Aqidah Adalah; Pengertian, Fungsi, dan Contoh Aqidah Akhlak dalam Islam

Pengertian Aqidah, Contoh, Tujuan, & Penyimpangannya – Membahas mengenai aqidah adalah hal yang mengandung filosofi mendalam. Materi aqidah adalah hal yang kompleks dan bercabang.

Pengertian Aqidah Adalah
Pengertian Aqidah Islamiyah, Contoh, dan Penjelasannya

Sehingga dalam mempelajari apa itu aqidah harus dilakukan secara pelan-pelan dan sungguh-sungguh. Tidak perlu terburu-buru dan tetaplah konsisten.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas pengertian aqidah akhlak, dan berbagai hal mengenai aqidah islam yang dapat memberikan wawasan, mari belajar!

Pengertian Aqidah Akhlak

Pembahasan mengenai apa itu aqidah dan akhlak tentunya tidak lepas dari makna secara bahasa /etimologi dan makna secara istilah/terminologi.

Apa itu Aqidah

Dalam menjawab pertanyaan mengenai apa itu aqidah bisa dimulai dari memahami pengertian aqidah terlebih dahulu. Aqidah menurut bahasa adalah berasal dari kata al-‘aqdu, artinya ikatan.

Kata lain dalam bahasa arab yang menunjukkan apa itu aqidah adalah at-tautsiiqu (kepercayaan yang kuat), al-ihkaamu (mengokohkan), dan ar-rabhtu biquwwah (mengikat dengan kuat).

Lalu apa itu aqidah jika dibahas secara terminologi? Aqidah adalah suatu kepercayaan atau iman yang kuat, teguh, dan pasti, dimana tidak ada keraguan sedikitpun bagi setiap orang yang merasa yakin terhadapnya.

Dalam Agama Islam aqidah adalah hal yang meliputi keimanan seseorang yang dipegang teguh terhadap Allah SWT beserta sifat-sifat yang dimiliki-Nya.

Apa itu Akhlak

Sedangkan akhlak berasal dari Bahasa Arab yaitu Kholaqo artinya tingkah laku, watak, perilaku, dan budi pekerti.

Secara istilah akhlak yaitu suatu sikap yang sudah melekat dalam diri seseorang yang diwujudkan melalui tingkah laku dan tindakan secara spontan.

Jadi, pengertian aqidah akhlak adalah suatu sikap yang diwujudkan dalam tindakan atau perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan memegang teguh kepercayaan atau keimanan yang kuat dalam diri seseorang.

Aqidah akhlak mengajarkan manusia tidak hanya meyakini keimanan dalam diri namun juga membentuk perilaku yang diamalkan dalam kehidupan keseharian dengan berinteraksi sesama makhluk serta interaksi kepada Allah SWT.

Baca :

Ruang Lingkup Aqidah

Aqidah adalah hal yang memiliki ruang lingkup yang beragam. Menurut para ulama beberapa ruang lingkup dari aqidah adalah :

  • Ilahiyat, yaitu suatu hal yang dibahas berdasarkan ruang lingkup atau persoalan ketuhanan khususnya membahas mengenai Allah SWT dan sifat yang dimiliki-Nya.
  • Nubuwat, yaitu pembahasan mengenai persoalan yang berkaitan dengan hubungan Allah dengan para utusan-Nya yaitu Nabi dan Rasul.
  • Ruhaniyat, suatu hal yang membahas mengenai ruang lingkup yang berhubungan dengan makhluk gaib, seperti malaikat, jin, dan iblis.
  • Samiyyat, yaitu persoalan yang membahas hal yang berkaitan dengan alam gaib, seperti surga, neraka, alam kubur, padang mahsyar, dan sebagainya.

Tingkatan Aqidah

Setiap orang memiliki tingkatan aqidah yang berbeda antara stu dengan lainnya. Hal tersebut didasarkan pada dalil, penghayatan, pemahaman, serta aktualisasinya. Pembahasan tingkatan aqidah adalah sebagi berikut :

  • Tingkat Taqlid, yaitu sikap seseorang yang menerima suatu kepercayaan tanpa diketahui alasan yang mendasarinya. Seseorang tidak seharusnya bersikap taqlid dalam memahami dan mengamalkan aqidah agar dapat saling mempelajari bersama.
  • Tingkat Ilmul Yaqin, yaitu sikap yakin yang ada dalam diri seseorang dengan memperoleh ilmu yang didasakan pada hal yang bersifat teoritis.
  • Tingkat ‘Ainul Yaqin, yaitu keyakinan seseorang yang didasarkan dan diperoleh melalui suatu pengamatan secara langsung tanpa melalui perantara.
  • Tingkat Haqqul Yaqin, yaitu suatu keyakinan seseorang terhadap aqidah yang didaskan pada pengamatan dan penghayatan dari pengalaman yang telah dilakukan dalam melakukan aktualisasi aqidah itu sendiri.

Fungsi Aqidah

Aqidah adalah yang mempunyai fungsi tertentu saat Anda mempelajarinya. Tentunya fungsi aqidah adalah sebagai dasar agama.

Keberadaan dari aqidah islam dapat menentukan sikap, perbuatan dan perubahan perilaku pada keseharian bagi seorang muslim. Pembahasan fungsi dalam mempelajari aqidah adalah sebagai berikut ini.

  • Aqidah merupakan suatu pedoman atau landasan seluruh ajaran dalam islam. Adanya landasan aqidah inilah yang menjadikan keyakinan atas agama islam menjadi kuat dan menjadi dasar dibangunnya ajaran islam lainnya. Yaitu mengenai syariah dan moral atau akhlak.
  • Aqidah berfungsi membentuk kesalehan seseorang dalam menjalankan kehidupan di dunia ini. Hal ini dijelaskan sebagaimana aqidah adalah merupakan modal awal untuk mecapai kebahagiaan di akhirat kelak. Dimana ketika di dunia seseorang yang memegang teguh aqidah akan yakin bahwa setiap perbuatan yang dilakukan akan dipertanggungjawaban.
  • Aqidah berfungsi sebagai penyelamat bagi seseorang yang meyakininya dengan teguh dari kepercayaan yang menyimpang, seperti bid’ah, khurafat, serta jenis penyimpangan aqidah lainnya.
  • Aqidah berfungsi dalam menetapkan status seorang muslim atau tidak. Hal ini menjadi begitu penting bahwa kajian aqidah dalam islam telah menjadi perbincangan serius sejak zaman awal islam hingga berkembang jauh dan pesat saat ini. Aqidah mendasari setiap orang dalam bersikap dan mengamalkan berbagai ajaran islam.

Tujuan Mempelajari Aqidah

Pelajaran mengenai aqidah adalah hal yang memiliki maksud atau tujuan. Adapun penjelasan mengenai tujuan mempelajari aqidah adalah sebagai berikut :

  • Berusaha meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Hal tersebut artinya dengan niat yang teguh dalam mempertahankan aqidah, seseorang akan menjaga ibadah yang didasarkan semata hanya karena Allah. Selain itu meyakini bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya.
  • Mencari ketenangan jiwa, berbagai pelajaran aqidah adalah hal yang memberikan arahan dalam menjalani berbagai lingkup kehidupan. Dimana setiap hal yang dilakukan manusia pada dasarnya mencari ketenangan jiwa agar dapat hidup dengan damai dan tenteram. Pada kenyataanya belum tentu seperti itu, karena kehidupan di dunia selalu penuh rintangan, dengan mempelajari aqidah dan memegang teguh maka rintangan tersebut akan dapat dilalui dengan keyakinan yang kuat.
  • Berusaha meningkatkan amal baik sesama makhluk ciptaan Allah. Kehidupan di dunia ini tidak hanya untuk manusia saja namun juga semua ciptaan Allah. Manusia diciptakan memiliki akal dan hati oleh Allah agar dapat menghargai ciptaan Allah lainnya. Tentunya perlu menjaga keseimbangan antar kehidupan sesama makhluk ciptaan-Nya agar kehidupan berjalan dengan selaras dan baik.
  • Berusaha menegakkan Agama Islam dengan benar dan teguh. Hal tersebut dapat tercermin dari perilaku seseorang yang mempelajari dan mengamalkan aqidah dengan sungguh-sungguh. Perlu ketekunan dan keteguhan yang kuat dalam mengamalkan aqidah pada kehidupan sehari-hari.
  • Membebaskan akal dan pikiran, dan hati yang kosong. Seseorang yang tidak memiliki dasar atau pedoman dalam menjalani kehidupan biasanya akan mudah goyah. Oleh karena itu dengan mempelajari dan mengamalkan aqidah sungguh-sungguh akal, pikiran dan hati yang tanpa dasar atau kosong tesebut dapat selalu terisi serta yakin bahwa Allah lah yang menjadi pusat tujuannya.
  • Berusaha untuk meluruskan tujuan dan perbuatan dari penyelewengan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah serta berhubungan atau bermuamalah dengan sesama manusia.
  • Meyakinkan diri untuk bersungguh-sungguh dalam segala hal dengan menyempatkan diri untuk beramal baik yang didasarkan hanya karena mengharap ridho dari Allah SWT.

Penyimpangan Aqidah dalam Islam

Dalam mempelajari aqidah, hal yang perlu juga diwaspadai dan diperhatikan adalah penyimpangan aqidah itu sendiri. Adapun penjelasan mengenai penyimpangan aqidah adalah sebagai berikut:

  • Kebodohan terhadap aqidah, hal ini dimaksudkan tidak adanya kemauan dan niat dari seseorang dalam mempelajari aqidah itu sendiri. Seseorang tidak akan dapat mengamalkan aqidah dengan benar apabila tidak mau mempelajarinya. Akibatnya akan terjadi kebalikan antara yang baik dan buruk dalam dirinya.
  • Sikap fanatik terhadap suatu hal, pada dasarnya fanatik mengacu pada ketertarikan atau kecintaan yang berlebihan pada suatu hal. Dalam aqidah biasanya fanatik berkaitan dengan sesuatu yang menjadi warisan tertentu atau budaya dan adat istiadat nenek moyang. Sehingga apabila warisan itu terdapat hal batil atau menyalahi aqidah dalam pelaksanaannya, maka akan tetap dilestarikan.
  • Taqlid buta, yaitu sikap seseorang dalam mempelajari aqidah dengan mengambil pendapat manusia tanpa berusaha mengetahui dan menyelidiki dalil atas kebenarannya.

Contoh Aqidah dalam Islam

Setelah membahas berbagai hal mengenai aqidah diatas, Anda dapat mengetahui contoh dari aqidah tersebut berikut ini.

  • Beriman hanya kepada Allah beserta segala sifat yang dimiliki-Nya dengan cara menerima dan meyakini segala sesuatu sesuai dasar yang telah tertulis dalam quran dan hadis.
  • Melaksanakan dengan baik 6 rukun iman dalam kehidupan keseharian sesuai ajaran islam
  • Menjaga ketakwaan kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan mejauhi segala larangan-Nya
  • Saling menghormati dan mejalankan sikap toleransi berdasarkan aqidah islam yang telah dipelajari. Hal ini dimaksudkan untuk dapat menjalin hubungan sesama manusia namun tetap memperhatikan batasan tertentu.

Hal-hal yang telah kami bahas diatas mengenai aqidah mulai dari pengertian apa itu aqidah, aqidah akhlak, aqidah islam dan berbagai hal mengenai aqidah adalah suatu pelajaran penting dalam kehidupan sehari-hari.

Baca :


Semoga artikel yang kami bahas dapat memberikan manfaat dapat menjadi referensi kepada Anda sekalian ya.

Leave a Comment