimaksud dengan e-budgeting, dapat diketahui bahwa e-budgeting mempunyai keuntungan, termasuk dalam bidang pemerintahan.

Pemerintah memiliki misi untuk mesejahterakan rakyat dengan melakukan tatanan masyarakat dan publik secara baik.

Oleh sebab itu, tujuan e-budgeting untuk apa keuntungan penerapan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan guna peningkatan produktifitas, peningkatan pelayanan, peningkatan moral dan kapasitas anggota serta pelayanan publik oleh pemerintah.

Apa keuntungan penerapan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan ini khusus untuk memfasilitasi proses penyusunan APBD, revisi dan PAK (Perubahan Anggaran Kegiatan).

Untuk lebih jelasnya, berikut akan dipaparkan apa keuntungan penerapan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan yaitu sebagai berikut:

  • Mempercepat kesejahteraan masyarakat karena e-budgeting dapat meningkatkan mutu pelayanan masyarakat.
  • Mempersingkat waktu yang diperlukan dalam membuat budget pemerintah.
  • Mencegah penyelewengan APBD.
  • Memiliki kemampuan dalam melakukan penghematan anggaran.
  • Untuk mengantisipasi adanya kecurangan (mark-up) melalui sistem saling mengawasi.
  • Terakhir, apa keuntungan penerapan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang tak kalah penting adalah transparansi dan akuntabilitas keuangan publik.

Apa Saja Syarat Sebuah Daerah untuk Bisa Menerapkan E-budgeting?

Pemerintah daerah dalam sistem otonomi daerah di Indonesia mengaplikasikan e-budgeting  untuk transparansi pengelolaan keuangan daerah sebagaimana tertuang dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam membuat e-budgeting tidak sembarangan harus memenuhi apa saja syarat sebuah daerah untuk bisa menerapkan e-budgeting.

Apa saja syarat sebuah daerah untuk bisa menerapkan e-budgeting ada dua, yaitu:

  • Infrastruktur yang memadai. Infrastruktur adalah faktor penting dari apa saja syarat sebuah daerah untuk bisa menerapkan e-budgeting karena dalam penggunaan e-budgeting ini memerlukan koneksi internet yang baik di daerah.
  • Adanya hubungan yang baik antara badan legislatif dan eksekutif.

e-budgeting adalah manajemen anggaran yang terintegrasi dalam sistem jaringan internet. Untuk memahami lebih lanjut mengenai sistem e-budgetting, simak video berikut:

 

Baca juga:


Demikian uraian mengenai budget hingga apa saja syarat sebuah daerah untuk bisa menerapkan e-budgeting. Jadi budget adalah rencana kinerja dalam waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment