Apa Itu Justifikasi? Arti dan Contoh Justifikasi Adalah

Apa Itu Justifikasi? Arti dan Contoh Justifikasi Adalah – Dalam melakukan kajian ilmiah, Anda perlu melakukan uji untuk meyakinkan bahwa teori tersebut benar atau tidak. Hal tersebut dilakukan dengan justifikasi.

Arti justifikasi dalam dunia pendidikan sangat penting karena untuk menganalisis dan menunjukkan bahwa setiap pernyataan tersebut benar atau tidak.

Justifikasi sebenarnya sering Anda lakukan dalam kegiatan sehari-hari. Seperti contohnya, saat Anda melakukan justifikasi bahwa beberapa orang adalah teman baik Anda. Anda memberikan klaim tersebut karena beberapa hal baik yang telah dilakukan teman Anda terhadap Anda.

Apa Itu Justifikasi Arti dan Contoh Justifikasi Adalah
Apa Itu Justifikasi? Arti dan Contoh Justifikasi Adalah

Oleh sebab itu, pada pembahasan ukulele kali ini Anda akan mempelajari mengenai apa itu justifikasi? apa saja contoh justifikasi? Berikut adalah ulasannya.

Arti Justifikasi Adalah: Pembenaran

Arti justifikasi secara bahasa berdasarkan KBBI, justifikasi adalah sebuah putusan atau memberikan alasan, dan pertimbangan berdasarkan hati nurani. Sedangkan secara istilah justifikasi adalah:

  • Justifikasi adalah menyediakan dasar, bukti, dan penalaran untuk meyakinkan orang lain (atau mengajak diri sendiri) bahwa suatu klaim atau pembenaran adalah benar (Thomas, 1973).
  • Justifikasi adalah argumen yang mendemonstrasikan kebenaran dari sebuah klaim yang menggunakan pernyataan yang telah diterima sebelumnya dan bentuk matematis dari penalaran (Sarumaha).
  • Justifikasi adalah pembuktian atau proses untuk menyodorkan fakta yang mendukung hipotesis atau proposisi (Keraf).

Berdasarkan pengertian di atas, justifikasi adalah suatu bentuk pernyataan pembenaran yang dilakukan oleh seseorang dengan berdasarkan penelitian atau alasan. Jadi, justifikasi dapat termasuk ke dalam metode ilmiah karena keyakinan, pengetahuan, pembuktian tersebut menyajikan fakta-fakta bukan berdasarkan argumen saja.

Dengan adanya justifikasi ini, tidak hanya membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dianggap benar, tetapi juga dapat membangun pengetahuan yang lebih mendalam terhadap suatu masalah.

Manfaat lainnya dari justifikasi adalah meningkatkan penalaran adaptif. Penalaran adaptif adalah kemampuan berpikir secara logis, melakukan hipotesis jawaban, eksplanatif (memberikan penjelasan) dan menilai kebenaran (justifikasi).

Adapun justifikasi diimplementasikan dalam berbagai bidang pendidikan. Hal tersebut dilakukan dengan Teori Justifikasi. Sejarah perkembangan pengetahuan ini mengalami perkembangan-perkembangan dari beberapa ahli.

Pertama yaitu menurut Plato standar mengenai teori justifikasi adalah adanya kecocokan antara keyakinan dengan fakta sebenarnya.

Contohnya adalah keyakinan masyarakat jika tangan terasa gatal, maka pertanda akan mendapatkan rejeki. Hal tersebut akan menjadi benar, jika memakai teori Plato yaitu ada kecocokan terhadap fakta sebenarnya, maka bisa dikatakan keyakinan tersebut benar. Dari pendapat Plato tersebut, konsep justifikasi kemudian terus berkembang.

Aliran Teori Justifikasi

Dalam ilmu epistemologi, secara umum ada 3 aliran teori justifikasi (pembenaran) yang terkenal yang pertama yaitu fondasionalisme. Berdasarkan aliran fondasionalisme yaitu keyakinan terjustifikasi secara ilmiah jika dilandasi oleh fondasi yang kokoh, jelas, dan pasti benar. Fondasi tersebut dibagi menjadi dua bentuk yaitu fondasi apriori dan indrawi.

Fondasi dengan konsepsi apriori dalam justifikasi yaitu berdasarkan keyakinan dasar. Contohnya pada matematika, Anda meyakini bahwa perkalian dengan nilai negatif jika bertemu dengan positif, maka hasilnya negatif.

Hal tersebut merupakan hukum dasar sehingga jika Anda menjustifikasi bahwa -3 x 5= -15 maka justifikasi tersebut adalah benar karena sesuai dengan keyakinan dasarnya.

Adapun untuk fondasi indrawi adalah justifikasi yang didasarkan pada data-data indra yaitu pendengaran, penglihatan, dsb. Contohnya adalah seseorang yang meyakini bahwa orang tersebut adalah pencuri karena dia melihat sendiri bahwa dia telah mengambil dompet seseorang.

Selanjutnya untuk teori kedua yaitu koherentisme yang menyatakan bahwa keyakinan terjustifikasi benar jika bersesuaian dengan sistem keyakinan yang sebelumnya diterima benar.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada keyakinan dasar tapi berdasarkan sistem. Contohnya para ulama membentuk sistem keyakinan ahlus sunnah wal jamaah.

Contoh lainnya dari koherentisme adalah pancasila merupakan dasar negara bangsa Indonesia. Hal tersebut karena pancasila sudah disepakati dan diyakini oleh seluruh bangsa Indonesia yang merupakan kesatuan sistem.

Teori terakhir yaitu teori campuran (mixed theory) penggabungan fondalisme dan koherentisme sehingga didapatkan justifikasi yang sempurna karena saling melengkapi.

Tipe Justifikasi dan Tujuan dalam Pembelajaran

Justifikasi sering diimplementasikan dalam pendidikan sekolah contohnya pada pembelajaran siswa seperti pada mata pelajaran matematika yang perlu jawaban justifikasi.

Apa Itu Justifikasi? Tipe Justifikasi dan Tujuan dalam Pembelajaran
Apa Itu Justifikasi? Tipe Justifikasi dan Tujuan dalam Pembelajaran

Siswa yang melakukan justifikasi terhadap soal tersebut, dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan ruang lingkup pembelajaran, ada lima tipe justifikasi menurut Back, Mannila, dan Wallin (2010). Kelima tipe justifikasi adalah sebagai berikut:

  • Asumsi adalah tipe justifikasi yang hanya memberikan asumsi sebagai alasan.
  • Pernyataaan samar atau meluas (vogue/broad statement). Justifikasi yang terlalu singkat dan tidak informatif.
  • Memberikan justifikasi terkait dengan definisi atau aturan. Contoh justifikasi aturan tentang nilai mutlak dan kongruensi dalam matematika.
  • Deskripsi prosedural (procedural description). Justifikasi dengan memberikan penjelasan secara deskriptif atau alasan secara bertahap. Dalam deskripsi prosedural ini menunjukkan penjelasan dengan menjawab pertanyaan “apa” yang tertera dalam tiap langkah penyelesaian.
  • Penjelasan tersendiri (own explanation). Tipe justifikasi ini memberikan penjelasan atau alasan terhadap pertanyaan “mengapa” langkah tersebut dikatakan valid. Berdasarkan dari nama jenis tipe ini menggunakan bahasa sendiri atau menggunakan simbol.

Berdasarkan beberapa tipe justifikasi di atas, semakin tipe justifikasi dalam pembelajaran tinggi seperti pada tipe penjelasan tersendiri, maka semakin tinggi tingkat kesulitan dalam menjelaskan justifikasi. Namun, tingkat kesulitan yang tinggi ini akan meningkatkan kualitas justifikasi.

Masih dalam pembelajaran matematika, tujuan adanya justifikasi adalah:

  • Mendukung pemahaman konseptual.
  • Mendorong kemampuan matematika dan disposisi (kaya istilah dalam matematika).
  • Asssesmen atau penilaian.
  • Mendorong kemampuan jangka panjang (contoh: berpikir kritis, mandiri, tekun).
  • Mengelola perbedaan (berbagi pendapat untuk menyelesaikan masalah).
  • Mempengaruhi hubungan sosial (antar sesama teman bisa bertukar pikiran).

Contoh Justifikasi

Selain penggunaan justifikasi dalam bidang pembelajaran matematika di sekolah, justifikasi dapat digunakan dalam bidang lainnya. contoh justifikasi adalah sebagai berikut:

Contoh Justifikasi dalam Proyek

Justifikasi dalam proyek adalah pembuktian atau alasan yang dibuat karena suatu perubahan kontrak kerja. Sebelum justifikasi dibuat, perlu dibuat perhitungan kembali terkait kuantitas pekerjaan yang akan dikerjakan dalam proyek, maka pasti ada ketidaksesuaian antara hasil perhitungan dari ukuran atau dimensi dengan data atau rencana gambar yang ada di dalam kontrak.

Oleh sebab itu, Anda perlu meluruskan kembali antara dokumen kontrak dengan dokumen realisasi atau hasil rekayasa engineering. Hal tersebut dilakukan dengan cara musyawarah dan koordinasi dengan unsur-unsur terkait sehingga didapatkan kesimpulan bahwa perhitungan yang baru adalah benar.

Setelah itu, alasan tersebut kemudian dapat dituangkan dalam dokumen justifikasi karena adanya perubahan dari rencana perhitungan yang ada di dalam kontrak. Alasan tersebut dapat berupa kesalahan dalam perhitungan awal, kondisi eksternal seperti kondisi lahan eksisting yang mengalami perubahan, atau masalah harga produk atau jasa yang mengalami peningkatan.

Contoh Justifikasi Penelitian

Justifikasi dalam penelitian adalah memberikan alasan atau bukti bahwa hipotesis atau teori yang dikemukakan dalam penelitian benar atau tidak.

Contohnya yaitu penelitian terkait pembuktian teori penentuan kandungan zat pencemar BOD pada air limbah. Dengan melakukan penelitian menggunakan metode Titrasi Winkler, diperoleh bahwa ada kandungan BOD dalam air limbah dengan satuannya yaitu mg/L. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa justifikasi tersebut adalah benar.

Contoh Justifikasi Anggaran

Arti justifikasi anggaran adalah pernyataan rincian harga yang dihabiskan dalam suatu kegiatan. Contoh justifikasi anggaran yaitu dalam kegiatan PKM yang pada laporannya memuat justifikasi anggaran tiap barang yang dibutuhkan dalam penelitian.

Untuk lebih mudah dalam membacanya, biasanya dibuat dalam bentuk tabel yang tiap kolomnya berisi nama barang, jumlah yang dibutuhkan, serta harganya. Harga tersebut didapatkan dari harga pasar, dapat juga disertai bukti kwitansi.

Contoh Justifikasi Hukum

Justifikasi hukum dapat Anda lihat dalam persidangan, seorang hakim akan memberikan justifikasi kepada tersangka berdasarkan bukti yang ada dalam kejadian dan keterangan saksi dan ahli apakah tersangka tersebut dinyatakan besalah ataupun tidak.

Arti dan Contoh Justifikasi Hukum
Arti dan Contoh Justifikasi Hukum

Demikian uraian mengenai apa itu justifikasi hingga macam-macam justifikasi yang bersifat luas baik dalam pendidikan maupun dalam bidang lainnya, bahkan kehidupan sehari-hari. Dengan adanya justifikasi dapat dijadikan alat untuk memberikan penalaran terhadap suatu pernyataan. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment