25+ Contoh Iklan Media Cetak

25+ Contoh Iklan Media Cetak – Hai sahabat ukulele, Kalian pasti kerap menjumpai Contoh Iklan Media Cetak baik itu di koran, selebaran, atau di majalah. Namun, apakah sahabat tahu apa yang dimaksud iklan media cetak? Pada artikel ini, akan kami kupas tuntas tentang iklan media cetak.

Contoh Iklan Media Cetak
25+ Contoh Iklan Media Cetak

Sebelum kita membahas mengenai Contoh Iklan Media Cetak, mari kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan iklan media cetak.

Apa yang dimaksud iklan media cetak?

Walau terlihat mudah sebagian dari kalian pasti bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan iklan media cetak? Apa bedanya dengan iklan biasa? Sebelumnya, kita perlu tahu pengertian iklan.

Iklan adalah sebuah informasi yang memiliki tujuan untuk mensugesti, mendorong, atau memberikan pengaruh kepada masyarakt atau semua orang yang melihat/membacanya agar tertarik pada jasa atau produk yang ditawarkan.

Dikutip dari Wikipedia, Iklan atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara adalah segala bentuk pesan promosi benda seperti barang, jasa, produk jadi, dan ide yang disampaikan melalui media dengan biaya sponsor dan ditunjukan kepada sebagian besar masyarakat.

Jadi, iklan media cetak adalah iklan yang dikampanyekan atau disebarluaskan melalui media cetak. Sedangakan arti media cetak adalah semua bentuk media yang tertulis berbentukan cetakan, contohnya yaitu tabloid, koran, surat kabar, majalah, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Iklan Media Cetak

Berikut adalah beberapa ciri-ciri iklan media cetak, yaitu:

  • Iklan media cetak dibatasi oleh kolom dan baris.
  • Iklan media cetak biasanya cenderung ditulis menggunakan bahasa yang formal.
  • Kalimat dalam Iklan media cetak bisa panjang dan rinci.
  • Iklan media cetak hanya bisa ditangkap oleh indera pengelihatan saja.

Beberapa contoh iklan media cetak yaitu:

  • Iklan Baris,
  • Iklan Penawaran,
  • Iklan Makanan,
  • Iklan Produk,
  • Iklan Layanan Masyarakat,
  • Iklan Kolom,
  • Iklan Lowongan Kerja,
  • Iklan Jasa,
  • Iklan Berbahasa Jawa,
  • Iklan Komersial, dsb.

Baca juga :

25+ Contoh Iklan Media Cetak 2020

Diantara teman-teman yang masih sekolah pasti pernah menemui pertanyaan sebutkan contoh iklan media cetak. Berikut kami jelaskan mengenai iklan-iklan tersebut beserta gambar iklan media cetak:

#1. Iklan Baris

Iklan Baris
Contoh Iklan Media Cetak: Iklan Baris | sumber: id.pinterest.com

Contoh iklan media cetak yang pertama yaitu iklan baris. Iklan baris biasanya terdapat pada koran dan hanya terdiri dari 3-5 baris saja.

Karena jumlah karakter yang terbatas, pengiklan didorong untuk membuat iklan yang singkat, padat, dan jelas. Karena keterbatasan tersebut, tidak jarang pengiklan menggunakan singkatan-singkatan agar semua informasi bisa disampaikan.

Iklan baris biasanya dimanfaatkan untuk menjual produk, menawarkan jasa, lowongan pekerjaan, bahkan ada yang untuk mencari jodoh. Tentu saja pencarian jodoh melalui media iklan baris sudah tidak relevan di jaman milenial ini, hal tersebut sering terjadi pada era koran sebelum tahun 2013.

Harga iklan baris ditentukan dari jumlah karakter atau baris yang digunakan.

#2. Iklan Penawaran

Iklan Penawaran
Contoh Iklan Media Cetak: Iklan Penawaran  Nuvo| sumber: tokopedia.com

Iklan penawaran adalah salah satu contoh iklan media cetak yang bertujuan untuk mempromosikan suatu produk atau jasa kepada masyarakat, dan biasanya terdapat penawaran lain daripada produk yang biasa dijual. Penawaran ini dapat berupa diskon, beli sekian gratis satu buah produk, beli sekian gratis produk lain, dan sebagainya.

Contoh iklan penawaran yang berupa produk yaitu iklan makanan, iklan minuman, iklan perabot rumah tangga, dan lain-lain.

Sedangkan iklan penawaran yang berupa jasa bisa berupa jasa les privat anak sekolah, jasa mengemudikan mobil, jasa pijat, dan lain-lain. Iklan penawaran yang termasuk dalam contoh iklan media cetak biasanya terdapat pada majalah atau tabloid.

#3. Iklan Produk

Iklan Produk
Gambar iklan media cetak: Iklan Produk Sensodyne | sumber: sensodyne.co.id

Iklan produk atau bisa juga disebut dengan iklan niaga adalah salah satu jenis iklan yang fokus bertujuan untuk menarik masyarakat agar membeli produk yang di tawarkan.

Kunci utama dari iklan produk adalah tagline, slogan, atau kata-kata out of the box yang membuat siapapun yang membaca langsung tertarik dengan produk tersebut.

Iklan produk bisa dikategorikan contoh iklan media cetak karena biasanya terdapat pada majalah, koran, atau banner.

#4. Iklan Makanan

Iklan Makanan
Gambar iklan media cetak: Iklan Makanan McDonalds| sumber: news.mcdonalds.com

Iklan makanan sebenarnya masih termasuk dalam kategori iklan produk atau iklan niaga. Hanya saja, poin penting dari iklan makanan adalah gambar iklan dari produk makanan yang dijual.

Karena biasanya orang akan tertarik untuk membeli makanan karena gambar pada iklan makanan tersebut terlihat sangat lezat. Iklan makanan yang termasuk contoh iklan media cetak biasanya berupa poster atau selebaran pamflet.

Contoh iklan makanan lainnya yaitu:

  • McDonald: i’m lovin it!

    Iklan Makanan McDonalds
    Gambar iklan media cetak: Iklan Makanan McDonalds
  • Pizza Hut: No One Outpizzas the Hut

    Iklan Makanan Pizza Hut
    Gambar iklan media cetak: Iklan Makanan Pizza Hut
  • Kenthucky Fried Chicken, Jagonya Ayam!

    Iklan Makanan KFC
    Contoh iklan media cetak: Iklan Makanan KFC
  • SAMBAL ABC: Sambal Favorit Keluarga Indonesia
  • Kecap Bango: Benar-benar kecap
  • Indomie Seleraku
  • SARIMI, Nempel Di Hati Nempel Di Lidah
  • Kacang Garuda: ini kacangku!
  • SOSRO: apapun makanannya, minumnya tek botol Sosro

    Contoh Iklan Media Cetak: Sosro
    Contoh Iklan Media Cetak: Sosro
  • Teh Pucuk: Teh Terbaik Ada di Pucuknya
  • TEH KOTAK, Persembahan Dari Alam
  • HEXOS, Permen pelega tenggorokan
  • TINI WINI BITI, Imut Enak Bergizi
  • GERY CHOCOLATOS, Mama Mia Lezatos
  • SNACK PILUS GARUDA, Enaknya gak abis-abis!
  • TROPICANA SLIM, Menjaga Manisnya Hidup Dulu Sekarang dan Selamanya

#5. Iklan Jasa

Iklan Jasa
Gambar iklan media cetak: Iklan Jasa | sumber: wmdrivingcourse.wordpress.com

Salah satu jenis iklan iklan lainnya yaitu iklan jasa. Iklan jasa sebenarnya sama dengan iklan komersial lainnya, hanya saja yang ditawarkan disini adalah jasa, bukan produk.

Iklan jasa cenderung lebih informatif karena walaupun jasa yang ditawarkan sama, akan tetapi waktu, fasilitas, jam buka, atau alat yang digunakan bisa saja berbeda.

Sebagai contoh iklan jasa mengemudi mobil seperti diatas. Banyak sekali informasi-informasi yang ditampilkan pada iklan jasa apabila dibandingkan dengan iklan produk.

Kalaupun pengiklan ingin membuat iklan yang lebih ringkas, maka biasanya diberi kontak agar bisa dijelaskan lebih lanjut. Iklan jasa yang termasuk contoh iklan media cetak biasanya berupa poster atau selebaran pamflet.

#6. Iklan Kolom

Iklan Kolom
Gambar iklan media cetak: Iklan Kolom | sumber: Kompasiana.com

Iklan kolom biasanya juga terdapat pada koran, sama seperti iklan baris sehingga termasik kedalam contoh iklan media cetak.

Akan tetapi, yang membedakan iklan kolom dan iklan baris adalah iklan kolom tidak hanya terdiri dari tulisan, namun juga gambar atau foto. Iklan kolom juga bisa dipesan dalam area yang lebih luas, bahkan sampai satu halaman penuh.

Iklan kolom pada koran biasanya digunakan untuk mempromosikan kendaraan bermotor, atau kabar duka dari seseorang yang telah meninggal.

#7. Iklan Komersial

Iklan Komersial
Gambar iklan media cetak: Iklan Komersial myIM3 | sumber: satelindo.co.id

Iklan komersial adalah iklan yang biasanya digunakan untuk mendukung pemasaran barang atau jasa. Misalnya pada contoh diatas adalah iklan komersial aplikasi myIM3.

Dengan adanya iklan tersebut, pihak pengiklan berharap untuk mendukung atau menaikkan daya jual produk-produk dari IM3.

Ciri-ciri iklan komersial biasanya memiliki desain yang unik, bagus, simple, dan terdapat di banyak tempat sehingga diharapkan siapapun yang melihat iklan tersebut bisa mudah mengingat atau bahkan terngiang-ngiang di kepala.

#8. Iklan Lowongan Kerja

Iklan Lowongan Kerja
Gambar iklan media cetak: Iklan Lowongan Kerja | sumber: lokerbali.info

Sesuai dengan namanya, iklan lowongan kerja dibuat oleh perusahaan atau perseorangan yang membutuhkan seseorang untuk dipekerjakan di perusahaan mereka.

Iklan lowongan kerja biasanya memiliki informasi lengkap mengenai jenis pekerjaan yang dibutuhkan, syarat-syarat pelamar yang harus dipenuhi, dan alamat pengiriman lamaran pekerjaan.

#9. Iklan Layanan Masyarakat

Iklan Layanan Masyarakat
Gambar iklan media cetak: Iklan Layanan Masyarakat | sumber: kemenpppa.go.id

Tidak seperti tujuan iklan-iklan lainnya yang untuk kebutuhan komersial, iklan layanan masyarakat bertujuan untuk menyampaikan informasi penting atau himbauan kepada masyarakat.

Salah satu contohnya adalah iklan himbauan diatas dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (kemenpppa).

Dari iklan tersebut, pemerintah menghimbau kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak-anak untuk memilih rute yang aman ketika berangkat ke sekolah. Hal tersebut demi menghindari pelecehan seksual atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya, yang kerap terjadi pada rute yang sepi.

#10. Iklan Berbahasa Jawa

Iklan Bahasa Jawa
Gambar iklan media cetak: Iklan Bahasa Jawa | sumber: fatasama.com

Iklan bahasa jawa sebenarnya sama seperti iklan-iklan produk lainnya. Hanya saja, biasanya produk yang di iklankan berkaitan erat dengan budaya jawa, atau bahan-bahannya diambil di pulau jawa. Contoh iklan bahasa jawa yaitu minuman herbal BEJO, yang berkhasiat untuk menghilangkan masuk angin.

Baca juga :


Iklan yang baik adalah iklan yang menarik mata bagi siapapun yang pertama kali melihatnya. Terkadang, iklan membutuhkan informasi yang padat dan lengkap seperti iklan lowongan kerja, namun terkadang juga hanya berupa desain yang menarik tanpa ada banyak kata seperti iklan komersial yang banyak beredar saat ini.

Hampir semua iklan bisa termasuk dalam contoh iklan media cetak. Hanya saja, beberapa iklan lebih cocok dan efektif apabila di sebarkan pada media digital seperti website, media sosial, atau televisi.

Demikian penjelasan dan beberapa contoh iklan media cetak, semoga bermanfaat.

Pengertian, Jenis, dan Contoh Rumusan Masalah Berbagai Karya Ilmiah

Contoh Rumusah Masalah Makalah, Penelitian, Laporan Praktikum, dll. – Menulis adalah sebuah keterampilan yang memerlukan latihan terus-menerus. Keterampilan menulis ini sangat penting bagi civitas pendidikan.

contoh rumusan masalah penelitian
Contoh Rumusah Masalah Penelitian, Biologi, Makalah, Laporan Praktikum, dll.

Contohnya saja penulisan jenis karya ilmiah skripsi, jurnal ilmiah, dan disertasi sudah sewajarnya menggunakan metode ilmiah yang baik dan benar.

Metode ilmiah dalam perkembangannya berjalan secara terus-menerus seiring dengan kemajuan zaman. Hal tersebut disebabkan perkembangan zaman mempengaruhi pola pikir manusia sehingga manusia dituntut  untuk melakukan berbagai eksperimen atau penelitian yang bersifat ilmiah.

Dengan adanya metode ilmiah akan memberikan pemahaman dan dapat dibuktikan secara empiris. Metode ilmiah dalam penulisan pada hakikatnya dilakukan dengan menentukan rumusan masalah.

Pada artikel ini akan dijelaskan terkait pengertian rumusan masalah, jenis rumusan masalah, dan contoh-contoh rumusan masalah makalah, penelitian, karya ilmiah, biologi, dan laporan praktikum.

Pengertian Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk menjawab suatu permasalahan pokok dengan singkat, padat, dan jelas.

Rumusan masalah dijadikan sebagai pokok ide gagasan yang nantinya dituangkan dalam tulisan untuk dicari solusinya berdasarkan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan dapat juga dengan melakukan hipotesis.

Prediksi yang dibuat kemudian diuji dengan melakukan eksperimen yang sebelumnya telah ditetapkan pedoman masalahnya. Berdasarkan pedoman dari beberapa ahli, perumusan masalah ini bertujuan untuk menetapkan topik untuk dipecahkan.

Ciri-Ciri Rumusan Masalah

Ciri penting yang mendasar dalam rumusan masalah yaitu ditulis dengan jelas dalam bentuk kalimat tanya. Kalimat tanya tersebut dapat menggunakan metode yang umum yaitu 5W+1H (What (apa), why (kenapa), who (siapa), when (kapan), where (dimana), dan how (bagaimana).

Setiap pertanyaan tersebut memuat makna yang berbeda-beda.

Berikut adalah maksud dibalik 5W+1H.

  • What: digunakan untuk mengetahui inti/pokok dari permasalahan yang sedang diteliti.
  • Why: digunakan untuk menjelaskan penyebab dari suatu masalah.
  • Who: digunakan untuk mengatahui nama/objek tertentu yang perlu diketahui.
  • When: digunakan untuk menanyakan waktu kejadian.
  • Where: digunakan untuk menjawab tempat kejadian/peristiwa dalam permasalahan.
  • How: digunakan untuk menyatakan proses terkait suatu peristiwa atau penelitian dan mengungkapkan maksud dibalik hasil yang telah di peroleh.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dari beberapa pertanyaan , yang sering dipakai dalam rumusan masalah adalah what (apa), why (kenapa), dan how (bagaimana) karena ketiganya dapat membahas secara lebih detail terhadap suatu masalah yang ingin diteliti berdasarkan pemahaman logika dan analisis.

Oleh sebab itu, dalam membuat rumusan masalah, hal tersebut tidak luput dari softskill berpikir kritis dan analitis dari para penulis.

Penulis diharuskan melakukan penalaran untuk memiliki cara berpikir yang deduktif dengan mengumpulkan dan mencari suatu hal untuk menentukan ide/masalah penelitian sehingga dapat mengidentifikasi masalah terhadap suatu fenomena.

Langkah selanjutnya, penulis perlu mengeksplor berbagai literatur untuk dapat mengumpulkan data dan menemukan solusi dari rumusan masalah.

Selain itu, pertanyaan-pertanyaan yang muncul berkaitan dengan rumusan masalah misalnya:

  • “Apa permasalahan utama sehingga perlu dilakukan penelitian?”
  • “Apakah tujuan dilaksanakan penelitian?”
  • “Apakah peneliti mampu menjawab masalah?”
  • “Apakah data dapat diperoleh?”

Pertanyaan tersebut dapat dijadikan sumber acuan apakah rumusan masalah yang telah dibuat dapat dilanjutkan atau tidak.

Baca juga :

Jenis Rumusan Masalah

Rumusan masalah dapat kita jumpai pada permulaan bab yaitu pendahuluan. Pada bab tersebut terdapat latar belakang yang merupakan dasar dari uraian rumusan masalah. Rumusan masalah hendaknya juga disusun dengan memperhatikan jenis penelitian.

Adapun jenis rumusan masalah terbagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Rumusan masalah deskriptif
  2. Rumusan masalah komparatif
  3. Rumusan maslaah asosiatif

Berikut adalah penjelasan beserta contoh rumusan tiap jenisnya.

#1. Rumusan masalah deskriptif

Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah terkait pertanyaan tentang suatu fenomena yang perlu dijelaskan dan dijabarkan.

Penjelasan contoh rumusan masalah deskriptif dalam hal ini yaitu variabel hanya berdiri sendiri dan tidak berhubungan dengan variabel lainnya. Contoh rumusan masalah deskriptif yaitu:

  • Berapa nilai konsentrasi TSS dan kekeruhan pada limbah industri tempe?
  • Bagaimana persebaran virus Covid-19 di Surabaya?
  • Bagaimana cara menghilangkan lemak dalam tubuh?
  • Apa makna dari gizi seimbang?

#2. Rumusah Masalah Komparatif

Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang mempertanyakan perbandingan variabel satu dengan yang lainnya. Contoh rumusan masalah komparatif yaitu:

  • Adakah perbedaan pertumbuhan toge yang disinari matahari dengan yang tidak terkena matahari?
  • Adakah perbedaan kadar kekeruhan dengan penambahan dosis koagulan a, b, dan c?
  • Apakah ada beda perkembangan anak ketika disekolahkan dengan anak yang tidak bersekolah?
  • Adakah perbedaaan antara metamorfosis katak dengan kupu-kupu?

#3. Rumusan Masalah Asosiatif

Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah dengan pertanyaan yang menyatakan hubungan antar variabel. Contoh rumusan masalah asosiatif yaitu:

  • Apakah ada hubungan antara lama waktu dan dosis koagulan terhadap penurunan konsentrasi COD?
  • Adakah pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan pohon jati?
  • Adakah pengaruh makanan bergizi bagi kekuatan fisik masa anak-anak?
  • Apakah pertumbuhan kecambah memiliki hubungan dengan intensitas cahaya matahari?

Contoh Rumusan Masalah Berbagai Keperluan

Selain contoh rumusan masalah berdasarkan jenisnya, berikut akan dijelaskan secara lebih lanjut contoh rumusan masalah berdasarkan karangannya seperti dalam makalah, penelitian, karya ilmiah, biologi, deskriptif, dan laporan praktikum.

#1. Contoh Rumusan Masalah Makalah

Contoh Rumusan Masalah Makalah
Contoh Rumusan Masalah Makalah

Makalah adalah salah satu jenis karya ilmiah yang membahas permasalahan secara objektif sehingga didasarkan dengan pemahaman empiris bukan dari pendapat pribadi atau subjektif.

Biasanya dalam pembuatan makalah ini, dilakukan secara individu maupun tim. Makalah memiliki pembahasan yang lebih singkat karena merupakan kajian literatur dari permasalahan yang diangkat dan seringkali dijadikan bahan tugas dalam bangku sekolah ataupun perkuliahan. Makalah dibuat menggunakan bahasa formal atau baku.

Hal yang mendasar dan terpenting dalam makalah yaitu terletak pada bab 1 pendahuluan yang umumnya di dalamnya berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, teori, dan sistematika penulisan. Contoh rumusan masalah makalah dapat dilihat di bawah ini:

  • Bagaimana makna pancasila dalam kehidupan berbangsa di Indonesia?
  • Apa saja upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh pelajar untuk mengimplementasikan nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa makna yang terkandung dalam lambang negara Indonesia?
  • Bagaimana cara mengoptimalkan peran orang tua dalam pembentukan kepribadian anak sejak dini?
  • Siapa saja tokoh islam yang berperan dalam dunia pendidikan?
  • Bagaimana cara yang efektif untuk menerapkan pola hidup dengan gizi yang seimbang?
  • Apa hal yang harus diperhatikan dalam membuat karya sastra cerpen?

#2. Contoh Rumusan Masalah Penelitian

Contoh Rumusan Masalah Penelitian
Contoh Rumusan Masalah Penelitian

Menurut Creswell (2012), penelitian adalah adanya suatu proses berpikir yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk memahami suatu masalah.

Dalam membuat adanya suatu penelitian, maka perlu adanya metode yang dilakasanakan untuk mendapatkan dan menginterpretasi sebuah data yang dinamakan metode penelitian. Metode penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Metode kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk menjelaskan penelitian secara deskriptif, sedangkan metode kuantitatif menjelaskan secara numberik. Oleh sebab itu, penyesuaian rumusan masalah penting dilakukan bedasarkan metode penelitian yang telah ditentukan oleh seorang peneliti.

Rumusan masalah dalam penelitian merupakan tahapan proses yang utama dan pertama kali dilakukan oleh seorang peneliti, sebelum melakukan proses meninjau literatur, menentukan tujuan penelitian, mengumpulkan data, menganalisa dan menafsirkan data, serta membuat laporan dan mengevaluasi penelitian.

Adapun contoh rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut.

  • Bagaimana moral siswa SMA 1 Yogyakarta dalam berperilaku terhadap guru di lingkungan sekolah?
  • Apa saja bakteri yang terkandung dalam tanah gambut di depan fakultas sains dan teknologi UNAIR?
  • Apa saja faktor yang mempengaruhi proses pembusukan pada buah mangga?
  • Bagaimana cara yang efektif dalam pembuatan tape singkong menggunakan fermipan ragi?
  • Berapa lama waktu kontak media bioball dalam mengurangi kadar kekeruhan pada limbah cair?
  • Apa saja sistem pencernaan dan sistem pernafasan pada katak?
  • Bagaimana cara guru menanamkan sikap sopan dan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah pada siswa?

Berdasarkan beberapa rumusan masalah penelitian tersebut, Anda dapat mengidentifikasi jenis rumusan masalah yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Contoh rumusan masalah yang bersifat kuantitaitf karena menjawab dengan suatu numberik salah satunya adalah “berapa lama waktu kontak media bioball dalam mengurangi kadar kekeruhan pada limbah cair?

Untuk rumusan masalah yang bersifat kualitatif yaitu seperti “Apa saja sistem pencernaan dan sistem pernafasan pada katak?.” Hal tersebut disebabkan pertanyaan tersebut dapat berisi jawaban yang menyatakan suatu proses yang bersifat deskriptif.

#3. Contoh Rumusan Masalah Karya Ilmiah

Contoh Rumusan Masalah Karya Ilmiah
Contoh Rumusan Masalah Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah karya tulis yang penulisannya didasarkan pada fakta dan objektif. Karya ilmiah berbeda dengan karya sastra yang umumnya memakai bahasa yang indah dan bersifat subjektif sedangkan karya ilmiah meemiliki ciri-ciri pennyusunannya secara sistematis, konseptual, dan procedural.

Bahasa yang digunakan dalam pembuatan karya ilmiah yaitu menggunakan landasan bahasa yang jelas serta tidak bersifat pendapat pribadi.

Jenis karya ilmiah banyak sekali macamnya, berdasarkan publikasinya, karya ilmiah dibagi menjadi dua, yaitu karya tulis ilmiah yang dipublikasi dengan karya tulis ilmiah yang belum dipublikasi.

Karya tulis ilmiah yang dipublikasi contohnya yaitu, jurnal dan buku, sedangkan karya tulis ilmiah yang belum dipublikasi dan biasanya dijadikan tugas akhir yaitu, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, dsb.

Dalam penulisan karya ilmiah perlu diperhatikan adanya etika penulisan. Hal tersebut berupa karya yang dibuat harus bersifat orisinil, bukan plagiat, serta memiliki pertanggung jawaban karena data dan pembahasan yang diperoleh harus berdasarkan teori yang jelas dan tidak memanipulasi data. Oleh sebab itu, karya tulis ilmiah harus ditulis secara cermat dengan memperhatikan rumusan masalah yang dibuat berdasarkan fakta.

Contoh rumusan masalah karya ilmiah adalah sebagai berikut.

  • Apakah ada beda antara konsentrasi BOD dan COD dengan penambahan aerasi pada limbah cair?
  • Berapa volume timbulan sampah di TPA Angsana Surabaya?
  • Bagaimana pengolahan limbah B3 pada industri PT. X?
  • Bagaimana perkembangan diabetes mellitus di Madura?
  • Bagaimana pola persebaran penyakit HIV di dunia?
  • Apa saja dampak penggunaan gadget yang terlalu lama bagi kesehatan?
  • Bagaimana sejarah perkembangan islam di Indonesia?

#4. Contoh Rumusan Masalah Biologi

Dalam membuat laporan atau makalah tentang biologi, maka pada laporan tersebut selalu menjelaskan atau membahas terkait makhluk hidup yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan.

Tujuan laporan tersebut sebagai sarana pembelajaran bagi siswa serta memberikan pemahaman pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Karya ilmiah terkait biologi ini biasanya membahas tentang morfologi, sistem, jaringan, siklus hidup, bahkan sampai dibagi lagi cabangnya biologi seperti mikrobiologi yang mempelajari tentang mikroorganisme.

Oleh sebab itu dalam membuat karya ilmiah biologi rumusan masalah yang dibuat juga harus sejalan dengan ilmunya. Contoh rumusan masalah biologi adalah sebagai berikut.

  • Apa saja peranan morfologi pada tumbuhan?
  • Bagaimana sejarah perkembangan evolusi pada hewan?
  • Apa saja manfaat bakteri selulosa dalam industri makanan?
  • Bagaimana siklus rantai makanan di lingkungan hutan?
  • Bagaimana sistem klasifikasi 5 kingdom yang dikembangkan oleh Whittaker?
  • Apa perbedaan antara sistem darah tertutup dan terbuka?
  • Bagaimana proses sistem pencernaan pada sapi?

Baca juga :

#5. Contoh Rumusan Masalah Laporan Praktikum

Contoh Rumusan Masalah Laporan Praktikum
Contoh Rumusan Masalah Laporan Praktikum

Pelaksanaan praktikum biasa diterapkan mulai dari siswa hingga mahasiswa. Praktikum ini berfungsi meningkatkan keterampilan dalam bentuk praktek yang kemudian dilaporkan dalam bentuk karya tulis.

Laporan praktikum adalah pembahasan dan penjelasan secara lengkap berdasarkan dari percobaan yang telah dibuat.

Laporan ini betujuan untuk memberikan penjelasan secara objektif berdasarkan data yang diperoleh dari percobaan. Data yang tertuang di laporan ini haruslah apa adanya dan tidak boleh mengubah data walaupun terjadi ketidaksesuaian.

Penjelasan pada laporan harus berdasarkan literatur yang digunakan untuk membuat laporan.

Jika data tidak sesuai dengan literatur dan hipotesis yang diinginkan, maka hak tersebut tidak perlu diubah, cukup cantumkan alasan dan bahas kenapa tidak sesuai, faktor apa saja yang menyebabkan data error, bahkan apabila ada faktor human error juga perlu ditulis pada laporan praktikum.

Hal tersebut karena sebagai seorang peneliti, harus memiliki sifat jujur dan bersifat ilmiah. Oleh sebab itu, laporan praktikum ini ditulis secara lengkap dan sistematis.

Rumusan masalah dalam laporan praktikum perlu memperhatikan topik praktikum yang telah diuji. Berikut adalah contoh rumusan masalah laporan praktikum.

  • Apa saja pengatuh pengenceran terhadap pH larutan buffer?
  • Apa pengaruh konsentrasi buffer terhadap kapasitas buffer?
  • Bagaimana reaksi uji sifat kimia dengan uji Molisch pada senyawa golongan karbohidrat?
  • Bagaimana gambar morfologi dan sistem pernafasan pada katak?
  • Berapa suhu yang optimum untuk pertumbuhan mikroba selulolitik?
  • Apa saja parameter fisik yang mendukung pertumbuhan alga?
  • Apa perbedaan sifat ion Fe3+, Mn2+, Cr3+, dan Al3+?

Contoh rumusan masalah laporan praktikum tersebut memuat beberapa topik praktikum, yang pertanyaannya dapat dijawab setelah melaksanakan percobaan.

Pada pertanyaan pertama dan kedua memiliki topik yang sama yaitu larutan buffer sehingga rumusan masalahnya yaitu dapat berupa faktor yang mempengaruhi larutan (pertanyaan poin 1) atau dapat berupa hasil dari suatu percobaan (pertanyaan poin 2).


Setelah Anda sudah memahami penjelasan terkait rumusan masalah di atas, kemudian rumusan masalah yang telah dibuat perlu dilakukan sinkronisasi dengan tujuan dan kesimpulan.

Tujuan inilah yang berfungsi sebagai pedoman dalam penelitian yang berasal dari pertanyaan rumusan masalah. Sedangkan kesimpulan dari karya ilmiah tersebut haruslah berasal dari jawaban rumusan masalah.

Oleh sebab itu, rumusan masalah merupakan hal yang paling penting ibarat pondasi bagi pembuatan karya ilmiah.

Semoga bermanfaat.

Pengertian dan Contoh Majas Alusio

33+ Contoh Majas Alusio dan Penjelasannya – Pada artikel kali ini, Kami akan membahas terkait salah satu majas yang umum digunakan yaitu majas alusio.

Pengertian dan Contoh Majas Alusio
Pengertian Majas Alusio dan 33+ Contohnya. | Unsplash.com

Pembahasan lebih lanjutnya Anda akan mempelajari pengertian apa itu majas alusio, termasuk dalam majas apa, isi dan ciri-ciri dalam majas alusio serta contoh majas alusio dalam bentuk kalimat beserta penjelasan singkat dari contoh tersebut.

Pengertian Majas Alusio

Majas alusio adalah gaya bahasa dengan menggunakan kata yang menunjukkan pada suatu peristiwa, perumpamaan, tokoh, atau kejadian penting yang terjadi pada masa lalu dengan menyamakan pada kejadian yang terjadi saat ini.

Kejadian atau peristiwa itu dipilih yang sudah tidak asing dan terkenal bagi pembaca sehingga pembaca dapat mengerti apa yang dimaksud penulis.

Majas alusio masuk dalam kategori majas pertautan. Hal tersebut dikarenakan dalam majas ini terjadi perbandingan antara sesuatu yang terjadi dengan masa lalu dengan masa kini yang dapat dihubungkan karena memiliki kesamaaan kejadian dengan pengarang bicarakan pada masa kini.

Majas ini tidak hanya menggunakan peristiwa masa lalu yang benar-benar terjadi, tapi juga dapat menggunakan cerita legenda ataupun dongeng yang banyak dikenal oleh masyarakat.

Dalam majas alusio ini juga terdapat beberapa kalimat yang menggunakan peribahasa dengan tujuan untuk memperindah dan menarik untuk dibaca serta agar pembaca mengerti apa yang dimaksud pengarang.

Namun, penggunaan peribahasa dalam majas alusio disebut juga dengan majas kilat  karena isi peribahasanya yang tidak lengkap.

Perlu Anda ketahui juga bahwa peribahasa sebenarnya berbeda pengertiannya dengan majas. Jika majas adalah gaya bahasa yang disampaikan oleh pengarang yang terbagi lagi menjadi bermacam-macam jenisnya dengan setiap jenis memiliki ciri khas dan kelompok lainnya.

Sedangkan pengertian peribahasa adalah kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung aturan berperilaku, nasihat, prinsip hidup, perbandingan atau perumpamaan.

Peribahasan ini digunakan untuk menggambarkan maksud tertentu.

Baca juga :

33+ Contoh Majas Alusio Terbaru

Contoh Majas Alusio Terbaru
Contoh-Contoh Majas Alusio Terbaru

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa contoh majas alusio yaitu:

  1. Sepatu yang dia kenakan di pesta dansa sama seperti yang ada dalam kisah Cinderella.
  2. Setiap hari kakak dan adik itu selalu bertengkar sama seperti kartun Tom and Jerry.
  3. Perbuatan ibu tiri dan kakak tiri padanya sangat tidak baik, dia disuruh mengurus pekerjaan rumah, kakak tirinya selalu mencelanya dan tidak dianggap sebagai keluarga sama seperti dongeng bawang merah dan bawang putih.
  4. Aku pikir Pinokio hanya dalam kartun saja, ternyata aku melihat temanku sama seperti pinokio dimana dia tidak bisa berbohong, jika berbohong tubuhnya akan bereaksi dengan bersin-bersin.
  5. Anak durhaka itu disebut sebagai Malin Kundang oleh warga sekitar karena perbuatan buruknya pada ibunya, waktu tinggal bersama orang tuanya dia selalu membentak-bentak ibunya dan waktu sekarang dia kaya dia meninggalkan ibunya sebatang kara.
  6. Sudah keempat kalinya laki-laki paruh baya itu menikahi seorang gadis, dia memang tua-tua keladi.
  7. Bencana di wilayah Sidoarjo saat ini mengingatkanku tentang bencana lumpur lapindo yang terjadi beberapa tahun silam.
  8. Di berita sekarang sangat heboh peristiwa naas tentang kecelakaan pesawat di perairan Karawang yang sama seperti kejadian kecelakaan pesawat Lion Air yang menewaskan banyak korban jiwa.
  9. Suara peserta audisi Got Talent Indonesia saat bernyanyi itu mirip dengan almarhumah Nike Ardilla yaitu merdu dan unik.
  10. Atlet bulu tangkis itu pintar melakukan smash dengan kecepatan tinggi sehingga lawan tidak bisa menangkisnya sama seperti Taufik Hidayat.
  11. Pemain sepakbola U-15 itu sangat gesit dan lincah, cara permainannya ini mengingatkanku pada pemain legendaris Indonesia Gonzales.
  12. Sudah 3 tahun lamanya aku menunggumu dan mengharapkanmu untuk menyukaiku namun, semua ini sama halnya seperti kisah putri duyung yang berakhir dengan aku yang menghilang menjadi buih di lautan dan kau yang bahagia dengan memilih bersama putri yang salah.
  13. Wajah dan cara bicara pria itu mirip sekali dengan pangeran Charles.
  14. Kedua pasangan itu sangat romantis hingga akhir hayatnya sama seperti kisah cinta Habibie dan Ainun yang terkenal.
  15. Menjadi karyawan di perusahaan ini sungguh membuat sengsara tanpa bayaran yang cukup, sama seperti kerja Rodi waktu kolonial Perancis menjajah Indonesia.
  16. Krisis ekonomi jika dibiarkan terus-menerus seperti sekarang ini, maka dapat terjadi pengulangan sejarah seperti krisis moneter yang terjadi tahun 1998 yang mengakibatkan jumlah pengangguran naik drastis dan berdampak pada kemiskinan yang merata.
  17. Orang itu hanya pintar bicara tapi tak pintar berbuat seperti air beriak.
  18. Gaji yang diterima tidak sepadan dengan kinerja yang dilakukan membuat keuangannya lebih besar pasak.
  19. Jangan terlalu merasa puas dan sombong terhadap apa yang di dapat sesungguhnya bumi berputar.
  20. Aku tidak suka sifatnya yang berubah-ubah, minggu kemaren dia janji untuk menemuiku tapi nyatanya diundur minggu depan, benar seperti di daun talas.
  21. Seberapa sulitnya hidup dan keterbatasan yang dimiliki tidak menyurutkan mereka untuk menuntut ilmu ke sekolah walaupun harus berjalan berkilo-kilo meter, ini mengingatkanku pada cerita Laskar Pelangi.
  22. Hari ini adalah hari pernikahan wanita cantik itu, dia tulus mencintai laki-laki apa adanya, sehingga mereka dijuluki pasangan Beauty and The Beast.
  23. Wanita itu mengubah gaya rambutnya agar mirip dengan idolanya yaitu Ratu Elizabeth.
  24. Gunung itu diperkirakan meletus dengan kekuatan yang sama dengan ledakan gunung Krakatau, sehingga warga di sekitar wilayah tersebut diminta untuk segera mengungsi.
  25. Nilai skor bola pingpong antara Amerika dengan Jepang sama dengan nilai skor pada pertandingan Jerman dan Australia dua tahun yang lalu.
  26. Pembunuh berantai itu akhirnya dijatuhi vonis hukuman mati sama seperti pada kasus Tsutomu Miyazaki.
  27. Mahasiswa banyak turun ke jalan untuk melakukan demo ini mengingatkanku dengan kejadian demo mahasiswa tahun 98.
  28. Kebakaran hutan di Kalimantan terulang kembali pada musim kemarau setelah sebelumnya terjadi pada tahun 2019 dengan status kualitas udara memasuki level bahaya.
  29. Film garapan Disney membuat live action dari dongeng Aladdin sukses meraup keuntungan yang besar.
  30. Satu persatu keturunan keluarga Onassis itu meninggal sama yaitu dengan cara tragis.
  31. Suara penyanyi korea itu sangat lembut dan unik, pantas saja dia disebut sebagai The Next Michael Jackson.
  32. Pembulian di sekolah itu viral sama seperti pembulian siswi SMP di Purworejo karena aksi tersebut tersebar melalui video.
  33. Gadis kecil itu saat bangun terlihat lincah kesana-kemari namun, jika tertidur sangat cantik dan lama untuk bangun mirip seperti sleeping beauty.
  34. Ucapanmu itu sama seperti tong kosong.

Penjelasan tentang Contoh Majas Alusio

Contoh majas alusio di atas tampak jelas bahwa majas ini membandingkan kejadian, orang, legenda masa lalu dengan yang ada saat ini, selain itu contoh majas alusio tersebut menggunakan peribahasa yang tidak lengkap.

Contoh majas alusio yang menggunakan peribahasa secara tidak lengkap seperti: air beriak (lengkapnya: air beriak tanda tak dalam), bumi berputar (lengkapnya: bumi berputar zaman beredar), lebih besar pasak (lengkapnya: lebih besar pasak dibandingkan tiang), dan di daun talas (lengkapnya: air di daun talas).

Contoh majas alusio tidak hanya membandingkan katanya dengan peristiwa nyata, tapi juga dapat menggunakan cerita legenda atau dongen yang terkenal.

Contoh majas alusio membandingkan maknanya dengan kejadian dongeng atau legenda seperti penggunaan kata: Beauty and The Beast, Laskar Pelangi, Cinderella, Pinokio, Malin Kundang, dan Tom and Jerry.

Baca juga :


Dengan adanya majas ini pembaca akan lebih fokus dan mengerti apa yang penulis sampaikan karena menggunakan kiasan kata tokoh atau contoh peristiwa yang telah terkenal dan dipahami oleh pembaca.

Kedekatan dalam pemilihan kata yang ada dalam majas alusio ini membuat membaca dapat memahami peristiwa yang terjadi karena bermakna lebih dekat dengan kejadian masa lalu.

Namun, hal yang penting dan harus diingat pembuatan majas ini harusnya menggunakan ungkapan atau peribahasa yang digunakan secara umum. Jika hanya diketahui pengarang, pembaca akan kesulitan untuk mengerti.

Demikian penjelasan dari pengertian dan beberapa contoh majas alusio di atas, semoga bermanfaat.

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Pertentangan – Gaya bahasa atau yang lebih dikenal dengan majas adalah cara menggunakan bahasa dalam konteks tertentu, oleh orang tertentu, dan untuk tujuan tertentu.

Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya
Pengertian Majas Pertentangan dan Contohnya | Unsplash.com

Pemakaian gaya bahasa yang tepat dapat menarik perhatian dan memberikan kesan kepada pembaca. Sebaliknya, bila penggunaannya tidak tepat, maka penggunaan gaya bahasa akan terdengar aneh dan tidak dipahami oleh pembaca ataupun pendengar.

Pemakaian majas berfungsi untuk menghidupkan apa yang dikemukakan dalam teks, karena majas dapat menyampaikan gagasan yang penuh makna dengan kata yang relatif singkat dan padat.

Oleh sebab itu, majas dapat dijadikan sebagai cara mengungkapkan pikiran penulis melalui bahasa yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian (style) penulis dengan pilihan kata, frasa, klausa, ataupun kalimat.

Secara umum, majas terbagi menjadi empat jenis yang masing-masing jenis majas tersebut, didalamnya juga memiliki sub jenis majas lainnya. Keempat majas tersebut yaitu:

  • Majas Perbandingan
  • Majas Penegasan
  • Majas Sindiran
  • Majas Pertentangan

Dari keempat majas tersebut, salah satu jenis majas yang akan dibahas oleh artikel ini  yaitu majas pertentangan.

Pengertian Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang mengekspresikan sesuatu menggunakan kata yang bertentangan atau berkebalikan dengan makna sebenarnya.

Dengan adanya majas ini, akan memberikan efek penekanan terhadap pembaca atau pendengar. Majas pertentangan terbagi lagi menjadi beberapa jenis.

Baca juga :

Jenis dan Contoh Majas Pertentangan

Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai jenis majas pertentangan dan contoh-contoh majas pertentangan.

  1. Majas Antitesis

Majas antitesis adalah gaya bahasa yang menunjukkan pertentangan antara dua kata yaitu dengan membandingkan dua kata yang berlawanan dalam suatu pernyataan.

Contoh majas antitesis adalah sebagai berikut.

  • Peningkatan ekonomi ditandai oleh naiknya proses jual beli yang ada pada masyarakat.
  • Susah senang bukan menjadi penghambat untuk beriman kepada Allah.
  • Baik dan buruknya seseorang tidak dinilai dari fisik maupun hartanya.
  • Cepat atau lambat aku akan berhasil mengalahkanmu dalam pertandingan sepak bola. Lihat saja nanti.
  1. Majas Pertentangan Litotes

Majas litotes adalah gaya bahasa yang berisi pernyataan kata yang berlawanan artinya dengan kata sebenarnya dengan maksud untuk merendahkan diri.

Majas litotes biasanya digunakan untuk bertindak sopan kepada orang lain agar tidak berlaku sombong atau angkuh.

Contoh majas litotes adalah sebagai berikut.

  • Maaf jika seadanya, silahkan masuk di gubukku yang kecil
  • Saya yang pemula ini, jika Anda berkenan akan mencoba membantu menjawab pertanyaan saudara.
  • Saya hanya ingin memberikan baju yang sangat sederhana ini untuk anak-anak, kiranya saya berharap mohon diterima.
  • Aku yang lemah ini ingin berusaha lebih keras untuk bisa menyenangkan orang tua.
  1. Majas Hiperbola

Jenis majas pertentangan selanjutnya adalah majas hiperbola. Majas hiperbola sudah sangat sering dijelaskan dan dipakai pada sebuah karya sastra.

Dari asal katanya “hiper” dimaknai sebagai sesuatu yang berlebihan. Oleh sebab itu majas hiperbola adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan berlebihan.

Berlebihan yang dimaksud dapat dari segi sifat, bentuk, ataupun ukurannya. Penggunaan majas ini umumnya dipakai untuk mengekpresikan kekaguman, ketertarikan, maupun sesuatu perasaan yang negatif.

Contoh majas pertentangan pada majas hiperbola adalah sebagai berikut.

  • Hari ini aku capek sekali, seharian bekerja ditambah jam lembur rasanya ingin meninggal.
  • Kau pasti adalah malaikat yang turun ke bumi untuk menebar kebaikan, kau sangat baik.
  • Cantikmu seperti cahaya yang menerangi saat kegelapan, Bulan saja merasa malu
  • Aku tak bisa berpaling darimu kemanapun aku pergi, aku pikir wajahmu mengalihkan duniaku.
  1. Majas Paradoks

Majas paradoks adalah majas pertentangan yang menggambarkan sesuatu yang seolah-olah bertentangan padahal sebenarnya tidak.

Dari bahasanya, kata paradoks berasal dari kata “para”, yaitu kontradiktif dan “doxa”, artimya pemikiran.

Jadi, majas paradoks merupakan dua hal yang kontradiktif tapi keduanya adalah sebuah kebenaran.

Contoh majas pertentangan paradoks adalah sebagai berikut.

  • Semarah-marahnya ibu terhadap anaknya. Ibu akan selalu menyanyangi anaknya.
  • Orang yang tidak mengenalnya pasti menganggap dia adalah orang yang cuek tapi di dalam hatinya sebenarnya dia perhatian terhadap orang lain.
  • Saat sedang berbicara dengan temannya dia bermulut manis, namun jika dibelakang menjadi bermulut pahit
  • Doni bersikap seolah-olah dia bodoh, padahal ketika menjawab soal dia adalah anak yang pintar.
  1. Majas Okupasi

Majas okupasi adalah majas pertentangan yang memiliki tujuan untuk melakukan bantahan. Bantahan tersebut kemudian diberi penjelasan atau kesimpulan sebagai penutup kalimat.

Contoh majas pertentangan jenis majas okupasi adalah sebagai berikut.

  • Olahraga itu menyehatkan, tapi banyak orang malas bangun pagi untuk melakukannya. Tidur lebih diminati dibandingkan berolahraga.
  • Jujur merupakan perbuatan mulia yang harus ditanamkan sejak dini, tapi jika jujur untuk mengatakan keburukan orang lain itu kurang sopan. Kejujuran perlu dilakukan secara bijak tanpa melukai hati seseorang.
  • Penggunaan majas dalam karya satra perlu diaplikasikan, tapi penggunaan majas tersebut harus memperhatikan kebahasaan dan kesesuaian dengan kalimatnya. Oleh sebab itu, penggunaannya perlu memperhatikan struktur katanya dan fungsi pada setiap jenis majas.
  • Aku bukannya tidak menyukai, tapi perilakumu padaku sungguh tidak menyenangkan. Jadi aku berusaha untuk tidak terlibat denganmu dalam hal apapun.
  1. Majas Pertentangan Kontradiksi Interminus

Majas kontradiksi interminus adalah majas yang menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan penjelasan sebelumnya.

Fungsi dari majas kontradiksi interminus yaitu untuk menunjukkan pengecualian atau penolakan.

Contoh majas pertentangan pada majas kontradiksi interminus adalah sebagai berikut.

  • Semua murid berbaris untuk melaksanakan upacara bendera, kecuali Ani tidak ikut karena sedang sakit sehingga perlu beristirahat di UKS.
  • Dini melihat pintu dapur restoran yang bertuliskan bahwa semua orang dilarang masuk, kecuali karyawan.
  • Setiap pengendara mobil dilarang parkir di samping kantor tersebut, kecuali direktur, kepala bagian departemen, serta klien kantor.
  • Kakak dihukum tidak boleh keluar dari rumah, kecuali pergi ke sekolah.
  1. Majas Pertentangan Oksimoron

Majas oksimoron adalah majas pertentangan yang mirip dengan majas paradoks. Hal tersebut karena majas oksimoron ini adalah majas lanjutan atau perpanjangan dari majas paradoks.

Perbedaan yang mendasar dari majas paradoks dengan majas ini adalah pada majas oksimoron terdapat penggunaan kata yang bertentangan dalam satu kalimat yang sama.

Menurut Tarigan (1986), majas oksimoron adalah majas yang mengandung penegakan atau pendirian suatu hubungan sintaksis antara dua kata yang berlawanan.

Sintaksis adalah ilmu terkait prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami.

Contoh majas pertentangan oksimoron adalah sebagai berikut.

  • Di setiap perjalanan hidup percayalah selalu ada kemudahan pada setiap kesulitan.
  • Hidup atau matiku ku serahkan pada-Mu semata.
  • Tak peduli senang atau duka, aku ingin selalu bersamamu.
  • Isak tangis bahagia kurasakan setelah aku melihat kepulanganmu.
  1. Majas Pertentangan Anakronisme

Majas anakronisme adalah majas pertentangan yang berkaitan dengan waktu. Majas ini menggambarkan sesuatu yang bertentangan dengan waktu penyataan yang bersangkutan.

Berdasarkan asal katanya, anakronisme terbagi menjadi “ana” yang berarti mundur, dan “chronos” yang artinya waktu.

Jadi majas ini menceritakan bentuk lampau dengan menambahkan hal yang tidak ada pada masa lalu (ada masa kini). Oleh sebab itu, majas anakronisme mengandung unsur ketidaktepatan antara peristiwa/benda dengan waktunya.

Contoh majas pertentangan jenis anakronisme adalah sebagai berikut.

  • Ande-ande lumut sedang berlayar mengelilingi samudra dengan membawa peta digitalnya.
  • Malin kundang datang menemui ibunya dengan membawa oleh-oleh berupa roti kukus.
  • Dinosaurus itu datang dan menghancurkan bangunan apartemen mewah itu.
  • Sudah hampir 2 jam Putri Deokhye menunggu taksinya tiba, namun sampai saat ini belum datang.

Baca juga :


Demikian adalah contoh-contoh majas pertentangan yang memiliki berbagai macam sub-jenis di dalamnya.

Garis besarnya dari majas pertentangan ini dapat Anda ketahui, yaitu merupakan kalimat yang memiliki unsur pertentangan atau antonim (lawan kata).

Berkenaan dengan hal itu, diharapkan artikel ini dapat memberikan konsep keilmuan, wawasan dan pengetahuan berkenaan tentang majas pertentangan sehingga dapat diaplikasikan dalam berbagai karya sastra.

Semoga bermanfaat.

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya – Bahasa adalah alat berkomunikasi dalam kehidupan manusia. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri oleh siapapun yang hidup di dunia ini.

Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya
Contoh Paragraf Deduktif; Pengertian dan Penjelasannya

Oleh sebab itu, keberadaan bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia, termasuk bahasa kita yaitu bahasa Indonesia.

Kedudukan bahasa Indonesia sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari karena pada dasarnya bahasa Indonesia adalah identitas diri bangsa dalam berbagai konteks, yang perlu kita lestarikan dan kembangkan.

Bahasa ini dalam konteksnya dapat disalurkan melalui lisan, isyarat, dan tulisan.

Dalam tata penulisan, harus menguasai ilmu terkait kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana.

Hal tersebut penting terutama dalam ilmu pengetahuan, tak jarang pengunaan bahasa dalam tulisan ini membentuk suatu karya tulis ilmiah yang bermanfaat untuk dunia pendidikan kedepannya.

Penulisan karya tulis ilmiah maupun sastra diperlukan keterampilan dan keberanian untuk mencoba berlatih menulis.

Hal ini dapat diwujudkan dengan melalui karya sastra seperti novel, dongeng, cerpen ataupun dalam karya tulis ilmiah seperti makalah, jurnal ilmiah, skripsi, disertasi dan tesis.

Keterampilan menulis ini perlu dikembangkan dengan terampil menulis paragraf. Penulisan paragraf ini sejatinya berasal dari kumpulan kalimat, sehingga keterampilan menulis kalimat juga perlu.

Oleh sebab itu, penulisan paragraf perlu diketahui pengertian dan jenis-jenisnya sehingga dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks, baik dalam karya tulis ilmiah maupun nonilmiah (karya sastra).

Pada artikel ini akan dibahas terkait salah satu jenis paragraf yaitu paragraf deduktif.

Pengertian Paragraf Deduktif

Sebelum Anda mempelajari apa itu paragraf deduktif, sebaiknya perlu anda ketahui pengertian paragraf sebagai dasarnya.

Apa itu paragraf?

Paragraf menurut Akhadiah, dkk (1999) adalah inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

Sebuah paragraf mengandung buah pikiran yang didukung oleh kalimat dalam paragraf, mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat penjelas, hingga kalimat penutup.

Sekumpulan kalimat ini saling berhubungan membentuk sebuah ide atau gagasan. Paragraf seringkali disebut juga sebagai alenia.

Apa saja ciri-ciri paragraf?

Ciri-ciri yang mudah diketahui dari paragraf yaitu setiap awal kalimatnya biasanya terlihat menjorok ke dalam.

Namun, terkadang untuk karangan lain, kalimat pertama tidak menjorok ke dalam tapi tetap bisa dilihat perbedaannya dari adanya jarak dibandingkan jarak antarbaris lainnya.

Apa fungsi paragraf?

Adapun fungsi paragraf menurut Widjono (2007) yaitu:

  • untuk mengekspresikan gagasan tertulis dengan member bentuk satuan pikiran dalam dalam serangkaian kalimat dalam satu kesatuan,
  • menandai peralihan gagasan baru jika terdiri dari beberapa paragraf,
  • memudahkan pengorganisasian bagi penulis dan memudahkan pemahaman bagi pembaca,
  • memudahkan pengembangan topik, dan
  • pengendalian variabel.

Paragraf terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan peruntukannya. Ada jenis paragraf berdasarkan tempat dan fungsinya dalam karangan, ada jenis paragraf berdasarkan isi, dan ada paragraf yang berdasarkan letak kalimat utama.

Paragraf deduktif inilah yang termasuk dalam jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama.

Lalu, apa itu paragraf deduktif?

Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya atau gagasan utamanya berada di awal paragraf, sedangkan kalimat selanjutnya merupakan kalimat penjelas yang menerangkan atau bagian dari kalimat utama.

Dengan adanya kalimat utama pada paragraf pertama akan membuat pembaca lebih fokus dan memberikan penegasan dengan baik.

Paragraf deduktif pada konteksnya sama halnya dengan pengertian cara berpikir deduktif yaitu dimulai dari umum kemudian ke khusus.

Kalimat utama ada dalam setiap paragraf. Kalimat utama ini disebut juga sebagai pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimat topik.

Baca juga :

Contoh-Contoh Paragraf Deduktif dan Penjelasannya

Untuk lebih memahami paragraf deduktif, berikut beberapa contoh paragraf deduktif singkat yaitu sebagai berikut.

Contoh #1: Contoh paragraf deduktif tentang pendidikan

Pendidikan adalah sarana ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi perkembangan generasi muda. Pada dasarnya generasi muda akan dituntut untuk menangkap informasi secara ilmiah sehingga akan melahirkan kemampuan nalar dan peningkatan kapasitas berpikir. Ilmu pengetahuan yang dipelajari di bangku sekolah juga akan mampu melahirkan softskill yaitu cara berpikir kritis. Dengan berpikir kritis, kemampuan berpikir dan analitis akan semakin berkembang.

Penjelasan Mengenai Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Berdasarkan contoh paragraf deduktif tersebut, yang merupakan kalimat utama yaitu paragraf pertama “pendidikan adalah sarana ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi generasi muda” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat penjelas.

Hal tersebut dapat dilihat bahwa pada kalimat kedua menjabarkan makna pentingnya ilmu pengetahuan bagi generasi muda dalam meningkatkan kemampuan nalar.

Kemudian, dijelaskan lebih detail pada kalimat ketiga dan keempat yang menyatakan bahwa pendidikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Contoh #2: Contoh paragraf deduktif generasi muda

Generasi muda merupakan generasi penerus kepemimpinan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, secara langsung mereka dituntut untuk dapat bersikap baik di masyarakat. Hal itu karena, pada saat waktunya mereka dewasa mereka akan mengganti dan menempati posisi penting. Jika generasi muda tidak dididik dengan benar dan pandai berbohong, maka ketika dia sudah bekerja mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan tindakan kriminal seperti korupsi, nepotisme, dsb. Selain itu, terjadinya peristiwa perkelahian yang berupa tawuran antar pelajar adalah perbuatan negatif yang dapat merusak moral dan menjadikan generasi muda tersebut memiliki watak yang keras kedepannya. Hal tersebut mengharuskan generasi muda perlu diajarkan moral sejak dini dengan tujuan agar masyarakat dapat memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada generasi muda.

Penjelasan Mengenai Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Berdasarkan contoh paragraf deduktif tersebut, yang merupakan kalimat utama yaitu paragraf pertama “generasi muda merupakan generasi penerus kepemimpinan di masa yang akan datang” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat penjelas.

Dapat dilihat pada kalimat selanjutnya yang menceritakan pentingnya generasi muda jika menempati posisi tinggi di masa datang, dampaknya di masa depan jika generasi muda tersebut memiliki sifat tidak baik, serta penjelasan pentingnya moral untuk mempersiapkan generasi muda untuk masa depan.

Paragraf deduktif sebenarnya tidak hanya ditemukan dalam esai, makalah, atau karya tulis ilmiah lainnya, tapi juga dapat ditemukan dalam karya sastra seperti cerita novel, cerpen, dan dongeng. Contohnya yaitu dapat dilihat pada paragraf di bawah ini.

Baca juga :

Contoh #3: Contoh paragraf deduktif pada cerita cerpen

Kata-katanya membuat Dina terdiam. Waktu seoalah-olah berhenti, beralih, dan dengan lambat berputar ke belakang. Dina mereka-reka kesalahan apa yang pernah dia lakukan sehingga pantas menerima kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya. Daun yang berguguranpun seolah bergerak perlahan. Pandangannya kosong, hampa. Suara mobil yang bersahutan menjadi meredam di telinganya.

Penjelasan Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Contoh paragraf deduktif pada cerpen tersebut, dapat dilihat secara jelas bahwa kalimat utamanya yaitu paragraf pertama “Kata-katanya membuat Dina terdiam” sedangkan kalimat selanjutnya yaitu sebagai kalimat yang menjelaskan bahwa Dina terdiam akibat kata-kata yang menyakitkan hati.

Contoh 4: Contoh paragraf deduktif pada cerita dongeng

Cinderella adalah gadis yang cantik dan baik hati. Rambutnya pirang sebahu dengan wajahnya yang seperti bulan. Bibirnya yang merah dan pipinya yang merona, membuat laki-laki yang berpapasan dengannya akan menoleh padanya hingga Cinderella tak terlihat lagi. Cinderella selalu tersenyum dan menyapa para pedagang yang dia temui di pasar. Selain itu, ketika dia melihat nenek tua kesusahan membawa barang, dia akan selalu sigap dan menawarkan bantuan terlebih dahulu.

Penjelasan Contoh Paragraf Deduktif di Atas

Kalimat utama pada contoh paragraf deduktif dongeng yaitu “Cinderella adalah gadis yang cantik dan baik hati” sedangkan kalimat selanjutnya berfungsi sebagai kalimat penjelas.

Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya penambahan hal-hal yang penting untuk merinci apa yang ada dalam kalimat utama.

Dari kalimat utama tersebut, diuraikan dan memberikan penjelasan yang spesifik terkait wajah Cinderella yang dikatan cantik, dan contoh detail perilaku Cinderella yang baik hati seperti halnya ramah dan selalu membantu nenek yang membawa barang.

Berdasarkan penjelasan dan contoh-contoh paragraf deduktif di atas, dapat disimpulkan bahwa paragraf deduktif adalah dimana kalimat utamanya atau pokok pikirannya ada di awal kalimat akan membuat pembaca lebih mudah memusatkan pikiran pada satu gagasan dalam paragraf karena di tempatkan dalam posisi yang jelas dan mencolok yaitu di kalimat pertama.

Kalimat pertama ini sebagai kalimat topik yang bersifat luas atau umum agar nantinya dapat dikembangkan dalam kalimat berikutnya yang merupakan detail dari kalimat utamanya.


Demikian penjelasan dari paragraf deduktif mulai dari pengertian sampai contoh singkat dan pembahasannya. Semoga bermanfaat.